
Ada begitu banyak orang diluar sana yang tidak punya chance atau kesempatan, begitu banyak orang- orang yang sebenarnya masih merindukan Tuhan. Di tempat- tempat lain di belahan bumi, ada orang yang dengan susah payah untuk bisa mengadakan persekutuan. Kita beruntung karena punya waktu dan kesempatan, bisa beribadah memuji dan menyembah Tuhan. Ingatlah jika ada halangan kecil, abaikanlah tetap datang beribadah,sebab mendengar suara Tuhan, memuji menyembah Tuhan mahal harganya; sebab pada suatu hari nanti orang akan pergi ke barat dan timur cari firman Tuhan dan mereka tidak menemukannya. Setiap Khotbah,nasihat,mendatangkan pengharapanAdult atau dewasa; sama arti/ mirip dengan maturity. Tetapi Adult cendrung kepada fisik dan maturity kepada karakter.
Ada 3 jenis dewasa :
1. Dewasa secara rohani :
Apa itu dewasa secara rohani?
– Memiliki kesungguhan hati dengan Tuhan. Orang-orang yang sungguh hati
dengan Tuhan, dilihat lewat pergaulan setiap hari. ( sikapnya dan perkataannya akan
banyak berbicara tentang Tuhan.)
– Falling in love dengan Tuhan setiap hari ( terus merenungkan dan mengingat
kebaikan dan kasih Tuhan yang luar biasa). Sehingga perkataan syukur akan terus
mengalir dari hidup kita.
– Memiliki pengertian yang benar tentang Tuhan dan FirmanNya.
Artinya kita benar-benar paham dan mengerti tentang Tuhan dengan pengertian
yang benar.
Tuhan sangat mengasihi kita. Dia menjamin kebutuhan kita (sandang,pangan,papan)
bahkan memberikan life yaitu kehidupanNya dikorbankan diatas kayu salib. RohNya ada dalam diri kita dan kita menjadi orang percaya. Dijaman virtual ini kita bisa menemukan khotbah apa saja di YouTube, ada orang mencari khotbah yang menyenangkan telinga, membuat pikiran cerah dengan khotbah yang lucu menyukakan hati.
Tetapi kalau ada khotbah yang keras ” Bertobatlah sebab kerajaan Allah sudah dekat. Kalau hari ini engkau tetap tinggal dalam dosamu maka engkau akan masuk dalam api yang menyala- nyala. Orang tidak akan melihat. Jemaat yang dewasa rohani adalah orang yang mendengar sebuah firman yang melecut kita, seperti rotan mencambuk dan berkata :” Tuhan terima kasih” ini aku Tuhan bentuk aku seperti mauMu, You are the Potter and I’m the clay. Engkau adalah Penjunan dan aku tanah liat. Bentuklah aku sesuai kehendakMu, bentuk aku sesuai FirmanMu.
Ibrani 5 : 12 “Sebab sekalipun kamu,ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.” Anak-anak menyukai susu, makanannya adalah susu, persoalan adalah orang- orang yang secara badani sudah dewasa tetapi tidak pernah makan makanan keras. Yang dia makan adalah bubur lembut sehingga kekurangan gizi, menjadi kerdil sukar bertumbuh besar.
Bersukacitalah jika kita masih bisa mendengar perkataan- perkataan firman yang menyakiti daging kita. Hanya orang tangguh yang akan sampai pada garis akhir, orang-orang cengeng, lemah hati, malas cari Tuhan, orang-orang yang tidak sungguh-sungguh mencari dan melakukan firman tidak pernah sampai pada kesudahan. Orang- orang yang sudah berpuluh tahun menjadi Kristen tetapi masih berpikir, bergelut tentang baptisan air, tentang mengembalikan perpuluhan, yang masih bergelut soal kepahitan, sakit hati padahal sudah bertahun-tahun jadi orang Kristen tidak akan pernah sampai pada kesudahan.
