
“PETRUS – API ARANG.”
Jika membahas tentang “Api Arang” dalam Alkitab tentunya kita tidak bisa lepas dari sosok murid yang bernama Simon Petrus. Bagaimana Tuhan memanggil dia, dari seorang penjala ikan menjadi penjala manusia. Bahkan seseorang yang tidak terpelajar tetapi dipakai Tuhan secara luar biasa. Tetapi Simon Petrus juga kita kenal sebagai pribadi yang temperamental. Ia mudah terpancing emosi, cepat bereaksi dan sering terpancing bertindak lebih dulu sebelum berpikir matang. Karakternya yang meledak-ledak membuatnya berkali-kali membuat keputusan yang terburu-buru. Lihat saja ketika dia menetakkan telinga hamba Imam Besar. Yoh 18:10.
Ketika Yesus ditangkap dan diadili di rumah Imam Besar suasana sangat mencekam. Para murid yang tadinya berani berkata mau mati bagi Yesus tetapi saat itu mereka lari karena takut mengalami hal yang sama seperti Guru mereka.
♡Api Arang yang pertama menjadi saksi kegagalan Petrus karena dia menyangkal Tuhan 3 kali. Mat 26:34.
♡Api Arang yang kedua menjadi saksi pemulihan Petrus. Ditempat yang mengingatkan akan dosa, Tuhan tidak menghukum tetapi menyatakan Kasih Karunia-Nya. Yoh 21:15-17.
Pemulihan Petrus.
Yoh 21:7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka Ia mengenakan pakaiannya, sebab Ia tidak berpakaian lalu terjun ke danau.
Mengenakan Pakaian dan Terjun, artinya:
A. Pertobatan.
– Telanjang = Dosa.
– Menutup ketelanjangan = Bertobat.
B. Penghormatan kepada Tuhan.
C. Mengutamakan Tuhan dari ikan.
Yoh 21:9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.
Perenungan:
~ Melihat api arang Petrus ingat suatu malam yang dingin di Yerusalem saat dia menyangkal Tuhan 3 kali.
Matius 26:75 Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan.Yesus kepadanya: ” Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal aku tiga kali.” Lalu ia pergi keluar dan menangis dengan sedihnya.
Dampak Penyangkalan Petrus:
– Petrus malu.
– Petrus sedih.
– Bitterly – Pahit.
♡Bagi murid-murid yang lain terasa biasa saja tetapi tidak bagi Petrus. Peristiwa Api Arang membuat Petrus teringat pada suatu malam yang sangat dingin di halaman Imam Besar dan Petrus juga berdiri berdiang bersama- sama dengan mereka. Namun justru kenyamanan daging ini yang membuat Petrus jatuh dalam dosa karena dia menyangkal Tuhan 3 kali.
DOSA menimbulkan Rasa Malu. Roma 6:21
Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian.
● Dosa harus disadari dan disingkirkan…!
Galatia 6:8 Sebab barang siapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barang siapa yang menabur dalam Roh, Ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
Pelajaran:
A. Dosa : Penampilan Madu isinya racun.
B.Kenikmatan Sesaat yang Tidak Sepadan dengan Penderitaannya.
PETRUS: Sekarang Tuhan memperhadapkannya dengan Api Arang Bukan untuk Menghukum tetapi untuk MEMULIHKAN.
Kenapa Tuhan mau Memulihkan PETRUS, Sebab:
A. Ada Rencana Tuhan yang Besar.Karena Petrus dipakai Tuhan untuk menjadi Rasul bagi orang Yahudi.
B. Ada banyak jiwa yang menanti untuk diselamatkan, yaitu orang Israel.
C. Ada Domba yang akan digembalakan.Yoh 21:17.
Perenungan:
1. Tuhan menanti dengan Api Arang + Ikan dan Roti
Seolah-olah Tuhan Hendak Menjelaskan Bahwa:
A. Sekalipun engkau menyangkal Aku – Aku tetap Mengasihimu.
– Kasih tanpa syarat.
– Kasih yang Mengampuni.
– Kasih yang Memulihkan.
B. Karena engkau Bertobat Aku menyediakan BERKAT bagimu.
Undangan Tuhan Yesus: Yoh 21 :12,”Marilah dan Sarapanlah.”⬇️
Perenungan:
– Tuhan tahu keadaan mereka telah semalaman bekerja tanpa hasil.
– Tuhan menyediakan Berkat.
– Tuhan memanggil untuk Menikmati.
C. Pertama kali Aku memanggil engkau > Ikan menghampiri jalamu.
Metode Pengulangan bagi Petrus.
– Di tempat yang sama Tuhan Memanggil.
– Tuhan Mengubur Manusia Lama – Penjala Ikan.
– Datang Panggilan Kedua – Gembalakan domba.
D. Aku Tidak Berubah.
– Sanggup melakukan Hal yang Sama.
Ibrani 13 : 8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
Tuhan tetap mengingat kita
– Saat sakit – Dia sembuhkan.
– Saat Hilang – Dia Cari.
– Saat Susah – Dia hiburkan.
– Saat Lemah – Dia kuatkan.
– Saat Jatuh – Dia angkat.
Tuhan yang kita sembah, Dia tidak pernah berubah. Kasih-Nya tetap sama, Kuasa-Nya tidak berubah.Dia sanggup memulihkan kehidupan kita.
Pesan utamanya adalah bahwa Tuhan tidak hanya mengingat kegagalan tetapi menyediakan tempat pemulihan bagi kita.Tempat yang pernah menjadi saksi kejatuhan dapat diubah oleh Tuhan menjadi tempat pemulihan dan tempat memperbarui.panggilan kita. SEBAB itu tinggalkan “Api Arang kegagalan” dan datang mendekatkan diri pada “Api Arang” Kasih Karunia Kristus” Sebab Yesus Kristus tidak berubah. Dia tetap sama, dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Khotbah by : Pdt. Honny Supit Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 28 Juni 2026