THE YEAR OF HARVEST- 2

THE YEAR OF HARVEST

Tahun 2025 Tema Gereja kita yaitu PENUAIAN. Tentunya kita semua harus mempersiapkan diri untuk masuk dalam Penuaian. Dimulai dari urusan jasmani artinya apa yang kita tabur di tahun 2024 kebaikan, kemurahan, berkat yang telah kita lepaskan untuk menolong orang lain kita merindukan Tuhan memberkati kita, sehingga taburan itu dapat menjadi tuaian di tahun 2025. Oleh sebab itu kita perlu berdoa, mencari WajahTuhan dan meminta perkenanan-Nya, agar kita diijinkan masuk dalam tuaian-Nya.
Tetapi yang menjadi masalah jika kita tidak menabur maka susah untuk kita menuai di tahun 2025.
Kita perlu introspeksi diri; Kalau tahun 2024 kita terlalu sedikit menabur, ayo di tahun 2025 ini kita belajar untuk menabur. Menabur kebaikan, kemurahan, sukacita menolong orang lain, memberkati orang, dst. Sederhana sekali. Karena Alkitab mengatakan, apa yang di tabur orang itulah yang akan dituai.
2. Penuaian Jiwa.
Dimana setiap orang punya tanggung jawab untuk melaksanakan Amanat Agung, membawa jiwa kepada Tuhan.
Matius 28 : 19.
Karena pada satu hari nanti tiap orang akan berdiri dihadapan Tuhan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Apakah sorga akan memberi apresiasi atau tidak? Itu yang jadi pertanyaan.Jangan kita berpikir bahwa kita telah melayani misalnya kita menjadi Diaken, WL, Singer, Pemain musik,dst. Itu memang baik karena itu juga bagian dari pelayanan tetapi kita perlu juga untuk bersaksi kepada orang lain, tentang perbuatan Tuhan dalam hidup kita karena siapa tahu ada orang yang dapat dimenangkan lewat kesaksian kita. Jadi tugas kita yaitu: “Pergillah jadikan semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.”
Target kita yaitu orang itu diselamatkan dan bangkit menjadi Manusia Baru, Percaya dan melakukan Firman Tuhan.
Apa tindakan Tuhan?
Sejak manusia jatuh dalam dosa manusia itu bersembunyi ….
>Tuhan sudah bertindak. sejak awal, ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Tuhan mencari Adam.
Setelah itu Tuhan menyelamatkan Adam, dengan korban darah yang pertama ketika Tuhan membuatkan pakaian bagi Adam dan Hawa dari kulit binatang agar menutupi ketelanjangan mereka.
Mereka berpeluang masuk dalam keselamatan sekalipun dosa masih melekat pada mereka.
Contoh: Kain membunuh Habel.
Tuhan menyelamatkan Adam tetapi manusia di bumi semakin bertambah banyak kemudian mereka jatuh lagi dalam dosa, muncul Nuh. Seluruh dunia dimusnahkan dengan air bah. Tetapi Nuh beserta Istri, ketiga anak dan menantunya diselamatkan. Dan sesudah air bah manusia jatuh lagi dalam dosa dan Tuhan memanggil Abram dari Haran dibawa ke Tanah Perjanjian. Dari Abram menjadi Abraham lalu muncullah Ishak . Dari Ishak muncullah Yakub. Yakub menjadi Israel dan dari YakublahTuhan membentuk suatu bangsa menjadi milik kepunyaan Tuhan.
Apa syarat Israel menjadi suatu bangsa?
3. Tuhan Membangun Satu Bangsa Pilihan-Nya.
Bangsa Israel – dengan Ketentuan-Nya.
1.Bangsa Israel yang Dipimpin Tuhan – Theokrasi.
>Theokrasi yaitu sistim pemerintahan, dimana Tuhan menjadi nomor satu.Tuhan yang menjadi Raja.
2.Bangsa Pilihan dengan Hukum Tuhan – Hukum Taurat.
>HukumTaurat dengan 5 Kitab: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan. Disebut: Kitab Musa atau disebut Pentatukh dalam bahasa Ibrani.
3.Bangsa Pilihan dengan Teritorial Tuhan – Tanah Perjanjian.
Apakah semua sudah aman? Tidak!
Genetik Dosa> sudah melekat di hati manusia- Akibatnya:
-Perilaku (tabiat) dosa mengikuti.
>Bangsa Israel disebut tegar tengkuk, bagaimana mereka melihat mujizat yang dilakukan Tuhan, 10 tulah terjadi di Mesir, mereka melihat ada tiang awan dan tiang api, mereka melihat laut Teberau terbelah dua tetapi perilaku dosa tetap mengikuti mereka.
Mereka menyembah patung lembu emas; Datan, Korah dan Abiram ditelan oleh bumi beserta seisi rumah mereka karena menista TUHAN;
-Hukum Taurat Ketat – Tetapi Manusia Tetap Memberontak.
Roma 3 : 10 – 12
10 seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
11Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.
12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.
Setiap kali berdosa > Harus ada korban.
Sampai suatu hari – Tuhan JEMU…
Yesaya 1 : 11 ” Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?”
