
“Fire of Praise”
Didalam serial khotbah sebelumnya kita sudah banyak berbicara tentang Fire of Prayer atau Api Doa. Dimana kita tidak boleh memadamkan api doa pada Tuhan, karena itu adalah bentuk komunikasi kita dengan Tuhan. Dan hari ini kita akan berbicara tentang Fire of Praise atau Api Pujian.
Imamat 6 : 12 – 13
Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi Imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan disana. 13 Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam.
Apa itu Pujian?
Pujian berasal dari kata Puji artinya rasa pengakuan (pernyataan) yang tulus akan kebaikan (keunggulan) sesuatu.
Biasanya kita memuji seseorang karena ada sesuatu yang spesial pada orang itu.Misalnya, dia cantik, dia pintar dst. Dan terlebih dihadapan Tuhan kita harus memuji Tuhan karena kita mengalami dan merasakan kebaikan Tuhan; Kasih dan mujizat-Nya dalam hidup kita. Jadi Pujian adalah ungkapan syukur dan hormat kita kepada Tuhan.
Masihkah kita memberi pujian kepada Tuhan saat kita menerima berkat dari Tuhan? Saat kita dipromosi dalam pekerjaan atau saat kita mendapati keluarga kita, suami,isteri,anak-anak kita sehat? Apakah kita berkata: ” Tuhan, Engkau sungguh baik?” Atau kita hanya menganggap biasa-biasa saja dan pagi-pagi ketika bangun yang pertama kali kita cari adalah gadget, untuk melihat trending topik yang sedang viral atau kita mulai sibuk meng-upload status di sosmed. Pelajaran bagi kita, marilah kita utamakan mencari Tuhan dan hadirat-Nya sehingga kita dapat terus menikmati berkat-berkat-Nya setiap hari.
Bagaimana cara menyampaikan pujian?
Banyak orang menyampaikan pujian hanya basa-basi bukan dari hati, sehingga hambar tanpa rasa. Pujian itu bukan sekedar keluar dari mulut tetapi pujian bisa juga dilakukan dengan gerakan tubuh: seperti menadahkan tangan, mengangkat tangan,bertepuk tangan,menari dan melompat dihadapan Tuhan.
Pujian seperti apa yang harusnya kita bawa kepada Tuhan?
1.Pujian sebagai korban yang menyenangkan hati Tuhan.
Maz 51:17 “Ya Tuhan, bukalah bibirku, memberitakan puji-pujian kepada-Mu.”
Ketika kita datang pada Tuhan, mari kita membawa pujian kita dengan tulus. Kalau kita menyanyi, menyanyilah dengan sungguh-sungguh sehingga ketika kita melakukannya maka hal itu akan menjadi korban yang menyenangkan hati Tuhan.
Ibrani 13 : 15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
Apa yang kita ucapkan setiap hari? Apakah ucapan bibir yang memuliakan Tuhan; ucapan yang membangun; ucapan yang menyenangkan orang dan terlebih Tuhan? Sebab banyak orang ucapan mulutnya hanya kata-kata yang meremehkan, merendahkan, menindas sehingga perkataannya tidak lagi membangun tetapi justru menjatuhkan orang. Sedang orang yang banyak masalah perkataan mereka suka mengutuk Tuhan.Mereka berkata:”Ah,Tuhan tidak ada! Kalau ada mengapa tidak menolong saya!”
Padahal kegagalan mereka sumbernya pada diri mereka sendiri.
Pelajaran:
Di dalam Tabernakel ada: Mezbah Bakaran dan Mezbah Ukupan.
Mezbah Bakaran yaitu tempat korban bakaran itu dipersembahkan sebagai tanda pengabdian atau sebagai tanda pengampunan dosa dan rasa syukur kepada Tuhan yang dibawa oleh orang Israel.
Mezbah Ukupan yaitu tempat untuk membakar Ukupan. Yang dilakukan oleh Imam setiap pagi dan petang agar mengharumkan seluruh Tabernakel.
Dari kehidupan bangsa Israel kita melihat orang-orang harus membawa korban persembahan kepada Imam terus menerus. Tetapi bagi kita sekarang tidak lagi memberikan korban seperti itu. Kita sudah diselamatkan melalui Karya penebusan Kristus di atas kayu salib. Tetapi salah satu korban yang harus kita bawa kepada Tuhan adalah ucapan bibir yang memuji dan memuliakan Tuhan. Perkataan yang baik, benar,suci,mulia itu yang harus menjadi persembahan kita kepada Tuhan
Contoh: Daud, adalah seorang Pemain kecapi, Pemuji, Penyembah dan Penari.
Mazmur 145 : 1-2. Daud berjanji untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan seterusnya dan selamanya dihadapan Tuhan.Tetapi tidak sampai disitu Daud juga menari bagi Tuhan.
>2 Sam 6: 14 Ketika tabut Tuhan dipindahkan dari rumah Obed Edom ke istana maka Daud menari-nari dengan sekuat tenaga di depan tabut Tuhan.Ia memakai baju efod dari kain lenan.
>Bagaimana dengan kita? Mari ketika kita memuji dan memuliakan Tuhan kita melakukan dengan sekuat tenaga karena Tuhan memperhatikan kita.Sikap kita menentukan perlakuan Tuhan pada kita. Saat kita memuji dan mengangkat tangan mska Tuhan turun tangan menyelesaikan masalah kita.
