Ringkasan Khotbah :
Ibadah Raya GBI Menorah, 09 Januari 2022
Begitu banyak pelayanan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Memperkenalkan tentang Kerajaan Sorga. (Markus 1 : 14 – 15), “Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, katanya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Markus 1:13, Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh iblis. Ia berada disana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.
Pelajaran: • Sesudah dibaptis Yesus berpuasa 40 hari lamanya.
• Disana Yesus dicobai oleh iblis.
• Ketika Dia kembali untuk melayani hal pertama yang Yesus sampaikan bahwa “Kerajaan Allah” sudah dekat. Masihkah dalam kehidupan ini kita mengejar Kerajaan Allah? Masihkah dalam kehidupan ini kita menghadirkan suasana sorga di dalam rumah tangga kita, di dalam pekerjaan kita? Karena ketika kita menghadirkan hadirat Allah dalam hidup kita ada damai sejahtera, dan sukacita yang terus diperbaharui hari demi hari. Kepada siapa Kerajaan Allah ini disampaikan? Ayat 15, “Bertobatlah dan percayalah kepada injil!” Jadi Tuhan Yesus menyampaikan tentang Kerajaan Allah ini kepada :
• Orang-orang yang belum percaya dan belum bertobat supaya mereka bertobat dan percaya kepada Allah.Tetapi bagaimana dengan orang yang sudah bertobat dan percaya pada Allah mengapa harus mendengar firman?
• Karena firman inilah yang terus menerus membaharui hidup kita hari demi hari.Prinsip awal Orang yang belum percaya sehingga menjadi Orang percaya :
1.Mereka mendengar firman dari khotbah digereja atau kesaksian teman.
2.Mereka jadi percaya karena iman itu timbul dari pendengaran dan pendengaran akan firman Kristus.
3.Mereka dibaptis.
4.Menjadi ahli waris kerajaan sorga.
Pelajaran: Mendengar—Percaya—Dibaptis— Masuk Kerajaan Sorga. Catatan: – Setelah menjadi Orang percaya dan saat itu kita meninggal maka kita pasti langsung masuk sorga.- Namun masalahnya bagi orang yang sudah percaya tetapi masih ada di dunia ini berarti belum langsung masuk sorga karena dia masih harus melewati lorong waktu dengan berbagai pergumulan dan tantangan yang ada disana. Lukas 4: 13, “Sesudah iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari padaNya dan menunggu waktu yang baik.”
Perenungan: Ingat, Iblis itu giat sekali untuk mencelakakan banyak orang. Oleh karena itu kita harus memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan setiap hari. Rajin membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari. Miliki suasana sorga serta punyai sukacita dan damai sejahtera dalam hidup ini.Apa yang harus kita lakukan untuk mempertahankan iman kita dihadapan Tuhan?A. Setia melakukan doa, pujian dan penyembahan. Contoh: Daniel 6 : 11, “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya.Dalam kamar atasnya ada tingkap- tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya seperti yang biasa dilakukannya.” Perenungan:
• Daniel memiliki kesetiaan dan ketaatan kepada Tuhan dengan berdoa tiga kali sehari.Bagaimana dengan kita, apakah kita masih setia melakukan?
• Milikilah hubungan yang baik dengan Tuhan – Jika kita melakukan doa pujian dan penyembahan maka kita menghubungkan hidup kita dengan Tuhan. – Ketika kita memiliki koneksi yang erat dengan Tuhan kita percaya Tuhan pasti menolong disaat kita menghadapi tantangan dan persoalan dalam kehidupan ini.Contoh Orang yang hebat tapi gagal dihadapan Tuhan :
1. Musa dan Air ~ Keluaran 17:6 Maka Aku akan berdiri disana didepanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kau pukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air,sehingga bangsa itu dapat minum ” Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.~Bilangan 20 : 8- 12, Ayat 8, Ambillah tongkatmu itu engkau dan Harun kakakmu harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah didepan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberinya air; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya.”Pelajaran : Bangsa Israel kehausan karena tidak ada air. Lalu mereka mulai bersungut dan bertengkar dengan Musa.Lalu Tuhan melakukan mujizat melalui tongkat Musa.
• Keluaran 17 : 6, Tuhan menyuruh Musa memukul gunung batu itu sehingga air itu keluar dan bangsa itu dapat minum.
• Keluaran 20 : 8 – 12, persoalannya sama yaitu bangsa Israel kehabisan air dan mereka mulai bertengkar dengan Musa dan bersungut- sungut,sehingga Musa menjadi marah dan jengkel sebab melihat kelakuan bangsa ini yang tidak tahu bersyukur. Akibatnya Musa geram sehingga dia memukul batu itu dua kali pahal tadinya Tuhan hanya menyuruh dia memperkatakan pada bukit batu itu supaya mengeluarkan air.
