DISCIPLE OF JESUS – part 2

DISCIPLE OF JESUS
Kita akan melanjutkan firman Tuhan tentang: “The Year of Great Commision.” Tetapi sebelumnya kita akan belajar terlebih dulu bagaimana menjadi murid- murid Tuhan.
Mat 28:16-17
16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
Kita sudah belajar bulan yang lalu tentang: arti murid menurut Alkitab?
Murid (bah. Yunani) Mathetes adalah seorang pelajar yang melekat, belajar dengan hidupnya dan meniru gurunya.
Murid bukan hanya pendengar, pengagum atau simpatisan, melainkan seseorang yang menyerahkan hidupnya untuk dibentuk oleh Tuhan.
ASUMSI KELIRU yang mengatakan:
“Menjadi murid Yesus berarti rajin ke gereja serta tahu firman.” Mungkin bagi sebagian orang berpikir asumsi itu benar tetapi belum komplet.
Karena menjadi murid Yesus adalah komitmen untuk mengikuti dan meniru-Nya. Belajar dari-Nya dan hidup seperti-Nya.
Menjadi murid Yesus adalah orang yang mau mengikut Tuhan dan menjadi Penjala Manusia.
Mat 4:19
Mari, Ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.
Bagaimana sikap Yesus sebagai Guru?
1. Yesus mengajar dengan teladan. DIA menghidupi apa yang diajarkan-Nya.
>Ketika DIA mengajar tentang kasih, DIA mengasihi orang berdosa.
>Ketika DIA mengajar tentang kerendahan hati, DIA membasuh kaki murid-murid-Nya.
2. Yesus itu relasional bukan otoriter.
>DIA membangun hubungan dengan manusia dan menyebut kita sebagai sahabat-Nya.
3. Yesus tegas namun penuh anugerah.
Mat 16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ke tiga.
22 Tetapi Petrus menarik Yesus kesamping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali tidak akan menimpa Engkau.
23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus:
“Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”
>Petrus murid yang impulsif sering bertindak spontan, dia mencoba menghalangi Yesus untuk tidak pergi ke Yerusalem dan menghadapi penderitaan, sebab dia tidak tahu rencana Tuhan. >Yesus menengking pikiran Petrus yang dikuasai oleh pikiran manusiawi. Yesus mau Petrus memahami rencana Tuhan untuk Keselamatan bagi manusia melalui penderitaan dan kematian-Nya.
Bagaimana sikap Yesus?
Yoh 21:15-17
▪︎ Yesus bertanya: “Apakah engkau mengasihi Aku?”
Yesus mau memulihkan keadaan Petrus karena
sebelum nya Petrus telah tiga kali menyangkal Tuhan.
▪︎ Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Tuhan memberi kesempatan kedua pada Petrus untuk dapat melayani-Nya.
Ketika Petrus dan murid-murid yang lain di loteng atas Yerusalem menerima Roh Kudus Petrus berkhotbah didepan banyak orang dan 3000 orang datang memberi diri untuk dibaptis.
Kis 2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Makna menjadi Murid Yesus:
A. Hidup dalam relasi bukan sekedar beragama.
Yoh 15:4 Tinggallah dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
♡Apa yang Tuhan mau dalam hidup kita bukan hanya sekedar datang beribadah. Membawa persembahan, menyanyi, bertepuk tangan, bersorak-sorak bagi Tuhan tetapi Tuhan ingin membangun relasi dengan kita. DIA mau membangun kembali hubungan yang telah retak sejak manusia jatuh dalam dosa. Dia rela merendahkan diri-Nya menjadi sama seperti kita, satu tujuan-Nya yaitu memulihkan hubungan kita dengan Tuhan supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Menjadi murid berarti:
▪︎ Hidup dekat dengan Yesus.
▪︎ Membangun keintiman lewat doa, firman dan ketaatan.
Tuhan memilih 12 murid, Dia membangun hubungan dengan mereka dan dari 12 murid ini nantinya akan pergi mengajar, memberitakan firman kemana Tuhan mengutus mereka.Demikian pula dengan kita Tuhan mau intim dengan kita supaya kitapun mengerti apa yang menjadi maunya Tuhan, agar kita melaksanakan Amanat Agung>Mat 28:19-20.
B. Dibentuk melalui Proses.
Luk 9: 23 Katanya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
♡Setiap hal dalam kehidupan ini ada prosesnya sama halnya tanah liat yang diambil, dibentuk menjadi sebuah guci. Guci itu dibakar dipoles dilukis dsb sehingga pada akhirnya menjadi perabot yang indah. Begitu juga dengan hidup kita tidak ada yang instan. Kita butuh proses dan apabila kita mau menerima proses itu dan menjalaninya dengan tekun maka kita akan menjadi pribadi yang sempurna dihadapan Tuhan. Kita dulu adalah anak-anak yang diajar oleh orang tua kita tetapi banyak anak-anak menyerap hal-hal negatif dari orang tua sehingga ketika kita sudah dewasa kita tahu akan firman, disitulah proses kita. Kita diubah untuk menjadi sama seperti Yesus. Mungkin waktu di rumah anak belajar dari orang tua pemarah, ketika dewasa dia belajar supaya jangan cepat marah, harus lambat berkata-kata.Maka proses demi proses kita jalani sehingga akhirnya kita menjadi pribadi yang sabar dan lemah lembut.
♡Setiap kita punya proses kehidupan. Ada yang ketika diproses menangis, bersungut, berkeluh-kesah bahkan lari dari proses. Tetapi ingat ketika kita menjalani setiap proses kehidupan dengan ikhlas maka kita akan menjadi pribadi yang berkenan dihadapan Tuhan.
