DISCIPLE OF JESUS – part 4

DISCIPLE OF JESUS
The Year Of Great Commision.
“FROM QUESTION TO CALLING.”
Mat 28 : 16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
Banyak hal sudah kita belajar lewat ayat ini. ☆YESUS sebagai GURU; ☆ Yang menjalankan AMANAT AGUNG yaitu MURID Tuhan; ☆ MENGAPA Murid-murid dipanggil ke GALILEA? Berbicara tentang REKONSILIASI, pembaharuan komitmen mereka dengan Tuhan.
Dan hari ini kita akan belajar yaitu Mengapa Murid-murid harus KE BUKIT yang ada di GALILEA? Memgapa harus di sebuah BUKIT? Bukan di tempat lain misalnya di rumah atau di Bait Allah? Dan alasannya pasti bukan karena letak geografis tetapi ternyata Tuhan mau memperlihatkan bahwa BUKIT adalah PANGGUNG ILAHI dan Tuhan mau memberikan sebuah PERINTAH sebagai sebuah MANDAT Besar kepada Para Murid-Nya. Bagi kita mungkin tempat tidak terlalu penting yang utama yaitu pesannya. Tetapi berbeda dengan Tuhan. Bagi Tuhan “Tempat” itu penting karena Tuhan membentuk setiap orang dari tempatnya. Setiap proses Tuhan yang menentukan tempatnya. Contoh: Ketika Tuhan mau mengajar murid- murid supaya mereka punya iman yang lebih besar maka Dia sengaja menyuruh mereka pergi lebih dulu ke seberang.
Dan Alkitab menceritakan kemudian sesudah perahu murid-murid- Nya beberapa mil jauhnya dari pantai, mereka mengalami angin sakal sehingga perahu itu diombang-ambingkan oleh gelombang laut.
Pelajaran:
Angin sakal adalah angin yang bertiup dari arah berlawanan membuat perahu sukar untuk maju sehingga murid-murid itu kepayahan mendayung. Mereka bertarung melawan ombak yang ganas dan nyaris membuat perahu itu kemasukan air dan hampir tenggelam.
Tetapi apa yang terjadi? Ditengah gelombang, badai yang besar ini Tuhan datang pada mereka berjalan di atas air>Baca: Mat 14:25.

Naik ke bukit adalah KELUAR DARI ZONA NYAMAN, naik ke level rohani yang lebih tinggi dan lebih dalam. Dan hal itu dibuktikan dengan keadaan murid-murid itu pada waktu Tuhan Yesus disalibkan dan mati, mereka seperti kehilangan arah tujuan dan pegangan hidup. Ekspetasi mereka seolah kandas. Harapan mereka bahwa Tuhan Yesus akan menjadi raja mengalahkan Penjajah Romawi, tetapi sekarang DIA disalibkan dan mati.Keadaan murid- murid sesudah Yesus mati:
-Mereka bersembunyi. Mereka takut dan gentar.pada orang- orang Yahudi.
Yoh 20: 19a Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid- murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut pada orang-orang Yahudi.
Setelah Tuhan bangkit:
Tuhan mau mereka keluar dari tempat persembunyian mereka.
Apa makna Rohani dari “BUKIT”?
1. Tempat Pewahyuan dan Pertemuan dengan Allah.
Contoh:
a. Musa: Ketika dia ada di Gunung Sinai. Ketika Musa melihat semak duri yang menyala tetapi tidak hangus.
Musa naik ke Gunung, untuk bertemu dengan Tuhan, keadaannya pada waktu itu,dia orang yang kalah, patah, seorang pembunuh dan dikejar-kejar oleh Firaun dan saat itu dia sedang menggembalakan kambing domba Jitro, ayah mertuanya.
Tetapi keadaan yang luar biasa ketika Musa bertemu dengan Tuhan, dia menerima sebuah Perintah yang Baru dari Tuhan> Kel 3:11.
“Pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun.untuk membawa umat-Ku, orang Israel keluar dari Mesir.”
b. Elia: dia dikejar-kejar oleh Izebel ketika Elia melakukan tindakan spektakuler membunuh 450 nabi-nabi baal dan ketika diketahui oleh Izebel maka Izebel mencari Elia untuk membunuhnya.Elia menjadi takut dan bersembunyi> 1Raja 19:4
Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk.di bawah sebuah pohon ara. Kemudian ia ingin mati, katanya: cukuplah itu! sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”
Tetapi Tuhan datang di tengah-tengah angin sepoi-sepoi dan memanggil Elia, lalu Elia naik ke gunung dalam keadaan depresi, putus asa. Tetapi ketika Elia bertemu dengan Tuhan sesuatu.yang luar biasa terjadi. TUHAN memberi sebuah Perintah Baru kepadanya, dimana dia harus mengurapi Hazael menjadi raja Aram, juga Yehu cucu Nimsi haruslah diurapi menjadi raja atas Israel dan Elisa bin Safat dari Abel-mehola harus diurapinya menjadi nabi menggantikannya.
c. YESUS; Ketika DIA pergi berdoa ditengah-tengah ketakutannya bukan karena penyaliban.tetapi DIA tahu bahwa DIA akan terpisah dari Allah ketika ada di kayu salib. TETAPI sebelum itu murid-murid-Nya: Petrus, Yakobus dan Yohanes menyaksikan peristiwa transfigurasi, Yesus dipermuliakan. Yesus berubah rupa didepan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaiannya menjadi putih bersinar seperti terang>Mar 17:2.
Ketiga murid imi menyaksikan proses itu, walaupun mereka dalam keadaan lelah tetapi mereka penuh sukacita.
Nah, dari ketiga contoh ini kita melihat bahwa ketika ada pertemuan dengan Tuhan ada perubahan yang terjadi dalam.diri seseorang.
Bagaimana dengan kita? Ketika kita naik ke gunung Tuhan, berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, adakah keputusan untuk mengubah hidup untuk menjadi pribadi yang lebih baik?
Mungkin ditengah-tengah banyaknya masalah, goncangan dan keadaan tidak baik, maukah kita memilih naik ke Gunung Tuhan dan kita berkata: “Ini aku Tuhan, aku ingin mengubahkan hidupku menjadi pribadi yang lebih baik.” Setiap kita punya kelemahan tetapi jangan terus hidup dengan kelemahan dan kekurangan. Kalau kita hidup dengan kelemahan maka tak ada yang dapat menolong.
Ketika pilihan kita tidak mau berubah maka tidak ada yang dapat mengubahkan kita.
♡Bukit melambangkan naik tingkat secara rohani. Kita naik tingkat bersama-sama dengan Tuhan. Yang dulunya mudah kecewa sekarang lebih kuat; yang dulunya gampang sakit hati sekarang lebih bisa merelakan, yang dulunya gampang emosi sekarang lebih sabar karena kita naik ke gunung Tuhan.

