
“The Year of The Great Commission”
Sub-thema: YOKHEBED
Kita sudah belajar beberapa hal tentang Yokhebed, Perempuan hebat dari Tanah Gosyen.
1. A Right Woman in the wrong place – Perempuan yang Benar tetapi tinggal di tempat yang salah. Dia lahir di Mesir tetapi Mesir tidak lahir dalam hidupnya dan itu nampak dari pola hidup, tingkah laku dan tutur katanya tidak seperti orang Mesir.
2. A Right Woman living in the wrong time – Perempuan yang Benar tetapi hidup dalam waktu yang salah. KARENA dia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki pada waktu Firaun mengeluarkan sebuah Dekrit untuk membunuh semua anak laki- laki Ibrani degan cara melemparkannya kedalam Sungai Nil.
3. A Right Woman with The GREAT ACTION – Perempuan yang Benar dengan tindakan yang hebat.
Keluaran 2 :1-3.
ay. 1 Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi;
ay. 2 Lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya.
ay. 3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi sebab itu diambilnya peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan te’r, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu ditengah-tengah teberau di tepi Sungai Nil;
Perenungan:
♡Yokhebed melakukan tindakan hebat dengan membuat “Peti” Pandan.
– Bahasa Ibrani: Tebah atau Ark(Ingg) Box.
– Kata yang sama untuk Bahtera Nuh.
– Wadah terapung tanpa kemudi.
Tindakan yang Hebat > Arti Sungai Nil:
Bagi Firaun: tempat membuang bayi Ibrani adalah sikap bijaksana.
Keluaran 1:10
Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi dan –jika terjadi peperangan– Jangan nanti bersekutu dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dari negeri ini.
Apa yang dilakukan Firaun?
ay. 16 “Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup.”
▪️︎ Bagi Firaun tindakan membunuh dan membuang bayi Ibrani adalah tindakan yang bijaksana dalam pemandangan dia.
Aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari: Di zaman now, ada orang yang melakukan sesuatu yang keliru tetapi mereka menganggap tindakan keliru ini adalah tindakan yang bijaksana.
Bagi Yokhebed: Melepaskan Musa adalah sikap PASRAH kepada Tuhan.
♡ Melepaskan bayinya di Sungai Nil sebenarnya sama dengan membunuhnya, sekalipun diletakkan di atas peti pandan, karena anak ini akan dihanyutkan oleh sungai itu. Tetapi saudara-saudara, ini adalah tindakan menyerah kepada tuntunan Tuhan.
Pelajaran:
– Saat keadaan tidak lagi memihak.
Dapatkah kita berkata:
“Tuhan, apapun yang terjadi saya menyerahkan hidupku kepada-Mu.”
– Saat dunia tidak dapat lagi menolong.
Tuhan Yesus berkata: “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
– Saat semua pintu tertutup dan kita tidak dapat menemukan jalan keluar lagi, inilah waktunya bagi kita pasrah kepada Tuhan dan berkata; “Jadilah Kehendak-Mu.”
Seperti Nuh dan Bahtera terapung tanpa kemudi demikianlah sikap PASRAH itu kepada Tuhan.
Pelajaran tentang Bahtera Nuh:
– Dibangun di daerah Mesopotamia(Irak).
– Kandas di Pegunungan Ararat(Turki).± 800 km jauhnya dari Mesopotamia.
– Lamanya Nuh di atas bahtera 1tahun 10 hari.
Apakah Anda pernah mengalami kehidupan yang kaos yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi? Sudah berdoa namun tidak ada jalan keluar?
♡Ini adalah waktu yang terbaik. Seperti ketika Israel datang kepada Elia.
1Raja 18:30 “Datanglah dekat kepadaku!”
>Kenapa Israel mau mendekat pada Elia? Karena Baal sudah gagal.
Kel 2:3 Musa dalam peti pandan.Dialirkan di atas sungai Nil.
Ay 4 Diawasi oleh Miryam.
