
“PETRUS – API ARANG” part 4
Sub Tema: “Teror dari Tanah Filistin.”
Yohanes 18:18,”Sementara itu hamba-hamba dan penjaga-penjaga Bait Allah telah memasang api arang, sebab hawa dingin waktu itu, dan mereka berdiri berdiang disitu. juga Petrus berdiri berdiang bersama-sama dengan mereka.”
Kisah Api Arang merupakan kisah yang unik dan spesifik karena hanya ditulis dua kali oleh Rasul Yohanes. Peristiwa yang dialami oleh Petrus pada malam Yesus ditangkap.
Perenungan:
Api Arang yang pertama – Yohanes 18:18
Keadaan Yerusalem saat itu:
▪️︎ Suasana Mencekam.
▪️︎ Cuaca Dingin.
▪️︎ Semua butuh kehangatan.
▪️︎ Termasuk Petrus >Butuh Api untuk menghangatkan tubuh.
▪️︎ Tetapi inilah yang mencelakakannya.
Pelajaran:
Daging tidak boleh dipuaskan tetapi Harus dimatikan.
Kekalahan Petrus:
1.Oleh suasana > Mencekam
2.Harapan Palsu > Hangatnya Api – Yang diperoleh > Dakwaan..!!
3. Api Arang yang Membekukan.
Hatinya > Beku oleh Ketakutan
Perbedaan Petrus dan Daud:
▪️︎ PETRUS takut terhadap anncaman dan penderitaan Ketika ia dikenal sebagai Murid Yesus.
▪️︎ Petrus lebih memilih menyelamatkan dirinya sekalipun menyangkal YESUS 3 X yang sebenarnya dikasihinya.
TETAPI Berbeda dengan DAUD.. Ketika Goliat datang Menebar TEROR dan Ancaman bukannya Mundur dia malah MAJU, Padahal Perbedaan Ukurannya Mengerikan.
1Samuel 17:4-7
ay. 4 Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin.Tingginya enam hasta sejengkal.
ay. 5 Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga.
ay. 6 Dia memakai penutup kaki dari tembaga, dan dibahunya ia memanggul lembing tembaga.
ay. 7 Gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun, dan mata tombaknya itu enam ratus syikal besi beratnya.Dan seorang pembawa perisai berjalan di depannya.
Keterangan:
– Tingginya : 2.9 m.
– Baju perang 57 kg.
– Mata tombak 7kg.
Perenungan:
Seringkali ketika kita diperhadapkan dengan masalah yang besar, kita melihat diri kita kecil sehingga kita merasa tidak berdaya sehingga kapasitas kita semakin menurun.
Perkataan Goliat:
– Sangat provokatif 40 hari
– Bangga sebagai orang Filistin
– Orang Israel hanya hamba Saul
Perenungan:
Perkataan provokatif mengintimidasi tetapi yang short term tidak ada isinya(kosong).
Tetapi Perkataan Firman Allah tetap, tidak pernah berubah dulu sekarang dan sampai selama-lamanya.
Sikap Saul dan Israel:
ay. 11 Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang filistin itu,maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan > Raja Saul dan Israel ketakutan.
ay. 24 Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan > larilah mereka.
Perenungan:
Berapa banyak orang yang hari-hari ini mengalami tekanan ekonomi berat, kehilangan pekerjaan, utang, dst Ketidak pastian masa depan yang membuat sebagian orang putus asa. Mereka mulai meninggalkan persekutuan, malas berdoa dan akhirnya meninggalkan Tuhan.
Sikap Daud:
ay. 32 Berkatalah Daud kepada Saul: ” Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” > Daud menawarkan diri.
▪️︎ Ketika menghadapi persoalan orang sering merasa tawar hati tetapi melalui Daud kita belajar untuk tidak membiarkan ketakutan menguasai hati.
ay. 45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu. > Daud melawan atas nama TUHAN.
▪️︎ Jangan fokus kepada persoalan tetapi fokuslah kepada Tuhan yang adalah sumber pertolongan.
ay. 46 Hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepala dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang- orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, > Perkataan Iman menghasilkan Iman.
▪️︎ Kita harus memperkatakan pada persoalan bahwa persoalan kita akan selesai karena tangan Tuhan pasti menolong.
▪️︎ Target Daud bukan hanya Goliat tetapi seluruh orang Filistin artinya akar permasalahan harus diselesaikan.
ay. 49 lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari kantungnya, diumbannya, maka kenallah dahi orang itu, sehingga batu itu terbenam kedalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. > Daud MENANG.
▪️︎ Goliat mungkin jatuh pingsan dengan batu yang terbenam di dahinya tetapi Daud memenggal kepala Goliat dengan pedang Goliat itu sendiri. Senjata makan tuan.
▪️︎Kita akan menjadi penonton ketika Tuhan menyelesaikan persoalan kita.
Apa Rahasia Kemenangan Daud:
▪️︎ Tidak terjebak kepada apa yang dia lihat.
▪️︎ Tidak Fokus kepada Ukuran/ kekuatan lawan.
▪️︎ Daud melihat Kuasa Tuhan masa lalu. > Singa dan Beruang ditaklukkan.
▪️︎ Fokuslah kepada Tuhan, jangan fokus pada hasil.
▪️︎ Daud Menyamakan Goliat dengan singa dan beruang yang pernah ditaklukannya.
▪️︎ Sang Pendekar Goliat akhirnya tumbang di tangan Daud dan Filistin lari tunggang langgang.
▪️︎ Muncul semangat yang baru dari orang Israel, lalu mereka mengejar dan mengalahkannya.
Dari kisah ini memunculkan sebuah cerita kemenangan yang luar biasa dari seorang anak remaja yang mempunyai cara pandang yang berbeda dengan orang lain. Ketika orang lain melihat persoalan sebagai sesuatu yang harus ditakuti dan dihindari, Daud melihatnya sebagai kesempatan bagi Tuhan mendemonstrasikan kuasa-Nya. Karena itu Saudara-saudara ditengah dunia yang sedang bergejolak dengan berbagai tantangan dan masalah, marilah kita belajar memiliki cara pandang seperti Daud.Jangan melihat pada besarnya masalah tetapi pandanglah kepada Tuhan yang Maha Besar yang sanggup menolong kita. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Khotbah by : Pdt. Honny Supit Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 19 Juli 2026