
BANGKIT dan JADI TERANGLAH.
Sub Tema : “DON’T BE STUPID.”
Melanjutkan khotbah “Don’t be Stupid” ada beberapa hal yang telah kita pelajari agar tidak menjadi orang bodoh:
1. Menempatkan hati.
2. Menjaga mata.
3. Menjaga pikiran.
Perenungan:
~ Menempatkan hati yaitu: Menjaga hati dan menempatkan Tuhan menjadi segala-galanya dalam hidup ini.
~ Menjaga Mata yaitu melihat dengan cara pandang Tuhan lewat firman-Nya agar hidup dapat lebih baik.
~Menjaga pikiran yaitu mengatur pikiran supaya selaras dengan Pikiran Kristus.Filipi 4 : 8.
Pelajaran kita hari ini yaitu:
4. Menjaga Mulut.
Kita harus menjaga perkataan kita supaya yang keluar adalah kehendak Tuhan.
Amsal 14 : 3 Didalam mulut orang bodoh ada rotan untuk punggungnya, tetapi orang bijak dipelihara oleh bibirnya.
Pelajaran:
• Perkataan yang sembrono menimbulkan senyuman yang mengejek. Tetapi ucapan bijak akan membangkitkan rasa hormat.
Pelajaran bagi kita:
• Perkataan adalah seperti sebuah senjata yang bisa mengangkat orang tetapi bisa juga menjatuhkan orang.
Perenungan;
~ Yang mana kita? Sebab perkataan seringkali muncul secara spontan, disaat kita melihat atau mendengar sesuatu.Tetapi kita harus ingat bahwa kitapun dinilai oleh orang lain.
~ Kita harus hati-hati dengan apa yang kita isi di hati.Jika kemarahan, kebencian, sakit hati, akar pahit kepada orang lain maka perkataan kita cenderung adalah perkataan yang tidak baik dan merendahkan orang lain.
~ Itulah sebabnya kita perlu mengisi hati dan pikiran kita dengan firman supaya yang keluar adalah perkataan yang memberkati dan dapat membangun satu dengan yang lain.
>Dalam membangun sebuah persekutuan kita perlu menjaga perkataan.
Apalagi kita sebagai mahluk sosial, yang berinteraksi satu dengan lain maka perkataan kita harus dijaga.Jangan sampai kita dikatakan “mulut ember.”
Kisah Esau dan Yakub:
Kejadian 25 : 30 – 32
30 Kata Esau kepada Yakub: “Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah” Itulah sebabnya namanya disebutkan: Edom.
32Tetapi kata Yakub:: “Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu.”
32 Sahut Esau: ” Sebentar lagi aku akan mati, apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?”
33 Kata Yakub: “Bersumpahlah dahulu kepadaku.” Maka Bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijuallah hak kesulungannya kepadanya.
34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.
Pelajaran:
• Esau dan Yakub saudara kembar tetapi Esau lahir terlebih dulu.
Sehingga Esau menerima berkat hak kesulungan dari ayahnya. Hak kesulungan artinya dia akan memiliki tanah, hewan ternak yang lebih banyak sebab kelak dia yang akan membantu memelihara keluarga.
• Tetapi Esau hanya mempedulikan dirinya. Dia tidak mempedulikan keluarganya.
• Esau tidak patuh kepada orang tua dan Tuhan, sehingga dia rela menjual hak kesulungan hanya karena semangkok sup kacang merah.
• Esau bukan orang rohani.
Roma 8 : 5 Sebab mereka yang hidup menurut daging
memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang yang hidup menurut Roh memikirkan hal-hal dari Roh.
• Ishak ingin memberkati Esau.
Esau dikasihi oleh ayahnya, sebab Ishak suka makan hasil buruannya, sedang Yakub lebih dikasihi Ribka, sebab Yakub sering membantu Ibunya di kemah.
• Ishak semakin tua dan buta dan sebelum dia mati dia menyuruh Esau untuk berburu dan memasak makanan baginya lalu Ishak akan memberkati Esau.
•Yakub membawa makanan.
Ribka tahu akan saat itu sebab itu dia menyuruh Yakub untuk mengambil domba peliharaan mereka kemudian Ribka mengolah dan memasak makanan kesukaan Ishak lalu menyuruh Yakub membawanya kepada ayahnya supaya Ishak diberkati olehnya.
• Pada mulanya Yakub menolak tetapi karena Ribka mendesak dan siap menanggung resiko, akhirnya Yakub membawa makanan itu pada ayahnya.
• Ishak memberkati Yakub.
Kej 27 : 22 Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya, dan ayahnya merabanya dan berkata: “Kalau suara,suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau.”
