DISCIPLE OF JESUS – part 5

DISCIPLE OF JESUS
“BE TRUSTED”
(DAPAT DIPERCAYA).
Matius 28:17,”Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.”
Momen krusial pertemuan Yesus dengan kesebelas murid-Nya. Ayat ini menjelaskan respons murid- murid kepada-Nya. Ada yang menyembah-Nya tetapi ada yang ragu-ragu. Pertanyaannya, mengapa mereka ragu-ragu. Bukankah mereka sudah 3½ tahun bersama dengan Yesus dan telah melihat begitu banyak mujizat yang diadakan-Nya. Mengapa harus ragu? Saya belajar juga dari 1 Kor 15: 6
Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa diantaranya telah meninggal.
Ternyata dari ayat ini saya pelajari bahwa yang ragu-ragu bukan kesebelas murid itu tetapi murid-murid yang lain yang mengikuti kesebelas murid ini bertemu dengan Tuhan Yesus.
Terjemahan bahasa aslinya disebut: Ephane epano artinya ” Dia tampak diatas sana.”
Nah, dari pernyataan ini kita dapat melihat bahwa rombongan mereka ini belum sampai ke puncak bukit. Mereka masih jauh dari puncak sehingga dari jarak yang begitu jauh mereka berkata: “Betulkah yang diatas sana Tuhan Yesus? Betulkah Dia yang sudah mati itu bisa bangkit? Betulkah Dia itu guru kami? Terjadi keraguan dalam hati mereka. Disini kita melihat bahwa sekalipun Yesus itu sudah bangkit tetapi masih ada orang yang ragu tentang kebangkitan-Nya.
_Dari cerita ini kita belajar ternyata dari satu momen peristiwa ada orang yang ragu tetapi ada pula yang datang menyembah. ARTINYA: Bahwa Iman dan keraguan bisa hidup berdampingan dalam hati seorang murid._Dan keadaan seperti ini tak dapat dipungkiri kitapun dapat mengalaminya.
Sudah percaya pada Tuhan tetapi kadang-kadang ragu apakah Tuhan itu masih ada bagi kita? Dan kapan hal itu terjadi? Manakala doa belum dijawab, dan masalah kita tetap ada. Ketika sakit itu belum kunjung sembuh, ketika uang yang kita nantikan belum ada padahal tagihan kita hampir deadline.
Perenungan:
♡Ada asumsi orang yang mengatakan:
-Murid sejati = memiliki iman yang sempurna.
-Ragu = gagal total.
-Tuhan hanya memakai orang yang “tidak ragu”
☆tetapi YESUS tidak menolak murid yang ragu. Justru Ia tetap memberi Amanat Agung kepada mereka.
Bagaimana sikap kita?
Jika kita tahu siapa Tuhan yang kita sembah, maka kita tidak boleh meragukan Tuhan dalam hati.
■ Pelajaran dari Matius 28:17
1. Keraguan tidak Membatalkan Identitas Murid.
Ragu-ragu> Bah. Yun. Distazo yang artinya BIMBANG. Hal ini berbicara bukan ketidak percayaan total tetapi iman yang sedang bergumul antara PERCAYA & TAKUT.
♡Mazmur 73:2 “Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir.”
MSG: But I nearly missed it, missed seeing his goodness. Tapi aku hampir melewatkannya, hampir saja tidak melihat kebaikannya.
BIS Tapi aku sudah bimbang, Kepercayaanku hampir hilang.
♡ Bukan kehilangan kepercayaan TETAPI Dunia ini sering membuat kita mulai ragu pada Tuhan.
Markus 9:24 “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini.”
MSG: I believe. Help me my doubts – Aku percaya. Bantulah aku mengatasi keraguanku.
BIS “Tuhan, saya percaya, tetapi iman saya kurang.Tolonglah saya supaya lebih percaya lagi!”
♡ Ditengah-tengah keraguan kita kepada Tuhan tidak melepaskan identitas kita sebagai murid Tuhan. Sekalipun kadang-kadang kitapun masih ragu-ragu apakah Tuhan akan menolong atau tidak tapi kita harus tetap percaya. Memang manusiawi tapi pertanyaannya Jika kita tahu siapa Tuhan kita, apakah kita masih ragu? Namun kabar baiknya sekalipun kita ragu-ragu tetapi kita harus tahu kasih Tuhan tidak pernah berubah kepada kita.
