
“Above The Storm“
Ujian Tuhan bisa datang pada siapa saja; dan terkadang kitapun dapat mengalaminya.
Pada saat itu seolah-olah Dia membiarkan kita mengalami keadaan yang tidak baik. Contoh: Murid-murid-Nya juga pernah mengalami. Matius 14: 22 – 24
-Pada suatu hari Yesus menyuruh murid-murid mendahului-Nya bertolak keseberang. Sementara Dia sendiri naik keatas bukit untuk berdoa sendirian.
Tetapi beberapa mil jauhnya dari pantai tiba-tiba murid itu mengalami badai. Perahu mereka diombang-ambingkan oleh gelombang karena angin sakal.
Pertanyaan bagi kita: apakah Yesus tidak tahu bahwa murid- murid itu mengalami badai? Tentu saja Yesus tahu.Tetapi mengapa dia menyuruh mereka seolah-olah masuk dalam badai. Namun di dalam badai Alkitab menceritakan Dia datang berjalan di atas air.Seolah-olah Dia mendemonstrasikan kuasa-Nya bahwa badai itu bukan apa-apa bagi-Nya.
Perenungan bagi kita:
>Ketika Tuhan mengijinkan kita menghadapi ujian maka percayalah Dia tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Firman Tuhan memberi kepastian bahwa Pencobaan yang kita alami tidak melampaui kekuatan kita.
>Ketika Tuhan mengijinkan kita masuk dalam sebuah ujian maka Dia akan mendemontrasikan kuasa-Nya jauh lebih besar dari ujian kita.
Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dia dapat merobah lembah airmata menjadi mata air bagi kita.Tuhan mau kita mengalami More than before, keadaan yang jauh lebih baik dari semula. Itulah sebabnya jangan kita terjebak pada pola pikir yang kerdil. Karena apa yang ada pikiran kita itulah yang akan membatasi gerakan kita.
Kita harus percaya bahwa Tuhan kita unlimited(tidak terbatas), seringkali Dia mengijinkan kita mengalami badai, tantangan dan rintangan dalam hidup ini,supaya kita menjadi orang-orang yang tangguh; orang yang hebat dan mampu mengatasi segala persoalan dalam hidup kita.
Kita sudah belajar tentang Bapa Abraham yang mengalami suatu ujian yang besar dari Tuhan, ketika Tuhan meminta anaknya yang tunggal untuk dipersembahkan pada salah satu gunung di daerah Moria. Ujian ini sangat berat karena :
1. Ishak adalah anak pemberian Tuhan.
2. Ishak adalah satu-satunya anak yang dia kasihi.
3. Ishak, sesuatu yang menyenangkan baginya.
>Banyak kesenangan-kesenangan kita yang mesti dicutting Tuhan. Sesuatu yang berbau daging harus disembelih, misalnya: amarah,kebencian, gengsi,dendam, kesombongan, sakit penyakit,keterpurukan, judi, miras dst.Hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan harus didembelih.
4.Untuk mendapatkan Ishak butuh pergumulan waktu yang sangat lama.
-Sejak perkawinan mereka(tahun..?)
Kej 11 – 28 : KetikaTerah
ayahnya masih hidup, matilah Haran dinegeri kelahirannya di Urkasdim
29 Abram dan Nahor kedua-duanya kawin;
Nama isteri Abram ialah Sarai. Nama isteri Nahor ialah Milka.Anak Haran, ayah Milka dan Yiska.
-Panggilan dari Haran
Kej 12 : 4 Abram berumur 75 tahun.
-Sampai Kanaan
Kej 21 : 5 Abraham berumur 100 tahun ketika Ishak anaknya lahir baginya.
Tetapi Tuhan mau Abraham melepaskan
apa yang didapatnya susah payah
🔽
Ujian Kepemilikan.
Pergumulan di tanah Moria.
A. Ishak sudah dewasa.
Kej 22 : 6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang ditangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
Pilihan sikap Ishak :
-Bisa memberontak >
melawan atau:
-Bisa Sukarela >Memberi
Diri seperti YESUS.
Filipi 2 : 8 TAAT SAMPAI MATI.
Pelajaran :
>Ishak adalah anak Perjanjian. Sama dengan Yesus dalam kemanusiaan-Nya adalah Anak Perjanjian.Yes.7:14, Seorang perempuan muda akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan dinamai Imanuel.
>Ishak adalah gambaran dari Kristus. Yang berbeda Ishak dikorbankan tetapi tidak
sampai mati tetapi Yesus dikorbankan mati dikayu salib untuk menebus dosa manusia.
B. Pergumulan Hati:
Kej 22 : 7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham,”Bapa” Sahut Abraham :”Ya,anakku” “Bertanyalah ia: ” “Disini sudah ada api, kayu, tetapi dimanakah anak domba untuk korban bakaran?”
Abraham Bernubuat-Ay.8
Jehovah JIREH.Tuhan yang akan menyediakan ANAK DOMBA.
9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah Lalu Abraham mendirikan mezbah disitu, disusunnya kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api
10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya lalu mengambil pisau, untuk menyembelih anaknya
11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: ” Abraham,Abraham” Lalu sahutnya: ” Ya Tuhan.”
12 Lalu Ia berfirman: ” Jangan bunuh anak itu, jangan kau apa-apakan dia, sebab telah Ku ketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.
13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan dibelakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu dan mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
14 Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”;sebab itu sampai sekarang: “Diatas gunung TUHAN akan disediakan.”
>Abraham berbuat seekor anak domba TETAPI Tuhan menyediakan seekor domba jantan.
Pelajaran saat dalam pergumulan:
A. Memperkatakan kata-kata iman.
Kej 22 : 5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu disini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi kesana;kami akan pergi sembahyang; sesudah itu kami kembali kepadamu ”
B. Memiliki pikiran yang Alkitabiah.
Ibrani 11 : 17 Karena iman, maka Abraham tatkala dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal.
18 Walaupun kepadanya telah dikatakan: ” Keturunan dari Isaklah yang akan disebut keturunanmu ”
19 Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sanalah ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
>Bisakah kita berpikir secara Alkitabiah? Karena Allah Berkuasa. Sebab pikiran negatif akan memunculkan berbagai ilusi jahat dalam kehidupan kita.
C.Lakukanlah tindakan Iman.
Percayalah Tuhan Yesus menyediakan menyediakan.Jehovah Jireh.
Kej 22 : 13 – 14.
Abraham menyerahkan TETAPI
Tidak kehilangan
Seperti Perkataan Yesus.
Yoh 10 : 17 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku telah memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
18 Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri.Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali.Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.
Mari kita menghadapi hidup ini dengan iman. Jangan kuatir dengan segala sesuatu. Alkitab mengatakan: “Serahkanlah segala sesuatu kepada-Nya dan Ia yang akan memelihara kamu.” Kalau Dia mau kita melepaskan, lepaskanlah. Dan siapa yang melepaskan tidak akan kehilangan melainkan akan mendapatnya kembali. Amin.Tuhan Yesus memberkati.
Khotbah by : Pdt. Honny Supit Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 01 September 2024