Ringkasan Khotbah :
Ibadah Raya GBI Menorah, 08 Agustus 2021
Bacaan Firman : 1 Petrus 2 :11-17
Bulan ini adalah bulan yang istemewa bagi bangsa dan negara kita, karenadibulan ini kita memperingati Hari Kemerdekaan. Merdeka artinya lepas dari perbudakan ; Medeka artinya lepas dari belenggu perhambaan, Merdeka berarti seseorang dapat melakukan tugas dan tanggung jawabnya tanpa ada teror atau intimidasi. Boleh bekerja dan berkarya serta memaksimalkan apa yang ada dalam dirinya.
Apa nasihat firman Tuhan untuk kita menikmati Freedom atau kebebasan atau kemerdekaan itu ? 1 Petrus 2 : 11 – 17.
“Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan daging yang berjuang melawan Jiwa.
Milikilah cara hidup yang baik ditengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihat dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembagamanusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahatdan menghormati orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, supaya dengan berbuat baik kamu membungkam kepicikan orang-orang yang bodoh.Hiduplah sebagi orang yang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalah gunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplahSebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara- saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!”
Saudara- saudara, kemerdekaan itu sangat penting. Tidak ada orang yang rindu dijajah. Tidak ada orang yang mau terpenjara. Tetapi semua orang rindu menikmati kebebasan dan kemerdekaan. Rasul Petrus mengingatkan bahwa jemaat Tuhan yang ada dalam perantauan hidupnya mungkin tidak seperti kita sekarang ini karena mereka hidupnya sebagai diaspora ada tekanan, ada kesulitan hidup, ada hal-hal yang tidak adil yang mereka nikmati dalam hidup.
Walaupun demikian Rasul Petrus mengingatkan bahwa mereka harus taat kepada raja, tunduk kepada pemimpin, taat kepada wali- wali, mereka harus memberi perhatian bagi keputusan- keputusan para hakim, walaupun kadang kala mereka diperdaya karena identitas mereka sebagai umat Allah juga karena mereka itu sebagai orang Yahudi. Oleh karena itu apa yang jadi nasihat dari Rasul Petrus kepada orang percaya kala itu dengan jelas, “Hiduplah sebagai orang merdeka” dan bukan seperti mereka yang menyalah gunakan kemerdekaan untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.
Berarti ada juga orang-orang yang sudah merdeka tetapi memanfaatkan itu dengan cara- cara yang keliru, dengan cara-cara tidak terpuji bahkan untuk menutupi atau menyelubungi kejahatan mereka melakukan-melakukan perkara yang tidak baik. Saudara, Rasul Petrus mengingatkan kita apapun situasi, keadaan, kesulitan- kesulitan yang dihadapi tetapi sebagai umat Allah kita harus tampil sebagai orang yang telah dimerdekakan oleh Kristus.Tentunya kita pasti bertanya kenapa sulit untuk menikmati kemerdekaan? Merdeka sudah, terlepas dari perbudakan sudah,dimerdekakan sudah! Tetapi tidak bisa menikmati kemerdekaan itu secara baik. Ada beberapa alasan yang menyebabkan seseorang tidak bisa menikmati kemerdekaan dalam hidupnya.
1. Terikat oleh keinginan daging.
Contoh: Ketika seseorang sakit maka dokter akan memberikan aturan- aturan termasuk
aturan makan,aturan istirahat agar tubuh bisa rilex dan recovery dengan cepat tetapi kadang-kadang keinginan daging berbeda dengan nasihat dokter. Makanan yang dilarang justru jadi makanan yang menggiurkan. Nasihat dokter kita ingkari. Kadang-kadang sudah diatur untuk tidur, tetapi seringkali kita menggunakan siang jadi malam, malam jadi siang.Kita mengatur menurut keinginan kita sendiri. Perenungan: Berapa banyak orang Kristen yang sudah menyatakan menjadi pengikut Yesus Kristus cara hidupnya sama dengan orang yang tidak mengenal Tuhan. Prinsip-prinsip hidupnya tidak beda dengan dunia, kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh orang dunia dilakukan oleh orang percaya. Keterikatan dengan daging, tawaran dunia sering lebih menggiurkan daripada tawaran kebenaran firman Allah.
