Bangkit – Jangan Pengecut – Don’t Be Coward

“Jangan jadi orang PENGECUT”
Yesaya 60 : 1
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
Imamat 6 : 12 – 13
Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu diatas Mezbah, mengatur korban bakaran diatasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan disana.
Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas Mezbah, Janganlah dibiarkan padam.”
Tahun ini kita belajar kembali tentang “Bangkit” kalau tahun lalu kita menjadi “Pemenang” tetapi tahun ini “Jadi Teranglah.”
Menurut KBBI: Kata Bangkit artinya:
1.Bangun(dari tidur, duduk) lalu berdiri.
2.Bangun(hidup)kembali.
3.Timbul atau terbit (tentang marah).
Apa syarat untuk bisa bangkit :
1. Jangan jadi orang PENGECUT.
Wahyu 21 : 8
BIS Tetapi Orang PENGECUT, pengkhianat, orang bejat, pembunuh, orang cabul, orang yang memakai ilmu-ilmu gaib, penyembah berhala, dan semua pembohong akan dibuang ke dalam lautan api dan belerang yang bernyala-nyala yaitu kematian tahap kedua.”
Orang Penakut = Orang Pengecut.

Beberapa sikap Orang Pengecut :
1. Menyembunyikan kesalahan.
• Banyak orang yang bersikap demikian, ketika dia menghadapi tantangan, cobaan dan tekanan. Dia melakukan kesalahan tetapi dia menyembunyikannya.
> Padahal kita tahu bahwa, KETERBUKAAN ADALAH AWAL DARI PEMULIHAN.
> Jika kita mau hidup ini berubah dan menjadi lebih baik, maka pertama-
tama kita harus terbuka dan mengakuinya dihadapan Tuhan. Itulah awal dimana pemulihan itu terjadi.
1Yoh 1 : 9, Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

2.Tidak berani minta maaf.
> Permintaan maaf penting sekali agar keadaan menjadi lebih baik dan konflik teratasi secepat mungkin.
> Minta maaf = Orang yang bertanggung jawab dan berintegritas.
Roma 10 : 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

3. Lari dari masalah.
Masalah sebenarnya adalah bagian dalam kehidupan manusia. Bahkan masalah dapat membuat kita semakin dewasa dan memahami arti kehidupan ini. Tetapi tidak jarang ada orang yang lari dari masalah. Bahasa Gaulnya disebut: CEMEN.
> Memang masalah sering mengakibatkan kecemasan, stres dan menguras energi tetapi kita harus ingat tidak ada masalah yang tidak punya solusi. Hadapi masalah atau tantangan dengan keberanian. Jangan lari dari masalah tetapi marilah kita mengandalkan Tuhan, merubah sudut pandang dan berpikir dengan pola Alkitabiah sehingga kita dapat menemukan solusi terbaik.

4. Berbuat Curang. Banyak orang berbuat curang dan menghalalkan segala cara. Kisah 5 : 1 – 2.
> Ananias dan isterinya Safira menjual sebidang tanah. Mereka berdua sepakat menahan sebagian hasil penjualan tanah itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkan didepan kaki rasul-rasul itu.
> Petrus mengingatkan Ananias.
Ay.4 Selama tanah itu tidak dijual bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia tetapi mendustai Allah.
Apa yang terjadi? KEMATIAN.
Ay. 5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya.
Ay.8 -10 Safira juga melakukan hal yang sama dan mencobai Roh Kudus. Akibatnya : Rebahlah perempuan itu seketika itu juga didepan kaki Petrus dan putuslah nyawanya.
Pelajaran bagi kita:
> Betapa seriusnya Tuhan terhadap integritas dan kejujuran.
> Jangan curang.Hati-hati dengan perkataan dan sikap kita karena akan kita pertanggung jawabkan nanti dihadapan Tuhan. Kita perlu menjaganya sesuai dengan firman Tuhan sehingga kita kedapatan tidak bercacat dan bercela.
1 Tesalonika 5 : 23
Semoga Allah damai sejahtera, menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