• Paradigma lama: mengeluarkan air dengan memukul batu.
• Paradigma baru: Mengeluarkan air dengan perkataan.Akibat ketidak taatan Musa maka:Ayat 12, Tetapi Tuhan berfirman bagi Musa dan Harun: “Karena kamu tidak percaya padaKu dan tidak menghormati kekudusanKu didepan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka” Musa, seorang Pemimpin yang hebat tetapi melakukan kesalahan, sehingga dia gagal masuk tanah Kanaan yang dijanjikan.
2. Saul dan Mezbah. 1 Samuel 13: 8-14. Diceritakan Saul dan bangsa Israel sudah terjepit dengan musuh yang banyak sehingga yang tadinya dia disuruh oleh Samuel menunggu tujuh hari lamanya, tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat berserak-serak meninggalkan dia. Ayat 9, Sebab itu Saul berkata: “Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu ” Lalu ia mempersembahkan korban bakaran. Saul raja yang dipilih Tuhan tetapi ketika dia melihat musuh yang banyak dan rakyat yang mulai meninggalkan dia maka gentarlah Saul dan dia melakukan kesalahanSeorang raja yang hebat tetapi takut pada rakyat dan tidak takut pada Tuhan.Musa dan Saul mereka adalah Orang-orang hebat yang dipilih oleh Tuhan tetapi mereka bisa melakukan kesalahan dihadapan Tuhan.
Bagaimana dengan kita orang-orang biasa yang masih sering jatuh bangun dalam dosa ? Tetapi kita malas untuk berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. Bagaimana kita bisa hidup kalau kita tidak punya koneksi dengan Tuhan. Sebab itu jangan pernah kita putuskan koneksi kita dengan Tuhan melalui doa pujian dan penyembahan setiap hari.
B. Melayani. Matius 20 : 28, Sama seperti anak manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Tuhan Yesus ada di dunia ini untuk melayani. Dan jika kita orang yang mengasihi Tuhan, maka kitapun wajib melayani dengan talenta – talenta yang sudah Tuhan percayakan. Melayani di gereja jadi Diaken,Usher, pemusik, melayani di Cool. Banyak pelayanan yang tersedia,tetapi banyak orang yang menolak melayani dengan alasan tidak punya waktu atau sibuk dengan bisnis atau pekerjaan. Ingat cerita tentang Talenta 5,2,1. Ketika kita mengusahakan talenta maka kata tuan itu kepadanya: “Baik sekali perbuatanmu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”
Perenungan:
• Ketika kita mau mengusahakan talenta dan belajar melayani dengan apa yang kita miliki Tuhan berkata kita hamba yang baik dan setia.
• Ketika kita tidak mau mengusahakan talenta kita maka Tuhan akan mengambil talenta kita itu dan memberikannya kepada orang lain.
• Jika kita tidak mau mengusahakan talenta kita maka Tuhan mengatakan kita hamba yang jahat, dan resikonya kita akan dicampakkan dalam api yang kekal.
C. Menghasilkan buah: ~ Buah Mujizat : Markus 4:20, dan akhirnya yang ditaburkan ditanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali, ada yang enam puluh kali lipat dan ada yang seratus kali lipat.
Perenungan: Ada buah kesaksian atau mujizat yang kita alami karena ketaatan kita pada firman.Ada mujizat pelipat gandaan. ~Buah pertobatan: Matius 3: 8, Jadi hasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan.Perenungan: Bertobat yaitu berbalik dari dosa. Dengan kelahiran baru Roh Kudus akan mengubahkan gaya hidup, paradigma kita sehingga gambar Allah didalam diri kita terus disempurnakan untuk menjadi sama seperti dengan Kristus. ~ Buah Jiwa: Matius 28: 19-20, “Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa,dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Perenungan: Sesudah kita bertobat dan diselamatkan maka kita wajib melaksanakan Amanat Agung yaitu. menyelamatkan orang lain yang ada disekitar kita. Dimulai dari keluarga, tetangga, teman- teman kita, bahkan sampai ke ujung bumi. Hal kerajaan sorga itu sangat indah, saat ini kita belum bisa melihatnya karena kita belum bersama- sama dengan Tuhan. Tetapi suasana sorgawi dapat kita alami ketika kita memiliki sukacita dan damai sejahtera. Itu yang kita kejar setiap hari. Bagaimana caranya? Mari kita membangun hubungan yang intim dengan Tuhan melalui Doa, Pujian dan Penyembahan serta FirmanNya setiap hari, dan kita percaya kita akan mengalami Hadirat Tuhan dalam hidup ini.Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Pdm. Stefan Sirapanji S.Kom
Recent Comments