Barang siapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang dewasa karena mempunyai panca indera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat. Kita mesti menjadi dewasa rohani, karena pada suatu hari nanti Tuhan Yesus akan datang pada kali yang ke 2 maka kanak- kanak rohani tidak akan pergi bersama Dia diawan- awan.
Orang- orang yang masih tinggal dengan childish tidak punya peluang untuk menjadi mempelai perempuan Kristus. Tetapi yang akan masuk kesana adalah orang- orang yang adult, maturity, orang- orang yang dewasa rohani akan masuk kedalam kerajaan kekal.
2. Dewasa Jiwani :
Adalah orang-orang yang
– Memiliki pikiran Kristus.
1 Korintus 2 : 16, “Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan,
sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”
-Kita perlu mendekatkan diri kepada Tuhan.
-Kita perlu mengetahui apa maunya. I want to be like Jesus.Visi Gereja kita :
Prepare the curch to be like Jesus.Mempersiapkan gereja menjadi sama seperti Yesus. Bagaimana menjadi sama seperti Jesus? Memiliki pikiran Kristus.
Perhatikanlah selama Tuhan itu ada didunia. Menghadapi kejahatan bagaimana sikapNya, ketika di olok-olok, ketika difitnah, ketika ditinggal, ketika orang menentangNya, ketika orang ingin membunuhNya bagaimana sikapNya? Orang yang memiliki pikiran Kristus adalah orang- orang yang menjadi sama seperti Yesus.
– Memiliki karakter hidup yang baik atau good character artinya tahan pada ujian, tahan pada pencobaan, tahan pada pujian, tidak jatuh ketika dia dipuji , tidak jatuh ketika dia disakiti orang. Karakter- karakter yang baik yang mempermuliakan nama Tuhan.
– Menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Banyak ide- idenya yang menjadi berkat bagi orang lain. Orang yang dewasa secara Jiwani adalah orang yang memberi support atau menjadi supporter bagi orang lain. Dalam hal apa saja.Dalam hal jasmani, dia memberi ide, memberi petunjuk. Bagi orang yang sedang bermasalah dalam rumah tangga suami dan isteri, dia datang membawa ide- ide baru menjadi berkat bagi orang lain. Pernahkah saudara mendengar kesaksian bahwa seseorang berubah karena mendengar sebuah perkataan?
Orang-orang yang dewasa secara Jiwani memberi inspirasi bagi orang lain; memberi perhatian ketika ada orang yang bermuka murung, membagi kesaksian dan membangkitkan harapan orang itu bahwa dulu dia juga pernah mengalami hal yang sama dan Tuhan yang menolong. Dan hal ini yang dilakukannya, sehingga orang lain menjadi terinspirasi untuk keluar dari masalah mereka. Menjadi inpirator,maka kita perlu pertumbuhan yang baik.
Naik-upgrading setiap hari. Hidup kita harus diupgrade setiap hari. Kalau hidupmu tidak diupgrade,engkau tidak tahan menghadapi hidup ini. Makanya diperlukan keterbukaan hati dihadapan Tuhan: seperti Daud.Perkataan Daud.
Mazmur 26:2, “ujilah aku, ya Tuhan, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.”
Mazmur 139: 23, “Selidikah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”. Daud orang yang sangat dekat dengan Allah. Daud adalah the great king.Hati Daud terbuka dihadapan Tuhan, dia berani datang mengungkapkan isi hatinya pada Tuhan. “Tuhan, lihatlah apakah aku serong, tuntunlah aku pada jalan yang kekal” minta Tuhan mengoreksi hidupnya. Mintalah Tuhan mengoreksi kehidupan kita.,apa yang keliru pada hidup, Tuhan perbaiki. bersuka citalah jika ada orang yang mengoreksi kita. Paling baik jika firman yang mengoreksi dan kita akan berjalan di jalan yang kekal.