5. Menjatuhkan orang lain dari belakang.
> Ini banyak terjadi ketika kita ada didepan orang tersebut kita memuji dia tetapi dibelakang punggungnya kita menjelek-jelekkan dia.
Bersikap seperti singa berbulu domba.
Dan hal serupa ini bukan hanya dalam dunia sekularitas tetapi juga ada dalam pelayanan.
> Oleh karena itu mari kita periksa kondisi hati kita jangan sampai kita menimbun sampah dalam hati karena yang keluar pasti sampah.
> Mintalah supaya Tuhan membersihkan hidup kita supaya perkataan kita adalah perkataan yang memberkati orang.
• Amsal 4 : 23, jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan sebab dari situlah terpancar kehidupan.
Apa hasil dari pengecut/ penakut?
Keluaran 14 : 10 – 12.
a. Mulai menyalahkan orang lain.
> Tuhan memanggil Musa untuk mengeluarkan Orang Israel dari perbudakan di Mesir.
> Tuhan menyertai Musa dengan kuasa dan ototitas. Dengan 10 tulah yang terjadi Musa dapat membawa bangsa itu keluar dari Mesir.
> Tetapi sekarang mereka berhadapan dengan laut Teberau dan dibelakang dikejar oleh Fir’aun dan tentaranya orang Israel mulai panik dan sangat ketakutan sebab itu mereka mulai menyalahkan Musa bahkan TUHAN.
> Seringkali ketika kita menghadapi masalah atau harapan yang tidak sesuai impian kita mulai cari kambing hitam.
Kita mulai menyalahkan orang-orang yang ada didekat kita.
> Kita harus jadi orang yang berani menghadapi tantangan karena kita punya Tuhan yang sanggup menolong.
b.Mulai membandingkankan diri sendiri dengan orang lain
> Apakah yang kau perbuat ini kepada kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?
> Mereka mulai membandingkan kehidupan mereka saat itu dengan kehidupan mereka di Mesir.
> sering terjadi pada orang pengecut/penakut mulai membandingkan diri mereka dengan orang lain.
c. Tidak percaya dengan kemampuan sendiri.
Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir;
> Dalam membandingkan diri dengan orang lain kita mulai tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri. Kita tidak percaya dengan talenta yang Tuhan berikan. Ingat masalah itu tetap akan ada, tetapi bagaimana kita hidup sesuai dengan kehendak Tuhan dan percaya bahwa Tuhan telah memberi kita karunia yang sempurna.
Keluaran 13 : 3, Tuhan memberi kekuatan, kemampuan bagi bangsa Israel untuk keluar dari Mesir. Bahkan mereka mendapat berkat emas dari orang Mesir.
> Jangan kita lupa bahwa kita adalah ciptaan yang sempurna di hadapan Tuhan. Dan Tuhan memberi kita kekuatan, kemampuan untuk menghadapi segala hal dalam hidup ini.
> Kita perlu belajar banyak hal dalam hidup ini dan kemampuan yang baik Tuhan berikan bagi kita. Pergunakan dengan sebaik-baiknya.
d.Menyerah pada mimpi dan keinginan yang dulu yang ingin dicapai.
sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati dipadang gurun ini.
> Mereka berkata lebih baik kami ada di Mesir sekalipun kami diperbudak.
Keluaran 3 : 8 – 9,
> Artinya setiap hari mereka berseru dan minta pertolongan Tuhan dan seruan mereka telah sampai kepada Tuhan.
> Tuhan mendengar seruan mereka; Tuhan mendengar doa mereka.
Tetapi ketika datang masalah mereka lupa dan berkata: Kami tidak perlu keluar dari Mesir dan tetap tinggal disana supaya kami tidak mati di Padang gurun.
Tuhan memberi janji pada Musa dan Musa menyampaikan pada Tua-tua dan Tua-tua menyampaikan keseluruh bangsa Israel.
> Tetapi mereka melupakan janji Tuhan, mereka melupakan mimpi untuk bisa keluar dari tanah Mesir karena mereka melihat masalah lebih besar. Mereka lupa ada Tiang Awan dan Tiang Api, mereka lupa pada tulah yang Tuhan lakukan pada orang Mesir untuk mengeluarkan mereka.
> Didalam hidup ini jangan pernah kita lupakan kebaikan Tuhan.
> Jangan kita lupakan bagaimana Tuhan telah menolong kita. Jangan terus-terusan kita melihat kebelakang karena hidup kita bukan untuk melihat masa lalu tetapi masa depan.
> Kita percaya kalau yang lalu Tuhan tolong pasti yang akan datang TUHAN tolong.
e. Mereka akan masuk neraka. Wahyu 21 : 8
> Mereka akan mendapat bagian di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang.
> Ketika kita jadi seorang pengecut neraka adalah tujuan akhir kita. Hidup dalam dunia tidak mudah tetapi mari kita berusaha setiap hari untuk menjadi pribadi yang lebih baik, berani, terbuka dan lebih baik lagi dari hari-hari sebelumnya, supaya kita akan melihat kebaikan Tuhan, kasih dan mujizat-Nya.
Orang Penakut/Pengecut = Orang yang tidak percaya kepada TUHAN.
Terakhir mari kita deklarasikan Mazmur 91: 1 – 16. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 07 Januari 2024

error: Content is protected !!