
FIRE OF PRAYER (API DOA)
Imamat 6 : 12 – 13 Api yang di atas meja itu harus dijaga supaya terus menyala, Jangan dibiarkan padam.Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan disana.
13 Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah di biarkan padam”.
Gembala Pembina Pdt. Ir. Niko Nyotoraharjo mendapat Visi dan Misi dari Tuhan bahwa tahun 2024 adalah Tahun Bangkit dan Jadilah Terang. Ayat Emasnya yaitu Yes 60 :1 – 2 dan Im 6 :12 -13.
Pada jaman Perjanjian Lama imam harus tetap menjaga agar api di mezbah itu tidak padam. Fungsinya supaya ketika ada orang-orang yang datang mempersembahkan korban tidak perlu menunggu apinya dinyalakan dulu. Sama halnya ketika orang akan membakar daging babi,ayam atau ikan maka yang pertama dipersiapkan yaitu bara api yang menyala.
Nah ini juga berbicara tentang hidup kita. Kalau api Tuhan di dalam hidup kita padam seringkali untuk menyalakannya cukup lama. Apalagi berbicara ketika kita menghadapi pergumulan dalam hidup,kekecewaan, sakit hati, marah sama orang seringkali untuk membangkitkan api di diri kita atau kepercayaan terhadap diri sendiri dan kepada Tuhan seringkali itu lama. Sehingga hari- hari terakhir ini mari kita terus bakar api hidup kita yaitu iman percaya kita pada Tuhan sehingga nanti ketika ada masalah kita sudah siap menghadapinya.
Api apa yang harus kita jaga dalam hidup kita? DNA GEREJA yang disampaikan oleh Gembala Pembina yaitu Doa, Pujian dan Penyembahan dalam unity siang dan malam. Kita harus punya kehidupan doa, pujian dan penyembahan, seperti yang disampaikan dalam Imamat 6 :12 -13. Harus ada api doa, api pujian dan api penyembahan yang mesti dibakar setiap hari sehingga tidak akan padam.
Pelajaran:
1. Api Doa (Fire of Prayer)
Adalah simbol dari SEMANGAT, KEINTIMAN dan KERINDUAN, kita untuk bisa BERKOMUNIKASI dengan TUHAN.
Banyak orang yang membawa doanya pada Tuhan hanya membawa list atau daftar permintaannya kepada Tuhan sehingga doa itu hanya berisi keluh kesah.
Tetapi disini kita belajar bahwa Doa adalah komunikasi kita dengan Tuhan. Dia mau kita datang kepada-Nya dalam keakraban layaknya sahabat yang menumpahkan segala hasrat dan kerinduan. Bagaimana kita mengucap syukur kepada-Nya karena Dia telah menolong kita, meluputkan bahkan mujizat yang Dia kerjakan dalam hidup kita.Jika kita sungguh-sungguh menghayati maka tanpa terasa airmata kita akan mengalir menyadari bahwa Tuhan terlalu baik bagi kita sehingga dengan tulus kita akan menyembah-Nya, memuji dan memuliakan-Nya menyatakan kekaguman kita akan Pribadi-Nya. Dan doa yang lahir dari hati inilah yang berkenan kepada Tuhan. Ketika Tuhan disenangkan maka kita percaya Dia akan memberkati kita.
Aspek dari Doa yang berapi-api:
1. Doa dengan KEYAKINAN.
Yakobus 5 : 16b Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
>Apakah pada ayat ini ditulis bahwa Doa orang benar pasti dijawab Tuhan? Atau jika kita berlutut doa kita instan dijawab Tuhan? Tidak ada. Disitu jelas mengatakan ketika kita menjadi orang benar dan kita yakin apa yang kita doakan besar kuasanya. Apa yang kita doakan pasti kita dapatkan tetapi berbicara bagaimana kehendak Tuhan dalam kehidupan kita.
Jadi ketika kita berdoa dengan YAKIN, artinya kita berdoa dengan PERCAYA sepenuhnya kepada kehendakTuhan.
Contoh: ELIA.
1Raja 17 : 1 Lalu berkatalah Elia orang Tisbe, dari Tisbe Gilead, kepada Ahab: ” Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kukatakan.”
>Pada saat itu Elia berkata kepada Ahab bahwa tidak akan ada hujan. Dan itu terjadi tepat seperti yang dia sampaikan.
1Raja 18 : 1 Dan sesudah beberapa lama, datanglah firman TUHAN kepada Elia dalam tahun yang ketiga: “Pergilah, perlihatkan dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi ”
>Jadi yang menegur Israel bukan Elia tetapi Tuhan. Elia hanya sebagai Alat Tuhan.