Kadang-kadang menikmati keindahan dunia ini terkadang jauh lebih nikmat daripada bersekutu dengan Tuhan dan dengan sesama manusia. Sehingga orang tidak bisa menikmati kemerdekaan dari Tuhan.Mengapa? Karena keinginan dagingnya itu terlalu dominan dalam hidupnya.
2. Orang yang tidak bisa menikmati kemerdekaan dari Tuhan karena hidupnya terikat pada masa lampau.
Yang diingat yaitu masa lampau sebelum hidup bersama Tuhan, hidupnya diatur oleh masa lampau. Seringkali kita bangga dengan masa lampau, narasi-narasi cerita selalu ke masa lampau sehingga masa depan yang dibuka oleh Kristus menutup mata kita karena orientasi kita pada masa lampau. Berapa banyak anak- anak terluka dengan orang tua atau orang tua dengan anak-anak? Padahal pemulihan sudah disiapkan oleh Kristus tetapi yang selalu diingat yaitu luka diantara dia dan orang tuanya atau sebaliknya.
Berapa banyak orang yang hidup dari kejayaan kenikmatan daging dimasa lampau atau keberhasilan-keberhasilan dimasa lampau sehingga sulit menikmati kemerdekaan dalam Kristus.
Saudara, berapa banyak orang-orang yang miskin akan pengharapan padahal Yesus katakan harapan diberikanNya, harapan akan masa depan dikendalikan oleh Kristus. Tetapi orang-orang menjadi mudah putus asa, mudah frustrasi menghadapi kesulitan, kesukaran dan sudah tidak berdaya padahal Tuhan memberi RohNya yang Kudus kepada setiap orang percaya agar dimampukan melewati masa-masa yang sukar itu.
Orang yang miskin dengan pengharapan itu daya juangnya akan kecil. Tetapi Tuhan mengajarkan kita orang yang merdeka dalam Tuhan, seperti yang dikatakan Rasul Petrus agar kita jangan seperti orang- orang yang menyalah gunakan kemerdekaan itu tetap harus taat, tetap jadi model, tetap melakukan kebaikan.
Petrus tidak mengajar orang percaya melakukan hal-hal negative, atau melakukan hal yang buruk, membalas sesuatu secara kejam atau membalas orang yang menyakiti tetapi harus melakukan kebaikanmu pada masaTuhan menyatakannya maka orang- orang yang tidak percaya akhirnya akan menjadi percaya. Orang yang sukar menikmati kebahagiaan adalah orang yang fokus pada masalah bukan kepada menyelesaikan masalah.
Yesus mengatakan dalam nasehat firman Tuhan bahwa semua orang di dalam dunia ini memiliki masalah dan pergumulan tetapi lewat hambaNya Rasul Paulus dinasihatkan bahwa persoalan-persoalan yang kita alami itu adalah persoalan biasa ketika kita menghadapi kesulitan dan kesukaran Tuhan memberi kita jalan keluar sebab design Tuhan dalam kehidupan kita adalah kemenangan. Tetapi kalau kita fokus pada masalah maka kita akan menjadi orang yang cepat mengeluh, menjadi orang yang cepat putus asa. Namun kalau kita melihat masalah sebagai sebuah kesempatan maka kita akan mencari tahu bagaimana memecahkan dan menyelesaikan masalah agar hidup kita menjadi hidup yang berkemenangan.
Saudara, kadang kala orang sudah menikmati kemerdekaan, menikmati keselamatan dari Tuhan tetapi hidupnya selalu lambat merespon anugerah dari Tuhan, sulit untuk bersyukur, sulit untuk berterima kasih padahal setiap kita tahu bahwa kita menghirup nafas, menghirup udara bukankah ini anugerah Tuhan yang bisa kita nikmati? Kalau kita ada pada posisi sekarang situasi sekarang ini entah kita sakitpunTuhan ada bersama kita sekarang ditengah kesulitan dan kesukaran yang ada Dia senantiasa menopang kita memberi kita hikmat agar kita dapat senantiasa menyelesaikan setiap persoalan.
Apa yang perlu diresponi oleh orang- orang yang sudah dimerdekakan dalam Kristus?
