Entering the promised land (Part 3)

“Sesudah Musa hamba Tuhan itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian : HambaKu Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.” Yosua 1: 1-2

Diceritakan hamba Tuhan Musa telah mati, dan Tuhan berfirman kepada Yosua bahwa ia harus bersiap untuk memimpin bangsa Israel masuk tanah perjanjian. Kita sudah belajar bahwa untuk mencapai tujuan Tuhan dalam kehidupan bangsa Israel maka ada 3 pihak yang terlibat ; Tuhan, Josua dan Israel.
Bagaimana ketiga pihak ini bekerjasama sehingga tujuan Tuhan tercapai dalam kehidupan bangsa Israel.
– Pihak Tuhan: Dia Berfirman, artinya menyampaikan kehendakNya
– Dari pihak Yosua: Seorang yang dipilih dari sekitar 3 juta orang Israel yang meninggalkan tanah perbudakan tanah Mesir.Yosua terpilih karena : Dia adalah orang benar yang lulus ujian.Ujian apa? Yaitu
A. Ujian ketaatan pada perintah
B. Ujian keteguhan hati
10 orang pengintai berbicara tentang hal buruk, hanya 2 orang yang berbicara tentang hal yang baik yaitu Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune. Perenungan : Ketika dunia itu menekan berbicara tentang keadaan tidak nyaman, ada orang berkata bahwa hidup ini penuh sukacita. Ketika ada 10 orang berbicara tentang krisis moneter (krismon) tetapi ada orang percaya berbicara bahwa dalam krisis moneter (krismon) Tuhan akan memberkati saya. Dan memang gereja harus berbicara berbeda dengan apa yang disampaikan dunia. Orang-orang boleh bersungut-sungut dan berkeluh-kesah tetapi orang percaya tetap memuji dan menyembah Tuhan.

3. Ujian waktu yang diberikan Tuhan kepada Yosua.
1. Yosua ikut Musa dari Mesir.
Karena orang yang berusia 20 tahun keatas yang siap menyeberangi sungai Yordan dan  meninggalkan Mesir, dan telah melihat mujizat yang ada di Mesir hanya ada 2 orang yaitu Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, sedang yang lain mereka mati dipadang gurun yaitu semua mereka yang berusia 20 tahun keatas. Entah kenapa Tuhan memakai standar 20 tahun, tetapi yang jelas orang yang berusia 20 tahun keatas ini semuanya mati karena mereka menolak dan tidak percaya pada janji Tuhan. Josua mengikuti Musa sejak dari Mesir, dimana Yosua ini tidak pernah ingin menonjol, sekalipun dia menang berperang dalam perjalanan mengalahkan Amalek dengan mata pedang (Keluaran 17:13) di Rafidim.
Sekalipun Josua telah mengalahkan Amalek tetapi Josua tidak ingin melampaui wewenang dari Musa, dia tidak ingin menonjol.
Pelajaran:
A. Taburan hari ini belum tentu dituai hari ini, Apa yang kita lakukan hari ini belum tentu kita tuai hari ini. Perenungan: Belajar menjadi orang kecil yang tidak dianggap, yang tidak mempunyai jabatan namun tidak memaksakan kehendak sekalipun ada peluang tetapi mau mengalir dalam pimpinan Tuhan, mau jadi orang yang rendah hati maka Tuhan itu tidak buta. Jia Dia mau mengangkat orang, Dia pasti akan mengangkat dan jika Tuhan yang mengangkat tidak ada satupun yang dapat menurunkan.
B. Taburan hari ini seolah-olah sia-sia, seperti tidak ada gunanya. Perenungan: Ketika kita menolong orang, orang yang miskin yang tidak punya apa-apa dan kita memberi sesuatu seperti tidak ada dampaknya tetapi Firman Tuhan berkata, “Siapa yang menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah memiutangi Tuhan yang akan membalas perbuatannya itu.” (Amsal 19:17).
Seringkali seperti sia-sia misalnya memberi tumpangan, menabur bagi hamba Tuhan dsbnya, seolah-olah tidak ada hasilnya tetapi percayalah tidak ada taburan yang sia-sia. Percaya katakan Amin.
C. Taburan hari ini seringkali dituai ditempat lain. Perenungan: Tuhan itu membalas dengan berbagai cara, kadang-kadang tidak masuk akal. Yosua menabur di Rafidim dan disepanjang perjalanan, dan dimana dia menuai? Yaitu diseberang Yordan digunung Nebo, ketika dia diangkat Tuhan menjadi pemimpin. Ketika kita melakukan sesuatu bagi pekerjaan Tuhan, bagi sesama seringkali taburan itu akan kita tuai disuatu tempat yang berbeda. Makanya kalau ada kesempatan lakukan, jangan ditahan. Yosua mengalami ujian waktu, dia mengikuti Musa sejak dari Mesir, Bayangkan 40 tahun lamanya mereka ada dipadang gurun, dan begitu lamanya dia menjadi abdi.
2. Yosua menanti diantara.
Dia setia menanti. Musa diatas puncak gunung, sedangkan bangsa Israel ada dikaki gunung. Musa hendak bertemu Tuhan tetapi Yosua menunggu ditengah-tengah gunung, suatu tempat antah-berantah dipadang gurun yang tandus. Yosua menanti Musa tanpa batas waktu. Catatan: Ada saatnya “Menunggu” tanpa batas waktu. Ada saatnya dimana “Menunggu” itu harus dijalani. Jangan terburu-buru semua ada waktunya harus sabar. Sekalipun hari-hari ini adalah hari-hari Percepatan. Semua serba Cepat. Kita tahu ada istilah “lalod” (lambat loading) atau lemot, dan kita mau lebih cepat. Menunggu itu memang tidak nyaman. Semua mau instan mau cepat, tetapi ada banyak hal dalam hidup ini tidak boleh instan. Apa itu? Jabatan – karir – kedudukan, tidak boleh instan.
– Yusuf butuh 13 tahun untuk dia menjadi orang nomor dua di Mesir.
– Yosua butuh 40 tahun untuk jadi pengganti Musa. Musa meninggal di puncak pisga disekitar daerah gunung Nebo.
Contoh :
Banyak orang yang mau cepat-cepat naik pangkat: – Sogok
Banyak orang cepat-cepat naik pangkat : – Bikin ijasah palsu
Hal-hal ini melanggar hukum Allah dan ini dosa.
-Pekerjaan-kekayaan tidak boleh buru-buru.
-Kita kenal istilah OKB (orang kaya baru) cepat dapat cepat habis dan akhirnya kembali miskin.
-Menurunkan berat badan,
-Didalam pelayanan tidak boleh instan. 1 Timotius 3:16, “Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman iblis.” Karena orang yang cepat naik tidak bertahan diatas.
Dampak hal instan:
– Tidak tahan uji
– Mentah.
– Cepat kadaluarsa
– Mendatangkan “Easy Come and Easy Go” (gampang datang dan gampang pergi)
Perenungan: -Untuk naik ke atas butuh talenta, tapi bertahan diatas butuh pengurapan.

