
Bacaan Firman Tuhan : 2 Raja-raja 4:1-7
Kalau kita memperhatikan hidup ini ,kita akan mendapati bahwa ada orang yang sangat diberkati, ada orang yang tidak diberkati; ada orang yang aman-aman saja hidupnya, ada orang yang bergumul dengan sakit penyakit; ada orang yang menangis hari ini dengan sangat sedih sehingga air matanya jatuh berderai, tetapi besoknya kita bertemu dengan orang yang sama tetapi sedang tertawa-tawa. Sama halnya dengan cuaca bisa berubah-ubah setiap saat. Disini hujan dan disebelah sana sana cuaca panas langit cerah.”Itulah hidup kita” that is our life. Oleh sebab itu jangan meratap seperti susahmu itu seumur hidup. Karena tidak selama-lamanya Tuhan meninggalkan orang benar. Yang percaya katakan Amin. Jikalau engkau sedang senang jangan terlalu senang seolah-olah engkau akan hidup 1000 tahun didunia ini, karena pada satu hari nanti engkau akan dipanggil Tuhan. Hidup ini seperti itu, sangat variatif.
Misalnya kalau kita sedang berjalan ke suatu tempat, katakan ke Amurang atau Gorontalo ada kalanya jalan itu berliku-liku, ada kalanya jalan itu datar dan lurus, ada kalanya jalan itu berlobang-lobang karena rusak; ada kalanya kita melewati jalan yang baik dan mulus. Alkitab memang mengatakan kepada kita bahwa hidup manusia yang percaya bukan turun tapi naik. Namun terkadang Tuhan membawa kita sedikit mengalami goncangan. Kenapa? Bermacam-macam alasan. Hidup didunia tidak pernah senang dengan anak-anak Tuhan.Karena itu jika anda hidup didunia ini, jangan sampai anda melupakan Tuhan. Mata kita harus fokus memandang pada kota yang akan datang; kepada tanah air Sorgawi.
Kalo kita perhatikan tentang kehidupan janda ini, keadaannya :
– Suaminya dipanggil Tuhan (mati)
– Dia meninggalkan hutang, penagih hutang sudah datang dan anak-anaknya akan diambil.
– Dia menemukan jalan keluar.
– Pada suatu hari janda ini menemukan “Way Out” dan mujizat itu terjadi, dia menuang minyak itu, artinya mujizat itu terus terjadi.
– Dia datang ke alamat yang tepat, Eliza tempat dia mengadu adalah gambaran Tuhan. Dalam keadaan terdesak muncul imannya untuk mencari Tuhan.
Pembelajaran :
Ketika kita menghadapi sandungan dalam hidup kita, apakah bentuk ekonomi, kesehatan, pekerjaan, hubungan satu dengan yang lain, atau kita ditipu orang sedang jatuh dalam lobang? “Come to Jesus” datanglah pada Tuhan Yesus. Khotbah-khotbah yang sudah kita dengar, jangan jadikan sebuah kalimat tanpa makna, mari datanglah kepada Tuhan Yesus.
Perenungan ;
– Tantangan hidup ini tidak pilih orang, tidak pandang bulu.
– Sikap yang benar akan meluputkan orang.
– Tuhan masih menjawab orang percaya
Setiap pagi kita harus mencari Tuhan, membaca Firman Tuhan, membaca terlebih dahulu Mazmur 91 setiap pagi, Kasih Tuhan tidak pernah pudar, apa yang didemonstrasikan di Golgota 2000 tahun lalu, kadarnya tidak pernah berubah sampai hari ini. Seringkali tindakan Tuhan tidak pernah terpikirkan, tidak masuk akal. Apa yang dapat kita pelajari dari The Widow (Janda) ini :
Dia mengalami pengalaman rohani yang luar biasa. Dia mengalami pemulihan iman. Selam ini dia sangat miskin dalam hal rohani : Suaminya nabi tetapi miskin, melarat dan berhutang. Perenungan :
Ada orang yang bertahun-tahun miskin dan tidak mengalami mujizat dalam hidupnya. Ada orang yang hidupnya flat(datar) secara rohani. Semuanya berjalan secara natural dan dia tidak mengalami yang supranatural. Banyak kekristenan yang seperti ini :
– Bertahun-tahun tidak mendapat sesuatu.
– Semua “natural” bukan “supranatural”
Mengapa banyak orang hidupnya flat(datar) karena sikap hati yang salah :
1. Tidak mengutamakan Tuhan dalam hidupnya.
Tidak seperti Paulus Filipi 3:8 ,“Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, lebih mulia daripada semuanya.Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggap sampah, supaya aku memperoleh Kristus.”