1. Kemerdekaan dalam Kristus menyebabkan kita lepas dari kuk perhambaan.
Rasul Paulus menasehatkankan pada Jemaat di Galatia, Galatia 5 : 1, “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”
Perenungan: sebagai orang percaya bersyukur dan berterima kasih untuk karya Kristus, anugerah yang diberikanNya. Saya tidak bisa menyelesaikan dosa saya, tetapi Kristus yang naik di atas kayu salib dan Dia mengatakan : “Sudah selesai” Artinya apa?
Saya boleh menikmati keselamatan, boleh menikmati kemerdekaan di dalam Kristus. Maka hidup masa lampau saya, keterikatan akan dosa, keterikatan akan dunia Paulus menjelaskan bahwa Kristus telah memerdekakan kita dan kita benar- benar telah merdeka. Karena itu kita perlu berdiri teguh dalam iman dan percaya kita.
Sebagai orang percaya, warga gereja harus berani tampil sebagai orang yang merdeka bukan menyalah gunakan kemerdekaannya tetapi melepaskan diri dari perhambaan dosa. Merdeka melakukan kebaikan, merdeka melakukan perbuatan terpuji, merdeka melakukan pelayanan yang prima; merdeka melakukan pertolongan- pertolongan pada orang lain. Ketika Yesus mengatakan Aku terpenjara engkau mengunjungi; Ketika Aku haus engkau memberi Aku minum; Ketika Aku telanjang engkau memberi Aku pakaian. Panggilan kita sebagai orang yang telah dimerdekakan Kristus adalah melakukan perbuatan baik. Teladan Kristus menjadi model bagi kita melakukan kemerdekaan kita.
2. Orang yang sudah dimerdekakan oleh Kristus tidak mengatakan aku sudah bebas. Bahkan kita orang yang sudah dimerdekakan boleh menikmati kuasa Roh Allah yang membebaskan.
2 Korintus 3: 17, “Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan.”
Firman Tuhan menegaskan pada kita bahwa Allah tidak bisa kita batasi dengan pola pikir kita sebab Allah adalah Roh. Allah tidak dapat dikendalikan oleh tempat; tidak dikendalikan oleh keadaan; tidak dikendalikan oleh waktu;tidak dikendalikan oleh otoritas dunia ini. Allah adalah Roh, tidak terbatas dan yang Maha Kuasa. Dimana ada Roh Allah disitu ada kemerdekaan. Terikatkah saudara akan dosa? Yang engkau perlukan adalah Roh Allah yang memerdekakan. Terikatkah engkau dengan rasa galau,frustrasi dan stres akibat pandemi ini? yang engkau perlukan adalah Roh Allah. Terikatkah engkau dengan sakit penyakit dan penderitaan, yang engkau perlukan adalah Roh Allah yang memerdekakan. Sekalipun tubuh ada dalam kelemahan Dia akan berikan sukacita, damai sejahtera sehingga kita mampu menghadapi kesulitan dan kesukaran yang ada. Saudara terikatkah engkau dengan pola pikir yang sangat pendek dan licik yang hanya memuaskan selera dan keinginan kita Roh Allah perlu membebaskan pola pikir kita.
– Yusuf, dia terpenjara oleh rekayasa siasat yang buruk. Ditengah-tengah keluarga dia tertolak, kakak-kakaknya menjual dia dinegeri orang asing disana juga diperlakukan tidak adil tetapi kita lihat bahwa Roh Allah tidak bisa dikendalikan oleh penjara yang dingin. Roh Allah memberikan exelent spirit bagi Yusuf, Roh yang luar biasa bagi Yusuf sehingga dari situasi keterpurukan dari penjara Tuhan mengangkat Yusuf menjadi Pemimpin di negeri orang asing di Mesir.
Dunia boleh membungkam ide gagasan kita, dunia boleh membungkam visi yang Tuhan taruh atas kita tetapi dimana ada Roh Allah disitu ada kemerdekaan. Roh Alkah yang membawanya bangkit sehingga visi dari Tuhan betul- betul terwujud dan Yusuf bukan hanya menyelamatkan dirinya dan keluarganya tetapi Alkitab mengatakan bahwa untuk merancang sebuah bangsa yang besar. Kenapa saudara? karena Roh Allah bekerja dalam diri Yusuf.