2. BUKIT berbicara tentang tempat perspektif yang lebih tinggi
♡ Di Bukit pandangan kita lebih luas, tidak terhalang bisa melihat lebih jauh.
▪︎ Tuhan mau para murid ini bukan hanya melihat dunia mereka sendiri. Kekecewaan, sakit hati, ketakutan pada orang Yahudi tetapi Tuhan mau mereka naik ke Bukit dan memandang seluruh dataran pada saat itu, dan apa yang harus mereka lakukan.
Itulah sebabnya Tuhan memberi Perintah dalam
Mat 28:19 ” Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.”
Jadi disini Tuhan mau bukan cuma bangsa tertentu tetapi semua bangsa.
♡Tuhan mau supaya kita menjadi Pribadi-pribadi yang dipilih Tuhan untuk memandang orang-orang di luar sana.
♡Namun kita sering fokus pada kepentingan diri sendiri. Bagaimana saya hidup; bagamana keluarga saya, bagaimna pekerjaan saya;dst. Semuanya hanya terpusat pada saya! ! Tetapi bagaimana kita dapat memandang orang lain, sebab banyak orang diluar disana yang menderita dan
Banyak orang di luar sana yang berkekurangan membutuhkan uluran tangan kita dan butuh Tuhan.
YESUS menyatakan bahwa DIA bukan sekedar Guru yang bangkit tetapi DIA adalah Raja yang Berkuasa.
♡ Dan Kuasa itu diturunkan bukan hanya bagi para murud tetapi bagi kita semua. Sebab itu jika kita merasa kalah dan patah dan bukan siapa-siapa, kita ingatkan diri kita bahwa kita adalah anak Tuhan.
♡Kita punya Tuhan yang besar; Tuhan yang luar biasa; “Aku bisa melakukan apapun juga karena aku percaya kepada Tuhan.

