The True Freedom in Christ Part 2

Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Roma 8:2

Kita tahu bahwa Kemerdekaan itu impian semua orang. Setiap orang ingin merdeka, ingin dilepaskan dari begitu banyak belenggu, sebab setan mau membelenggu kita secara roh, jiwa dan tubuh. Ikatan- ikatan itu begitu kuat dalam tubuh kita. Secara roh jika kita punya banyak ilah lain lebih daripada Tuhan; Secara jiwa didalam pikiran jika kita banyak memikirkan hal- hal yang salah atau rancangan – rancangan yang dilakukan banyak yang keliru. Tuhan mau memerdekakan kita. Kita ingat dalam Alkitab ada beberapa orang yang dimerdekakan dari roh jahat.
1. Maria Magdalena dimerdekakan dari tujuh roh jahat.
Lukas 8 : 2, “dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh- roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat.”
2. Saulus ditangkap dan dimerdekakan oleh Kristus dari doktrin agama.
Kisah 9 : 1- 2, “Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid- murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.”
3. Orang sakit di Pintu Gerbang Indah dimerdekakan dari kelumpuhan.
Kisah 3 : 1 – 2, “Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. Disitu ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untukmeminta sedekah kepada Orang yang masuk ke dalam Bait Allah.”  Dikatakan pada suatu hari waktu sembahyang. Orang Israel mengenal dua waktu petang. Petang yang pertama yaitu jam tiga sore dan petang kedua setelah matahari mau tenggelam. Makanya pada hari Jumat malam ketika matahari tenggelam, jika kita bertemu dengan orang Yahudi kita katakan Sabath Shalom.
Hari biasa kita katakan Shalom tetapi pada waktu matahari terbenam hari Jumat masuk kedalam Sabath kita katakan Sabath Shalom dan sampai matahari terbenam pada Sabtunya kita katakan Sabath Shalom.
Kenapa dikatakan naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah? Sebab Bait Allah itu tempatnya ada di atas. Kalau saudara pergi ke Yerusalem atau jika saudara ketik kata Yerusalem di google maka google akan membawa saudara naik ke Bait Allah atau Dome of the rock.
Disamping kanan bait Allah ini ada suatu Lembah yang disebut Lembah Kidron. Tuhan Yesus dan murid-muridNya sering melewati tempat ini. Mereka turun dari Pintu Gerbang Indah menuju ke Taman Getsemane atau mereka pergi ke Bethania melalui jalan ini yang jaraknya dua mil dari Yerusalem. Dikatakan disitu ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Bagaimana keadaan orang ini?
– Tidak berdaya – lemah dan sakit.
– Menjadi pengemis.
– Tidak masuk Bait Allah-Ibadah.
Perenungan bagi kita :
Keadaan dunia membuat kita seringkali diusung karena tidak berdaya, kita menjadi pengemis yang hanya berharap belas kasihan orang dan sering kali kita tidak punya kesempatan untuk beribadah. Kita mengalami Kelumpuhan Rohani. Petrus dan Yohanes datang membawa kemerdekaan bagi orang ini.
Kemerdekaan dari apa?
A.Terlepas dari penyakit.
Alkitab mengatakan orang itu bangkit dari kelumpuhannya dan berjalan.
Kita percaya kita punya tabib yang sejati yaitu Tuhan Yesus Kristus dan Dia tetap bekerja sampai hari ini. Amin.
B. Dari kemiskinan.
Dia dikatakan meninggalkan jubah pengemisnya. Jubah pengemis itu melekat sebagai atribut bagi orang itu, sehingga dia dikenal sebagai pengemis.
C. Dari buta rohani.
Orang itu dimerdekakan dari buta rohani pada pengenalan akan Allah. Ini yang paling utama yaitu ketika mata rohani kita tercelik dan kita dapat mengenal Sang Juruselamat. Katakan Amin.
D. Halangan beribadah.
Perenungan:
A. Kelumpuhan Rohani adalah :
-Ibadah itu hanya sampai pintu gerbang. Harus sampai ruang Maha Kudus.Apa maksudnya? Ada orang lumpuh rohani dia datang ke gereja namun tidak merasakan Tuhan. Jadi untuk apa dia datang ke Gereja? Hanya formalitas atau sebuah rutinitas sehingga orang itu tidak merasakan sesuatu. Padahal Tuhan itu Tuhan yang baik, Dia ada dalam hidup kita.Dan Dia berbicara bagi kita.
– Urusan dunia lebih utama dari urusan rohani. Dia ada diluar sana minta duit, dapat duit. Bagi dia yang utama adalah Uang Receh, dan dia akan sangat senang jika dapat uang receh. Sehingga orang ini harus dimerdekakan. Kalau hari ini pikiran saudara lebih banyak tertuju pada uang dari pada Tuhan Anda harus dimerdekakan Bagaimana menilainya? Pikiran dan perkataannya selalu tertuju pada uang.
