FULL PAYMENT

FULL PAYMENT

Khotbah kita hari ini berbicara tentang Full Payment, arti secara harfiah yaitu “Pembayaran Penuh
Misalnya, pada waktu tamu check out dari sebuah Hotel atau Penginapan maka langkah terakhir yaitu tamu akan melakukan pembayaran penuh
(full payment) dan melunasi semua biaya yang terkait dengan masa inap mereka.
Di era digital seperti sekarang, Ibu-ibu tak lagi repot keluar rumah untuk belanja kebutuhan sehari-hari dengan hanya mengandalkan ponsel mereka mendapatkan kebutuhannya. Beberapa platform yang populer seperti Shopee, Lazada, Tokopedia, Blibli dst, dapat jadi pilihan mereka. Metode pembayaran pun dapat dilakukan via transfer bank, Kartu Debit/Kedit, e wallet atau dompet digital: Ovo, Go pay, Dana bahkan dapat dengan payment latter: COD atau Cash Order Delivery, membayar saat Kurir antar barang. Begitu mudah dan sangat membantu. Jadi prinsipnya tetap sama begitu check out dan selesai transaksi belanja online maka kita akan diminta untuk melakukan full payment.
Ternyata “Full Payment” bukan hanya ada dalam dunia market tetapi juga dalam kehidupan rohani. Karena kita dipanggil juga untuk “membayar harga” dalam bentuk pengorbanan ketaatan dan kasih kepada Tuhan dan sesama.
Lukas 7: 36 – 50 Kisah tentang Yesus diurapi oleh Perempuan berdosa.
36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu.
37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai orang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kakinya, lalu membasahi kakinya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kakinya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

What is her PAYMENTS?
1. PEMASUKANNYA.
Di kota itu ada seorang Perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
Contoh lain:
Lewi – Luk 5 : 27
Kemudian, ketika Yesus pergi keluar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”
Luk 5 : 28 Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
Contoh lain:
Saulus – Kis 8 : 3
Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan keluar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.
Filipi 3 : 7 – 8
7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya dan menganggap sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
Pelajarannya:
▪︎ Datang sekalipun latar belakangnya penuh aib.
▪︎ Rela melepaskan masa lalu untuk mendapat pengampunan.
▪︎ Yesus tidak menolak yang datang dengan hati hancur, tapi dibutuhkan kerelaan untuk meninggalkan semuanya dan datang kepada-Nya.
Yesterday is History
Tomorrow is a Mysteri
And Today is a Gift of God
Thats why They call it
“PRESENT”

2. HARGA DIRINYA.
Sambil menangis ia berdiri dibelakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya.
Contoh lain: Petrus.
Mat 26 : 75 Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi keluar dan menangis dengan sedihnya.
And he went outside and wept bitterly.
Pelajarannya:
▪︎ Air mata pertobatan adalah simbol kerendahan hati dan penyesalan sejati.
▪︎ Ia tidak malu menangis di depan umum, karena kasih kepada Yesus lebih besar dari harga dirinya.
▪︎ Bukan airmata BUAYA tetapi air mata PERTOBATAN.

3. KEHORMATANNYA.
dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya.
■ Rambut adalah Mahkota Wanita.
1 Kor 11 : 15 tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.
Apa simbol Kehormatan kita?
■ Uang? Talenta?Jabatan? Popularitas? Kekayaan? Pencapaian?
■ Maukah kita membawa Kehormatan kita kepada Tuhan?
Pelajarannya:
▪︎ Ia menggunakan Kehormatannya untuk menyembah Tuhan.
▪︎ Ia menunjukkan bahwa tidak layak dihormati selain Tuhan.
▪︎ Ini adalah simbol penyerahan total kepada Tuhan.
Mat 23 : 12 Dan barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

4. TABUNGANNYA.
dan meminyakinya dengan minyak wangi.
Contoh lain : Marta.
Lukas 10 : 38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
Bagaimana keadaannya:
1. Tinggal di kampung Betania(House of the poor).
2. Pas-pasan bahkan kekurangan.
3. Tapi masih mau menerima 13 orang di rumahnya.
4. Masih mau memberikan yang terbaik sekalipun kekurangan.
Contoh lain: Daud.
2 Sam 24 : 24 “Bukan begitu melainkan aku mau membelinya dari padamu dan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa.”
Sesudah itu Daud membeli tempat pengirikan dan lembu-lembu itu dengan harga lima puluh syikal perak.
“Tidak, aku akan membayar harga dari semua ini, sebab aku tidak ingin mempersembahkan kepada Tuhan Allahku sesuatu yang tidak punya nilai.”
Pelajarannya:
▪︎ Ia rela mempersembah kan yang termahal karena menyadari betapa besar kasih Yesus.
▪︎ Kasih kepada Tuhan menggerakkan kita memberi yang terbaik, bukan sisa.
▪︎ Kita mempersembahkan harta,waktu,tenaga bukan karena paksaan, tetapi sebagai wujud cinta kepada Tuhan.
▪︎ Kalau kita melepaskan maka Tuhan akan menggantinya.
Amsal 11 : 24 Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, Siapa memberi minum,ia sendiri akan diberi minum.

Bagaimana dengan kita Pribadi?
Luk 7 : 47 – 48 Sebab itu Aku berkata kepadamu: “Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.
48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”
50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”
■ Pembayarannya diterima oleh Yesus.
(Payment Successfull).
■ Dibutuhkan pembayaran yang sana sesuai dengan perbuatan kita.

Pelajaran Hidup:
Pertobatan sejati menuntut penyerahan total.
Tidak ada yang terlalu mahal jika dibandingkan dengan kasih dan pengorbanan dari Yesus.
Kasih kepada Yesus dinyatakan bukan dengan kata, tapi dengan pengorbanan.
Pengampunan itu gratis, tapi kasih sejati selalu menghasilkan tindakan nyata.
Ketika kita memberi yang terbaik maka Tuhan pun akan memberi yang terbaik. Ketika kita meninggalkan masa lalu yang kelam Tuhan akan mengganti dengan masa depan yang gilang gemilang, karena itu apa yang dapat kita lakukan, lakukan yang terbaik dihadapan Tuhan
Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah by :  Ps Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 13 Juli 2025

error: Content is protected !!