I TRUST IN YOU (part 2)

I TRUST IN GOD
Kita akan melanjutkan serial khotbah bulan yang lalu tentang ” I Trust In God.”➡ ” AkuPercaya pada Tuhan.”
Mazmur 31:15
Tetapi aku kepada-Mu Tuhan, aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: “Engkaulah Allahku!”
Percaya disini bukan hanya sekedar percaya bahwa Tuhan itu ada. Sebab jika demikian Iblis juga percaya dan mereka gemetar. Percaya adalah ketika kita mengenal DIA secara pribadi; Percaya yang disertai oleh iman, ketaatan dan penyerahan diri kepada Tuhan.
Dalam khotbah sebelumnya kita sudah belajar ada 2 pengertian dari kata Percaya (Ingg) yaitu:
1. Believe adalah keyakinan bahwa sesuatu itu riil atau nyata. Bersifat internal atau subjektif.
Contoh: Mr. Jozef is a man.
2. Trust berbicara tentang keyakinan karena kedekatan atau hubungan pribadi yang intim. Seperti dengan Tuhan atau seseorang.
Contoh: I trust in God; I know my wife; I know my parents.
Apa arti percaya pada Tuhan:
1. Menyerahkan kendali hidup kepada-Nya.
Amsal 3:5-6
Contoh: Abraham dipanggil Tuhan >  Kejadian 12:1-4
♡Iman sejati tidak menuntut kepastian rencana, tapi percaya pada Tuhan yang membuat rencana.
2. Setia ditengah masalah dan ketakutan
Maz 56:4 Waktu aku takut aku ini percaya kepada-Mu;
Contoh: Daniel di Goa Singa.
Daniel tetap berdoa walau tahu resikonya > Daniel 6:11
♡ Percaya kepada Tuhan berarti kita tetap setia dan berani walau ancaman dan ketakutan datang.
(Pelajaran yang lalu).
3. Menghasilkan Damai Sejahtera
Yesaya 26:3 Yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.
♡Ketika kita percaya pada Tuhan maka kita akan memiliki damai sejahtera, sukacita, dan ketenangan.
♡Dan kita tahu bagaimana pun keadaan kita ada Tuhan yang akan menolong kita. Ada malaikat-Nya yang akan diutus-Nya untuk menolong kita.Dia butuh seruan dan teriakan minta tolong kita kepada-Nya.
Contoh: Yesus meredakan badai > Markus 4:35-41
35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang .”
36 Mereka meninggalkan orang banyak itu. Lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu dimana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur- nyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa? ”
39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
40 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya.
41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya.
Keadaan murid-murid ketika terjadi badai:
1. Ketakutan dan panik > Markus 4:38
2. Kurangnya iman > Markus 4:40
Pelajaran:
Ada masalah yang besar, yang terkadang membuat kita takut dan panik.
Apa yang harus dilakukan:
A. Lihatlah, sadarilah dan alamilah kuasa Tuhan dalam hidup ini
Markus 4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu:
“Diam!” Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
♡ Dengan Iman kita percaya ada Tuhan dalam hidup kita.Kalau belum punya kuasa Tuhan, mintalah.
Pelajarannya:
♡ Pengalaman pribadi dengan Kuasa Tuhan dapat menguatkan iman dan terkadang diperlukan untuk kita melihat siapa Yesus sebenarnya.
▪Untuk kita melihat kuasa Tuhan mungkin perlu badai yang tidak dapat kita atasi supaya kita bisa tahu Tuhan kita jauh lebih dahsyat dari apapun disekitar kita.
B. Kenalilah siapa Tuhan kita
“Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya.”
♡ Rasa takut mereka berubah menjadi pengakuan dan kekaguman akan keilahian Yesus.
♡ Waktu pertama kali murid-murid mengalami badai ada Tuhan di perahu mereka. Ketika mereka menghadapi badai yang ke dua ada Tuhan yang datang pada mereka, Sehingga dari sini kita belajar apapun masalah kita, Tuhan itu tidak akan meninggalkan kita.
♡ Iman berkembang dari keraguan kepada pengenalan. Dari pertanyaan menjadi kepercayaan.
♡ Mungkin kita bertanya siapa Tuhan? Bagaimana Tuhan menolong, Bagaimana Tuhan menopang? TETAPI ketika kita minta pada Tuhan maka Tuhan akan memberikan pada kita tepat waktu-Nya. DIA akan menunjukkan otoritas-Nya kepada kita.
Kesimpulannya:
♡ Saat badai kehidupan datang kepercayaan kita kepada Tuhan memberi ketenangan ditengah kekacauan.
“YESUS TIDAK MENJANJIKAN HIDUP TANPA BADAI, TAPI DIA MENJANJIKAN HADIR DALAM BADAI.”
Tetapi apakah kita tidak punya masalah? Faktanya semua orang punya masalah dan masalah kita berbeda dan jawaban Tuhan juga berbeda.Tetapi ketika kita punya masalah, harusnya kita tahu Tuhan akan menyelesaikan masalah kita tepat waktunya.Karena itu percayakan hidup kita kepada Tuhan.