firman Tuhan;
“Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai.
>Israel berulang-ulang jatuh.
Perenungan bagi kita:
Ketika kita melakukan ritual agama kita; ritual ibadah kita, hati-hati saudara jangan kita seperti orang yang membawa
korban banyak-banyak tetapi ketika kita pulang kita tobat-kumat. Memang Hukum Kasih Karunia ada, sekalipun dosamu merah seperti kermizi akan menjadi putih seperti salju, tetapi ingat saudara keselamatan itu bisa meninggalkan kita.
Bagaimana sikap kita membawa Persembahan?
Seperti Orang Majus.
A. Disertai sikap menyembah.
B. Disertai rasa hormat, kagum dan gentar.
C. Disertai Ucapan Syukur atas kebaikan-Nya.
Orang Majus mau datang tersungkur menyembah sekalipun Orang Majus itu adalah Raja-raja dan mereka datang menyembah kepada Yesus yang masih kanak-kanak. Tetapi mengapa orang majus melakukan? Karena mereka memiliki Pengertian dan Iman.
– Nuh dan Keluarganya:
-Delapan Orang dari seluruh dunia yang diselamatkan Tuhan dari air bah.
Kej 8 : 20 Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi Tuhan; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnya beberapa ekor, lalu mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya; “Aku tak akan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat sejak dari kecilnya, dan Aku tak akan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.”
Perenungan:
Ketika Anda membawa korban persembahan biarlah Tuhan mencium Bau persembahan itu.
Sikap hormat, kagum, dan gentar disertai dengan hati yang penuh ucapan syukur inilah yang dicium oleh TUHAN.
>Orang Israel ditolong Tuhan, dibentuk menjadi Umat Pilihan Tuhan. Alkitab mengatakan Hati Tuhan terpilat kepada nenek moyang mereka, tetapi bangsa itu jatuh bangun dalam dosa; Apakah Tuhan berhenti untuk menyelamat kan manusia? Tidak !
Karena MAHA KARYA TUHAN harus tetap berjalan > Manusia Masuk Sorga.
Caranya bagaimana? Tuhan Yesus datang jadi Korban – dan Membentuk Umat Pilihan-Nya.
Siapa bangsa yang jadi Umat Pilihan Tuhan?
A. Setiap Orang yang mau percaya.
B. Setiap orang yang menuruti Firman.
C.Menjadi Imamat yang Rajani.
1 Petrus 2 : 9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberita- kan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib;
Prinsip Hidup sebagai Anak Tuhan
1. Umat yang dipilih, artinya :
– Diadopsi (perubahan status) dari gelap kepada terang Tuhan.
• Diberikan identitas Baru (Penguasa sorga mengakui kita sebagai Milik-Nya).
Konsekuensinya:
• Tidak melakukan “APA” yang diinginkan.
• Melakukan “APA” yang Tuhan inginkan.
Pergumulan Rasul Paulus:
Roma 7 : 21 – 23
21 Demikianlah Aku dapati hukum ini: Jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.
22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah.
23 tetapi di dalam tubuhku aku melihat hukum-hukum lain yang berjuang melawan akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada didalam anggota- anggota tubuhku.
Perenungan:
-Contoh: mengampuni terasa sukar sekali karena bertentangan dengan keinginan daging kita.
-Yang baik ingin kulakukan tetapi yang jahat ada padaku.
▪Mau tidak mau hidup orang kristen harus dikuasai Roh Kudus.
▪Kalau kita dituntun Roh Kudus maka Roh kita semakin kuat, daging kita semakin lemah.
Cara Paulus menjadi PEMENANG:
24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
Paulus menyebut manusia celaka yaitu manusia dagingnya yang melakukan dosa: menganiaya dan membunuh Orang Kristen.
▪Siapa yang melepaskan aku dari tubuh maut ini?
25 Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus Tuhan kita.
>Taruhkan dalam hati di dalam nama Yesus ada Peperangan tetapi di dalam nama Yesus ada Kemenangan.
Bagaimana memperoleh Kemenangan dalam nama Yesus
Ucapkan Syukur kepada-Nya.
Pujilah nama Tuhan.
Pakailah Nama Yesus karena ada Kuasa dan Otoritas di dalam-Nya.
Kita percaya Sakit penyakit disembuhkan,Ekonomi dipulihkan, Pelayanan diberkati Tuhan.
Pakailah nama Yesus sebagai modal besar bagi kita dalam menjalani kehidupan ini, sebab Yesus berkuasa jauh lebih besar dari apa yang kita hadapi. Amin.Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah by : Pdt. Honny Supit Sirapanji,M.Th.
Ibadah Raya GBI Menorah, 12 Januari 2025

error: Content is protected !!