DISCIPLE OF JESUS – part 1 – JESUS ​​AS A TEACHER

DISCIPLE OF JESUS
Kita masih terus berbicara tentang tema besar Gereja Tahun 2026 yaitu: “The Year of Great Commission.”
Dari khotbah Bapak Gembala kita sudah belajar dari Matius 28:18-20. Tetapi hari ini saya rindu kita sharing pada ayat sebelumnya
Matius 28 :16 – 20
16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditujukan Yesus kepada mereka.
17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
Menjadi sebuah pertanyaan bagi kita apakah Amanat Agung ini ditujukan untuk semua orang? Jawabannya: TIDAK. Mengapa? Kalau dilihat dari ayat ini, dikatakan sebelas murid itu ke Galilea ke bukit yang ditujukan Yesus. Dan jika kita kaitkan dengan Ayat18 -20 maka sebenarnya Amanat Agung ini tidak ditujukan untuk semua orang tetapi hanya kepada para murid saja.
Pertanyaannya bagi kita, apakah kita murid-murid Tuhan? Karena seyogyanya bagi orang-orang yang telah mengambil keputusan untuk percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya Allah dalam kehidupannya maka orang itu adalah murid Tuhan.
Apa arti “Murid” menurut Alkitab? Murid(bah. YUNANI Mathetes) yang artinya: Seorang pelajar yang melekat, belajar dengan hidupnya dan meniru gurunya. Jadi bukan hanya Pendengar, Pengagum atau simpatisan,melainkan seseorang yang menyerahkan hidupnya untuk dibentuk olehTuhan.
Setiap kita bukan pribadi sempurna tetapi kita mau terus belajar. Tetapi ada ASUMSI Keliru yang beranggapan menjadi “Murid Yesus berarti rajin ke gereja dan tahu firman.”
TETAPI Alkitab menjelaskan:
Mat 4:19 Yesus berkata kepada mereka: ” Mari, Ikutlah Aku, dan kamu akan Ku-jadikan penjala manusia.”
♡Murid bukan hanya tahu ajaran Yesus tetapi membiarkan hidupnya diubahkan oleh Yesus.
Yoh 8:31 Maka katanya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku kamu benar-benar adalah murid-Ku.
Luk 6 :40 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
♡Kalau kita adalah Pribadi-pribadi yang tetap dalam Firman Tuhan, ada dalam jalan-Nya Tuhan maka kita adalah murid Tuhan.
Bagaimana Sikap Yesus menjadi Seorang Guru:
1. Mengajar dengan teladan
♡Yesus menghidupi apa yang Dia ajarkan.
Contoh: Mengajar tentang Kasih ▶️ Dia mengasihi orang berdosa.
Yoh 8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
♡Mengajar tentang kerendahan hati ▶️ Dia membasuh kaki murid-murid-Nya.
Yohanes 13:14-15.
14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, naka kamu wajib saling membasuh kakimu;
15 sebab Aku telah memberi suatu teladan kepadamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat bagimu.
♡Kalau kita murid Tuhan maka kita harus melakukan apa yang Tuhan lakukan.Kalau Tuhan melepaskan pengampunan maka kita juga harus melakukan seperti itu.Kalau Tuhan mengasihi maka kita juga harus mengasihi dan kalau Tuhan mau menjangkau orang lain maka kitapun harus melakukannya.
Ikuti kerendahan hati-Nya sekalipun Dia diagungkan dan diangkat jadi raja tetapi Dia mau merendahkan diri-Nya dan membasuh kaki murid-murid-Nya.
2. Yesus relasional, bukan otoriter.
▪︎ Relasional berarti berkaitan dengan hubungan atau koneksi. Sedang otoriter adalah gaya kepemimpinan yang memusatkan pada kekuasaan tunggal, kepatuhan mutlak dan tidak memberi kebebasan kepada orang lain.
♡Tuhan kita berbeda, Dia mau membangun hubungan dengan orang lain bahkan lebih spesifik Dia mau membangun hubungan dengan murid-murid-Nya.
Yoh 15:15 Aku tidak menyebut lagi kamu hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
♡Tuhan Yesus membangun relasi dengan murid-murid-Nya.Jika kita mau menjadikan Tuhan Yesus menjadi Guru maka kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan.
♡Jika kita mengasihi Tuhan maka kita akan memberi waktu yang terbaik untuk Tuhan.
3.Yesus tegas namun penuh anugerah
Matius 16:21-22
21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali tak akan menimpa Engkau.”
Mengapa Petrus berkata demikian? Karena murid-murid itu mau menjadikan Yesus sebagai raja agar dapat membebaskan bangsa Israel dari penjajahan Romawi. Tetapi kita tahu Yesus datang ke dalam dunia untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Luk19:10.
Bagaimana Sikap Yesus?
a. Yesus menegur Petrus.
23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah iblis. Engkau suatu batu sandungan
bagi-Ku, sebab Engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia
▪︎ Teguran ke Petrus:
Mat 26:34 Yesus berkata kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal aku tiga kali.
40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidak sanggupkah kamu berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
Matius 26 :51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.
Siapa itu? Yoh 18:10
Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya Nama hamba itu Malkhus.
