Ringkasan Khotbah :
Ibadah Raya GBI Menorah, 26 September 2021
Inilah waktunya bagi kita untuk lebih lagi menyembah Tuhan, mempermuliakan nama Tuhan dan memuji Tuhan, dengan segenap hati dan pikiran kita. Markus 12 : 30, “Kasihilah Tuhan, Allahmu,dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” Itu artinya kita mengasihi Tuhan dengan semua apa yang kita miliki didalam kehidupan kita. Karena hal ini yang kita butuhkan hari-hari ini. Sebab hidup manusia begitu rentan dengan marabahaya, sakit penyakit bahkan kematian.Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok apalagi dengan Pandemi Virus Corona yang sudah menelan banyak korban jiwa. Kita harus totality dalam mengasihi Tuhan, jangan setengah- tengah karena kita tidak akan diterima.
Wahyu 3: 15-16. “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulutKu.” Apa itu Worship atau penyembahan?
– Bukan sebuah event, yang hanya dilakukan di pertemuan-pertemuan Ibadah, seperti cool, Doa malam, Doa puasa, WBI atau Ibadah Raya.
– Worship atau penyembahan adalah life style atau gaya hidup kita. Dimanapun kita berada kita dapat menyembah Tuhan. Misalnya: ketika di mobil, sementara mencuci, sementara memasak,di toilet dll.
Biarlah hati kita selalu terkoneksi dan melekat kepada Tuhan sehingga Tuhan yang menjadi Pembela, Penolong dan Pemberi jalan keluar disetiap pergumulan kita. Pujian dan Penyembahan itu sangat penting.
Beberapa istilah tentang Praise and Worship.
A. Series 1 : Yadah dan Towdah.
B. Series 2 : Halal, Zamar, dan Barak.
C. Series 3 : Tehila dan Shabach.
Series 1 : YADAH dan TOWDAH.
YADAH :
1. Dalam bahasa Inggris yaitu Extend hands atau mengangkat tangan.
– Disini berbicara bagaimana kita mengagungkan Tuhan dengan tangan kita.
– Kita mengangkat tangan artinya kita memuliakan Tuhan dengan postur kita.
– Kita percaya saat kita mengangkat tangan Tuhan turun tangan menyelesaikan permasalahan kita, amin!
Sebab itu jangan pernah malu kalau kita digerakkan Tuhan untuk mengangkat tangan, untuk berlutut mari lakukan itu. Kita memakai seluruh kehidupan kita untuk memuji dan menyembah Tuhan. Mazmur 145 : 10, “Segala yang Kau jadikan itu akan bersyukur kepadaMu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kau kasihi akan memuji Engkau.” Kata Yadah itu artinya Bersyukur. Kalau kita mengangkat tangan, artinya kita bersyukur pada Tuhan atas segala kebaikan dan kemurahan Tuhan dalam hidup kita. Dan jika sikap kita benar dihadapan Tuhan maka kita akan menyenangkan hati Tuhan. Mazmur 42 : 6, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku dan gelisah didalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya,PenolongKu dan Allahku.!” Sering kali ketika kita punya masalah dan tantangan kita menjadi terlalu takut menghadapinya.Tetapi percayailah bahwa ketika kita datang pada Tuhan maka Tuhan akan membantu kita. Dan pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya.
2. YADAH bahasa Inggrisnya Praise atau Memuji.
Memuji bukan hanya kata- kata yang keluar dari mulut, tetapi bagaimana sikap kita melakukannya. Kita harus berupaya untuk dapat memuji dan menyembah Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap pikiran dan kekuatan kita. Jangan menyepelekan pujian penyembahan sebab kita percaya ada berkat, dan mujizat di dalam pujian dan penyembahan. Mazmur 142 : 8, Keluarkankah aku dari dalam penjara untuk memuji namaMu.Orang-orang benar akan mengelilingi aku, apabila Engkau berbuat baik kepadaku. Kita percaya jika kita memuji dan menyembah Tuhan itu menjadi kesukaan yang besar bagi Tuhan.
3. YADAH berarti mengangkat tangan, memuji dan bersyukur berbicara tentang postur tubuh saat kita memuji Tuhan.
Saat kita mengangkat tangan memohon pertolongan maka hati Bapa pasti tergerak oleh sikap kita yang benar dihadapanNya. Mazmur 44 : 9, Karena Allah kami nyanyikan puji-pujian sepanjang hari, dan bagi namaMu kami mengucap syukur selama-lamanya. Pelajaran:
– Punyailah sikap atau postur tubuh yang benar saat memuji dan menyembah Tuhan.
