
“Commitment”
Imamat 6 : 12 – 13
12 Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya tetap menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban bakaran di sana.
13 Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam. Kita sudah belajar tentang Api Doa, Api Pujian dan Api Penyembahan, yang harus tetap menyala dihadapan Tuhan.
Hari ini kita akan belajar bagaimana sikap para Imam dalam menjaga api ini.Apa yang mereka lakukan:
A.Komitmen yang konsisten.
>Imam harus punya komitmen dalam menjaga api di atas mezbah supaya api tidak padam; Karena banyaknya korban persembahan yang dibawa oleh orang Israel untuk dipersembahkan bagi TUHAN disana.
Pelajaran:
Komitmen adalah sebuah tanggung jawab atau pengabdian seseorang dalam jangka waktu lama; sedangkan konsisten artinya tetap (tidak berubah-ubah).
Masihkah kita punya komitmen yang konsisten untuk datang ibadah tepat waktu; Membaca Alkitab dan berdoa tiap hari?
Roma 12 : 11
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
>Bagaimana kerajinan atau sikap kita, apakah roh kita masih menyala- nyala untuk Tuhan? Ataukah hanya ketika kita punya masalah lalu kita bersemangat dan membakar api doa, api pujian dan api penyembahan kita pada Tuhan? Kita tahu masalah itu akan tetap ada dalam kehidupan setiap orang tetapi akan berbeda dalam cara kita menghadapinya. Orang yang menyala-nyala dengan Tuhan hatinya melekat kepada Tuhan akan menghadapi masalah dengan tenang sebab dia punya iman dan pengharapan bahwa Tuhan akan menolong, sedangkan orang yang semangatnya kendor akan panik ,frustrasi, kecewa dan sering menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain bahkan terkadang menyalahkan Tuhan.
Jadi sikap kita menentukan perlakuan Tuhan kepada kita.
>Oleh karena itu dibutuhkan tanggung jawab yang konsisten, sebab konsistensi selalu menghasilkan hal yang baik.
Tantangan apa yang dihadapi sehingga orang tidak bisa konsisten dalam Tuhan:
1.Godaan duniawi.
Dunia modern dapat mengalihkan perhatian kita dari Tuhan.
-Godaan duniawi membuat kita tidak fokus dengan Tuhan, karena teknologi menyediakan semua serba mudah dan nyaman.
-Contoh: Membaca Alkitab di Handphone, Tablet, Huawei terkadang kita tergoda dengan notifikasi yang masuk. Ada tawaran discount dsb sehingga dapat mengalihkan perhatian kita untuk membaca Alkitab.
-Kecanggihan teknologi mematikan kreatifitas seseorang.
Contoh: Ibu-ibu memasak tidak lagi repot belajar dari buku resep tetapi cukup melihat konten di YouTube bahkan lebih mudah pesan lewat aplikasi.
-Anak-anak main mobil-mobilan tidak lagi berkreasi untuk menciptakan sendiri dari bahan bekas atau kulit buah jeruk.Tetapi kreatifitas
itu menjadi pudar karena semua sudah tersedia dengan mudah.
Godaan dunia membuat kita tidak lagi fokus dengan Tuhan.
Bagaimana solusinya?
Menjaga prioritas hidup.
-Mencari koneksi dengan Tuhan.
-Rindu mendengar suara Tuhan dan tuntunan Tuhan.
•Ingatkan diri akan tujuan hidup yang kekal.
-Ingatkan diri bahwa dunia ini hanya tempat tinggal sementara.
• Buat batasan dalam hal duniawi
2.Kehidupan yang terlalu sibuk.
Kehidupan yang sibuk seringkali menomor duakan Tuhan.
Solusi: Mat 6 : 33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu
B. Persembahan yang teratur dan berkualitas.
Kolose 3 : 23
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Cara untuk menjaganya?
1.Menjaga Hati dan Pikiran yang Bersih.
2.Menjaga fokus dan Mengelola Waktu dengan Bijak.
Menjaga Hati dan Pikiran yang Bersih:
1. Hati dan Pikiran harus fokus supaya memiliki hidup yang berkualitas di hadapan Tuhan.
Praktik :
• Hindari konten atau aktivitas yang dapat mencemari pikiran.
• Isilah pikiran dengan hal-hal yang membangun iman.
• Mintalah Tuhan untuk selalu memurnikan hati.
Filipi 4 : 8 Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkan lah semuanya itu.
2. Menjaga fokus dan Mengelola waktu dengan Bijak.
Praktik:
• Buatlah jadwal harian.
• Hindari kebiasaan menunda-nunda tugas.
