12 Heroes and His Sidekick – Ishak & Ribka (Part 3)

Sub Tema : Conditional Love.
Didalam khotbah Gembala yang lalu kita sudah belajar tentang Musuh Keluarga Kristen.
Disharmonisasi : Penyebabnya :
• Kasih yang semakin dingin.
• Melihat Pembanding.
• Pekerjaan terlalu sibuk di dalam dan di luar rumah.
• The Power of Gadget.
Akibat dari disharmonisasi :
~ Bukan hanya dirasakan oleh pasangan tetapi juga anak.
~ Biasanya Muncul Pilih Kasih kepada anak.
Matius 22 : 39, Dan Hukum yang kedua, yang sama dengan itu ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Manusia yang dimaksud bukan hanya orang luar saja, tetangga,teman tetapi juga orang – orang yang ada dalam rumah kita seperti isteri, suami atau anak-anak kita.
> sering muncul perbedaan dalam keluarga.
Ishak dan Ribka
Ishak : Anak dari Abraham dan Sarah.
Isaac atau Ishak > Kebahagiaan. Bahasa Ibrani > tertawa> tersenyum.
Kejadian 21 : 6, Berkatalah Sara: “Allah telah membuat aku tertawa; Setiap orang yang mendengarnya
akan tertawa karena aku.”
Ribka : Anak Betuel: anak laki-laki dari Milka isteri Nahor – Saudara Abraham.
Ribka atau Rebecca : > menyatukan.

Apa yang aneh?
Kejadian 25 : 27,Lalu bertambah besarlah ke dua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.
28, Ishak sayang kepada Esau sebab ia suka makan daging buruan tetapi Ribka kasih kepada Yakub.
> Terjadi pilih kasih karena ada manfaat dari anak-anak itu pada kedua orang tuanya.
-Ishak sayang kepada Esau karena dia suka hasil buruan Esau
-Ribka sayang kepada Yakub karena Yakub suka membantunya dalam kemah.
> Jika ada pilih kasih dalam keluarga maka akan timbul perpecahan dalam keluarga.

Apa sih kesalahan orang tua dalam mendidik anak?
1. Terlalu mengatur.
Amsal 19 : 20, Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.
> Akibat orang tua banyak mengatur / menuntut, maka anak – anak menjadi sukar mengambil keputusan.
Mereka mudah stress dan tidak percaya diri.
>Tetapi sebaliknya jika orang tua dapat mengatur anak dengan porsi yang tepat maka anak akan berhasil dimasa depan.
2. Menegur secara berlebihan.
Efesus 4 : 32, Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah didalam Kristus telah mengampuni kamu.
> Sadari bahwa kita sebagai orang tua pernah melakukan kesalahan dan merasa senang jika kita mendapat maaf dari orang lain.
> Ketika anak-anak salah kita pasti menegur. Teguran yang tepat menjadi pelajaran, tetapi jika berlebihan akan membuat anak terintimidasi dan kehilangan rasa percaya diri.
> Teguran harus disertai kasih dan pengampunan.

3. Pilih Kasih.
Mazmur 103 : 13, Seperti Bapa sayang kepada anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
> Orang tua wajib memberi kasih sayang yang utuh bagi setiap anak dan memberi support atas apa yang mereka lakukan.
> Jika orang tua pilih kasih maka ada anak yang terabaikan. Biasanya cenderung menjadi apatis dan tidak mau berjuang lagi.

4.Sering membandingkan anak.
Kejadian 25 : 27.
> Jika orang tua mulai membandingkan antara anak yang satu dengan yang lain maka tidak akan ada lagi kasih dalam keluarga. Muncul kebencian, sakit hati dan kekecewaan.
> Anak yang diistimewakan akan menjadi super dan berubah menjadi sombong, sedang anak
yang kurang mendapat kasih sayang akan menjadi anak yang depresi.

5. Tidak meluangkan waktu maupun menghormati perasaan anak.
Kolose 3 : 21, Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
>Kita perlu meluangkan waktu untuk mengasuh anak. Jangan hanya menyerahkan pada baby sitter atau memberi mereka gadget.
>Miliki waktu kebersamaan dengan anak. Mengajak mereka ngobrol, bermain, jalan-jalan dst.karena dengan cara demikian kita dapat mengakrabkan hubungan dengan anak.
>Ketika kita menjaga perasaan anak maka anak-anak akan bertumbuh menjadi pribadi yang baik dan tahu menghormati orang tua.

6. Terlalu protektif.
Akibatnya :
a. Muncul ketakutan.
b. Tidak berani mengambil keputusan sendiri.
c. Liar dan susah diatur.

7. Mendisiplinkan anak didepan orang lain.
Matius 18 : 15, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia dibawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
> Jika kita menegur anak didepan orang lain maka hal itu akan menimbulkan rasa malu pada anak. Dan jika hal itu terus kita lakukan maka anak akan berubah menjadi penyendiri dan tidak mau lagi bergaul dengan orang lain. Akibatnya anak- anak tidak berkembang dalam hidupnya.
> Jika anak berbuat kesalahan tegorlah dia dibawah empat mata supaya tidak membuat anak malu.
> Miliki kasih. 1Kor 13 : 5.
Apapun kesalahan anak kita harus tetap mengasihi. Menegur mereka dibawah empat mata supaya anak merasa mereka tidak dipermalukan.

8.Tidak menerapkan peraturan.
2 Timotius 3: 16, Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
> Sebagai Pribadi yang mengenal akan Tuhan harus punya aturan dalam diri. Bangsa Israel punya 10 Hukum. Demikian pula dengan kita ada 2 Hukum yang pertama dan terutama(Mat 22: 37-38).
> Peraturan harus ada dalam keluarga, supaya anak-anak kita ada dalam jalur yang tepat.
9. Tidak bangga dengan prestasinya.
3 Yohanes 1 : 4, Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.
>Ketika anak-anak kita mencapai sebuah prestasi harusnya ada apresiasi disitu, dengan memberi pujian, dan dukungan.Tetapi terkadang orang tua punya standar tertentu sehingga tidak menghargai perjuangan anak. Tidak merasa bangga atas prestasi anak akibatnya membuat anak menjadi tawar hati dan kurang percaya diri.

10.Menjadi contoh yang buruk. Amsal 17 : 6, Mahkota orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.
>Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak, sehingga ada teladan yang dapat kita wariskan bagi mereka.

Ada 4 fase mendidik Anak :
•Fase satu: Disiplin (0 – 6) tahun.
•Fase dua : Pendidikan (6- 12) tahun
•Fase tiga : Pelatihan (12- 17) tahun.
•Fase empat: Persahabatan 17 – akhir hayat.

Didalam kedisiplinan kita mengajar hal-hal yang baik pada anak-anak kita.
Makeakhi 4 : 6, Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya.

Mari Bapak/Ibu/ Sdr. Kita mengoreksi hidup kita apakah kita kurang mengasihi anak-anak kita? apakah anak-anak terlalu dibiarkan atau diatur oleh kita dan kita tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk melangkah dengan kakinya sendiri, mengambil keputusan- keputusannya sendiri? Biar kita belajar menjadi Pribadi, Orang tua yang lebih baik lagi dihadapan Tuhan dan kita akan mendapatkan kasih sayang dari anak-anak kita. Amin.Tuhan Yesus memberkati.

error: Content is protected !!