– Terkadang mengangkat tangan dihadapanTuhan lebih dari cukup daripada kata-kata.
TOWDAH :
Towdah berasal dari kata Yadah. Mengangkat tangan atau memanjangkan tangan.
YADAH lebih mementingkan kepada fisik; tetapi TOWDAH lebih kepada hati. Bahasa Inggris Extend
Heart atau mengangkat hati. Jadi TOWDAH itu mengangkat hati dihadapan Tuhan. Biarlah
kita mengerti disaat kita mengangkat Tuhan bukan hanya postur kita benar tetapi hati kita juga benar.
TOWDAH ini dalam pengertiannya berbicara tentang CHOIR. CHOIR berbicara :
– Tim.
– Kesatuan hati.
– Kesatuan Visi.
– satu TUJUAN:
UNTUK MENYENANGKAN HATI TUHAN.
Jika kita datang beribadah dan kita tidak fokus kepada Tuhan maka kita melakukan hal yang sia-sia. Mazmur 26 :7, “Sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring,dan menceritakan segala perbuatanMu yang ajaib.” Perenungan: Ketika kita datang beribadah dan ketika kita menyanyikan nyanyian syukur dihadapan Tuhan. Kita melakukan semuanya dengan hati dan sikap yang benar, kita mendengar firman dan mendapat Rhema yang terbaik maka kita pulang membawa berkat- berkat Tuhan.Kemenangan, kesembuhan, pemulihan dan jalan keluar pasti kita terima dari Tuhan. Salah satu defenisi tentang TOWDAH yaitu : Ungkapan rasa syukur atas hal-hal yang belum diterima. ini berbicara tentang IMAN Pun disaat kita ada masalah kita membawa semuanya didalam Iman kepada Tuhan dan kita percaya dengan segenap hati pada Tuhan yang akan menolong kita. Tokoh yang mempraktekan TOWDAH:
Yunus 2 : 1 – 2, “Berdoalah Yunus kepada Tuhan, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, katanya:
“Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.” Perenungan: Yunus dalam perut ikan,tempat yang gelap dan kotor, tidak ada pengharapan, tidak ada masa depan,banyak pergumulan. Mungkin keadaan seperti ini yang sedang kita alami?” Yunus 2 : 7 – 10. Ayat 9, “Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan ku persembahkan korban kepadamu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari Tuhan!”
Kupersembahkan korban ini adalah TOWDAH. Yunus memberikan korban syukur kepada Tuhan. Dia menyadari pelanggarannya karena menolak perintah Tuhan untuk menyerukan pertobatan bagi orang Ninewe maka Yunus sungguh- sungguh merendahkan diri, mengangkat hati dan tangannya dan membawa seluruh rasa syukurnya dihadapan Tuhan. Dan Tuhan mendengar doa Yunus. Demikian pula dengan kita, apapun tantangan masalah pergumulan yang kita hadapi, jika kita sungguh-sungguh membawa hati kita dengan sikap yang benar dihadapan Tuhan maka Tuhan yang akan menjawab doa-doa kita. Katakan, Amin. Pelajaran :
– Apapun keadaan kita, hati kita harus benar ketika kita memuji atau menyembah Tuhan.
– Memuji atau menyembah Tuhan bukanlah sebuah rutinitas IBADAH. Tetapi gaya hidup kita sebagai Pribadi yang mencintai Tuhan. Mari kita periksa hati kita apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. “Bagaimana sikap penyembahan kita kepada Tuhan?” Bagaimana sikap hati kita apakah semuanya sudah benar dihadapan Tuhan. Kesimpulan:
TIME to WORSHIP HIM Series 1 : YADAH dan TOWDAH.
YADAH : Memuji Tuhan dengan postur mengangkat tangan.
TOWDAH : Memuji Tuhan dengan hati sambil membawa korban ucapan syukur kepada Tuhan dan percaya kepada rencana Tuhan. Dua hal ini satu paket, ketika kita mengangkat tangan, kita juga mengangkat hati kita. Kita punya sikap yang benar dan hati yang benar. Amin.
Kiranya Firman ini menjadi Rhema bagi kita semua, Tuhan Yesus memberkati.

Pdm. Stefan Sirapanji S.Kom
Recent Comments