The End of The Road

“THE END OF THE ROAD”
Tanpa terasa hari ini kita sudah berada dihari terakhir tahun 2023. Hari yang ke 365, Minggu yang ke 52 dan sebentar lagi kita akan menyeberang ke tahun baru 2024. Jika sampai saat ini kita baik-baik saja, percayalah semua itu karena Anugerah Tuhan.
Jika kita kilas balik ada banyak peristiwa yang kita lalui. Hal yang indah menyenangkan mungkin kita melakukan tour and travel kebeberapa tempat, naik jabatan,marriage, dsb. Tetapi ada juga pergumulan yang kita hadapi, misalnya kita sakit, gagal,orang yang kita kasihi meninggal atau bisnis kita merugi, dsb. Didalam kesesakan dan lembah kekelaman pasti banyak air mata yang jatuh, yang membuat hati menjadi pedih,tetapi dengar baik itu adalah hari kemaren.
Hari ini sekali lagi kita mengucap syukur pada Tuhan kita ada diborder line, kita ada di ujung jalan sesuai dengan Thema khotbah: ” The End Of The Road.” Akhir dari sebuah Perjalanan yang sudah kita lalui selama 365 hari.
Yosua 3 : 1
Yosua bangun pagi-pagi lalu ia dan semua orang Israel berangkat dari Sitim dan sampailah mereka ke sungai Yordan, maka bermalamlah mereka disana, sebelum menyeberang.
> Kalau kita belajar pada perjalanan panjang bangsa Israel. Dimulai dari nenek moyang mereka Abram dipanggil Tuhan keluar dari Urkasdim menuju ke Kanaan dan menetap di Haran.
> Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub dan Yakub memperanakkan 12 anak laki-laki. Salah satunya Yusuf yang menjadi Mangkubumi di Mesir.
Ia memanggil ayahnya Yakub beserta saudara- saudaranya berjumlah 70 orang ke Mesir akibat bencana kelaparan yang hebat diseluruh negeri itu selama 7 tahun. Lalu Firaun memberi mereka tempat tinggal di Gosyen, dan disana mereka beranak pinak sehingga jumlahnya menjadi jutaan orang.
Setelah Yusuf meninggal kemudian bangkitlah seorang raja baru yang memerintah tanah Mesir yang tidak mengenal Yusuf dan mereka mulai menindas bangsa itu dengan kerja paksa.
Keluaran 12 : 40, Lamanya orang Israel diam di Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun.
> Singkat cerita Musa menuntun bangsa itu keluar dari perbudakan.
Bilangan 14 : 33
> Bangsa itu berjalan di Padang gurun selama 40 tahun. Mereka mengembara dipadang gurun dengan segala dinamika dan mujizat yang mereka alami. Air pahit menjadi manis, air keluar dari bukit batu, dituntun dengan tiang awan dan tiang api, dst.
Lalu ketika mereka sampai di Padang gurun Paran hampir memasuki Kanaan, Musa menyuruh 12 pengintai untuk mengintai tanah Kanaan, tetapi 10 orang memberi laporan yang buruk sehingga membuat bangsa itu menangis
dan mulai bersungut- sungut serta menyalahkan Musa dan dan Harun dan ingin kembali ke Mesir. Akibatnya Tuhan murka atas mereka.
Bil 14:11-12
> Kalau kita melihat keadaan Israel di tanah Mesir mereka berada dibawah perbudakan, mereka mengalami tekanan yang luar biasa, sekilas mereka seperti buronan karena mereka dikejar oleh Fir’aun tetapi mujizat terjadi yang mengejar mereka ditenggelamkan oleh Tuhan di laut Teberau, Firaun dan tentaranya.
> Kehidupan umat Israel di Mesir merupakan gambaran kehidupan kita yang dulu diperbudak dan sekarang mengalami kelepasan dan sedang berjalan menuju tanah perjanjian sorgawi.
> Apakah saudara pernah mengalami seperti buronan di tahun ini, dikejar hutang, dikejar rasa bersalah, dikejar ambisi dan keinginan daging yang mau selalu memaksa kita untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan? Atau kita juga dikejar oleh self pity( mengasihani diri sendiri) dan merasa bahwa tidak punya kemampuan, menjadi orang yang mudah menyerah? Atau apakah kita dikejar dengan perasaan yang tidak nyaman karena percecokkan dalam rumah tangga? Atau apakah kita dikejar oleh perbuatan dosa yang menyakiti Tuhan? Tetapi Tuhan telah turun tangan dan menolong semuanya itu seperti Fir’aun yang ditenggelamkan Tuhan di laut Teberau.
Oleh sebab itu apapun yang terjadi mengucap syukurlah.
> Ketika Israel ada ditepi laut Teberau, Fir’aun ada dibelakang dan didepan laut Teberau sehingga bangsa itu berteriak- teriak dengan panik dan Malaikat Tuhan memindahkan tiang awan itu berpindah kebelakang dan terjadi kegelapan sehingga Tuhan membuat kekacauan pada orang Mesir.
> Kemudian Tuhan menyuruh Musa mengulurkan tongkatnya ke laut dan laut itu terbelah menjadi dua.
> Cara Tuhan yang tidak masuk akal untuk menolong umatnya sendiri, sehingga orang Israel beserta seluruh ternaknya dapat melintasi lautan itu.
> Lalu Tuhan berfirman kepada Musa untuk mengangkat tangannya dan laut itu kembali menyatu. Maka matilah Fir’aun dan seluruh tentara orang Mesir yang mengejar bangsa Israel.
