Hidup yang berfokus pada Kristus

Tema “The Visit Of God Part 4

Orang yang hidupnya berfokus kepada Kristus adalah orang yang dalam hidupnya selalu “Mengutamakan dan Mengandalkan Tuhan.”
Apakah itu berbicara tentang tujuan, perencanaan, termasuk didalamnya gaya hidup, kebiasaan atau nilai-nilai budaya yang dianut dan di jalani harus sesuai dengan apa yang Tuhan mau yaitu mengandalkan dan mengutamakan Tuhan.
Karena disinyalir akhir-akhir ini sudah banyak orang yang tidak lagi mengutamakan dan mengandalkan Yesus.
Fenomena yang perlu kita perhatikan dan tanpa disadari oleh gereja, bahwa sebuah gerakan yang sudah cukup lama yang sedang menembus gereja bahkan sudah ada dalam gereja; jika kita tidak mengamati secara jelas dan teliti maka kita sedang terjebak dalam sebuah pemahaman yang dibangun oleh sebuah agama baru yang dibangun oleh dunia dan dibangun oleh iblis yang namanya : New age movement atau “Gerakan zaman Baru”
Dimana banyak gereja dan hamba Tuhan yang tidak menyadari, bahwa gerakan ini sedang merambah masuk di gereja, dan mulai mengambil hati para pelayan Tuhan, yang pada awalnya mereka mengandalkan Tuhan dan mengutamakan Tuhan, tetapi sekarang tidak lagi, dan mereka hidup lebih mengandalkan diri sendiri dan mengandalkan orang-orang yang ada disekitarnya yang dapat menolong kehidupannya.
Ada banyak produk – produk yang sedang ada dalam gereja yang dinamakan kebebasan yang sebebas-bebasnya.
Didalam Alkitab ada konteks Kebebasan yang benar yang bertanggung jawab tetapi ada banyak orang yang membawa kebebasan itu bukan dengan cara yang baik dan benar. Dan tahukah saudara mereka sebenarnya adalah antek-antek antikris yang sedang mengambil peran yang akan membawa kita pada hal yang buruk.
Untuk itu kita perlu sadari dan pahami supaya kita tidak terjebak didalamnya.

Yeremia 17 : 7 – 8
Ay. 7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN.
Ay. 8 Ia akan seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air, yang merambatkan akar-akarnya ketepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
> Kita sedang berada dalam situasi yang sukar, kekeringan yang melanda.
perang Rusia dan Ukraina yang belum berakhir.
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti tetapi Alkitab mengatakan tempat tinggal kita bukan di dunia ini.
Matius 24 : 35 Langit dan bumi akan berlalu tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
> Orang percaya yang mengandalkan Tuhan pasti di tolong oleh Tuhan.
> Kehidupannya diberkati
Tuhan dan tidak ada kutuk.
~Tetapi sebaliknya jika tidak mengandalkan Tuhan maka :
Yeremia 17 : 5 – 6.
Ay. 5 Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia yang mengandalkan kekuatannya sendiri dan yang hatinya menjauh dari TUHAN!
Ay. 6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal ditanah angus di padang gurun, dinegeri padang asin yang tidak berpenduduk.
Kita harus fokus kepada Kerajaan Allah dan Kebenarannya :
Matius 6 ; 33, Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
>Berarti sebelumnya telah ada sesuatu dan Tuhan tinggal menambahkan.
> Yang terjadi kita fokus mencari tambahannya kita tidak bersyukur dengan sesuatu yang sudah Tuhan berikan bagi kita.
> Carilah dahulu kerajaan Allah artinya kita pergi beribadah di gereja, bersekutu didalam Komsel tetapi ada satu hal penting yang harus kita lakukan yaitu mencari Kebenaran, sebab Kebenaran itulah yang akan memerdekakan kita, membuka cakrawala berpikir kita dan yang akan memberi hikmat untuk dapat melaksanakan segala sesuatu dalam hidup ini.
> Kita harus sungguh- sungguh mencari Tuhan karena Kebenaran itu yang akan membuat hidup kita semakin berkenan dan fokus pada Kristus.
Kolose 3 ; 1 – 3, Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama Kristus, carilah perkara yang di atas, dimana Kristus ada, duduk disebelah kanan Allah.
Ay. 2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Ay. 3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu telah tersembunyi bersama dengan Kristus dan didalam Allah.
> Firman Tuhan mengatakan kita masih didunia tetapi cara,gaya, kebiasaan, keputusan dan tindakan yang akan kita lakukan jangan dengan cara pola duniawi. Gereja harus menunjukkan jati diri, dari sebuah tempat yang gelap masuk ke tempat yang terang dan di tempat terang itu gereja memberi nuansa kehidupan, menjadi berkat, menjadi garam dan terang dan membawa orang kepada Kristus.
> Orang yang berfokus kepada Kristus tidak akan kompromi dengan dosa.
> Gereja perlu tampil beda di akhir zaman ini.
> Gereja bukan gedung tetapi setiap Kita.
Dimanapun kita berada, kita harus mewariskan nilai-nilai Kristus.