A. Kita harus dimerdekakan dari “Pintu” Penghalang:
– Pintu penghalang mata rohani… supaya dapat mengenal Tuhan.
Contoh : Kisah Samuel, 1 Samuel 3 : 4 – 10. Pelajaran yang kita dapatkan dari cerita ini yaitu: Samuel, disebut sebagai Pelayan kecil yang tinggal di Rumah Tuhan.
– Mata rohani Samuel masih terhalang.
– Butuh 3 kali bagi Samuel untuk mengerti Panggilan Tuhan.
Ayat 7, “Samuel belum mengenal Tuhan; firman Tuhan belum pernah dinyatakan kepadanya”
– Samuel ada di rumah Tuhan tapi miskin Firman.
Peringatan bagi kita, ada banyak sekali orang percaya yang seperti ini didunia. Hati-hati saudara jangan sampai kita dekat dengan firman tetapi kita miskin dengan firman.Gereja hanya dijadikan sebagai tempat pertemuan secara rutinitas saja.
Bimbingan Eli menolong Samuel mengenal Tuhan. Sebab itu jika Anda mendengar firman simaklah supaya jangan sampai ada pintu rohani kita tertutup sehingga kita tidak mengenal Allah.
B. Kita harus merdeka dari “Pintu” Penghalang masuk Bait Alah. Ibadah dan Persekutuan.
Semua orang berhak untuk ibadah, tetapi ada juga pengecualian di beberapa tempat di negeri ini dimana orang susah sekali untuk beribadah, jika mereka mau ke gereja mereka harus pergi ke kota lain.
Berbeda dengan kita di Sulawesi Utara dan kota- kota lain di Indonesia sangat bebas untuk beribadah; tetapi jangan sampai saudara kita mengalami penghalang untuk masuk ibadah. Hari-hari ini saudara Covid 19, ini menjadi palang pintu yang sangat besar. Memunculkan :
1. Ketakutan bagi kita untuk berkumpul.
2. Kebiasaan untuk tidak lagi berkumpul.
Ini persoalan sehingga kita masuk dalam zona nyaman. Dulu jika kita tidak beribadah maka kita merasa tidak nyaman, tetapi sekarang orang bebas membuka YouTube dan memilih Ibadah mana yang mau diikuti.
Beberapa penghalang sebuah Persekutuan:
1. Doktrin yang keliru – Persekutuan ada dimana saja.
Dua atau tiga orang berkumpul Aku hadir disana. Doktrin ini dipegang banyak orang dan memunculkan gereja tanpa dinding. Padahal Alkitab mengatakan jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah. Katakan Amin.
Sebab dalam pertemuan- pertemuan ibadah itu live dalam hidup kita dan sangat berbeda. Sangat berbeda dari kelompok- kelompok dua atau tiga orang yang dimaksud dengan orang-orang ini.
– Kesiapan hati – hati yang bermasalah – lumpuh secara rohani.
– Kesiapan waktu – Kesibukan.
– Kesiapan fisik – keletihan dan sakit.
– Kita harus merdeka dari “Pintu” penghalang mendapat berkat.
+Diberkati bukan karena kelemahan.
+Diberkati karena kelebihan (talenta).
Perenungan:
Kekristenan itu kita sadar bahwa Tuhan yang memelihara hidup kita. Jangan sampai kita mengandalkan kekuatan kita sendiri, sebab Tuhanlah yang memelihara hidup kita, makan minum kita.
Matius 6 : 25 – 26, Ayat 25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” Ayat 26 “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung namun diberi makan oleh BapaMu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Perenungan: Sedang burung-burung dipelihara Tuhan, apa lagi kita yang telah ditebus dengan darah Tuhan.
Pembelajaran:
– Masalah bagi orang ini yaitu dia memanfaatkan “Kelumpuhannya” untuk mendapat uang. Kenapa dia bersikap seperti itu? Karena dia mengharapkan belas kasihan manusia.
Perenungan bagi kita : Dia dekat bait Allah tetapi otoritas Allah tidak ada dalam hidupnya.Ini peringatan bagi kita, kita harus hati- hati. Tubuhmu adalah Bait Allah, jangan sampai otoritas Allah tidak ada dalam hidup kita. *Matanya selalu tertuju bukan kedalam Bait Allah tetapi keluar Bait Allah (menanti belas kasihan orang). Makanya saudara, mata kita harus tertuju pada Tuhan dan jangan hanya pada dunia dengan segala permasalahannya. Tetapi lihatlah ” kedalam ” kepada kedaulatan Tuhan.Tuhan itu ada bersama dengan kita dan Dia sanggup menolong kita. Katakan Amin.
Kalau hari ini Anda terjerat pada sesuatu, misalnya hutang piutang, sakit penyakit, kebiasaan-kebiasaan yang salah, mari kita minta dimerdekakan oleh Tuhan.Pandanglah kedalam, lihatlah didalam ada Kuasa yang besar.
Emas dan perak tidak ada pada kami, tetapi demi nama Yesus bangkit dan berjalanlah. Dan Tuhan akan memerdekakan kita. Amin.

Khotbah by : Ps.Honny Supit Sirapanji Mth.
Ibadah Raya GBI Menorah, 22 Agustus 2021

 

error: Content is protected !!