• Berikan ruang untuk refleksi.
Efesus 5 : 15 -16
Dan pergunakan waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Sebab itu janganlah kamu bodoh tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
C.Ketekunan dalam tugas mungkin terlihat rutin.
>Tugas Imam menambah kayu setiap pagi dan menjaga apinya supaya tidak padam. > Tugas ini menjadi rutinitas bagi dan jika dilakukan tanpa rasa maka Tuhan tidak akan berkenan.
Demikian juga dengan berdoa, memuji Tuhan, menyembah dengan tanpa rasa maka kita tidak mendapat apa-apa. Kita datang dengan masalah, pulang masalah tetap ada. Tetapi Jika kita datang dengan sikap hati yang benar,pikiran yang benar, mau melakukan yang berkualitas bagi Tuhan, bukan rutinitas maka ada waktunya Tuhan akan menjawab doa kita, Tuhan akan menolong dan memulihkan keadaan kita.
1 Korintus 15 : 58 Karena itu saudara- saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Cara mengatasi kejenuhan rohani:
Mendalami Firman Tuhan dan Menghidupi Kebenaran.
•Kejenuhan bisa timbul karena kita kehilangan kedalaman rohani.
•Membaca Alkitab bukan seperti membaca novel atau buku sejarah sebab firman Tuhan hendak mengajar dan mendidik kita.
Oleh sebab itu kita perlu menggali dan mencarinya lebih dalam bersama Tuhan.
Solusi:
-Dedikasikan waktu lebih banyak untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan.
-Biarkan Firman Tuhan yang menjadi inspirasi dan kekuatan dalam pelayanan.
Mazmur 119 : 105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
>Firman Tuhan yang mendasari hidup kita, menjadi tiang pancang dan penopang bagi kita sehingga kita dapat berjalan bersama-sama dengan Tuhan.
2.Ingat tujuan akhir Pelayanan.
>Melayani Tuhan bukan hanya dibelakang mimbar tetapi melayani dimanapun kita berada. Melayani sebagai suami; Melayani sebagai isteri; Melayani sebagai pekerja di kantor; Melayani sebagai Pemilik Usaha dsb.
Solusi:
• Fokus kembali pada tujuan akhir Pelayanan
• Setiap kali jenuh ingat bahwa apa yang dilakukan dihadapan Tuhan tidak sia-sia.
•Bersyukurlah atas kesempatan bisa melayani.
1 Korintus 15 : 58.
>Mari kita berdiri teguh dan melakukan yang terbaik dihadapan Tuhan.
D. Tanggung jawab Pribadi dalam Iman.
Filipi 2 : 12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih,kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar; bukan saja seperti aku masih hadir; tetapi terlebih pula sekarang seperti waktu aku tidak hadir.
>Kita bertanggung jawab kepada Tuhan dalam setiap perbuatan kita.
Cara Mengatasinya:
Mengutamakan hubungan Pribadi dengan Tuhan.
• Dasar dari setiap tanggung jawab iman adalah hubungan yang intim dengan Tuhan.Solusi:
• Luangkan waktu untuk saat teduh.
• Cari kesempatan untuk merenungkan kasih Tuhan.
Yohanes 15 : 5.
>Pastikan kita punya hubungan yang baik dengan Tuhan sehingga kita akan menghasilkan buah yang banyak dan kita akan melihat kasih dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita.
•Mengandalkan Roh Kudus dan tidak mengandalkan diri sendiri.
•Kita membutuhkan pertolongan Tuhan dan kuasa Roh Kudus dalam menjalani tanggung jawab dengan setia.
Solusi:
•Sadari bahwa kekuatan kita terbatas dan Roh Kudus dapat membantu kita.
•Berdoalah setiap hari agar Roh Kudus memberi kekuatan dalam menjalani tanggung jawab iman.
•Jika merasa lelah minta Tuhan memperbaharui hati dan semangat kita melalui Roh Kudus
Zacharia 4 : 6 Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkankan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.
>Kita harus belajar bahwa Tuhanlah yang memberi kekuatan karena kita tidak mampu sendiri.
>Mari kita jaga hidup kita, jaga roh kita supaya dapat terus terhubung dengan Tuhan
>Jangan malu untuk mempraktekkan apa yang telah kita pelajari.
Jangan malu karena Tuhan juga akan malu mengakui kita dihadapan Bapa-Nya.Luk 9: 26.
>Mari kita menjaga komitmen kita dihadapan Tuhan dan memberi yang terbaik untuk Kemuliaan bagi nama-Nya. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 29 September 2024