Kehausan Rohani

Spritual Thirst

Spritual Thirst dalam bahasa Indonesia disebut “Kehausan Rohani” berasal dari kata haus yang artinya keinginan kuat untuk minum.
Kehausan Rohani adalah keinginan atau kerinduan yang dalam akan Tuhan.
Mazmur 42 : 2 – 3
Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
~ Pemazmur mengungkapkan kerinduan yang dimilikinya adalah kerinduan jiwa yang haus akan Allah. Yang digambarkannya seperti rusa yang merindukan sungai yang berair.
Kita tahu rusa memiliki indra penciuman yang sangat tajam yang memampukannya mencium bau air dari jarak berkilo-kilo meter. Ia rela menempuh perjalanan yang sangat jauh walaupun dengan resiko menghadapi predator di jalan agar dapat memenuhi kebutuhannya akan air. Sebab kehausan akan membuat rusa mengalami dehidrasi dan membuat ia tidak berdaya. Kebutuhan seperti itu yang dialami oleh pemazmur akan Tuhan.
Hari ini kita belajar bahwa dalam kehidupan manusia ada berbagai kehausan:
Ada pribadi yang haus kasih sayang. Hal ini biasanya terjadi ketika orang tua pilih kasih terhadap anak-anaknya. Selain itu juga akibat kedua orang tua bekerja sehingga anak diurus oleh babysitter atau pembantu, sehingga kebutuhan anak akan kasih sayang terabaikan. Dan anak akan terus mencarinya sampai dewasa.
Ada juga pribadi yang haus pengakuan. Ini diakibatkan karena pengalaman masa kecil yang buruk. Salah satu penyebabnya karena sering dibullying dan diremehkan. Akibatnya anak menjadi rendah diri.
Perasaan ini akan sulit hilang sampai dewasa dan membuat ia akan mencari pengakuan dari orang lain, entah dengan cara yang benar atau tidak benar.
Kehausan secara Rohani.
Kita sudah belajar tentang api doa, api pujian, api penyembahan yang harus menyala dihadapan Tuhan. Bahkan Imam harus komitmen menjaga api supaya tidak padam. Tetapi bagaimana dengan orang yang datang beribadah tetapi hati dan pikirannya tidak ada dalam ibadah. Datang hanya karena rutinitas atau karena KTPnya Kristen atau takut dikatakan atheis. Sehingga hari Minggu malu jika tidak ke gereja. Tetapi sebenarnya ada yang hilang dari orang ini. Dia memiliki kehausan rohani. Karena di dalam hati manusia ada suatu ruang kosong yang tak dapat diisi oleh apapun bahkan seisi dunia ini karena ruang ini milik Tuhan. Tetapi selama hati manusia tidak mengijinkan Tuhan hadir dan memerintah maka dia tidak akan dapat merasakan Hadirat Tuhan. Orang ini butuh Tuhan yang akan memberikan kepadanya Air Hidup.
Yoh 14 : 4a Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama- lamanya.
Bagaimana kita mengatasi kehausan rohani:
1.Punyai kerinduan yang mendalam akan Allah (Deep longing).
Mazmur 63 : 2 Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau,
jiwaku haus kepada-Mu,tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.
– Di dalam hidup ini kalau kita punya kerinduan akan Tuhan kita akan terus mencari Tuhan.
Mencari Firman, hadirat dan kehendak-Nya atas hidup kita.
Apa yang harus dilakukan?
Fokuslah kepada Tuhan.
Kolose 2 : 16 – 17.
Di dalam hidup ini begitu banyak yang kita lakukan tetapi apapun yang kita lakukan semuanya untuk Tuhan sehingga kita tidak bersungut-sungut dan berkeluh kesah.
Jangan terganggu dengan omongan orang lain.
Kolose 2:18
Ketika kita fokus kepada Tuhan jangan lagi fokus kepada dunia.
Kalau ada yang membuat kita kecewa, disakiti dan tidak dikasihi hari-hari ini, mari kita berkata itu tidak mengapa karena kita punya Tuhan yang mengasihi dan akan memberi kita kekuatan.