Ay 5 Tuhan tuntun ke puteri Firaun. Artinya Musa dilepaskan di tempat yang benar.
Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia ± 6700 Km melewati 9 negara. Sungai ini besar sehingga dapat dilewati oleh kapal. Diatad sungai Nil banyak predator yang hidup, sepeti buaya dan kuda nil.
Perenungan bagi kita:
Adakah Musa yang belum Anda lepaskan?
Milik apa yang engkau punyai yang belum Anda lepaskan?
Musa dilepaskan di lokasi yang benar.
Perenungan:
Dimanakah kita melepaskan Milik kita:
1. Talenta. Untuk Pelayanan? Atau untuk pribadi?
2. Waktu. apakah Bermanfaat:
– untuk Tuhan?
– untuk Diri sendiri?
3. Harta ▶️ Uang. Kita apakan? Apakah kita pakai untuk menabur dalam Pelayanan. Perhatikan:
– Benihnya:
♡Karena Tuhanlah yang memberi benih bagi Penabur.
– Musimnya.
♡Jangan menabur dimusim Tuai nanti diinjak-injak orang.
– Ladangnya.
Dimanakah Anda melepaskan talentamu, waktumu, hartamu? Apakah ditempat yang benar yang menyukakan hati Tuhan atau tidak?
Ay 6 Tuhan menjamah hati Puteri Firaun > Muncul belas kasihan.
Amsal 21 :1
Hati raja seperti batang air di dalam tangan Tuhan, dialirkan kemana Ia ingini.
>Tuhanlah yang mengendalikan HATI Penguasa.
▪️︎YUSUF.
Kisah 7: 9-10
ay. 9 Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia.
ay. 10 dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.
▪️︎EZRA:
Ezra 7:6 Ezra ini berangkat pulang dari Babel. Ia adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang diberikan TUHAN Allah Israel. Dan raja memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan Tuhan, Allahnya, melindungi dia.
♡Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang yang bermimpi.
♡Makanya sebelum Anda berbisnis doa dulu supaya Tuhan membuat berhasil.
Hasil Tindakan Iman YOKHEBED: Triple Blessing.
– Bayinya Selamat.
– Mendapat Upah
– Mendapat Perlindungan.
Ay 10 Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: “Karena aku telah menariknya dari air.”
♡Yokhebed memelihara Musa sampai berumur ± 3 tahun dan dia berhasil menanamkan nilai-nilai Kerajaan Allah kepada Musa, sampai kemudian Musa cinta kepada bangsanya sendiri.
♡Dididik dalam Iman yang benar. Ibr 11 :24 Karena Iman, maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun.
Pelajaran bagi Orang Tua:
-Kewajiban menanamkan Iman dan Nilai-nilai Kerajaan Allah.
Amsal 22 :6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
Kis 7 :22 Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya.
♡Musa dididik 40 tahun di Mesir dan dia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya. tetapi imannya terus
bertumbuh dalam hati.
Beberapa Prinsip Keluarga:
A. Menanamkan Iman Kristen.
♡Latihlah anak-anak untuk berdoa, memuji dan mendengar cerita Alkitab.
B. Menanamkan Cinta Tuhan.
Dengan membawa anak- anak ke tempat Ibadah.
C. Milikilah Wibawa Ilahi.
Mama dan Papa harus kerja sama dan memiliki Wibawa Ilahi untuk mendidik anak.
D. Milikilah Disiplin.
Orang tua harus menjadi teladan yang baik pada anak.
E. Disempurnakan oleh KASIH.
Kasih itu harus ada dalam Keluarga, maka Keluarga akan mengalami sesuatu yang ilahi:
– Mengajarkan anak untuk saling menyayangi.
– Kakak kepada adik dan demikian sebaliknya.
– Ajarkan anak-anak untuk mengampuni dan minta maaf.
– Dari kecil kita mengajar mereka sehingga kelak mereka dewasa kasih itu sudah tumbuh diantara mereka. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Khotbah by : Pdt. Honny Supit Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 10 Mei 2026