HOLYTAINMENT (Hiburan Kudus)

20
Mar

Ringkasan Khotbah :
Ibadah Raya GBI Menorah, 20 Maret 2022

“tetapi apabila Penghibur yaitu Roh Kudus  yang akan diutus oleh Bapa di dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”

Yohanes 14 : 26

Didalam kalimat ini ada kata Penghibur. Yang dalam bahasa aslinya disebut : Parakletos.

Artinya: Penghibur.

Kenapa kita perlu dihibur, karena Tuhan tahu kita butuh hiburan sebab kita selalu sedih

Misalnya  kalau ada kematian, malamnya orang mengadakan Ibadah Penghiburan.

Didalam perkembangan sejarah,  hiburan ini mengalami peningkatan. Dalam semua budaya, semua ras,semua suku bangsa  mereka membutuhkan hiburan.

Hiburan ini ada dalam  berbagai bentuk misalnya Kegiatan seni, olah raga,dsb.

Yohanes 4: 13-14,

13 Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

14 tetapi barang siapa minum air yang akan kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya Air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal “

Perenungan:

Kisah Perempuan Samaria yang mencari kepuasan melalui selingkuh.

Dia berselingkuh dengan beberapa pria yang sudah beristeri.Tuhan Yesus mengatakan:”Jika engkau minum air ini engkau akan haus lagi.”

Air yang dimaksudkan Tuhan, yaitu air secara jasmani atau kesukaan yang diberikan oleh dunia.Pada perempuan Samaria  air itu  mengacu kepada kepuasan melalui perselingkuhan.

Dikatakan-Nya jikalau engkau melakukan itu lagi, engkau tidak akan pernah puas. Bukan hanya 5 atau 6 pria bahkan mungkin dengan  seluruh pria yang ada di kota itu engkau tidak akan pernah puas.

Karena ketika kita minum air yang disediakan dunia ini kita akan haus lagi.

Tetapi yang menarik ketika Tuhan Yesus berkata: ” Jika engkau minum air yang akan Kuberikan kepadamu engkau tidak akan haus lagi tetapi sebaliknya akan menjadi mata air di dalam hidupmu yang justru akan memberi kepuasan kepada orang lain.

Pelajaran:

• Sebagai Orang Kristen jika kita sudah punya sumber penghiburan itu apakah kita masih butuh hiburan atau tidak? Masihkah kita butuh  sarana yang diberikan dunia seperti jalan-jalan,makan-makan,  permainan,dan sebagainya yang membuat kita senang?

Tetapi didalam kehidupan

 sosial kita semua

 melakukan hal seperti itu                 

 termasuk di dalam aktivitas Gereja kita.

• Kita bersyukur didalam Tuhan Yesus ada Penghiburan yang sebenarnya.

Seperti apa Penghiburan yang dijanjikan oleh Firman Tuhan?

2 Tesalonika 2 : 16-17.

16 Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik  kepada kita,

17 kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.

Pelajaran:

Disini dikatakan Penghiburan Abadi, artinya bersifat kekal.

•Dengan demikian menurut kebenaran firman Tuhan kita sebagai Orang Kristen tidak butuh lagi hiburan dalam bentuk apapun dalam dunia karena penghiburan abadi sudah kita miliki.

•Jika demikian apa arti hiburan yang ada dalam dunia? Apakah Orang Kristen tidak boleh mengalami atau menikmatinya? Tentu tidak demikian, malahan segala sesuatu diberikan Allah untuk dapat dinikmati.

1 Timotius 6 : 17, Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

Perenungan:

~Segala sesuatu  mempunyai makna tanpa batas. Ya, segala sesuatu dinikmati tanpa kecuali karena kita tidak hidup di bawah hukum taurat lagi yang melarang segala sesuatu. Anugerah Allah dalam Kristus Yesus sudah memerdekakan kita dari segala macam peraturan.

~Segala sesuatu membutuhkan hikmat dan kedewasaan kita Jadi jalan-jalan, makan-makan, permainan,  boleh kita lakukan tetapi ada batasannya. Kata segala sesuatu bukan berarti kita bebas melakukan segala sesuatu tetapi disini kita butuh hikmat dan kedewasaan rohani. Dengan sendirinya kita akan berkata cukup sampai disini.

Kolose 2 : 20 -23

20 Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia.

21 Jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini;

22 semuanya itu hanya mengenal barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.

23 Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.

Perenungan: sebagai Orang Kristen kita punya batasan-batasan atau etika didalam kehidupan sosial yang wajib kita lakukan dan turuti tetapi itu bukan bagian dari peribadahan kita. Contoh: soal kostum melayani harus pakai jas, baju putih- putih. Maksud disini jangan kita dibatasi dengan peraturan- peraturan seperti ini karena kita orang yang telah dimerdekakan dalam Kristus. Tetapi bukan berarti kebebasan itu tanpa batas sehingga kita menjadi kebablasan.

Yakobus 4 : 4 – 5,

4 Hai kamu orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barang siapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

5 Janganlah kamu menyangka bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!”

Perenungan:

• Tuhan kita tidak kejam yang menyiksa kita dengan banyak peraturan tetapi Tuhan mau kita menikmati segala sesuatu tetapi dalam pimpinan Roh Kudus supaya kita dapat  menikmatinya secara sempurna.

• Ikut Tuhan harus bernalar tetapi nalar yang sudah diubahkan.

1 Korintus 6 : 12,

Segala sesuatu halal bagiku,tetapi bukan semuanya berguna.Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.

Artinya: Apa saja boleh kita lakukan seperti hobby atau kesukaan kita pada sesuatu  tetapi apakah itu berkenan kepada Tuhan atau tidak. Itu saja batasannya.

Hiburan dunia ini ada disekeliling kita dan semuanya boleh, tidak ada yang dilarang tetapi pertanyaannya walaupun semuanya halal tetapi apakah boleh semua  dilahap? Berguna atau tidak, mengikat atau tidak, ini yang jadi pertanyaan kita. Harusnya hati kita terikat kepada Tuhan.

Bagaimana kita dapat sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan bersukacita karena Tuhan?

1. Roma 4 : 7,

 ”  Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya dan yang ditutupi dosanya;

 Galatia 5 : 1,

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Perenungan:

Menyadari akan kasih dan kemurahan Tuhan yang luar biasa ini kita pasti bersukacita. Karena Tuhan Yesus telah menyelamatkan dan menebus dosa-dosa kita bukan karena apa yang telah kita lakukan tetapi semata-mata hanya karena kasih-Nya.

2. Mazmur  1 : 2,

Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam

Perenungan :

Mulailah mencintai Tuhan dan menjadikan firman Tuhan menjadi kesukaan.

Pasti sukacita dan damai sejahtera akan memenuhi hidup kita.

Tuhan memberkati.

Pdt.Lui Sirapanji, M.Th

error: Content is protected !!