The Widow Oil Part 3

Bacaan Firman Tuhan : 2 Raja-raja 4:1-7

Sudah beberapa minggu ini kita bicara tentang isteri seorang nabi yang suaminya sudah meninggal tetapi tidak meninggalkan apa-apa; namun mempunyai hutang dan penagih hutang itu sudah datang hendak mengambil anak-anaknya. Dalam keadaan yang sangat buruk ini, dia teringat kepada Nabi Elisa. Dia datang dan mengadukan halnya kepada nabi Elisa, 2 Raja-raja 4:1, “Hambamu suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan Tuhan. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya.” Dan kemudian Elisa oleh pertolongan Tuhan dia melakukan mujizat karena Tuhan yang memakai dia. Jadi mujizat itu datang dari Tuhan. Itulah sebabnya saudara tidak boleh memperlakukan hamba Tuhan seperti dewa yang harus dipuja dan disembah dan dibawakan upeti karena karena yang melakukan itu ialah Tuhan. Peringatan juga kepada Hamba Tuhan tidak boleh mencuri kemuliaan Tuhan karena akibatnya fatal.
Elisa berkata kepadanya “Apa yang kau punya dirumah? Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun dirumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak ” Perenungan : Dari hal yang kecil; talenta yang kecil ini Tuhan akan melakukan perkara yang besar.
Apa yang dapat kita pelajari dari Widows atau janda ini ? Dia mengalami :
1. Pemulihan Iman.
2. Pemulihan Ekonomi.
Perenungan: Janda ini tiba pada titik terendah tetapi bukan titik Nol…
Pelajaran : Apa yang dia lakukan bersama dengan suaminya tidak berlalu dari pandangan Tuhan (Pelajaran yang lalu).
3. Pemulihan Martabat (Kehormatan).
Bagaiman keadaan semula janda ini ?
– Dia orang yang berhutang
– Hamba Tuhan yang hidup dalam kehinaan diolok-olok orang karena tidak mampu bayar hutang.
– Anaknya mau dirampas sampai pada suatu hari … Dia memperoleh “Seat” atau kedudukan dalam masyarakat.
Pemulihan martabat itu terjadi dalam hidupnya. Perintah Elisa kepadanya, pinjam bejana dari tetangga, kenapa? Sebab janda ini tidak punya cukup bejana artinya:
A. Kapasitas janda ini kecil. Perenungan: Mujizat besar terhalang oleh kapasitas kecil, karena:
– Keadaan pribadi yang tidak baik, misalnya :
+ Kerohanian yang rendah, masih hidup didalam dosa kedagingan perselingkuhan, kemabukan, judi, kecurangan, dusta, mencuri dan selanjutnya (Galatia 5:19-21).
+ Kesepakatan dalam keluarga yang buruk.
Tiap hari dalam keluarga berkelahi, suami-isteri tidak pernah akur. Bagaimana engkau memperoleh mujizat Tuhan kalau dalam hidupmu hal yang sepele saja ribut. Alkitab mengatakan : “Tangkaplah rubah-rubah kecil yang merusak kebun anggur” (Kidung Agung 2:15). Ayo, kita belajar mengalah supaya ada kesepakatan.
– Daya muat yang kecil. Banyak kali kita tidak mengalami mujizat karena kapasitas kita kecil, skill yang rendah. Jadi jika Anda mau sesuatu yang besar buatlah daya tampung yang besar. Katakan Amin. Tuhan mau melepas berkat kalau engkau siap. Makanya kita perlu memperluas. Memperluas apa? Thinking kita atau Pola pikir kita. Kalau Anda tidak setia dalam satu tanggung jawab yang kecil maka percayalah tidak ada tanggung jawab yang besar. Dari yang kecil Tuhan akan membuat pelipat gandaan dalam perkara yang besar. Itulah sebabnya baik sekali perkataan Elisa, “Juallah dan bayarlah hutangmu. Hiduplah dari lebihnya.”
B. Dia membutuhkan orang lain.Siapa dia? Tetangga.Perenungan:
– Kita tidak bisa hidup sendiri.
– Kita harus hidup dalam Persekutuan.
Kita perlu orang lain, makanya kita punya Cool. Dalam Cool kita perlu saling menolong, menguatkan, menasihati, bahkan saling mengasah. Cool itu small church(Gereja Kecil) yang saling mengenal satu dengan yang lain. Dan penting skali kita hidup berdamai satu dengan yang lain, berdamai dengan tetangga karena kita tidak bisa hidup sendirian. Jangan berselisih dengan tetangga, lebih baik tetangga yang dekat daripada saudara yang jauh.
C. Bejana tetangga juga kosong.
Artinya bukan cuma janda itu yang mengalami masalah tetapi semua orang mengalami yang sama yaitu bejana yang kosong. Kita hari ini hidup dalam masalah yang sama. Pandemi Covid19 gelombang ketiga. Kita mengalami hal yang sama, orang lain juga mengalami hal yang sama tetapi Tuhan akan menunjukan perbedaannya. Apa perbedaan janda ini dengan tetangganya? Bejana janda ini kosong, bejana tetangga kosong, pinjam bejana tetangga dan Tuhan mengisi minyak dalam bejananya. Keadaan kita memang sulit tetapi masih jauh lebih baik dari jaman penjajahn Belanda atau era 80-an yang pada waktu itu belum ada TV atau HP. Berbeda dengan saat ini fasilitas ada semakin mudah dan cepat. Hidup dijaman ini jauh lebih enak tetapi tetap saja kita mengatakan jama susah karena hubungan sosial kita sangat terbatas. Dalam keadaan yang tidak baik ini jangan menghakimi orang lain, jangan memprovokasi orang lain, tetap doakan orang yang bermasalah, berikan semangat dan bantuan sesuai kemampuan kita.
