Blessing From The Promised Land Part : 4

“Blessing From The Promised Land” Part : 4.

Blessing From The Promised Land sangat erat kaitannya dengan kehidupan Abraham, sebagai Tokoh Kunci dalam Perjanjian Lama yang dipanggil Tuhan keluar dari negerinya dan pergi ke tanah yang dijanjikan Tuhan.
Kej 12 : 1 – 3.
Kisah Abraham telah menginsipirasi menjadi teladan dan berkat disepanjang sejarah kehidupan manusia. Tentang ketaatan dan imannya, bukan hanya bagi generasi masa lalu tetapi bagi kita juga sekarang. Betapa tidak karena Tuhan sendiri mengatakan
Yoh 4: 22b “sebab Keselamatan datang dari bangsa Yahudi.”
Siapa bangsa Yahudi? Mereka adalah keturunan Abraham, yang melahirkan Yesus Kristus sebagai Mesias didalam Kemanusiaan-Nya. Dan Yesus Kristus dicatat dalam silsilah keturunan Abraham. Dia disebut, anak Daud, anak Abraham. Mat 1 : 1.
Tentang Abraham kita sudah belajar beberapa hal dari Kej 18: 1- 2.
Ay.2 Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri didepannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,
Sikap yang benar dari Abraham:
1. MELIHAT.
Abraham adalah Manusia Rohani.
Karena ia dapat Melihat – Mengenal Penampakan Rohani.
Ia dapat membedakan tamu yang datang. Apakah itu temannya atau TUHAN.

Karunia membedakan roh.
1 Korintus 12 : 10.
2. BERLARI.
Berlari untuk bertemu dengan TUHAN, apa maknanya bagi gereja pada akhir zaman ini?
> Mari coba kita memperhatikan mengapa kehidupan “tetangga” disebelah jauh lebih rohani dari kita sebagai orang kristen?
Bagi mereka membaca Kitab Suci > Hukumnya.Wajib
Artinya: Perintah yang tidak boleh dilanggar.
Lalu BANDINGKAN dengan kita orang kristen, ada Alkitab yang sampai berdebu disimpan karena jarang dibaca. Akibatnya gairah untuk urusan Tuhan menjadi sangat rendah padahal teladan yang diberikan Abraham ketika Abraham tahu itu TUHAN, maka dia berlari.
■ Warning bagi Jemaat GBI.MENORAH
Mari Kita bergairah ketika mau berurusan dengan Tuhan. Persiapkan diri sebaik-baiknya. Jangan terlambat. Sebab jika kita lalai tanpa sadar kita sedang mematikan peranan Tuhan dalam hidup kita.
Kita harus mengutamakan urusan Tuhan, apakah itu ibadah, membaca Alkitab, doa, pujian dan penyembahan. JIKA itu yang utama maka kita harus berani mengabaikan yang lain.
Jika mempersiapkan diri untuk ibadah jangan terlalu fokus pada aksesoris, pakaian, sepatu dll, sehingga dapat menghambat urusan ibadah.
3. MENYONGSONG.
Abraham menyongsong dapat diartikan sebagai tindakan menyambut yang disertai dengan rasa syukur yang mendalam serta kegembiraan sebab Tuhan yang Maha Besar mau hadir dalam kemahnya.
Abraham merasa beruntung sebab kemahnya dipilih Tuhan, dari sekian kemah yang ada di tempat itu.
Hal demikian juga terjadi dengan Zacheus, ada banyak pohon tetapi Tuhan datang ke pohon Zacheus dan menyuruh Zacheus turun karena Tuhan harus menumpang dirumahnya. Luk 19 : 5
> Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari rayakan ucapan syukurmu, dapat dengan mengundang beberapa teman dan tetangga untuk ibadah di rumahmu. Karena ada sukacita ketika Tuhan hadir dalam rumah kita.
4. SUJUD SAMPAI KETANAH.
Abraham sujud sampai ke tanah artinya Abraham melakukan tindakan penghormatan dan penyembahan yang sangat dalam kepada TUHAN.
Abraham menganggap pertemuannya dengan Tuhan adalah satu anugerah yang luar biasa yang patut dia syukuri.
> Mari kita belajar menghormati Tuhan. Belajar mengucap syukur.
> Bawalah korban pujian, korban syukurmu pada Tuhan.
Jangan datang menghadap hadirat Tuhan dengan tangan hampa.”