1Raja 18 : 42 Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya diantara kedua lututnya.
>Ini berbicara bagaimana Elia memohon hujan kepada Tuhan.
Bdk Raja 18 : 1 Mengapa Elia harus memohon lagi sebab Tuhan telah berfirman akan memberi hujan?
Perenungannya: yaitu Tuhan menuntut kepada Elia keyakinan penuh atau tindakan Elia untuk percaya kepada firman Tuhan.
1 Raja 18 : 43 – 44
>ay 43 Elia menyuruh bujangnya melihat ke arah laut, apakah ada tanda-tanda hujan akan turun.
>Ay 44 Bujang itu pergi sampai tujuh kali dan ketika tujuh kali barulah dia berkata ada awan kecil sebesar telapak tangan yang timbul dari laut. Disitulah Elia percaya bahwa apa yang dia doakan dan yang didengarnya itu memang dari Tuhan.
>Jika hari-hari ini kita punya keyakinan didalam doa kita kepada Tuhan pastikan benar-benar kita yakin. Karena banyak orang yang berdoa yakinnya hanya sebentar saja lalu kemudian mulai ragu apakah Tuhan akan mendengar doanya? Tetapi marilah kita punya keyakinan yang benar bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang berkuasa yang sanggup menjawab doa lebih dari apa yang kita pikirkan dan doakan.
PELAJARAN:
A. Doa Elia bukan untuk dirinya sendiri.
B. Doa Elia didasari perintah Tuhan.
C. Doa Elia diperkuat dengan sikap Elia kepada Tuhan.
2. DOA dengan KETEKUNAN:
1 Tesalonika 5 : 17 “Tetaplah berdoa.”
>Apapun keadaan kita, kita harus tetap berdoa kepada Tuhan.
Ketika kita berdoa bukan karena ada KEBUTUHAN tapi karena kita mengasihi TUHAN.
Contoh : YESUS.
Lukas 5 : 16 Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.
>Ketika Tuhan Yesus selesai melayani, melakukan mujizat, Tuhan Yesus sering mengundurkan diri ke tempat sunyi untuk berdoa.Dia tahu kuasa-Nya dari mana sebab Dia 100%manusia dan 100%Tuhan. Yesus saja berdoa, bagaimana kita?Jika kita membawa doa kita dengan tekun dan hati yang benar maka Tuhan akan menjawab doa kita.
Pelajaran:
a. Ketaatan didasari Kemauan.
b. Yesus tahu kekuatan doa dan kepada siapa Dia berdoa.
>Kita harus tahu kepada siapa kita berdoa.
Banyak orang yang berdoa bukan kepada Tuhan, tetapi kepada patung, batu, gunung dan hal itu sangat dibenci Tuhan. (Kel 20 : 5)
3. DOA DENGAN HATI YANG BERSIH.
Mazmur 66: 18 Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.
Ketika kita berdoa hati kita bukan dipenuhi DOSA tapi pastikan hati kita BERSIH supaya berkenan dihadapan TUHAN.
>Kalau kita tahu ada kesalahan mari kita mohon ampun kepada Tuhan.
Contoh: Daud
Mazmur 51: 3 – 5
>Doa Daud mohon pengampunan Tuhan karena dosanya yang dia lakukan kepada Batsyeba.
>Daud memastikan hatinya benar dihadapan Tuhan sehingga dia membawa hidupnya pada Tuhan.
4. DOA dengan TUJUAN YANG JELAS.
Yakobus 4 : 3 Atau kamu berdoa juga tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
>BERDOA bukan untuk
MEMUASKAN KEINGINAN kita tapi untuk MENYESUAIKAN KEHENDAK TUHAN.
Matius 26 : 30 “Ya Bapa, sekiranya mungkin biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
5.DOA dengan UCAPAN SYUKUR.
Filipi 4 : 6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu pada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
>BERDOA bukan hanya berisi PERMOHONAN kita, tetapi juga UCAPAN SYUKUR kepada TUHAN.
KESIMPULAN:
Api Doa yang kita bawa kepada Tuhan harus mencerminkan:
1.Keyakinan,
2. Ketekunan,
3.Hati yang besih
4. Tujuan yang jelas.
5. Ucapan Syukur.
Mari kita koreksi doa seperti apa yang kita bawa kepada Tuhan. Apakah doa kita lahir dari hati yang bersih, keinginan yang tulus dan benar? Mari kita membawa hidup yang benar sehingga apa yang kita doakan akan berkenan dihadapan Tuhan. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 14 Juli 2024