Ringkasan Khotbah :
Ibadah Raya GBI Menorah, 10 Oktober 2021
Markus 12: 30, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.”
Artinya : Kita harus mengasihi Tuhan dengan seluruh yang kita miliki. Dan karenanya kita akan memuji, menyembah Tuhan dan mempermuliakan nama Tuhan dengan segenap hati dan seluruh yang kita miliki dalam hidup ini.
Apa itu Worship atau Penyembahan?
– Bukan sebuah event, yang hanya dilakukan dipertemuan-pertemuan Ibadah, seperti Cool, Doa Malam, Doa Puasa, WBI atau Ibadah Raya.
– Worship atau Penyembahan adalah life style atau gaya hidup kita.
Dimanapun kita berada kita dapat menyembah Tuhan, sehingga hati kitaselalu terkoneksi dan melekat kepada Tuhan.
Beberapa istilah tentang Praise and Worship.
A. Series 1 : Yadah dan Towdah.
B. Series 2 : Halal, Zamar dan Barak.
C. Series 3 : Tehila dan Shabach.
Series 2 : Halal, Zamar dan Barak.
HALAL
Berarti berapi-api untuk Tuhan. Mazmur 149 : 3, Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Memuji-muji Nama-Nya itu adalah HALAL.Dari kata Halal muncul kata HALELUYAH. Artinya: Berapi-api memuji Tuhan. Memuji Tuhan bisa kita lakukan dengan semangat menari dan melompat untuk Tuhan. Jangan pernah kita malu untuk melakukan jika Tuhan yang menggerakkan kita untuk menari dan melompat bagi Tuhan. Sebab jika kita malu terhadap manusia maka Tuhanpun akan malu mengakui kita.
Arti lain dari HALAL :
Membanggakan; Mengagumi; Bersinar; Merayakan,TERLIHAT BODOH / GILA.
Dihadapan Tuhan kita harus bisa bangga/sombong, karena kita punya Tuhan yang hebat, satu-satunya Tuhan yang menyelamatkan. Kalau kita tidak bangga dengan Tuhan Yesus apa arti pengorbananNya di kayu salib; kalau kita tidak bangga dengan pertolonganNya dalam hidup kita apa arti pertolonganNya dalam hidup kita.Artinya jika kita tahu Tuhan sudah menolong kita, Tuhan sudah berkorban bagi kita maka kita harus bangga dan menyatakan bahwa inilah Pribadi yang sudah menyelamatkan dan menolong kita.
– Terlihat “bodoh” / “gila”
Ada 1 tokoh yang terlihat bodoh atau gila dihadapan Tuhan: Daud 2 Samuel 6 : 14, “Dan Daud menari-nari dihadapan Tuhan dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.”
BIS, Kemudian Daud menari-nari dengan penuh semangat untuk menghormati Tuhan. Daud mau melakukan apa saja untuk bisa menyenangkan Tuhan.Bagaimana dengan kita? Kita bisa melakukan dengan cara apapun tetapi yang terutama yaitu kita mempersembahkan hati kita seutuhnya bagi Tuhan. 2 Samuel 6 : 20,
“Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: “Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini didepan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!”
Mikhal menghina apa yang Daud lakukan
Ayat 21 – 23, Ayat 21 “Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: “Dihadapan Tuhan, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat Tuhan, yakni atas Israel, dihadapan Tuhan aku menari-nari,”
– Daud benar-benar memfokuskan apa yang dilakukan, tari-tariannya untuk Tuhan dan bukan untuk dilihat manusia.
Ayat 22, “bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama budak-budak perempuan yang kau katakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati.”
– Daud tidak peduli apa kata orang, termasuk perkataan isterinya.
– Kita tidak perlu balas apa kata orang,tidak usah peduli apa kata orang karena kita melakukan kehendak Tuhan, dan Tuhan yang akan membela kita. Ayat 23, “Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya.”