– Tuhan menunjukan perbedaan. Setelah bejana itu diisi dengan minyak kemudian dijual dan bayar seluruh hutang sesuadah itu “Hiduplah dari lebihnya.” Setelah minyak dijual maka janda ini harus mengembalikan bejana-bejana milik tetangganya namun dia tidak mengembalikan kosong tetapi ada juga bagian diberikan untuk tetangga. Dia menabur.
– Tetangganya kebagian berkat.
– Oleh dia orang lain tertolong.
Yeremia 5:1, “Lintasilah jalan-jalan Yerusalem, lihatlah baik-baik dan camkanlah! Periksalah di tanah-tanah lapangnya, apakah kamu dapat menemui seseorang, apakah ada yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran, maka Aku mau mengampuni kota itu.” Contohnya: Markus 4:36-39, Ayat ini menceritakan pada suatu hari Tuhan Yesus dibawa oleh para murid ketengah danau. Ketika mereka mendayung  ketengah, ada perahu-perahu lain yang mengikuti mereka lalu datanglah taufan yang bertiup sangat kencang. Perenungan: Bukan hanya perahu para murid yang kena badai tetapi perahu-perahu yang lain mendapat masalah yang sama. Lalu Simon Petrus membangunkan Yesus: “Guru, apakah Engkau tidak peduli kami binasa?”
– Yesus menghardik angin dan danau menjadi teduh sekali.
Siapa yang mendapat keteduhan? Bukan hanya perahu para murid tetapi juga orang lain. Oleh karena Tuhan Yesus ada di atas perahu para murid menaikan doa syafaat, “Tuhan tolong” maka orang lain mendapat pertolongan Tuhan. Ayo saudara-saudara, anda harus ada dilingkunganmu menjadi orang benar yang melakukan kebenaran yang mencari keadilan, kebenaran, maka lingkunganmu akan diampuni oleh Tuhan. Katakan Amin.
Contoh :
Kornelius (Kisah 10) seorang yang baik, seorang yang suka membantu orang Yahudi sekalipun dia bukan orang Yahudi karena dia orang Romawi, seorang yang suka berdoa. Pada suatu kali dia didatangi oleh seorang Malaikat yang mengatakan bahwa “Doamu sudah didengar dan suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang bernama Petrus dirumah Simon si penyamak kulit.” Lalu pergilah orang menjemput Petrus dan membawa ke Kornelius. Apa yang terjadi? Kornelius sudah mengumpulkan keluarga dan kerabatnya dan datanglah Rasul Petrus dan berkhotbah. Sementara Petrus berkhotbah penuhlah seluruh orang itu dengan Roh Kudus dan setelah itu mereka dibaptis dan diselamatkan. Perenungan: Oleh karena ada satu orang, dia bisa menjadi pengaruh bagi orang lain, keluarganya, kerabat-kerabatnya mendapat berkat.
Rahab (Yosua 6) ketika Israel mengelilingi tembok itu 13 kali, runtuhlah kota Yerikho tetapi rumah Rahab tetap berdiri tegak. Siapa yang ada didalam? Rahab dan keluarga-keluarganya. Oleh karena Rahab punya iman maka keluarganya dapat diselamatkan. Walaupun hal ini tidak mudah bagi Rahab karena status sosialnya sebagai seorang pelacur untuk meyakinkan keluarganya tetang Tuhan sehingga mereka dapat mengikuti dia kerumahnya.
Zacheus (Lukas 19:9) Tuhan Yesus berkata,”Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.” Mengapa saudara? Rumah Zacheus kepala pemungut cukai bisa diselamatkan? Kenapa Tuhan mau datang dan tinggal disatu rumah? karena Zacheus menjadi pengaruh bagi kota itu, karena Zacheus sudah turun dari pohon menerima Yesus dirumahnya dan dalam hatinya. Perenungan: Orang yang baru bertobat bisa memenangkan jiwa. Sedangkan Rahab, pelacur pun bisa memenangkan jiwa. Perempuan Samaria bukan perempuan baik-baik bisa memenangkan kota Sikhar. Satu kota bertemu Yesus. Saudara, sedangkan orang tidak baik bisa memenangkan jiwa, apalagi orang benar. Kalau anda orang benar maka engkau dapat memenangkan jiwa. Hiduplah menjadi pengaruh bagi orang lain.
D. Mujizat minyak(Berkat) memulihkan martabat janda itu.

Catatan: Kita harus percaya semua berkat asalnya dari Tuhan.
– Semua berkat harus mendatangkan kehormatan.

Amin.Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah by : Ps.Honny Supit Sirapanji Mth.
Ibadah Raya GBI Menorah, 18 Juli 2021

error: Content is protected !!