Padahal apa yang dialami oleh Paulus
1 Korintus 4:11-13, ” Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara, kamu melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar. Kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.” Paulus mengalami hal yang luar biasa dalam hidupnya, dia mendapat otoritas dari imam-imam kepala, untuk menangkap orang-orang kristen dan memasukannya dalam penjara dan selanjutnya. Otoritas yang sangat besar dengan pasukan dan dana yang besar pula. Lalu dia bertemu dengan Tuhan dan sesudah bertemu dengan Tuhan dia mengatakan bahwa yang kemaren itu sampah. Aneh dengan orang ini. Sebab sekarang yang benar-benar sampah ditambah dengan mengalami penderitaan lapar, haus, telanjang, dipukul, hidup mengembara(nomaden) melakukan pekerjaan tangan yang berat, dimaki, dianiaya, difitnah, dan dijadikan seperti sampah dunia, disitu dia berkata Puji Tuhan. Dia mengucap syukur pada Tuhan. Sikap Paulus inilah yang membuat dia jadi orang besar. Orang yang hatinya tidak mengutamakan Tuhan dan kembali pada Mamon hidupnya pas-pasan dan banyak yang gagal dalam pelayanan. Padahal kalau hatinya tidak fokus pada Mamon, Tuhan akan memberkati berlimpah-limpah. Oleh sebab itu ketika kita sudah berjalan dengan Tuhan, kita harus mengutamakan Tuhan. Maka seseorang yang bertobat secara radikal benar-benar akan mengutamakan Tuhan dalam hidupnya. Mari kita mengutamakan Tuhan, kalau anda mengutamakan Tuhan maka Tuhan akan menjadikan anda Privilege. Orang yang mendapat privilege atau hak istimewa dari Tuhan akan mendapat prioritas.
2. Hidup tidak serius dengan Tuhan. Ke gereja apa adanya, sering terlambat dan tidak memberi yang terbaik untuk Tuhan. Cobalah serius dengan Tuhan Melayanilah dengan benar, jangan apa adanya.
3. Mengandalkan dunia. Yeremia 17:7-8, Kalau anda mengandalkan Tuhan pasti anda diberkati tetapi bukan berarti anda tidak mengalami masalah. Akan tetap ada tantangan-tantangan dalam hidup kita tetapi Tuhan yang kita sembah akan meluputkan kita.
4. Tidak percaya pada mujizat. Dia tidak percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu diluar nalar. Orang kristen harus percaya ada mujizat. Berserulah kepada Tuhan dan Dia akan melakukan mujizat. Perbuatan-perbuatan yang tidak bisa kita kerjakan lalu terjadi itu mujizat.Mari kita mengalami mujizat.
5. Fokus kita pada masalah. Banyak kali kita fokus pada masalah dan kita lupa pada Bapa kita yang baik yang sanggup menggendong kita. Itulah sebabnya kita harus percaya pada Tuhan yang akan membawa kita naik. Jika kita ikut sama-sama dengan Tuhan artinya jangan ambil jalan pintas. Kalau kita punya masalah, mari kita selesaikan bersama-sama dengan Tuhan. Jangan memakai cara kita. Memang nampaknya selesai tetapi kita tidak pernah sampai pada rencana dan tujuan Bapa kita disorga. Jika ada masalah mari kita naik bersama-sama dengan Bapa kita, datanglah ke Menara Doa, ke Rumah Doa, ketika engkau naik keatas didalam hadirat Allah, persoalan itu ada dibawah menjadi kecil. Dan engkau dapat berkata: “Hai masalah, Tuhanku Besar” Jangan fokus pada masalah tetapi kepada Tuhan.
6. Konflik diri-ada ikatan dosa. Mau mengalami mujizat tetapi kakinya terikat pada dosa. Apa yang harus dilakukan? Putuskan rantai dosa. Untuk memutuskan rantai dosa bukan hanya sekedar berdoa tetapi harus ambil keputusan untuk berhenti dari dosa itu. Contoh: Penjudi harus ambil keputusan berhenti dari judi itu. Memang ada harga yang harus dibayar. Coba kita lihat janda ini dia Mengadukan Ibr tsaw- ak; to shriek; to cried- menjerit. Perenungan kita: Siapa yang berseru akan ditolong Tuhan,Amin. Tetapi seruan yang bagaimana?
– Seruan yang berkualitas, datang dari manusia dalam kita.
– Ibadah yang berkualitas
– Tidak punya cadangan.
Belajar mengandalkan Tuhan sungguh-sungguh, tanpa cadangan, sekali Yesus, tetap Yesus, Amin.
Khotbah by : Ps.Honny Supit Sirapanji Mth.
Ibadah Raya GBI Menorah, 04 Juli 2021