
Check Out Part: 3
Istilah “check out” dalam dunia perhotelan memang memiliki makna yang jelas yaitu, meninggalkan hotel setelah masa inap berakhir. Namun, jika kita kaitkan dengan kehidupan seseorang, “check out” dapat memiliki makna yang lebih luas.
Dalam konteks kehidupan “check out” dapat berarti:
▪ Meninggalkan zona nyaman dan memasuki tantangan baru.
Contoh: Yusuf check out, meninggalkan kemah ayahnya dibuang oleh saudara-saudaranya ke dalam sumur, jadi budak di Mesir dipenjarakan tetapi kemudian jadi Mangkubumi di Mesir.
▪ Daud check out, dari “rumah mertuanya” menjadi pelarian di padang gurun karena jika dia tidak check out maka selamanya dia hanya jadi menantu Saul.
▪ Berpisah: Orang lumpuh berpisah dari keadaan buruk masa lalu seperti: sakit, lemah, tidak berdaya dan tidak bisa apa-apa disembuhkan oleh Tuhan Yesus.
▪ Turning back: Berbalik dari kebiasaan atau pola pikir yang tidak baik.
Contoh: Saulus, jika tidak check out dan menjadi Paulus dia akan jadi orang terhilang dengan kemarahan yang meluap-luap mengancam, menganiaya dan membunuh murid-murid Tuhan.
Jadi “check out” tidak hanya meninggalkan hotel, tetapi juga tentang meninggalkan sesuatu yang tidak lagi bermanfaat dan memulai sesuatu yang baru serta lebih baik bersamaTuhan.
Orang yang check out dalam Alkitab:
▪ Lewi : check out dari Rumah Cukai.
Luk 5 : 27.
▪ Orang lumpuh : check out dari tempat tidurnya.
Luk 5 : 18 – 25.
▪ Anak Bungsu : check out dari kandang babi.
Luk 15 : 11 – 20.
Luk 15 : 11 Yesus berkata lagi : “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12 Kata yang bungsu kepada ayahnya : Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Disana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14 Setelah dihabiskan semuanya itu, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat.
15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak ada seorang pun yang memberikannya kepadanya.
17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan kepada bapa.
19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Pelajaran:
♡ Cerita tentang anak bungsu. Anak yang terhilang (prodigal son) Seringkali keadaan ini terjadi juga dalam kehidupan kita. Tidak ada sebuah keluarga yang sempurna. Tidak semua unggul pasti ada yang lemah. Ada beberapa faktor penyebab:
▪ Kurangnya kemampuan atau skill yang terbatas.
▪ Kurangnya gairah hidup atau semangat juang yang kecil.
Hal ini wajar-wajar saja karena tidak ada satu kehidupan yang sempurna.
Pelajaran:
Keluarga ini mempunyai 2 orang anak. Anak yang sulung dan anak yang bungsu. Dalam khotbah sebelumnya kita sudah belajar anak bungsu terhilang di luar rumah bapa, anak sulung terhilang dalam rumah bapa.
Kenapa anak sulung terhilang dalam rumah Bapanya?
Luk 15 : 29 – 31.
▪ Sebab anak ini marah ketika adiknya pulang. Karena dia merasa tidak dihargai dan diakui kesetiaannya.
▪ Gaya hidup farisi mengusainya. Suka pembenaran diri dan menyalahkan orang lain.
Luk.15 : 30
30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
▪ Dia tidak kenal ayahnya, bahwa bapanya penuh dengan belas kasihan dan pengampunan.
▪ Kasih sayang bapa kepada anak sulungnya tidak berkurang.
31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
▪ Tetapi mereka harus bergembira karena adiknya yang hilang telah ditemukan kembali.
32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan di dapat kembali.
Apa Kesalahan anak bungsu:
1.Tubuhnya DIAM di rumah – Hati Menjelah Dunia.
Ini yang banyak terjadi bahkan dalam gereja.
Tidak fokus kepada ibadah karena sibuk main HP atau pikiran ada di luar.
> Anak bungsu ini kehilangan apa yang selama ini dia lihat, dia rasa dan dia hidupi. Dan itu juga sering terjadi pada kita.