2.Pujian yang tulus mengalir dari hati.
Mazmur 86:12; Mazmur 145: 21.
Ketika kita memuji Tuhan, mari kita pakai pikiran kita. Kita mengikuti kata demi kata, sehingga jiwa kita tersentuh larut dalam pujian dan pengagungan. Pujian harus mengalir dari hati, karena jika tidak demikian maka sia-sialah pujian kita dan sia-sia ibadah kita.
Contoh: Pujian yang tulus dan penuh iman dari Maria.
>Ada alasan bagi Maria untuk depresi, kecewa dan sakit hati. Sebab dia baru bertunangan, dan belum menikah tetapi dia hamil. Apalagi peraturan hukum Taurat sangat keras,resikonya Maria dapat dirajam dengan batu. Namun Maria tidak terpengaruh dengan situasi itu dia tetap percaya kepada Tuhan bahwa apa yang terjadi padanya ada dalam rencana Tuhan.Dan itu yang terbaik baginya. Sehingga ketika dia datang pada Elisabet maka bayi dalam kandungan Elisabet melonjak kegirangan Maria melihat betapa Tuhan itu luar biasa. Maria memberi pujian yang tulus, penuh iman kepada Tuhan.
>Paulus dan Silas.
Kisah 16: 25 – 26 Ketika mereka dipenjara pada malam hari mereka berdoa dan memuji Tuhan sehingga
terjadi gempa bumi yang hebat dan sendi-sendi penjara itu goyah dan terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
>Dari pujian terjadi mujizat.Dari mujizat terjadi perubahan.Ketika kita melakukan pujian dari hati maka sesuatu yang besar terjadi.
3.Pujian yang menggerakkan Kehadiran Tuhan.
Mazmur 22: 5; Mazmur 37: 40.
Dijaman bangsa Israel ketika mereka dalam kesusahan mereka akan berseru-seru mencari Tuhan dan Tuhan menolong mereka. Pelajaran bagi kita: Jangan nanti disaat punya masalah baru kita memuji Tuhan. Tetapi biarlah disaat keadaan kita baikpun kita tetap memuji Tuhan sehingga Tuhan akan memberi kelimpahan bagi kita.
Contoh: Raja Yosafat dan kerajaan Yehuda
2 Taw 20: 21.
Raja Yosafat menghadapi ancaman dari Bani Moab, Bani Amon dan sepasukan orang Meunim.
•Yosafat sangat ketakutan karena musuh ini jumlahnya sangat banyak.
•Yosafat membawa masalahnya kepada Tuhan dan Tuhan memberi tahu lewat Jahaziel orang Lewi itu bahwa bukan mereka yang akan berperang tetapi Allah.
•Yosafat tidak berpangku tangan tetapi dia mengumpulkan orang Lewi untuk memuji Tuhan didepan orang bersenjata.
Ay 22 Tuhan melakukan penghadangan bagi Bani Moab, Amon dan orang dari pegunungan Seir sehingga mereka terpukul kalah.
Pelajaran bagi kita:
Tuhan pasti menolong kita, tetapi lakukan bagian kita yang terbaik yaitu memuji, menyembah dan memuliakan Tuhan.
4.Pujian Yang menghasilkan kemenangan dan terobosan.
VISI EMPOWERED 21:
Pada tahun 2033 setiap orang(Every One)dapat kesempatan untuk berjumpa secara autentik bersama Tuhan Yesus melalui kuasa dan hadirat Roh Kudus. Apakah dapat terjadi? Menurut Gembala Pembina Pdt.Ir.Niko Nyotoraharjo ini bisa terjadi karena visinya bukan berbicara Yesus pasti datang tetapi orang-orang pada saat itu boleh berjumpa secara autentik dengan Tuhan Yesus.
Pertanyaan: Apa yang jadi bagian kita?Apakah kita hidup hanya untuk diri sendiri?Banyak orang takut memuji Tuhan dengan bersuara, malu di dengar orang tetapi biarlah kita memuji Tuhan tanpa rasa takut atau malu karena kita tahu pujian kepada Tuhan akan menghasilkan kemenangan dan terobosan.
Mazmur 96 : 4 Sebab Tuhan maha besar dan terpuji sangat.Ia lebih dahsyat dari pada segala Allah.
Contoh: Runtuhnya tembok Yeriko.
Yosua 6 : 6 -7.
>Tembok Yeriko runtuh setelah bangsa Israel mengelilingi selama 7 hari.Tiap-tiap hari 1 kali tanpa kata, dan pada hari ketujuh 7 kali sambil Imam meniup sangkakala dan mereka bersorak maka runtuhlah tembok yang tebal itu.
>Masalah kita mungkin seperti tembok Yeriko, begitu tinggi, begitu tebal dan sulit terjangkau tetapi mari kita mulai memuji Tuhan dengan segenap hati maka percayalah Tuhan akan memberi kita terobosan dan kemenangan.
KESIMPULAN: Ketika kita membawa Api Pujian kepada Tuhan jangan sekedar kata, gerakan tubuh tanpa arti atau pura-pura tetapi biarlah semua itu adalah ungkapan hati yang penuh iman, pengharapan dan kasih kepada Tuhan, sehingga yang dipermuliakan adalah Tuhan. Amin. Tuhan Yesus Memberkati
Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 25 Agustus 2024