Bagaimana mengalami kehidupan yang berfokus pada Kristus?
1. Hiduplah dalam pengenalan akan Allah secara benar.
Baca : Filipi 3 : 4 – 10.
> Rasul Paulus ingin menyampaikan sebuah kebanggaan manusiawi secara lahiriah, bagaimana dia dapat memahami taurat itu.
Ay. 7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
Ay. 8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, TuhanKu, lebih mulia dari pada semuanya.Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.
Ay. 9 Dan berada dalam Dia bukan karena kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
Ay. 10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.
> Pengenalan akan Tuhan yang benar, membuat Paulus mengalami perubahan.
> Ketaatan pada hukum, penguasaan kepada pengetahuan, intelektual, kebenaran hukum Taurat dan pencapaian- pencapaian agamawi
secara sempurna dan tidak bercacat; ternyata bagi Paulus bukanlah sebuah jaminan bahwa dia telah benar-benar mengenal akan Kristus.
> Itulah sebabnya kita sebagai hamba Tuhan kita harus mawas diri.
Alkitab mengatakan Awasilah dirimu sendiri dan awasilah pengajaranmu.
Matius 7: 21 – 23,
> walaupun seseorang berseru-seru kepada Tuhan, melakukan mujizat, mengusir setan tetapi itu bukan jaminan berkenan kepada Tuhan. Kenapa? Karena mungkin yang dilakukan itu untuk dirinya sendiri, kesenangan sendiri. Bukan untuk berfokus kepada Kristus.
Bagaimana dengan kita?
>Karena banyak pelayan/gereja Tuhan hatinya sudah tumpul, pikirannya picik. Mereka bertopeng demi kepuasan duniawi memakai alasan melayani Tuhan tetapi pada akhirnya ditolak Tuhan karena tidak melakukan sesuai kehendak Bapa di sorga.
>Kesibukan aganawi,
peragaan, pertunjukan kuasa Allah dalam berbagai bentuk tidak benar-benar menjadi jaminan bahwa kita sudah mengenal Tuhan.
>Tetapi pengertian yang benar tentang Allah akan memampukan kita untuk memahami dan melakukan kehendak Allah.
>Dan itu harus dibuktikan melalui iman yang nyata. Kita menjadi pelaku Firman Tuhan, sebab oleh buah itu kamu akan dikenal.
2. Lebih mengutamakan perkenan Allah dari pada manusia.
> Filipi 3 : 8 – 9.
• Saat Paulus mengalami Tuhan fokusnya bukan lagi tentang dirinya melainkan Kristus.
• Perkenanan bukan berdasarkan keberhasilan, pencapaian atau jerih payah.
• Mencari dan mengandalkan perkenanan manusia menandakan kita bukan hamba Kristus (anakTuhan). Sebab tanpa perkenanan Tuhan semuanya menjadi sia-sia.
Galatia 1 : 10, Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.
Markus 10 : 17- 27 bdk Filipi 3 : 4 – 8.
> Ada persamaan antara Paulus dengan anak muda yang kaya.Paulus berkata: Aku tidak bercacat pada Hukum itu, Anak muda itu berkata kepada Tuhan Yesus:
“Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”
Perbedaannya yang paling jelas ada pada ending atau bagian akhir.
>Ketika Tuhan Yesus menyuruh anak muda itu menjual seluruh harta bendanya lalu mengikut Tuhan, anak muda itu menjadi kecewa lalu pulang dengan sedih sebab banyak hartanya.
> Tetapi berbeda dengan Paulus dia rela melepaskan semuanya dan menganggapnya sampah.
> Orang yang berfokus pada Kristus:
•Mengutamakan dan mengandalkan Tuhan, Kerajaan Allah menjadi prioritas.
•Senantiasa mencari dan memikirkan perkara di atas/perkara sorgawi.
•Kehidupannya diberkati dan kutuk menjauh.
Bagaimana mengalaminya:
~ Hiduplah dalam pengenalan akan Allah dengan benar.
~ Lebih mengutamakan Perkenanan Allah dari pada Manusia. Amin. Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah by : Pdt. Franky Munaisehe
Ibadah Raya GBI Menorah, 15 Oktober 2023

error: Content is protected !!