> Jalani hidup ini dan rasakan apa yang dapat kau rasakan. Nikmati! Sempurna? Belum! karena masih ada ketidak cocokkan satu dengan yang lain. Misalnya soal selera yang tidak selalu sama. Tetapi itulah dinamika kehidupan.
Namun ketika Tuhan ada bersama kita, maka kita dapat menikmati hidup ini.
Ulangan 4 : 9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,
♡ Kalau kita mengalami sesuatu yang tidak baik lupakanlah tetapi sebaliknya: jika kita mengalami sesuatu yang baik simpanlah dalam hatimu.
Perenungan:
♡ Tidak ada orang yang sempurna termasuk diri kita sendiri, pasangan kita, orang tua kita, dan semua orang disekitar kita tetapi didalam ketidak sempurnaan itulah yang menjadikan kita semakin dewasa. Rasakan kehangataan itu!
■ Di samping itu yang harus kita alami adalah bagaimana kita hidup bersama-sama dengan Tuhan
■ Karena betapa berbahayanya jika kita kehilangan rasa dengan Tuhan.
> Arti Hilang Rasa adalah kasih mula-mula yang semakin pudar.
Pengajaran:
Amsal 3 : 1 Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku.
♡ Jangan hilang rasa pada FirmanTuhan.
Kesetiaan:
Amsal 3 : 3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkan itu pada lehermu dan tuliskan itu pada loh hatimu,
> Jangan kehilangan kasih pada Tuhan, karena jika kita kehilangan kasih maka dapat berpotensi kehilangan iman.
> Jangan kehilangan kesetiaan.
Kesetiaan untuk melayani Tuhan dan pekerjaan Tuhan.
2. Tertarik info palsu
Dunia sangat menarik.
Berhentilah mempercayai apa kata dunia, berusahalah mempercayai apa kata Alkitab.
> Tidak boleh membiarkan dunia mengintimidasi kita karena dapat membuat kita semakin turun dan akhirnya selesai.
3. Mengabaikan kehangatan keluarga.
Akibatnya:
1. Terjebak dalam pergaulan yang buruk.
2. Terjebak dalam persekutuan palsu.
3. Jatuh miskin melarat dan kelaparan.
4. Turun ke titik terendah.
5. Dari “Anak” menjadi “Hamba.”
6. Dari memiliki menjadi tidak memiliki.
DIA HARUS Check Out…!
Keadaannya:
Dia SADAR dampak dari DOSA:
1. Kehilangan Kehangatan Rumah Ayahnya.
2. Kehilangan Kehangatan Persekutuan Keluarga.
3. Menikmati Kenikmatan Palsu.
Tindakannya:
Dia bangkit > Check out dari kandang babi:
Artinya:
1. Sadar akan Kesalahan; Kebodohan.
2. Sadar dia harus memperbaiki diri.
3. Sadar satu-satunya jalan adalah PULANG.
Perlakuan BAPANYA adalah :
♡ MENUNGGU.
♡ MENYAMBUT: Tangan-Nya terbuka menunggu Anak-anak-Nya kembali.
♡ MEMELUK: artinya:
– Mengampuni.
– Melupakan.
Yes 1 : 18 Marilah, baiklah kita berperkara! –firman TUHAN–
Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi; akan menjadi putih seperti salju; Sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
• Tidak ada dosa yang tidak dapat diampuni sepanjang orang itu bertobat.
• Dosa yang tidak diampuni adalah menghujat Roh Kudus.
• Menghujat Roh Kudus adalah seseorang yang memberontak kepada Tuhan dan menyangkal Tuhan.
• Menghujat Roh Kudus adalah dosa tanpa pertobatan sampai mati.
♡ ADA PESTA:
Lukas 15 : 7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
Itu sebabnya kita sebagai gereja harus berjuang untuk membawa satu jiwa pada Tuhan karena ada pesta di sorga; ada sukacita yang besar.
Perenungan kita:
Apakah kita sudah Check Out dari HIDUP LAMA?
Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Khotbah by : Pdt. Honny Supit Sirapanji,M.Th.
Ibadah Raya GBI Menorah, 29 Juni 2025