52 Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa mengguna- kan pedang akan binasa oleh pedang.
b. Yesus memulihkan Petrus. Yoh 21:15-17
“Apakah engkau mengasihi Aku?”
“Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Yesus punya kasih yang besar.Demikian juga bagi kita, Tuhan Yesus tetap mengasihi kita.Sekalipun dosa kita merah seperti kirmizi Tuhan tidak meninggalkan kita tetapi Dia mau kita berbalik dan bertobat dan Dia akan memulihkan keadaan kita sama seperti kepada Petrus.
♡Yesus memanggil kembali Petrus.
Yoh 21:19b Sesudah mengatakan demikian Ia betkata kepada Petrus:Ikutlah Aku.”
■Guru sejati tidak membuang murid yang gagal, tetapi membentuk nya.
Perenungan:
Siapakah kita hari-hari ini? Kalau kita merasa kita manusia yang gagal dan begitu banyak kesalahan mari kita datang pada Tuhan sebab Dia tidak pernah membuang kita, karena Tuhan adalah Guru yang selalu membuka tangan-Nya bagi kita dan menerima kita apa adanya. ♡Jangan pernah merasa tertekan oleh dosa kita tetapi datanglah pada Tuhan dalam sikap penyesalan dan pertobatan.
♡Tuhan tidak menegur Pribadi Petrus tetapi pada kesalahan yang dilakukannya. Saat dia salah betucap dan bertindak.
♡Tetapi akhirnya Tuhan Yesus tetap menerima Petrus dan kita tahu ketika Petrus yang penuh dengan Roh Kudus menyampaikan firman maka Alkitab mengatakan ada 3000 orang dibaptis.
♡Siapakah kita hari-hari ini apakah kita pribadi yang banyak sekali kesalahan?Atau masa lalu kita begitu kelam sehingga kita dianggap gagal.Bahkan berdoa saja kita takut. Ingat bahwa Tuhan mengasihi kita dan Kita berharga di mata-Nya.
Kita bukan hamba tetapi sahabat. Mari kita datang Kepada-Nya karena Dia rindu membangun hubungan dengan kita.
♡Kalau kita membaca firman maka kita melihat bahwa murid-murid Tuhan juga punya kelemahan masing-masing tetapi apa Tuhan membuang mereka?Tidak! Tuhan tetap merangkul mereka hanya Yudas Iskariot saja yang tidak mau berpaling pada Tuhan dan bertobat malahan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Tetapi berbeda dengan Petrus walaupun telah menyangkal Yesus tiga kali, tetapi Petrus mau datang kembali pada Tuhan Yesus. Harusnya dia tidak dipakai lagi oleh Tuhan. Tetapi Tuhan tidak membuangnya karena kasih-Nya begitu besar Dia mengampuni Petrus, membalut dan memulihkan keadaannya. Dan akhirnya kita tahu Petrus dipakai Tuhan sebagai Rasul bagi orang-orang Yahudi.
■ Bagaimana dengan hidup kita ketika kita sadar akan dosa kita, maukah kita datang pada Tuhan? Maukah kita sujud menyembah kepada Tuhan dan meminta ampun untuk segala kesalahan kita.
♡Sebagai murid kita terpanggil untuk melakukan Amanat Agung. Mungkin hal ini tidak mudah bagi setiap orang. Terutama bagi kelompok introvert yang kurang aktiv berinteraksi secara sosial. Amanat Agung bukan tentang kemampuan kita tetapi kesediaan kita untuk dipakai Tuhan. Kita perlu melatih diri dengan langkah-langkah kecil misalnya dengan tersenyum dan menyapa orang lain.Berdoa sebelum memulai percakapan,dan fokus pada orang lain dan bukan pada diri sendiri mungkin cara -cara ini dapat membantu kita lebih baik lagi berkomunikasi dengan orang lain sebab kita ingat kita adalah duta Kerajaan Allah yang mewakili Tuhan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa.Roh Kudus akan menolong kelemahan kita sehingga kita dapat dipakai Tuhan lebih baik lagi sebagai utusan-Nya.
♡Murid Yesus bukan hanya ingin diselamatkan dari neraka tetapi rindu hidupnya diarahkan untuk Tuhan.
♡Karena ada orang yang berasumsi jika tidak ke gereja maka dia akan sial sepanjang hari. Jika tidak berdoa dan baca firman akan masuk neraka.
♡orang yang demikian mencariTuhan bukan karena kebaikan Tuhan dan mengasihi Tuhan tetapi karena takut akan hukuman yang akan datang. TETAPI hari ini kita belajar kalau kita mengasihi Tuhan kita akan melakukan sesuatu sama seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia. Ketika kita datang mencari Tuhan bukan karena kita takut tidak masuk sorga tetapi karena hati kita benar-benar mau mengasihi Tuhan.Pagi ini kita belajar untuk mau melakukan Amanat Agung kita harus jadi seorang murid.Dan kita belajar dari Tuhan dimana Dia menjadi Guru yang Agung bagi kita serta menjadi teladan bagi kita dalam sikap dan tanggung jawab. Juga kita belajar Tuhan Yesus memiliki sikap relasional, Dia mau membangun hubungan dengan kita. Kita percaya anugerah-Nya begitu besar dalam hidup kita. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 11 Januari 2025

error: Content is protected !!