
Ada 3 jenis Dewasa, yaitu :1.Dewasa Badani ; 2.Dewasa jiwani; 3. Dewasa Rohani.
– Dewasa badani, yaitu pertumbuhan dari bayi,kanak-kanak, remaja, pemuda, dewasa, lalu menjadi tua.
– Dewasa Jiwani, yaitu orang-orang yang logikanya menjadi baik atau sehat. Jiwa harus diisi dengan Firman Allah. Karena apa yang saudara dengar, baca dan lihat itu terekam di jiwa.
– Dewasa Rohani, terlihat dari buah kehidupannya. Perkataannya, tingkah lakunya, sikap hidupnya.Ketika dia menghadapi persoalan dan tekanan dia akan bersikap dengan benar dan bertindak sesuai firman Tuhan. Pembelajaran kita hari ini :
Kisah Nabi Elisa dengan anak- anak yang ada di Bethel. 2 Raja 2 : 23 – 24, “Elisa pergi dari sana ke Betel. Dan sedang ia mendaki, maka keluarlah anak- anak dari kota itu, lalu mencemoohkan dia serta berseru kepada-nya: “Naiklah botak, naiklah botak!” Lalu berpalinglah ia kebelakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknya mereka demi nama Tuhan. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik- cabik dari mereka empat puluh dua orang anak.” Perenungan :
- Hari ini Elisa datang dari Yeriko, dia berangkat ke Betel.
Yeriko dikenal sebagai “Palm City” atau kota pohon korma dan disebut juga “Perfume City” atau kota wangi-wangian. melambangkan tentang duniawi. Jadi Yeriko (duniawi) pergi ke Betel (Rumah Tuhan). Ini adalah gambaran perjalanan penginjilan atau pelayanan. Pada waktu itu
Betel telah menjadi rusak karena dipakai sebagai tempat penyembahan berhala. Itulah sebabnya Elisa terpanggil BERKHOTBAH supaya Betel itu bertobat.
Berita Injil harus terus menerus dikumandangkan…!
- Elisa Mendaki.
Dia mendaki dari Yeriko ke Betel. Yeriko kota terendah 300 meter dibawah permukaan laut sedang Betel ada di perbukitan.
Mendaki secara rohani diartikan :
– Orang yang membayar harga ketika melayani. Melayani adalah sebuah Nasar yang harus dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan. Ada bagian yang Tuhan kerjakan dan ada bagian yang harus kita kerjakan. Tuhan memberi otoritas dan memberi kesempatan pada kita maka kita harus bekerja sama. Untuk itu kita harus :
– Usaha mencari Tuhan yang diatas.
– Jangan terlalu sibuk dengan yang ada dibawah.
Urusan dibawah yaitu keinginan mata; keinginan daging; dan keangkuhan hidup. Kita harus mencari perkara diatas karena perkara yang dibawah adalah kesia-siaan. Yesaya 13 : 2, “Naikkanlah panji- panji di atas gunung yang gundul, berserulah terhadap mereka dengan suara nyaring; lambaikan tangan supaya mereka masuk ke pintu-pintu gerbang para bangsawan!” Yesaya 11 : 10, “Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku- suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.” Pembelajaran : Panji itu berasal dari pangkal Isai. Isai melahirkan Daud. Dan keturunan Daud melahirkan Yesus. Jadi jika kita sedang mengibarkan Panji itu artinya kita sedang mempermuliakan nama Yesus.
- Hati Elisa sedang menyala-nyala untuk Tuhan.
– Dia menutup usahanya. Meninggalkan ladang dan dua belas pasang lembunya.
– Elia datang memanggil dan memberikan jubahnya.
– Melihat banyak mujizat.
– Mendapat urapan ganda dari Elia.
– Siap KKR di Betel, karena Betel sudah menjadi tempat penyembahan berhala.Apa yang terjadi?
– Dia disambut olok-olok.
– Elisa marah dan mengutuk.
– Beruang mencabik empat puluh dua orang anak.
– Kenapa KEJAM sekali?
Mengapa hanya sebuah omongan dari anak-anak dan mereka dicabik-cabik oleh beruang?
Pelajarannya : Anak- anak dalam Bahasa Ibrani yaitu Naar bukan berbicara anak-anak balita tetapi orang muda. Kata yang sama dipakai untuk Ishak. Kej. 22 : 5- 6.
– Yusuf, Kej. 41: 12 : 46.
– Rehabeam, 1 Raja 12 : 8.
Jadi kata “anak” yang mengolok Elisa di Betel adalah orang yang sudah USIA
dewasa secara badani tetapi kanak-kanak secara sifat; karakter; perbuatan.
Hal yang mengecewakan Elisa adalah :
- Mereka ada di BETEL – Rumah Tuhan.
Pada waktu itu Betel dipakai sebagai tempat menyembah patung lembu jantan. 1 Raja 12 : 28 – 30, Sesudah menimbang-nimbang maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas dan ia berkata kepada mereka: ” Sudah cukup lamanya kamu pergi ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-alahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.” Lalu ia menaruh lembu yang satu di Betel dan yang lainnya ditempatkan di Dan.Maka hal itu menyebabkan orang berdosa, sebab rakyat pergi ke Betel menyembah patung yang satu dan ke Dan menyembah patung yang lain.
1.Kita adalah Rumah Tuhan:
– Roh Kudus diam didalam kita, Buktinya :
– Kita percaya Yesus adalah Tuhan.
1 Korintus 12 : 3, “Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.”
- Buah yang dihasilkan adalah Buah Roh; Buah Kebenaran. Jangan lagi buah daging: perkataan kotor, caci maki, fitnah, olok- olok, dan selanjutnya. Oleh sebab itu kita harus selalu minta untuk Tuhan mengoreksi hati kita, supaya hati kita bersih dan boleh berkenan kepadaNya.
- Memandang rendah hamba yang sedang melayani artinya:
Tidak menghormati Tuhan. Sikap Tuhan kepada hambaNya. Yoh 12 : 26,dihormati Bapa. Roma 14 : 8, Berkenan kepada Allah dan dihormati oleh manusia.
- Mereka memandang rendah pada kekurangan orang lain, padahal semua orang punya kelemahan. Anak sulung ada dirumah Bapa tapi bersungut- sungut. Anak bungsu pergi berfoya-foya tapi bertobat.
- 42 orang dicabik- cabik beruang karena semua bersalah-kompak. Roma 3: 23.Semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.
- Pergaulan yang salah, artinya: ikut melakukan, ikut menyetujui Roma1:32. Maka MAZMUR 1 : 1, Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.
- Tidak ada yang memimpin 42 anak ini : tidak ada yang menegur. Jadi betapa pentingnya kita ada dalam persekutuan. Anak atau Naar(Ibr) mudah diombang- ambingkan.Keadaan kanak-kanak rohani atau “Kristen Situasional.”Jalan keluarnya adalah :
+Jaga asupan makanan rohani yang cukup. Baca firman, dengar khotbah,dengar nasihat orang tua, dengar nasihat orang lain, melihat dan mengalami mujizat.
- Melayani Tuhan adalah yang terbaik. Sebab pergaulan kita pasti yang terbaik dan akan mendapat pengaruh yang rohani.
- Miliki pengurapan yang baru. Samuel pengurapan imam; Daud pengurapan raja; Elisa pengurapan nabi. Khotbah disampaikan sesuai tuntunan Tuhan supaya kita bertobat dan selau ada di jalan Tuhan. Amin.
Tuhan memberkati kita semua.
Khotbah by : Ps.Honny Supit Sirapanji Mth.
Ibadah Raya GBI Menorah, 19 September 2021