4. Ujian Integritas
Keluaran 33:11, “Tetapi abdinya Yosua bin Nun, seorang yang masih muda tidaklah meninggalkan kemah itu.”
Pelajaran: Kemah pertemuan dibentangkan jauh dari orang Israel karena orang Israel menyembah kepada patung lembu emas dan Tuhan sangat murka. Perenungan: Sebelumnya Tuhan hadir dalam tiang awan dan tiang api ditengah perkemahan orang Israel tetapi sejak mereka menyembah kepada patung lembu emas, Musa diperintahkan Tuhan membuat kemah jauh dari tengah perkemahan orang Israel, dan Tuhan pergi kesana, sehingga tidak boleh orang dekat kesana akan mati. Apa artinya ini:
A. Tuhan menjauh dari umatNya karena dosa.(Keluaran 32:7) Perenungan: Hati-hati kalau kita tidak punya integritas, kalau ada dosa melekat kuat dalam hidup kita maka Tuhan tidak berkenan. Makanya kita butuh pengampunan dosa setiap hari dan tidak melakukan dosa yang sama terus-menerus. Berhenti melakukan hal yang tidak berkenan bagi Tuhan.Tinggalkan jangan berulang-ulang ada disana.
B. Bahkan Tuhan merencanakan membinasakan mereka (Keluaran 32:10), Tuhan berencana membinasakan mereka. Dampak dari dosa adalah maut. Dampak dosa kematian kekal (kengerian) dan Tuhan menyatakan Aku akan membinasakan mereka tetapi engkau Musa akan Kubuat menjadi bangsa yang besar. Gampang saja bagi Tuhan untuk menyelesaikan seluruh Israel dan Musa serta keturunannya akan menjadi besar. Gampang saja bagi Tuhan.
C. Hanya Kuasa Doa, maka Tuhan tidak menurunkan hukuman atas bangsa Israel (Keluaran 32:11-13). Musa berdoa bagi bangsa itu. Perenungan: Penting judga dilakukan diibadah cool, harus ada Kubu Doa. Didalam Doa Tuhan membawa jiwa.
D. Seluruh Israel tidak boleh mendekat pada kemah pertemuan. Keluaran 33:3b, “Sebab Aku tidak akan berjalan ditengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau dijalan.” Perenungan: Mereka menjadi bangsa yang outsider (menjadi orang luar) bagi Tuhan, menjadi orang yang tidak masuk dalam bilangan yang boleh mendekat pada Kemah Tuhan.
E. Hanya orang benar yang boleh mendekat yaitu Musa dan Yosua. Mazmur 15:1 , Perenungan: Mari kita mendekat pada gunung Tuhan yang disebut, menumpang didalam Kemah Tuhan. Mari kita tinggalkan hal-hal tercela yang tidak boleh dilakukan oleh mata kita, mulut, tangan dan panca indra kita, Mari perbaiki perbuatan kita, perbaiki hati kita supaya kita dapat naik kegunung Tuhan dan menikmati hadiratNya. Berhati-hatilah pada setiap perkataan karena setiap perkataan didengar oleh iblis dan didengar oleh Tuhan. Hendaklah Firman Tuhan itu bergayut dibibirmu. Perkatakan Firman Tuhan, perkatakan hal-hal yang baik yang membangun, sebab apa yang keluar dari bibir berasal dari hati. Mari kita meneladani seperti Yosua. Yosua dipilih Tuhan karena dia lulus ujian, dan orang yang lulus ujian diberkati Tuhan berlimpah-limpah. Amin Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah by : Ps.Honny Supit Sirapanji Mth.
Ibadah Raya GBI Menorah, 23 Mei 2021

error: Content is protected !!