Pelajaran bagi kita:
– Tuhan tidak membuang kita ditengah proses iman yang belum utuh.
Dia tidak akan meninggalkan kita, ditengah-tengah proses yang sedang kita jalani.
2. Yesus tidak menegur keraguan tetapi menyatakan otoritas.
Mat 28:18 “Yesus mendekati mereka dan berkata…”
– Keraguan murid dijawab bukan dengan hukuman, tetapi Dengan Pewahyuan siapa Yesus.
♡Ketika murid-murid dalam keadaan ragu-ragu Yesus tidak menghukum tetapi Dia mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” DIA tetap menguatkan murid-murid-Nya bahwa DIA masih tetap sama. Yang dulu pernah merubah air jadi anggur; yang dulu pernah membangkitkan orang mati; Menyembuhkan orang sakit, dst. DIA mau mengingatkan bagi para murid bahwa DIA tetap sama sekalipun mereka ragu tetapi DIA tetap mengasihi mereka.
♡Dan hal ini sekaligus menyadarkan kita yang punya keraguan. Kita harus percaya bahwa Tuhan kita tidak betubah, dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.
Roma 10:17 Iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus.
♡Kalau kita ingin mengenal kasih Tuhan mari kita coba renungkan firman Tuhan tiap. hari; tentang kasih setia-Nya, kebaikan-Nya yang tidak pernah habis-habis dalam hidup kita.
Ibrani 12: 2 Marilah kita melakukan dengan mata yang tertuju kepada Yesus,yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan tahta Allah.
Artinya fokus kita kepada Yesus bukan kepada diri atau masalah kita.
♡ Lewat masalah yang Tuhan tolong kita punya kesaksian pribadi untuk menceritakan siapa Tuhan kita.
Misalnya sakit disembuhkan Orang itu akan berkata bahwa Tuhan kita adalah Allah Penyembuh. Begitu juga orang yang bergumul tentang kesulitan ekonomi dan ketika doanya dijawab Tuhan maka dia akan berkata bahwa Tuhan adalah Allah penyedia baginya.Ada begitu banyak kisah dan kesaksian yang dapat diceritakan untuk menggambarkan tentang Allah kita yang Maha Besar. Bahkan kerinduan Tuhan agar kita mau berbagi kesaksian dengan orang-orang yang ada disekitar kita. Baik dalam keluarga, tetangga, lingkungan pekerjaan bahkan kepada siapa yang kita temui. Karena ada banyak orang-orang yang lapar dan haus akan Tuhan merindukan kesaksian kita.
Siapa tahu dengan kesaksian kita dapat menjangkau mereka datang dan diselamatkan oleh Tuhan. Mari kita tuntaskan Amanat Agung, Jesus for every one. Setiap orang mengalami perjumpaan secara autentik dengan Tuhan Yesus
3. Murid yang ragu tetap diutus.
11 murid dan 500 murid yang lain tetap diutus Tuhan.
Perenungan:
▪︎ Yang ragu —> diutus.
▪︎ Yang belum sempurna –> dipercaya.
▪︎ Yang masih takut —> dipakai.
Tuhan tidak menunggu kita sempurna untuk mengutus kita, tetapi Tuhan mempercayai kita dan mengutus kita.
2 Kor 12:9 Tetapi jawab Tuhan kepada-Ku:”Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
♡Bagaimana sikap kita ketika menghadapi tantangan? Apakah kita bersungut-sungut atau kita mau percaya dan bergantung penuh pada Tuhan?Karena Tuhan mau kita tetap berharap kepada-Nya dalam setiap perjalanan hidup kita bersama Tuhan.
Hakim 6:15-16 Tetapi jawab-Nya kepadanya: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil diantara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda diantara kaum keluargaku.”
16 Berfirmanlah Tuhan kepadanya: ‘Tetapi akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.
♡Gideon tidak memandang dirinya hebat, tidak memandang dirinya yang terbaik. Dia memandang rendah siapa dirinya. Tetapi yang luar biasa adalah Tuhan tidak membuang dia. Tuhan berkata: “Ada Aku yang akan menolong engkau.” Dan siang hari ini perkataan yang sama diberikan pada saya dan saudara. Mungkin kita lemah dan banyak kekurangan tetapi ada Tuhan yang kuat yang akan menolong kita.
♡Jangan mengecilkan diri kita dihadapan manusia. Kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, biar Tuhan yang ditinggikan dan dipermuliakan dalam kehidupan kita.