– Sadrakh, Mesakh, Abednego adalah tawanan. Daniel juga tawanan, Alkitab menceritakan tata cara hidup mereka tidak sama seperti orang di Babylonia, tata cara makan mereka tetap menjaga kesucian dan kekudusan ditengah tradisi orang Babylonia mereka tetap menjalankan tradisi sebagai orang Yahudi sebab itu Allah memberikan Roh yang luar biasa bagi mereka. Hikmat dan kecerdasan mereka berbeda dengan orang dunia pada waktu itu. Kenapa? Karena Roh Allah yang menuntun. Roh Allah yang memerdekakan tidak membuat Daniel terpuruk. Tetapi tiga kali sehari dia naik tingkap-tingkap rumahnya menghadap Yerusalem dia berdoa, memuji dan menyembah Tuhan sebagaimana biasanya dia lakukan.
Dia membangun hubungan yang manis dengan Tuhan. Persekutuan dengan Tuhan menjadi habbit, kebiasaan karena dia tahu dimana ada Roh Allah di situ ada Kemerdekaan. Mulut singa tidak mencelakakan Daniel, titah raja yang mematikan tetap membuat dia hidup. Itulah sebabnya model menikmati kuasa Roh Allah diberikan juga bagi kita hari-hari ini.
3. Kemerdekaan itu membawa kita sebagai orang yang memiliki pengharapan bukan jangka pendek tetapi sampai hidup yang kekal sampai kemuliaan Allah itu dinyatakan.
Roma 8: 21, “tetapi dalam pengharapan, karena mahluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk kedalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.”
4. Kemerdekaan dalam Kristus menuntun kita pada hidup yang kekal.
Yohanes 8 : 36, “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”
Apa yang perlu kita lakukan sebagai orang merdeka dalam Kristus :
A. Matikanlah kehendak daging yang bertentangan dengan kehendak Allah.
Perenungan:Segala sesuatu yang kita lakukan kita perlu bertanya kepada Tuhan, apakah itu sesuai dengan Kehendak Allah, apakah itu memuliakan Allah? Karena Tuhan memperlengkapi kita dengan talenta, karunia dan Tuhan juga tahu segala kelemahan kita tetapi sebagai orang yang merdeka matikan segala keinginan daging, supaya hidup kita dapat berkenan kepadaNya.
B. Merdeka untuk hidup dituntun dan dipimpin oleh Roh Allah.
Perenungan: Kalau Roh yang berjalan bersama- sama dengan kita dan Dia yang menyertai kita sampai pada kesudahan jaman maka Roh Allah akan memberi kesadaran dan keinsyafan bagi kita. Dituntun oleh Roh maka kita akan mengerjakan perkara- perkara yang memuliakan Allah.
C. Belajar taat kepada Hukum Tuhan.
Tuhan memberikan Firman pada kita. Tuhan memberikan Kitab Suci untuk kita pelajari, kita gali, kita pahami dan untuk kita praktekkan firman itu dalam hidup kita setiap hari. Sebagai orang yang merdeka Tuhan memberikan kita petunjuk yaitu FirmanNya. Kalau kita orang-orang yang taat pada firman Allah pastilah kita taat kepada Hukum Negara, pastilah kita taat menjadi warga gereja dan warga negara yang berbakti kepada bangsa dan negara.
Saudara, tinggalkan segala hal yang tidak memuliakan Allah. Roh Allah ada bersama- sama dengan kita dan dimana ada Roh Allah disitu ada Kemerdekaan. Jangan gunakan kemerdekaan untuk kepuasan daging semata, jangan gunakan kemerdekaan hanya untuk keinginan daging, keinginan mata, keinginan telinga, keinginan mulut saja, tetapi gunakan kemerdekaan bagi Tuhan untuk kemuliaan nama Tuhan. Jika kita menyenangkan Tuhan, kita pasti menyenangkan sesama kita. Selamat menikmati Kemerdekaan dalam Kristus kita adalah orang- orang yang sudah diselamatkan, yang sudah merdeka.
Mari kita menghidupi kebenaran firman Allah sebagai orang merdeka. Tuhan Yesus memberkati.

Pdt. Dr. Gernaida Krisna Pakpahan, D.Min
Recent Comments