♡Jadi menjadi murid, siap ditegur, siap diubah dan siap diproses oleh Tuhan.
♡Menjalani proses memang tidak mudah seringkali tidak nyaman tetapi hasilnya akan mendatang kan kedewasaan.
C. Meneladani Hidup Sang Guru.
Yoh 13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah kuperbuat bagimu.
Perenungan:
Tuhan melakukan bagiannya. Contohnya Ketika Dia mengajar tentang Kasih maka Dia mengasihi orang berdosa. Bahkan sampai di atas kayu salib Dia berkata: Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.
Teladan seperti ini.yang harusnya kita perbuat.
Menjadi murid berarti:
1.Belajar mengasihi seperti.Yesus.
2.Belajar mengampuni seperti Yesus.
3.Belajar melayani seperti Yesus.
Tiga hal ini yang menjadi proses kehidupan kita. Karena tantangan masalah tetap ada,tetapi kasih Tuhan, kebaikan Tuhan lebih dari apapun juga. Ketika kita sudah mengalami mari kita bagikannya pada setiap orang.
Apa kegagalan Seorang Murid?
1. Mengikut Yesus hanya karena kepentingan pribadi.
1 Yoh 2:6 Barangsiapa mengatakan bahwa Ia ada dalam Dia, Ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
2. Takut dan menyangkal.
Lukas 22:61-62
61 Lalu.berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku.”
62 Lalu ia pergi keluar dan menangis dengan sedihnya.
>Petrus menyangkal Tuhan karena tekanan sosial. Bukankah keadaan seperti ini yang sering kita alami disekitar kita? Banyak orang menyangkal Tuhan dan meninggalkan Tuhan karena ada tekanan, masalah dan tantangan dalam kehidupannya. Mengapa? Karena kasihnya bukan pada Tuhan.
Mat 10:32-33 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
♡Miliki iman yang teguh,sehingga kita dapat berkata: Apapun masalahku Tuhanlah yang terutama. Apapun tantanganku, Tuhanlah yang paling benar.
Luk 12:4 Aku berkata kepadamu hai sahabat- sahabat-Ku, janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
5 Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti.Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!
3. Ingin Berkat tapi takut Proses.
▪︎Mau diberkati,mau dapat hal yang baik tapi proses itu tidak mau dijalani.
Kalau sebuah guci itu menolak untuk dibakar, menolak untuk dibentuk maka akan tetap jadi tanah liat yang tidak berharga. Tetapi ketika guci itu merelakan dirinya dibentuk, dibakar, dipoles, dicat maka guci.itu akan menjadi barang yang bernilai.Demikian pula dengan kita mau diberkati, mau sukses, mau berhasil tapi siapkah kita diproses Tuhan? Dan setiap proses dalam hidup kita pasti berbeda-beda. Ada yang diproses dari sisi kesetiaan; kesabaran;kasih atau penguasaan diri Semua ada prosesnya, tetapi maukah kita tetap bertahan dalam proses itu, supaya pada akhirnya kita mendapat yang terbaik dihadapan Tuhan.
▪︎Tetapi Murid-murid itu. Tidak mau diproses.
Kis 1:6 Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?
Mereka mau Yesus menjadi raja dunia padahal tujuan Tuhan datang ke dunia bukan untuk itu. Mereka tidak mengerti.
>Banyak orang ingin naik tapi tidak mau diproses. Ingin berkat tapi menolak disiplin rohani.
▪︎ Ketika Yesus pergi berdoa- murid’-murid itu tertidur.
Mat 26:40 “Tidak sanggupkah kamu berjaga-jaga dengan Aku satu jam?”Mereka terlena mengikut Yesus, tetapi lupa berjaga-jaga.
♡Ketika kita terlena dengan dunia ini, nyaman dengan berkat, jangan sampai kita lupa berjaga-jaga.
▪︎ Semua murid meninggalkan, ketika Yesus ditangkap.
Murid-murid tercerai berai ketika Yesus ditangkap.
Pelajaran bagi kita:
Kegagalan tidak membatalkan panggilan.
1.Menjadi murid mungkin bisa gagal tetapi panggilan menjadi murid tetap ada dalam hidup kita.
2.Berbahaya bukan jatuh, tetapi tidak mau bangkit.
Amsal 24:16a Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali.
♡Jika kita jatuh, maukah kita bangkit bersama Tuhan?Ketika kita punya kesalahan, ayo kita datang kepada Tuhan, mohon, pengampunan-Nya? Dan kita percaya Dia tidak pernah membuang setiap orang yang mau datang kepada-Nya.
1 Yoh 1:9 Jika kita mengaku dosa kita maka Ia adalah setia dan adil,
sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
♡Yesus tidak bertanya seberapa sering kamu ke gereja tapi Yesus bertanya:
“Apakah kamu mau mengikut Aku?” Maukah kita menjadi murid yang mengikut Tuhan sepanjang hidup kita.
Tuhan tidak mencari murid yang hebat, tetapi murid yang mau dibentuk. Dia mau kita tetap taat, tetap setia dan siap dibentuk disepanjang kehidupan kita.
Mungkin tidak mudah, tetapi jika kita melakukannya maka nama Tuhan akan dimuliakan sehingga orang akan melihat hidup kita berbeda dari dunia ini. Kita menjadi saksi bagi Tuhan dan membawa orang lain mengenal akan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat bagi Manusia. Bersama-sama kita menuntaskan Amanat Agung, sehingga semakin banyak jiwa yang diselamatkan bagi Tuhan.Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 08 Februari 2025

error: Content is protected !!