– Kita harus merendahkan diri kita dihadapan Tuhan dan Tuhanlah yang akan mengangkat kita. Pelajaran:
+Miliki sikap yang penuh semangat didalam memuji dan menyembah Tuhan.
+Jangan pernah malu menari dihadapan Tuhan, sekalipun orang lain merendahkan kita.
ZAMAR
ZAMAR artinya memainkan musik. Mazmur 104 : 33, “Aku hendak menyanyi bagi Tuhan selama Aku hidup, Aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.” Bermazmur itu Zamar, sehingga ayat itu mengatakan bahwa aku hendak memainkan musik bagi Tuhan selagi aku ada. Jika kita punya talenta maka talenta itu harus kita persembahkan bagi Tuhan untuk hormat, kemuliaan bagi namaNya. Musik berperan besar dalam menyembah Tuhan, tetapi bukan berarti tanpa musik kita tidak bisa merasa hadirat Tuhan;tetapi dengan musik membuat kita semakin bersemangat untuk memuji dan menyembah Tuhan. Mazmur 150 :3 -5, “Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, Pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, Pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling! Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,Pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang!” Jadi penggunaan alat musik ini sangat baik ketika kita mau memuji dan menyembah Tuhan sebab Tuhan memperkenalkan bagi umatNya alat musik untuk membantu didalam memuji dan menyembah Tuhan. Allah memakai musik, contoh :
Daud :1 Samuel 16 : 23. Daud bermain kecapi untuk mengusir roh jahat dari Saul.
Elisa : 2 Raja 3 : 15. Elisa memanggil pemain kecapi untuk mendapat hikmat dari Tuhan. Pelajaran:
– Musik dapat membantu kita dalam menyembah Tuhan dan membawa kita lebih dalam lagi merasakan hadirat Tuhan.
-Tuhan bertahta atas pujian dan penyembahan dengan musik.
BARAK
Barak ini mempunyai arti Berlutut, Memuji dan Memberi hormat. Mazmur 135 : 19-21, “Hai kaum Israel, Pujilah Tuhan! Hai kaum Harun, Pujilah Tuhan! Hai kaum Lewi, Pujilah Tuhan! Hai orang-orang yang takut akan Tuhan, Pujilah Tuhan! Terpujilah Tuhan dari Sion, Dia yang diam di Yerusalem! Haleluya!” Kata puji ini berarti Barak yang artinya berlutut dihadapan Tuhan – bless the Lord. Contoh : Dogeza : duduk diatas tanah, meniarapkan diri. Tradisi di Jepang untuk memberi penghormatan kepada seseorang.Saudara, salah satu cara bagi kita untuk menghormati Tuhan yaitu kita berlutut dihadapan Tuhan, kita merendahkan diri dihadapan Tuhan supaya Tuhan ditinggikan dan berkuasa atas kita. Dan kita percaya kuasa Tuhan akan turun menaungi kita untuk kita melakukan perkara besar bersama Tuhan.
Barak bukan hanya bicara tentang postur tetapi tentang hati kita dihadapan Tuhan. Barak sukar dilakukan karena postur berlutut ini sering berlawanan dengan ego kita. Oleh karena itu mari kita tundukkan ego kita agar kita dapat menyembah dan memuliakan Tuhan. Barak juga memiliki arti memberkati.Bilangan 23: 20. Bileam diperintahkan Balak untuk mengutuki Israel tetapi Tuhan menyuruh bahwa Bileam harus memberkati Israel. Pelajaran :
– Berlutut adalah salah satu sikap penyembahan yang dapat kita lakukan.
– Jika kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, maka Tuhanlah yang akan meninggikan dan mengangkat kita.
Mari kita memberikan yang terbaik bagi Tuhan, kita mengasihi Dia dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan kita.
Tuhan Yesus memberkati, Amin.

Pdm. Stefan Sirapanji S.Kom
Recent Comments