Bertumbuhlah secara rohani.
Kol 2 : 19
Atau kita tidak disatukan keseluruhan dengan Tuhan Yesus bagaimana kita berubah secara rohani? Bagaimana kita mengenal Tuhan dalam hidup ini. Kita belajar kasih, kesabaran dari Tuhan Yesus. Sekalipun Dia disakiti dan dicaci maki, Tuhan tidak membalas mencaci maki. Sebab Tuhan tahu tujuannya, supaya kita yang berdosa ini dapat diselamatkan. Mari kita punya kerinduan yang dalam supaya kita dapat mengenal-Nya. Jangan hanya secara fisik kita bertumbuh tetapi rohani juga harus bertumbuh. Kita harus upgrade kapasitas kita untuk belajar firman Tuhan karena firman itu yang mengajar, mendidik, menyatakan kesalahan dan menegur dosa. Berdoa sungguh-sungguh. Kita percaya sejak dari kandungan ibu Tuhan telah menciptakan kita untuk pekerjaan yang baik. Tuhan punya visi yang besar atas kita.
2. Jangan biarkan jiwa kita yang terpuruk (A depressed Soul).
Mazmur 42 : 4 – 5
• Seringkali dalam hidup ini kita mendapatkan yang tidak baik. Kita ditekan, kita tidak mampu mengurus keluarga dengan baik, tidak mampu mengontrol anak-anak, tidak mampu mengelola pekerjaan dengan baik dan kita merasa gagal, terpuruk bahkan Tuhan juga terasa jauh dan kita mulai merasa terpuruk merasa hancur dan kita berpikir lebih baik tidak hidup lagi sebab untuk apa karena tak ada orang yang menghargai kita. Memang ada saat tertentu kita mengalami seperti itu tetapi seburuk apapun keadaan kita Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dia ada bersama kita. Ketika kita terpuruk ada tangan Tuhan yang mengangkat dan menopang kita kembali.
Apa yang harus dilakukan?
Miliki jiwa yang tangguh (Mental resilience).
Yaitu kemampuan untuk mengatasi tantangan dalam bentuk atau ukuran apapun yang menghadang kita.
Jiwa yang tangguh harus dibentuk karena tidak instan tetapi butuh proses.
Roma 12 : 2 terjemahan Alkitab Mudah Dibaca:
Janganlah berpikir dan bertingkah seperti orang di dunia ini tetapi biarlah Allah mengubahnya didalammu dengan pola pikir yang baru.
Miliki pola pikir yang benar, ketika kita punya pola pikir yang benar maka jiwa kita semakin tangguh dihadapan Tuhan.
Apa yang dibutuhkan?
• Komunikasi (Community)
• Kesadaran diri (Self Awareness)
• Pengendalian diri (Self Control)
• Rasa Syukur (Gratitude)
• Makna Hidup (Meaning of Life).
3.Menyemangati diri dalam Tuhan (To Encourage).
Mazmur 42: 6 ; 12.
Ayat ini menggambarkan kehidupan Daud yang sulit dan tertekan tetapi kemudian dia menyemangati diri dan berharap kepada Allah.
Perenungan: Mungkin kehidupan kita ada begitu banyak tantangan yang harus kita jalani. Ada orang yang mengecewakan dan rencana kita berjalan tidak sesuai dengan keinginan seolah-olah dunia tidak memberi kita peluang bagi kita. Percayalah pengharapan kita datang dari Tuhan.
Self Talk (Berkata kepada diri sendiri)
* Belajar menyemangati diri sendiri.
Habakuk 3 : 17-18.
> Habakuk menceritakan begitu banyak masalah dan tantangan yang dia hadapi. Ayat 18 dia menyemangati dirinya sendiri.
Aku akan bersorak-sorak dalam Tuhan dan beria-ria dalam Allah yang menyelamatkanku.
Pelajaran: Ketika kita menghadapi masalah seperti itu kita juga harus bersikap demikian. Kita harus menyemangati diri bahwa kita bisa melewati semua dengan Tuhan, sehingga kita tidak bersungut-sungut, menyalahkan orang lain terlebih Tuhan.
Contoh: Filipi 12 : 14.
Ketika dalam penjara Paulus tidak berargumen dengan Tuhan tetapi dia percaya bahwa apa yang dialaminya ada dalam rencana Tuhan. Dia berpikir dengan cara pandang Tuhan.
>Didalam masalah kita, pekerjaan, pelayanan, keluarga atau hubungan kita dengan orang lain mati kita menyemangati diri karena ada Tuhan yang bersama kita.
4. Menemukan penghiburan dalam penyembahan (Consolation in Worship)
Mazmur 42 : 9
Ketika kita mau menyelami dan mengingat kebaikan Tuhan kita akan menemukan bahwa kasih Tuhan begitu besar bagi kita. Mari kita bangun hubungan yang lebih erat dengan Tuhan melalui pujian dan penyembahan
Siapa Penyembah yang benar!
Ialah orang yang hatinya melekat kepada Tuhan. Yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kekuatan
dan akal budi.
Dan kita percaya bahwa dalam Pujian dan Penyembahan sering mujizat yang besar terjadi.
Kis 18 : 25 -26.
Masihkah kita memuji dan menyembah Tuhan? Mari kita menjadi Pribadi-pribadi yang memiliki kerinduan yang dalam akan Allah. Amin. Tuhan Yesus Memberkati.

 

Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 13 September 2024

error: Content is protected !!