
Blessing From The Prison
(Berkat dari Penjara)
Yusuf, seorang yang hidupnya banyak mengalami pasang surut. Dari kemah ayahnya dia adalah anak yang sangat dicintai tetapi karena irihati dan kebencian kakak – kakaknya mereka menjual dia sebagai budak.
Dia menjadi budak pada Potifar, seorang kepala pengawal raja di istana Firaun.
Disana Yusuf bekerja sangat baik pada tuannya itu, sehingga ia dipercayai penuh oleh Potifar.
Namun karena Yusuf tidak mau menerima rayuan isteri Potifar untuk tidur bersamanya maka Isteri Potifar memfitnah Yusuf dan mengadu pada suaminya, sehingga amarah Potifar bangkit dan dia menjebloskan Yusuf dalam penjara.
Tetapi Tuhan tetap menyertai Yusuf dan membuat Yusuf menjadi “Kesayangan bagi Kepala Penjara itu ”
Kejadian 39 :22,
Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu pada Yusuf dan segala pekerjaan yang harus dilakukan disitu dialah yang mengurusnya.
Yusuf tetap memiliki karakter yang baik sejak dari kemah ayahnya.
Sehingga dalam penjarapun dia tetap “Menghasilkan Buah yang Baik”
Buah apa yang dihasilkan Yusuf?
Kejadian 40 : 14,
Tetapi ingatlah kepadaku apabila keadaanmu telah baik nanti tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Fir’aun dan tolonglah aku keluarkan dari rumah ini.
1. Dia sebut Penjara sama dengan “Rumah” Ibr. Bah-Yit >Tempat yang teduh baik dan nyaman.
Perenungan: Kalau penjara Yusuf menyebut rumah, artinya dia meminimalisasi persoalannya
Pelajaran bagi kita:
•Jangan di blow up jika menghadapi masalah.
•Jangan cepat putus asa. Miliki daya juang.
2. Dia tetap memiliki Pengharapan.
• Pengharapan Yusuf yaitu luput dari penjara.
3. Dia tidak menyalahkan orang lain.
Kejadian 40 : 15,
Sebab aku dicuri diculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan disinipun aku tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak dimasukkan ke dalam liang tutupan ini.”
Yusuf adalah seorang pribadi yang menjadi contoh teladan didalam memberi pengampunan.
Ketika dia menderita dia tidak menyalahkan orang lain.
A.Dia tidak menyalahkan Saudara-saudaranya.
B.Dia juga tidak menyalahkan isteri Potifar.
Pelajaran saat menghadapi masalah :
– Jangan menyalahkan orang lain.
Seperti Adam > Hawa> Ular.
Kejadian 3 : 10 ; 12 – 13.
> Didalam kehidupan sehari-hari sering terjadi tuding-menuding. Suami > isteri > Anak, sehingga persoalan menjadi besar dan tidak mendapat jalan keluar.
B. Jangan membenarkan diri. Seperti Saul. 1 Sam 15 : 19 – 21
> Ay 20, Lalu kata Saul kepada Samuel: Aku memang mendengar suara TUHAN, aku hanya membawa Agag tetapi orang Amalek itu sendiri aku tumpas…”
> Saul tidak taat pada perintah Tuhan dia pulang membawa Agag raja Amalek yang harus ditumpasnya.
Ay 21, Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu, kambing domba lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN,Allahmu, di Gilgal.”
Ini adalah pembenaran diri.
Pembenaran diri yaitu tindakan arogansi yang dilakukan seseorang untuk mempertahankan pendapatnya sekalipun tidak benar karena tidak mau disalahkan.
Pelajaran:
> Jangan membenarkan diri ketika ada dalam persoalan.
Sikap yang benar:
A. Cobalah koreksi diri.
> Memeriksa diri kenapa kegagalan itu terjadi. Misalnya: Usaha, rumah tangga, studi, karir dst.
Mazmur 139 : 23, Selidikilah aku ya Allah, dan kenallah hatiku,
Ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
> Orang dewasa adalah orang yang mau selalu memeriksa diri; Orang yang mau menyerahkan dirinya untuk dikoreksi oleh Tuhan.
2 Timotius 3 : 16, Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang baik untuk mengajar,untuk menyatakan kesalahan,untuk memperbaiki kelakuan,dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
•Perkataan Rasul Paulus:
2 Korintus 13 ; 5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak dalam iman. Selidiki dirimu sendiri! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu,bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian kamu tidak tahan uji.
> Ketika ada persoalan kita menguji diri kita sendiri apakah kita tegak berdiri dalam iman atau kebimbangan itu mulai terjadi atas kita.
> Jangan sampai iman kita bimbang saat menghadapi persoalan.
Perenungan> Ingatlah:
~Tubuh kita adalah Bait Allah.
>Jika Tuhan ada dalam hidup kita maka kita akan melakukan yang terbaik sesuai dengan kehendak Tuhan.
– Menghasilkan Buah Kebenaran.
~Tuhan mengenal hati dan pikiran kita.
~ Tidak ada yang tersembunyi.Dia lebih tahu keadaan kita dari pada yang kita tahu.
B. Bertobat dan mohon ampun.
Yesaya 1 : 18, Marilah,_ baiklah kita berperkara!
–firman Tuhan–
Sekalipun dosamu merah seperti kermizi, akan menjadi putih seperti salju; Sekalipun merah seperti kain kesumba akan menjadi putih seperti bulu domba.
Sebagai manusia tentu kita pernah melakukan pelanggaran yang membuat diri kita jatuh dalam dosa. Lawan kita Iblis sering memakai trauma masa lalu kita untuk mengintimidasi seolah- olah noda kotor itu tidak akan pernah hilang. Tetapi Tuhan, Dia adalah Bapa kita yang baik. Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk mengampuni dan menghapuskan segala kesalahan kita. Dosa-dosa kita tidak diingat-Nya lagi, Dia melupakan semuanya. Merah seperti kirmizi Dia sanggup putihkan seperti salju. Kirmizi adalah warna korban Kristus di atas kayu salib. Warna darah Anak Domba Allah yang menghapuskan seluruh dosa kita.
C.Percayalah dan berharap pada Yesus.
Matius 9: 21, Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya aku akan sembuh.”
Hanya pada Yesus ada WAY OUT – Ada JALAN KELUAR. Kuatkan dan teguhkan hatimu.Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Khotbah by : Pdt. Honny Supit Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 06 Agustus 2023