30 Setelah Ishak selesai memberkati Yakub, dan baru saja Yakub keluar meninggalkan Ishak ayahnya, pulanglah kakaknya dari berburu.
• Esau pulang dan diketahui bahwa Ishak telah memberkati Yakub.
• Esau meraung. Kej 25:34.
• Esau meminta berkat lain.Kej 25 : 36.
Didalam Kisah Esau dan Yakub ini, apakah Yakub mencuri Hak Kesulungannya?
• Tidak. Yakub membeli hak kesulungan itu dengan semangkok kacang merah.
Apakah Yakub merampas berkat Esau?
Tidak! Karena berkat itu melekat pada hak kesulungan. Harusnya Esau sadar dan tidak berkata bahwa adiknya Yakub telah menipunya dua kali.
Pelajarannya:
1. Jangan memandang rendah sebuah janji.
2. Jangan memandang ringan sesuatu yang tidak kita mengerti.
Matius 15 : 11 “Dengar dan camkanlah bukan yang masuk kedalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”
~ Berpikirlah dahulu sebelum mengeluarkan perkataan karena penyesalan selalu hadir dibelakang.
Amsal 18 : 21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
(MSG) Words kill;Words give life; they’re either poison or fruit- YOU CHOOSE.
>Kata-kata bisa membunuh; Kata-kata bisa memberi hidup; Kata-kata juga dapat menjadi racun atau buah- Kamu harus memilih.
Yakobus 3 : 5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar
Contoh: Raja Hizkia. Yesaya 39 : 2 Hizkia menceritakan dan mempertontonkan seluruh istananya kepada utusan raja Babel. Akibatnya seluruh kekayaan yang ada diistana raja diangkut
seluruhnya ke Babel.
Perenungan bagi kita:
• Apa yang Tuhan lakukan dalam hidup kita, seperti sakit disembuhkan, kesulitan Tuhan tolong, maka itu yang harus kita ceritakan. Ceritakan tentang Tuhan kita, YESUS MAHA BESAR.
• Yakobus 3 : 6 Kalau perkataan kita tidak baik maka dampaknya kembali pada hidup kita.
• Mudah bagi kita menjelekkan orang, atau memandang rendah orang lain dengan perkataan kita; tetapi tidak juga terlalu sukar untuk dapat menyenangkan dan memberi apresiasi bagi mereka yang berprestasi.
Contoh: Perkataan anak perempuan Israel yang ditawan oleh Naaman tetapi dengan berani dia menyampaikan kepada nyonyanya, bahwa di Israel ada seorang nabi yang dapat mengobati penyakit kusta Naaman.
Kita juga harus memiliki perkataan powerfull tentang Nama Yesus. Bahwa Dia Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara dan tidak ada yang mustahil.
>Matius 5 : 28 Perkataan wanita yang sakit pendarahan.
Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
• Yakobus 3: 8 Kita tidak dapat menguasai lidah. Karena sesuatu yang kita isi di hati dan pikiran sering tidak sempurna Maka kita harus berdoa supaya Tuhan yang menjaga mulut, hati dan pikiran kita.
Mazmur 141: 3 Awasilah mulutku, Ya TUHAN, berjaga-jagalah pada pintu bibirku!.
Ulangan 30 : 14 Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu,yakni didalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.
Cara menjaga perkataan;
1. Jaga Hati. Amsal 4 : 23.
2. Jaga Pikiran. Filipi 4:: 8.
3. Condongkan Telinga Yesaya 50 : 4b.
Perkataan yang harus dikeluarkan:
1. Perkataan yang menyenangkan. Amsal 16 : 24. Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.
– Pakai perkataan yang baik, perkataan dalam kebenaran untuk menyenang-kan orang sehingga mereka dapat melihat Tuhan dalam hidup kita.
orang lain sehingga
2. Perkataan tentang iman kita.
2 Kor 4 : 13. Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: Aku percaya, sebab itu Aku berkata-kata”, maka kami juga berkata-kata
3. Perkataan tentang Kebenaran.
Amsal 12 : 19 Bibir yang mengatakan Kebenaran tetap untuk selama-lama nya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejab mata.
Biarlah perkataan kita sesuai dengan kehendak Tuhan. Kalaupun kita marah, kecewa jangan sampai mulut kita mengutuki Tuhan.Jangan sampai perkataan kita membuat orang lain menjadi kecewa dan menjadi batu sandungan baginya. Kita harus berhati-hati dengan perkataan kita Karena setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung jawabkannya pada hari penghakiman. Amin. Tuhan memberkati.
Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 14 April 2024