Kej 18 : 3 serta berkata: “Tuanku, jikalau aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.
1. Mendapat kasihTuhan.
Abraham mendapat kasih Tuhan, artinya Abraham mendapat perkenanan Tuhan, karena Tuhan mau hadir dalam hidupnya.
Kehadiran Tuhan dalam hidup Abrham membawa perubahan yang signifikan, membuka pintu bagi Abraham untuk mengalami
kasih dan penggenapan janji Tuhan.
2. Melampaui.
> Melampaui = melewati.
Dapat digambarkan melalui cerita tentang 2 orang murid dalam perjalanan ke Emaus, setelah kematian Tuhan dan di tengah jalan mereka berjumpa dengan Tuhan Yesus tetapi mereka tidak mengenal-Nya.
Lukas 24: 28 – 31.
28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
29 Tetapi mereka sangat mendesaknya, katanya: “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam. “Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
Pelajaran dari Abraham
TUHAN HADIR membawa PERUBAHAN.
1. Abraham Sadar akan Pengulangan JANJI.
Mendapat anak dan dia percaya.
– Kej 12 : 2 bangsa yang besar.
– Kej 13:16 seperti debu banyaknya.
– Kej 15:5 seperti bintang banyaknya.
Pelajaran :
A. Seringkali Tuhan tidak menetapkan waktu yang tepat.
Kis 1 : 6 – 7
6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul disitu: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan Kerajaan bagi Israel?”
7 Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu tahu masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
B. Ada kalanya harus diterima dengan iman.
1 Pet 2 : 24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di tubuh-Nya dikayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilurnya- bilur-Nya kamu telah sembuh.
C. Janji-Nya Ya dan Amin!
Tuhan tidak pernah lalai menepati janji-Nya.
D. Tetapi Tuhan tetapkan waktu-Nya: Seperti Abraham dan Sara.
– Kej 18: 10 Tahun depan Sara dapat anak…!
Sikap Sara atas janji Tuhan.
11 Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.
12 Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya :”Akan berahikah aku setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?”
2. Abraham Sadar ini adalah sebuah kesempatan Besar.
Kej 18 : 4 – 5
A. Untuk melayani dengan miliknya.
3. Pelayanan Abraham kepada Tuhan.
Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu, dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini.
5 Biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian baru bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuanku telah datang ke tempat hambamu ini. “Jawab mereka: “Perbuatlah seperti yang kau katakan itu.
> Ketika kita melakukan Pelayanan yang terbaik di gereja dalam tugas tanggung jawab kita, pulanglah ke rumah bawa Shalom karena apa yang kita lakukan ada dalam perkenanan Tuhan. Percayalah apa yang kita lakukan dengan ketaatan akan menjadi korban yang harum dihadapan Tuhan.
Pelayanan Abraham:
♡ MEMBASUH KAKI: Kebiasaan orang di padang gurun yaitu membasuh kaki bahkan sampai zaman Tuhan Yesus.
> Kalau orang kaya yang membasuh kaki tamu adalah budak.
> Kalau tamu yang datang lebih tinggi kedudukannya maka Tuan Rumah yang harus melakukan.
> Pelayanan Membasuh kaki menunjukkan kerendahan hati.
Kita harus melayani dengan rendah hati dan tidak boleh sombong. Alkitab mengatakan orang yang sombong akan direndahkan.
♡ DUDUK BERISTIRAHAT:
Abraham memberi tempat yang terbaik kepada tamu-tamunya.
♡ PERBUAT:
Artinya Tuhan menghargai usaha Abraham.
Tuhan senang pada pelayanan Abraham.
B. Melibatkan seluruh Keluarga.
6 Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: “Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!”
7 Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya.
8 Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkan di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan.
Kehadiran Tuhan akan Mengubah ▶ Keluarga Kristen.
A. Memiliki Iman yang Sama.
B. Berbakti di Tempat yang Sama.
C. Bertumbuh Bersama dalam Iman.
D. Hidup rukun dalam Keluarga.
E. Melayani Tuhan Bersama-sama.
F. Mendapat Upah yang sama.
Abraham melibatkan seluruh Keluarganya; Bukan hanya dia yang melayanI tetapi semua orang yang ada di dalam rumahnya diusahakan untuk terlibat bersama- sama sehingga Keluarga ini dapat menjadi teladan dan diberkati Tuhan. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah by : Pdt. Honny Supit Sirapanji,M.Th.
Ibadah Raya GBI Menorah, 01 Juni 2025

error: Content is protected !!