Contoh murid yang ragu:
1. Tomas
Yoh 20:24,Tomas menjawab Dia: Ya Tuhanku dan Allahku!”
♡Ketika Tomas ragu, Tuhan datang khusus untuk Tomas dan berkata:” Ulurkan tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!”
♡Dalam hidup ini begitu banyak yang harus kita hadapi tapi percayalah Tuhan itu akan menolong kita. Sama halnya dengan Tomas kalau Tomas sudah percaya Tuhan tidak datang lagi. Tetapi karena Tuhan mengasihi Tomas ketika Tomas ragu Tuhan tetap datang khusus untukTomas. Didalam keraguan Tomas dia menuntut bukti apa yang harus dilakukan. Tetapi pada akhirnya Yesus tidak membuang Tomas. Mungkin sebelumnya Tomas memanggil Yesus dengan sebutan Rabbi atau Guru karena Tomas memandang Yesus hanya sebagai manusia yang punya kuasa menyembuhkan tetapi ketika dia melihat Yesus bangkit dengan mata kepalanya sendiri Tomas berkata; ” Ya Tuhanku, Allahku.” Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah mendeklarasikan Yesus sebagai Tuhan kita; Penyelamat kita; Penuntun kita ; Penolong kita yang sejati? Sekalipun ditengah- tengah masalah kita yang banyak, masihkah kita mendeklarasikan: ” Saya tahu masalahku banyak tetapi Tuhan saya lebih besar. Sekalipun hidup saya belum berubah tetapu saya tahu ada Tuhan yang menolong saya.
2. Petrus
Mat 14:31,”Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”
Pelajaran:
Keraguan tidak menghapus panggilan kecuali kita berhenti datang pada Yesus.
Keadaan Hidup:
▪︎ Ragu saat Doa belum di jawab.
▪︎ Ragu saat keadaan ekonomi sulit.
▪︎ Ragu saat pelayanan berat.
TETAPI
° Tuhan tidak berkata: “Selesaikan dulu keraguanmu baru ikut Aku.”
* Tetapi: “Ikutlah Aku, dan Aku akan meneguhkan Imanmu.”
Amsal 3: 5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri.
Apakah kita sudah percaya pada Tuhan dengan segenap hati ? Ini benar-benar menjadi sebuah perenungan bagi kita, apakah Tuhan sudah menjadi Tuhan atas kehidupan kita.
Ilustrasi:
Ibarat seorang bayi yang mulai merangkak adakalanya dia jatuh karena tidak kuat; atau ketika bayi mulai belajar berjalan bisa salah langkah lalu jatuh dan papanya karena kasian pada anak itu langsung menggendong supaya anak itu
berhenti merangkak atau berjalan. Apakah tindakan papanya ini sudah benar? Karena jika demikian anak ini pasti anak ini tidak bisa jalan apalagi berlari. Dan ini adalah gambaran apa yang Bapa lakukan pada kita ditengah- tengah kelemahan dan keraguan kita, Dia tidak meninggalkan kita. Dia memberi kita kekuatan, menambah semangat kita sehingga kita mampu mengatasi kelemahan kita. Tetapi Tuhan mendorong kita sehingga kita dapat bergerak maju bersama-sama dengan DIA. Kalau hari ini masih ada keraguan kita dihadapan Tuhan, maka Tuhan mau katakan pada kita semuanya: “Aku ada disetiap momen kehidupanmu, jangan pernah ragu pada-Ku. Tuhan menghendaki supaya kita tetap percaya kepada-Nya.”
Kesimpulan:
▪︎ Jika hari ini engkau masih ragu jangan mundur –> datanglah lebih dekat kepada Yesus.
▪︎ Tuhan tidak mencari murid yang tanpa ragu, tetapi murid yang tetap datang meski ragu.
▪︎ Keraguanmu bukan akhir perjalanan, melainkan pintu menuju iman yang lebih dewasa.
Yudas 1:22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu,
Mungkin hari-hari ini ada begitu banyak masalah, tantangan dan keraguan yang kita hadapi. Mari kita datang berserah kepada Tuhan. Membawa hidup, keluarga, pelayanan dan pekerjaan kita kepada-Nya. Kita percaya bahwa Dia Allah kita jauh lebih besar dari masalah kita. Dan ketika kita percaya Dia akan bertindak menolong kita.
Filipi 1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik diantara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 12 Maret 2025

error: Content is protected !!