Apa yang di kejar

“APA YANG DIKEJAR.”

Baca : Mazmur 73 :1 -28.

3 Sebab aku cemburu kepada pembual-
pembual, kalau aku melihat kemujuran orang fasik.
4 sebab kesakitan tidak
ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka;
Mazmur ini ditulis oleh Asaf, seorang keturunan Lewi yang diangkat oleh raja Daud menjadi kepala para pemusik di dalam Bait Allah. 1 Taw16: 4 – 5.
Tetapi suatu hari dalam pergumulannya Asaf melihat orang – orang fasik lebih beruntung hidupnya daripada dirinya.Asaf menjadi cemburu dan irihati pada mereka.
> Didalam hidup ini kita juga sering mengalami hal yang yang sama terhadap orang-orang didekat kita yang notabenenya mereka hidup jauh dari Tuhan tetapi keadaannya lebih baik dari kita. Mereka hidup mewah, tidak sakit, usahanya berhasil, tetapi benarkah demikian?
Pertanyaannya apa yang kita kejar hari-hari ini? Uang, jabatan, popularitas, atau pangkat? Tetapi itu bukan segala-galanya !!
Demikian pula keadaan Asaf setelah Asaf meneliti dan melihat orang-orang yang ada disekitarnya sampailah ia pada suatu kesimpulan:
Mazmur 73 : 25 – 26.
25 Siapa gerangan
ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.
26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap,
gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lama.
> Bisakah kita berkata demikian? Memang hal ini sulit tetapi kita harus melakukan jika kita sungguh mengasihi Dia.
> Hidup ini adalah sebuah kesaksian.
Matius 28 : 19, Karena itu pergilah jadikan semua bangsa murid-Ku…..
Artinya: Sebagai orang Kristen kita wajib menceritakan perbuatan Tuhan yang besar bagi orang lain terutama bagi mereka yang ada dalam kegelapan, terikat dalam dosa dan belum percaya sehingga kita membawa Terang kepada mereka untuk percaya kepada Tuhan Yesus.

Secara umum manusia memiliki kebutuhan :
Pendidikan- Kesehatan- Keluarga- Keuangan- Kekayaan- Kesuksesan- Nama Baik- Dihormati- Terkenal- Kebahagiaan- Masa Depan Yang Baik.
> Secara umum ini adalah ekspetasi yang dicari orang selama hidupnya.
> Asaf merasa cemburu karena sekalipun Allah berdaulat dan adil tetapi orang fasik seringkali keadaannya lebih makmur dan bahagia dari orang-orang yang setia melayani Tuhan.
> Akan tetapi keyakinannya kepada Allah lalu kehidupannya dipulihkan tatkala Allah menyatakan akhir menyedihkan dari orang fasik dan berkat sesungguhnya bagi orang benar.Mazmur 73:16- 28.
> Galatia 6 : 7b, Karena apa yang ditabur orang, itu juga akan dituainya.
> Kalau kita menabur yang baik kita akan menuai hasil yang baik tetapi jika kita menabur yang jahat maka kita akan menuai hasil yang jahat pula.

Semua pertumbuhan didalam kehidupan rohani merupakan kemajuan dalam mengenal Allah dan mengasihinya, yaitu bergerak menuju titik dimana kita dapat berkata seperti Penyair Israel itu: “Gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.”

1. Penderitaan dan kesengsaraan menjadi sarana yang membuat kita lapar dan haus akan Allah, supaya kita semakin kuat mengiring Tuhan.
2. Kekecewaan menjadi alat bagi kita yang menghentikan
dari pekerjaan-pekerjaan
duniawi dan menggerakkan kita menuju kepada Allah sendiri.
3. Bahkan dosa apabila diselesaikan melalui PERTOBATAN dapat menjadi alat untuk mendorong kita agar menjadi lebih dekat kepada-Nya, sehingga kita dapat mengalami kasih dan pengampunan-Nya.

•Paulus dalam Filipi 3 : 12 berkata: “Aku mengejarnya kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, kalau akupun dapat ditangkap oleh Kristus Yesus.”
• Apa yang dikejarnya dulu rela ditinggalkannya karena Tuhan.
Filipi 3 : 13b,
Aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku.
Bagaimana kita mengejarnya? Caranya dengan menjawab kasih-Nya dengan kerendahan hati dan penuh rasa syukur. Akan tetapi, semua itu dimulai dari diri Allah. Dialah yang lebih dulu mencari kita supaya kita dapat mencari Dia.
Matius 7 : 7 , Mintalah maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu.

~ Kekristenan Kanak- kanak : suka meminta-minta.
~ Kekristenan Remaja: suka mengetok pintu.
Orang itu masih berada diluar dan belum tentu pintu dibuka.Jika dia
diijinkan masuk belum tentu dapat mengambil sepuas-puasnya karena dia cuma tamu.
~ Yang Tuhan mau kita menjadi Kristen Dewasa. Artinya kita punya kunci, kita Pemilik dan bukan tamu sehingga kita punya kuasa dalam rumah itu.
Dalam Doa Bapa Kami
Matius 6 :11, Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.
Artinya Tuhan selalu menyediakan tepat pada waktunya.
>Pada waktu mau beli mobil ada uang; saat mau naik pesawat ada uang dst.
Kunci adalah otoritas.
•Matius 16 : 19, Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas disorga
•Kisah 1: 8, Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, ….
> Ingat Roh Kudus hanya dapat menyatu dengan hati yang bersih, jauh dari segala dendam dan kebencian, sebab terang dan gelap tidak dapat bersatu.Buanglah segala dosa dan pikiran-pikiran jahat supaya Roh Kudus dapat tetap tinggal selamanya dalam hidup kita.
•Wahyu 2 : 26, Dan barang siapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesusahannya, kepadanya akan Kukaruniakan Kuasa atas bangsa- bangsa.
> Kadang-kadang kita mengerjakan yang bukan seharusnya kita kerjakan.Kita mengejar kedudukan yang fana, kita lupa bahwaTuhan akan memberi kita kedudukan dalam kerajaan-Nya.
> Memang kita perlu tetapi itu bukan yang utama dan yang pertama apalagi dengan cara-cara yang tidak benar seperti suap dan sogok. Kalau Tuhan memberi kuasa jangankan perkara kecil bangsa-bangsa juga akan diberikan-Nya pada kita
> Kita harus jadi pemenang. Menang atas semua keinginan kita yang jahat yang pada akhirnya akan menjatuhkan dan menjebak kita.
Apa yang kita kejar, kejarlah Tuhan dan segala Kebenaran-Nya. Amin. Tuhan Yesus.memberkati.

Khotbah by : Pdt. Christian Sirapanji
Ibadah Raya GBI Menorah, 03 September 2023

error: Content is protected !!