Tindakan Daud : Mazmur 26 : 4-8, “Aku tidak duduk dengan penipu, dan dengan orang munafik aku tidak bergaul; Aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, dan dengan orang fasik aku tidak duduk Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah, lalu berjalan mengelilingi mezbahMu, ya Tuhan, sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring,dan menceritakan segala perbuatan Mu yang ajaib. Tuhan, aku cinta pada rumah kediamanMu dan pada tempat kemuliaanMu bersemayam.” Perenungan:
Jika lingkungan saudara jahat, tidak baik, jelas-jelas penipu yang merancangkan hal yang jahat bagi orang lain, segera tinggalkan.
Ay 6, “Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah, lalu berjalan mengelilingi mezbahMu, ya Tuhan.” Ini berbicara tentang beribadah sambil mencari wajah Tuhan.
Ay. 7, “sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring, dan menceritakan segala perbuatan Mu yang ajaib. Ini berbicara tentang pujian,penyembahan dan pemberitaan tentang kabar baik kepada orang lain.”
Ay.8, “Tuhan, aku cinta pada rumah kediamanMu dan tempat kemuliaanMu bersemayam.” Sebuah ayat yang fenomenal dan Daud membuat statement yang luar biasa. Daud adalah orang yang sangat dekat dengan Tuhan. Tindakannya adalah betul- betul orang yang sangat mengasihi Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan sangat mengasihi Daud.
3. Dewasa badani – usia.
Generasi indonesia – tahun 2020 berjumlah 270.200.000 jiwa.
– Pos Gen Z- 7 thn:29,40jt 10,88%
– Gen Z: 8-23 thn :75,49jt 27,94%
– Milenial 24-39thn:69,90jt 25,87%
– GenX. 40-55thn:59,12jt 21,88%
– Baby boomer:56-74 thn: 31,24jt 11,56%
– Pre baby Boomer : 75thn keatas: 5,05jt 1,87%
Ini adalah usia,orang-orang yang dikelompokkan didalam batas usia.Tentu yang disebut dewasa adalah orang- orang yang berusia diatas 18 tahun. Pertanyaannya apakah orang- orang yang dewasa secara badani apakah langsung otomatis dewasa secara jiwani dan rohani? Tidak! Orang yang dewasa secara badani belum tentu dia dewasa secara karakter dan dewasa secara rohani.
Bahkan sekarang anak- anak yang masih kecil tetapi pemikiran dan sikap hidupnya sangat dewasa secara rohani.
Banyak anak- anak kecil sekarang jauh lebih dewasa rohani dari orang tuanya. Hal-hal yang menopang kedewasaan :
A. Firman Tuhan, syaratnya: Firman itu harus dibaca, didengar, direnungkan dan dilakukan. Firman jangan biarkan datang, pergi dan berlalu tanpa meaning tanpa arti apa-apa dalam hidup kita. Usahakanlah firman itu tinggal didalam hati dan pikiran kita.
B. Teguran dan Nasihat. Amsal 23 : 14, Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati. Cintailah nasihatRotan itu baik, didikan itu baik.
C. Persoalan atau pergumulan hidup.
Setiap orang punya masalah masing- masing. Semakin kita dewasa semakin besar beban dalam hidup ini. Kalau kita punya persoalan bersyukurlah sebab itu membuktikan kita masih hidup dan orang yang menolak persoalan dia tetap kerdil dan tidak dewasa.
Saudara- saudara, mari kita bertumbuh jadi dewasa. Bacalah firman, dengarkan, renungkan dan lakukan dalam kehidupan sehari- hari Prakekkan! Dimana kita mempraktekkan, yaitu dimulai dari keluarga, Cool, ditempat kerja, tempat komunitas kita setiap hari. Cintailah didikan dan teguran, dan hadapi persoalan secara gentleman. Hadapi persoalan dengan gagah perkasa.
Percayalah ketika Pengurapan itu ada didalam hidup kita Dia akan menjadikan kita bukan hanya sebagai Pemenang, tetapi lebih dari Pemenang. Amin. Tuhan Memberkati.
Khotbah by : Ps.Honny Supit Sirapanji Mth.
Ibadah Raya GBI Menorah, 12 September 2021