> Ketika orang Israel melihat keadaan itu, bisa dibayangkan bagaimana suasana hati mereka. Pasti bertalu-talu mereka memuji, menyembah dan sujud kepada Tuhan.
> Ini yang harus dilakukan oleh gereja.
Bersyukurlah kepada Tuhan bahwasanya Ia adalah Tuhan yang baik.
Apa yang dialami oleh orang Israel di padang gurun? Mereka kehausan dan kelaparan. Tetapi Tuhan menyediakan bagi mereka.
Perenungan bagi kita, mungkin kita mengalami hal yang sama. Kita kekurangan tetapi Kita percaya Tuhan sanggup menyediakan bagi kita dengan cara-Nya yang ajaib.
Apa yang terjadi dengan bangsa ini dipadang gurun?
> Mereka menyuruh Harun membuat patung lembu emas. Kel 32: 23.
> Mereka memberontak kepada Musa dan Harun.
Untuk mengangkat pemimpin baru.
Bilangan 14 : 4.
Salah satu kehormatan manusia adalah: Kesetiaan dan loyalitas kita, kepada Tuhan dan Pemimpin kita.
> Kesetiaan didalam keluarga; Kesetiaan didalam tugas dan tanggung jawab kita,
Baik di dalam market place dan Pelayanan kita.
~ Ada 3 hal yang dibutuhkan untuk menjadi orang besar:
1.Talenta;
2.Submission/Penundukan diri;
3. Komitmen.
Apa bekal orang Israel untuk menyeberang?
A.Adanya Perintah Tuhan.
Yosua 1 : 2
> Bersiaplah dan seberangi sungai Yordan.
> Tuhan juga memberi Perintah bagi untuk menyeberangi tahun 2023 menuju tahun 2024.
> Bagi Israel: Promised Land yang telah dijanjikan kepada nenek moyang mereka. Negeri yang berlimpah dengan susu dan madu.
> Bagi kita : Firman Tuhan yang termeterai dengan Janji-janji-Nya.
> Janji Tuhan bagi kita di tahun 2024 ini yaitu: Kita Bangkit dan jadi Terang.
> untuk itu butuh perjuangan. Sekalipun tenaga, kapasitas,potensi kita mungkin kecil tetapi dengan “Kecil” itu dapat dipakai menjadi sebuah Kebangkitan yang “Besar.”Contoh: Orang lumpuh di kolam Betesda. Dengan sisa tenaga yang ada padanya Yesus berkata: “Bangkit, angkatlah tilammu dan berjalanlah.
> Ekonomi tahun 2024 diprediksi sangat sulit tetapi kita akan pakai yang kecil yang ada pada kita untuk bangkit dan kita bisa jadi terang.
> Kalau laut Teberau dapat dilalui, sungai Yordan dapat diseberangi. Bagi orang Israel itu biasa saja karena mereka telah melintasi laut Teberau yang lebih sukar. Kitapun butuh persiapan. Apa yang harus kita lakukan?
1.Persiapan Hati:
Kita akan menyeberang sungai Yordan.Itu adalah penghalang.Lewatilah, sekalipun airnya deras.Kaki kita cukup kuat masuk ke sungai Yordan.Langkah yang
pertama menentukan langkah ke dua. Tetapi jika kita berani melangkah yang pertama maka Tuhan akan menuntun kita, sehingga langkah kedua dapat terjadi. Air itu akan berhenti.Contoh: Petrus dapat berjalan di atas air.
Negeri yang akan Kuberikan berkelimpahan susu dan madu, ini berbicara tentang IMAN.
> Kita percaya 2024 akan jauh lebih baik dari 2023.
Karirmu, kesehatanmu akan jauh lebih baik.
Cuma Modal kita, seperti yang Tuhan katakan pada Yosua:
• Yosua 1 : 7, “Kuatkan dan teguhkan hatimu.” untuk ini butuh iman, sebab Tuhan seringkali melakukan segala sesuatu diluar logika kita.
• Yosua 1 : 8, Perkatakan dan renungkan Firman Tuhan dan firman itu akan menggenapkan, oleh Kuasa Roh Kudus sehingga terjadi dalam hidup kita.
2.. Persiapan jasmani. Yosua 1: 11.
• Sediakan bekalmu, hal ini berbicara tentang modal yaitu talenta yang akan berguna ditahun 2024. >Talenta itu harus diusahakan. >Butuh kerja keras; butuh semangat.
> Butuh hikmat supaya kita dapat bekerja lebih baik lagi . > Jangan konvensional, artinya jangan hanya biasa saja tetapi harus ada peningkatan.
3. Persiapan Karakter.
Yosua 1: 16 – 18.
> Miliki Penundukan diri kepada otoritas; jangan melakukan perbuatan yang melawan otoritas; Jangan memberontak kepada otoritas; Hindarilah pembenaran diri.
B. Adanya Janji Tuhan.
Apakah janji Tuhan? •Yosua 1 : 3 ; Setiap tempat yang akan diinjak oleh kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.
•Yosua 1 : 5a.
BIS: Tidak ada seorangpun yang dapat mengalahkan engkau.
> Ini janji Tuhan bagi kita di tahun 2024.
>Dan salah satu anugerah Tuhan, yaitu ada janji pada hari yang akan datang.
Baca : Amsal 23 : 18 Yeremia 29 : 11
Lukas 16 : 25.
> Masa lalu bagi Lazarus adalah penderitaan, Masa lalu bagi orang kaya adalah kesukaan.
> Masa depan bagi Lazarus mendapat penghiburan, masa depan bagi orang kaya sangat menderita.
Perenungan kita: Percayalah kepada janji Tuhan, hiduplah dalam Kebenaran;Percayalah dan andalkan Tuhan. Dan Tuhan akan menolong kita tahun 2024. Tuhan berkati kita semua. Halleluyah.Amin.

Khotbah by : Pdt. Honny Supit Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 31 Desember 2023

error: Content is protected !!