12 Heroes and His Sidekick – Elkana & Hana (Part 2)

Elkana dan Hana

Baca : 1 Samuel 1 : 1 – 11.
> Ay 1 – 2, Diceritakan tentang seorang laki-laki dari Ramataim-zofim, dari pegunungan Efraim namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf dari suku Efraim mempunyai dua orang isteri. Yang seorang bernama Hana dan yang lain bernama: Penina. Penina mempunyai anak sedang Hana tidak.
> Ay 3, Selama bertahun-tahun Elkana selalu membawa keluarganya untuk pergi ke Bait Allah di Silo untuk berdoa dan juga untuk membawa persembahan kepada Tuhan.
> Ay 4 Pada hari mempersembahkan korban untuk Tuhan diberikannya kepada Penina dan anak-anaknya masing-masing sebagian
> Ay 5, Hana mendapat
1 bagian, karena dia tidak mempunyai anak.
• Jika dilihat dari pembagian ini sepertinya Elkana lebih mengasihi Penina, namun dalam bah. Ingg 1 bagian artinya double portion Membuktikan bahwa Elkana mengasihi juga Hana sekalipun dia mandul.
> Ayat 6, Penina menjadi sombong karena dia telah memberikan beberapa anak bagi Elkana.
>Ayat 7, Dari tahun ke tahun ketika mereka pergi ke Silo Penina selalu menyakiti Hana sehingga membuat Hana gusar dan menangis.
> Ayat 8, Elkana tahu kesusahan Hana dan dia tetap mendampingi untuk menghiburnya.
> Ayat 9 – 11, Hana membawa kepedihan hatinya pada Tuhan sambil menangis tersedu-sedu. Sebab tidak punya anak pada jaman itu merupakan aib. Lalu Hana berdoa dan bernazar kepada Tuhan: “Jika Tuhan memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki maka anak itu akan kuberikan kepada TUHAN.”
Pelajaran dari kisah Hana dan Elkana :
1.Istri Elkana mandul.
> Dalam setiap keluarga mempunyai masalah masing-masing.
2.Hana malu karena mandul.
> Seringkali masalah membuat kita malu.
3.Penina menghina Hana.
> Ada saja orang yang senang ketika kita dapat masalah.
4.Hana mencari Tuhan.
> Apapun masalah kita carilah Tuhan terlebih dulu.
5.Elkana tetap mengasihi Hana.
> Kasih Elkana tidak berkurang karena sebuah masalah.
6.Elkana melakukan kasih.
> Bukan hanya dimulut saja tetapi kasih harus dilakukan.
Pelajaran dari kisah Keluarga Elkana dan cerita tentang Keluarga Cemara:
• Kita melihat bagaimana seorang suami bertanggung jawab kepada masalah yang ada dalam rumah tangga.
• Elkana tahu isterinya mandul tetapi dia tetap membawa isterinya datang kepada Tuhan dan menyerahkan masalahnya pada Tuhan.
• Didalam Keluarga Cemara, sekalipun ada masalah dalam Rumah Tangga, tetapi suami ini tetap berusaha supaya keluarganya menjadi sejahtera.
Bagaimana dengan kita?
Apa tugas seorang Laki-laki/ Suami:
1. Menjadi seorang Imam.
Imam adalah seorang yang memimpin ibadah. Suami harus rohani supaya dapat memimpin keluarga untuk beribadah kepada Tuhan.
2. Menjadi seorang Nabi.
Nabi adalah pengantara antara Allah dan umat-Nya.
• Suami harus dekat dengan Tuhan supaya tahu siapa Tuhan dan dapat membawa keluarganya dekat dan mengenal Tuhan.
3. Menjadi seorang Raja Raja adalah seseorang yang memerintah, mengatur dan mensejahterakan rakyatnya. Bagaimana dengan suami?
Disini berbicara bukan soal otorita tetapi suami harus dapat mengatur dan mensejahterakan keluarganya.Efesus 5:25, Hai suami kasihlah isterimu, sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.
>Ketika suami mengasihi isterinya maka dia harus rela berkorban. Dia harus melindungi dan tidak boleh berlaku kasar. Ini prinsip Firman Tuhan.
4. Menjadi seorang Kepala. Sebagai kepala artinya menjadi pemimpin dan pemberi arah dalam keluarga.
> Adam lebih dulu diciptakan untuk mengatur taman Eden dan memberi nama bagi hewan-hewan tetapi hal itu tidak mengindikasikan derajatnya lebih tinggi dari Isterinya. sehingga suami beranggapan dia bos dirumah. Sebab jika demikian dia akan memandang rendah isterinya dan mengatur semuanya sesuai dengan standarnya, padahal suami isteri diciptakan Tuhan setara, serupa segambar dengan Kristus.
>Dalam bahasa Ibrani: Bapa artinya ABBA.
Kata ABBA ini berarti “sumber” sumber perlindungan, berkat, pertolongan, pengayoman dan teladan. Suami harus kuat dan perkasa untuk menolong keluarganya.
5. Berusaha mengetahui dan memenuhi kebutuhan isteri.
> Yang harus digaris bawahi : Kebutuhan bukan keinginan.
Apa tugas seorang Perempuan / isteri?
1.Perempuan sebagai Penolong. Penolong yang
sepadan bagi seorang laki-laki:
•Satu dalam pemikiran.
•Satu dalam perkataan.
•Satu dalam perbuatan.
>Suami isteri telah disatukan Tuhan menjadi satu daging artinya mereka harus sinkron dalam pemikiran, perkataan dan perbuatan.
>Didalam keluarga Isteri sebagai Penolong bukan sebagai Pengatur, sebab yang mengatur itu suami.
>Penolong harus lebih kuat dari yang ditolong.
Supaya bisa sejalan, seia sekata maka antara suami dan isteri perlu berdiskusi supaya ada kesepakatan bersama.
2. Perempuan sebagai Pendamping. Kej 2:;18, TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
• Dalam segala kondisi.
• Sampai maut memisahkan.
> Seorang laki-laki tanpa seorang perempuan sebagai pendamping tidak akan maksimal.
3.Perempuan sebagai penghibur.
Kej 20 : 20, Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung diudara, dan kepada segala binatang di hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
23, Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”
> Kehadiran Hawa menjadi sukacita dan penghiburan yang besar bagi Adam.
4. Berusaha untuk mengetahui dan mengetahui kebutuhan suami.
Apa tugas seorang Anak :
1. Menghormati orang tua.Kel. 20 : 12, Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
2. Menaati orang tua.
Efesus 6 : 1, Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
> Sebagai orang tua jangan hanya selalu menyalahkan terlalu banyak menuntut tetapi kita wajib memberikan kasih, perhatian dan support kepada mereka sehingga mereka akan bertumbuh menjadi pribadi yang baik dan penuh kasih kepada Tuhan dan sesama.
Rangkuman Pelajaran kita :
1. Urusan rumah tangga tidak dikerjakan sendirian tetapi bersama-sama.
2.Tugas dan tanggung jawab suami dan isteri dipertanggung jawabkan kepada Tuhan.
3.Anak adalah cermin orang tuanya.
Pastikan kita menjadi suami, isteri, anak yang berkenan dihati Tuhan karena semua yang kita lakukan dilihat oleh Tuhan. Dan biarlah semuanya itu menyenangkan dihati Tuhan.Tuhan Yesus memberkati, Amin.

Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji, S. Kom
Ibadah Raya GBI Menorah, 12 Febuari 2023

error: Content is protected !!