4. Membuka Jalan Mujizat
Markus 9:23 Jawab Yesus: “Katamu: Jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya!”
♡ Percaya pada Tuhan bahwa janji-Nya akan tergenapi bagi kita.Mujizat itu akan terus datang dalam hidup kita.
♡ Tetapi terkadang ditengah proses, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.
Contoh: Abraham, janji Tuhan akan tergenapi tetapi prosesnya untuk sampai kepada janji itu sangat panjang.
♡ Dalam kehidupan kita Tuhan berjanji akan menolong; Ketika kita sakit Dia akan menyembuhkan; Ketika kita berbeban akan diberi jalan keluar. Tetapi kita tidak pernah tahu kapan itu terjadi. TETAPI ketika kita percaya pada Tuhan maka semua pasti TERJADI.
Contoh: Perempuan yang sakit pendarahan 12 tahun.
Markus 5:25-34
Diceritakan tentang perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun.Dia sudah berobat pada banyak tabib, menghabiskan banyak hartanya tetapi tidak sembuh, malahan makin parah. TAPI ia mendengar tentang Yesus dan ia percaya kepada-Nya.Dia berkata dalam hatinya asal Kujamah jumbai jubah-Nya aku pasti sembuh.
Bagaimana dengan kita, mungkin kita berdoa tentang sakit kita; keluarga kita; pekerjaan kita; rumah tangga kita. Dan kadang Tuhan memberikan prosesnya melampaui pikiran kita tetapi dari sini kita belajar bahwa jika Tuhan mengijinkan masalah itu, supaya kita percaya kepada-Nya dan Tuhan akan menyediakan jalan keluarnya bagi kita.
Demikian pula yang terjadi dengan Perempuan Pendarahan ini. Ketika dia bertindak menjamah jumbai jubah Tuhan Yesus maka seketika dia sembuh.
Pelajarannya:
A. Putus asa itu manusiawi
Markus 5:26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
Pelajarannya:
IMAN SERINGKALI MUNCUL DARI TEMPAT KEPUTUSASAAN TOTAL,SAAT TIDAK ADA HARAPAN MANUSIA LAGI.
B. Berharap kepada Tuhan itu Pilihan
♡ Kita sudah dengar Tuhan Yesus baik; Kita sudah dengar Tuhan Yesus menyembuhkan; kita sudah dengar Tuhan Yesus memberi Mujizat, TETAPI jika kita tidak mau percaya dan berharap pada Tuhan maka itu adalah Pilihan kita.
Contoh: Tuhan menciptakan Adam dan Hawa bukan seperti robot tetapi mereka diberikan kehendak Bebas (Free Will)
Markus 5:27-28
27 dia sudah medengar berita-berita tentang Yesus,maka ditengah- tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
28 Sebab katanya: “Asal saja kujamah, aku akan sembuh.
♡ Terkadang iman itu baru tumbuh ketika sudah mengalami banyak hal.
♡ Yudas Iskariot memilih menggantung diri dari pada bertobat.
Pelajarannya:
Iman yang sejati bisa bekerja dalam kesunyian tapi kuat dalam keyakinan pada Tuhan.
♡ Iman tidak dapat dilihat oleh mata tetapi dapat dilihat lewat tindakan kita.
“Mujizat bukan seberapa dekat kamu dengan Yesus tapi seberapa besar kamu percaya kepada-Nya.”
♡ Banyak orang yang bersentuhan dengan Yesus tetapi hanya Perempuan ini yang mengalami mujizat.
Karena Tuhan berkata: “Ada kuasa yang keluar dari diri-Nya bukan karena sentuhan tetapi karena Imannya pada TuhanYesus.
▪ Bagaimana dengan iman kita dihadapan Tuhan?
Mungkin doa kita sama dengan orang lain tetapi ketika Tuhan melihat iman kita Tuhanlah yang membedakan kita dari orang-orang di luar sana, yang tidak percaya pada Tuhan.
Aplikasinya:
● Saat menghadapi ujian, katakan: “Tuhan, aku percaya kepadamu.”
● Ketika doa belum dijawab, tetap bersyukur dan berserah.
● Jangan mudah putusasa, percaya bahwa Tuhan tahu waktu yang terbaik.
● Jadilah saksi yang hidup bahwa Iman kepada Tuhan adalah sumber kekuatan sejati.
“Iman bukan berarti tidak ada rasa takut, tetapi percaya kepada Tuhan meski rasa takut itu ada”
♡ Rasa takut tetap ada tetapi dengan iman kita percaya pada Tuhan
“Percaya kepada Tuhan artinya mempercayakan seluruh dirimu kepada-Nya bukan hanya sebagian”
♡ Tuhan mau memberikan hidup kita sepenuhnya kepada janji Tuhan akan tergenapi ketika kita punya rasa percaya dan pengalaman yang besar akan DIA.
Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 26 Oktober 2025

error: Content is protected !!