3. BUKIT adalah Tempat Peneguhan Otoritas
Mat 28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
♡Tuhan mau menegaskan pada murid-murid-Nya bahwa mereka tidak perlu takut karena ada kuasa pada-Nya dan itu akan diberikan pada mereka.
♡Juga memberi kepastian pada murid-murid itu bahwa mereka tidak salah memilih Tuan, tidak salah memilih pegangan hidup.Mungkin mereka kaget kenapa Tuhan yang mereka kenal sering melakukan mujizat spektakuler tetapi sekarang mengapa Dia harus mati dan dikuburkan? Apakah Tuhan Yesus sudah kehilangan kuasa?Tetapi Tuhan menegaskan bahwa DIA masihnTuhan yang sama dulu sekarang dan sampai selama-lamanya. Kuasa-Nya tidak pernah berubah.
♡Didalam Alkitab Gunung sering dikaitkan dengan tahta dan pemerintahan.Raja-raja pada saat itu lebih suka menaruh pemerintahan atau kerajaan mereka di atas gunung karena ini berbicara tentang otoritas.
♡Ketika Tuhan mengangkat kita maka kita akan melihat lebih luas lagi keadaan dunia ini.Tanda-tanda akhir Zaman semakin digenapi. Siap atau tidak siap Tuhan akan datang segera di akhir zaman.Tidak salah kita fokus pada diri kita, namun apa yang Tuhan mau dalam hidup kita tidak akan tercapai.Karena itu mulailah membawa diri kita lebih lagi naik ke Gunung Tuhan.
PELAJARANNYA:
A. Untuk menerima mandat besar, kita perlu naik lebih dulu
secara rohani.Mazmur 24: 3-4.
3 Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?
4 “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, yang tidak bersumpah palsu.
♡Jadi untuk naik ke gunung Tuhan ada syaratnya.Tidak sembarangan; banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih.
♡Kita semua dipanggil Tuhan asal kita mau menjaga hidup kita. Ada hal yang besar yang Tuhan mau berikan pada kita asal kita mau menjaga terus kehidupan kita.
B. Dari BUKIT kita diutus untuk turun ke dunia.
Markus 16:15
15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah keseluruh dunia,beritakanlah injil kepada segala mahluk.
♡Mungkin banyak orang tidak sanggup pergi keseluruh dunia. Tetapi kita mungkin punya dunia masing-masing.
Ada orang yang berkata: “Duniaku yaitu keluargaku▶️menangkan keluargamu.
Ada orang yang berkata duniaku pekerjaanku▶️menangkan orang- orang yang ada di kantormu.
Atau ada tempat lain misalnya di kampus atau ditempat games ▶️ menangkanlah mereka untuk Tuhan.
♡Pastikan orang disekelilingmu sudah mengenal Tuhan.

●Ingat BUKIT bukan Tempat Permanen.
BUKIT adalah tempat kita menerima Visi dari Tuhan dan DUNIA adalah tempat kita mengerjakan Misi dari Tuhan
Apa yang harus kita lakukan? ⁵Kita melakukan yang terbaik untuk Tuhan.
Sebagai Pelayan lakukan yang terbaik, Sebagai Suami/isteri lakukan yang terbaik: sebagai Orang tua/ Anak: lakukan yang terbaik. Lukas 12:48
Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut. Dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.
♡ Jika kita tahu banyak maka kita akan dituntut banyak dan jika kita tahu sedikit maka sedikit pula kita dituntut.
Pertanyaan bagi kita? Sudah berapa lama kita mengenal Tuhan? Sudah berapa banyak informasi yang kita dengarkan dari Pemberita-pemberita Firman? KITA harus sadar ketika kita ada di tempat Ibadah, kita datang bukan karena KTP sebagai orang Kristen, bukan supaya dilihat dan dipuji orang TETAPI supaya kita dapat mengerti dari setiap Firman yang kita terima untuk dapat kita lakukan. JIKA kita dapat Firman ” Pergilah jadikan semua bangsa murid-Ku” Jangan kita berkata itu tugas Gembala atau tugas Pelayan yang ada di gereja dan bukan tugas saya kan saya hanya orang kantoran. Ingat: Setiap kita yang menjadi murid harus menerima Firman itu dan melakukannya. Kita harus bertumbuh, berakar dan berbuah sehingga dapat menjadi orang rohani di tempat kita masing-masing.

Tanpa Naik ke Hadirat Tuhan, Pelayanan akan berubah menjadi aktivitas kosong.
Naik ke BUKIT tetapi tidak mau turun ke DUNIA = nge “roh” tanpa misi.
♡ Yesus mengajarkan keseimbangan NAIK untuk menerima KUASA dan TURUN untuk melakukan setiap Firman yang didengarkan.
KESIMPULAN:
Bukit di Galilea adalah :
1. Tempat Penyelarasan Panggilan.
2. Tempat Peninggian Perspektif.
3. Tempat Peneguhan Otoritas.
4. Tempat Transisi dari Murid menjadi Utusan Kristus.
Mungkin hari ini kita belum naik ke Bukit Tuhan karena kita masih merasa belum layak untuk melakukan yang terbaik. Mungkin kita masih merasa banyak dosa, banyak kelemahan,banyak kekurangan sehingga kita menangguhkan untuk melakukan Firman yang telah kita dengar. Tetapi dengar baik Saudara, Yesus masih memanggil kita untuk naik ke Bukit yang telah DIA tentukan. Tuhan masih membuka Tangan-Nya buat kita dan DIA menunggu kita untuk datang kepada-Nya
Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 29 Maret 2025

error: Content is protected !!