
“The Great Miracle”
Mujizat adalah salah satu hadiah yang disediakan Tuhan bagi anak-anak-Nya. Merupakan pemberian atau gift dari Tuhan bagi orang percaya. Sesuatu yang ajaib, yang luar biasa diluar jangkauan akal manusia.
Dan memang hidup ini adalah mujizat. Ketika kita dapat melewati tantangan yang begitu berat dan kita bisa lolos atau ketika kita mampu lulus dari segala tawaran – tawaran dunia, itu adalah mujizat.
Salah satu mujizat yang disediakan Tuhan bagi orang percaya adalah yang disebut : UPGRADE atau NAIK.
Bahasa Alkitabnya yaitu Tuhan mau kita naik dan bukan turun. Kita menjadi Kepala dan bukan Ekor, Kita memberi dan bukan meminjam.
Kerinduan Tuhan yaitu Dia mau mengangkat kehidupan kita semakin baik dari hari kesehari. Secara ekonomi, kerohanian, dan keuangan kita.
Tetapi terkadang juga Tuhan membawa kita masuk dalam lembah kekelaman atau lembah air mata. Kita dibawa
melalui jalan yang terjal, tidak rata, berliku-liku, tidak lurus, tebing-tebing yang curam yang membuat kita tidak nyaman.
> Jika kita melihat perjalanan Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya tidak selamanya indah.
Matius 14 : 22 -27,
>Tuhan Yesus menyuruh murid-murid bertolak keseberang dan Dia tinggal sendirian dibukit untuk berdoa.
> Tetapi dalam perjalanan murid-murid itu mengalami angin sakal dan gelombang.
> Disaat mereka dalam ketakutan dan masalah, Yesus datang menemui mereka. Dia berjalan di atas air.
> Tuhan datang mendemonstrasikan kuasa-Nya bahwa Dia yang pegang kendali atas alam semesta, sehingga angin harus tunduk pada kuasa-Nya.
>Apapun keadaan kita jangan takut, karena kita punya Tuhan yang berkuasa.
Matius 8 : 23 -27.
> Yesus sedang dalam perjalanan bersama murid-murid-Nya bertolak keseberang.
24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
> Apakah Yesus tidak tahu kalau murid-murid itu mengalami badai?
> Yesus tahu tapi Dia mengijinkan badai itu untuk meneguhkan kepercayaan murid-murid itu kepada-Nya.
Ay.26, Ia berkata kepada mereka : “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, dan danau itu menjadi teduh sekali.
Markus 6 : 30 – 44.
Ay 37, ” Kamu harus memberi mereka makan!”
Perintah Tuhan Yesus sangat sederhana :
” Apa yang ada padamu.”
Datanglah Andreas membawa 5 ketul roti dan 2 ekor ikan.
> Hanya itu saja yang ada pada mereka.
Perenungan :
• Semua yang sisa didalam kehidupan kita jika ditangan Tuhan Dia dapat melakukan pelipat gandaan.
Alkitab mengatakan bahwa semua orang makan sampai kenyang, 5000 orang lelaki belum termasuk perempuan dan anak-anak. Dan sisanya ada 12 bakul.
> Padahal sebelum itu mereka kelaparan.
Pelajaran bagi kita:
Apakah ikut Yesus harus menderita ?
~ Ada waktunya Tuhan mengijinkan kita masuk lembah kekelaman. Membuat kita seolah- olah tidak berdaya, tidak mampu namun dari sana tempat yang dibawa Tuhan sanggup membawa kita naik ke atas.
Kisah kehidupan Daud.
Daud tiba pada titik terendah dalam hidupnya. Bukan soal makan, minum, pakai. tetapi bagaimana sikap hatinya dihadapan raja Saul.
• Daud menyebut dirinya sebagai:
1. Anjing mati dan seekor kutu.
1 Samuel 24 : 15,
Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang ? Siapakah yang kau kejar ? Anjing mati! Seekor kutu saja!
– Anjing adalah binatang yang galak dan mandiri.Tetapi anjing mati tidak lagi ditakuti lawan – Tidak Berdaya.
—> Dulu Daud sangat ditakuti Filistin > sekarang tidak berdaya.
– Kutu adalah binatang kecil yang suka meloncat-loncat.
Seperti Daud yang suka berpindah-pindah.
> Membunuh Kutu tidak menguntungkan apa-apa. Daud menganggap dirinya sudah tidak bernilai apa-apa.
2. Ayam hutan.
1Samuel 26:20, Sebab itu janganlah darahku tertumpah ketanah, jauh dari hadapan TUHAN. Sebab Raja Israel keluar untuk mencabut nyawaku seperti orang memburu ayam hutan di gunung- gunung.
– Ayam hutan adalah unggas penakut dan sangat liar.
—>Daud melarikan diri karena ketakutan.
Ketakutan seringkali mendatangkan hal yang buruk :
– Daud meninggalkan isterinya.
– Meninggalkan rumah tempat mereka tinggal – Istana Raja.
– Daud pura-pura gila.
1 Samuel 21 : 12 – 13.
13. Sebab itu ia berlaku seperti orang yang sakit ingatan didepan mata mereka dan berbuat pura-pura gila didekat mereka; ia menggores- menggores pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya.
Padahal siapakah Daud :
– Gembala yang bertanggung jawab
– Pemain kecapi yang diurapi.
– Pahlawan > Membunuh Goliat.
– Ahli Perang > Membunuh musuh berlaksa-laksa.
• Tuhan mengangkat DAUD ke level tertinggi menjadi Raja Israel.
Seringkali Tuhan mengijinkan kita turun ke level terendah tetapi ada waktunya Dia mengangkat kita ke level teratas.
Apakah yang dipunyai Daud :
1. Kesetiaan – loyalitas.
A. Kepada SAUL-Rajanya.
Pelajaran dari Daud :
-Tidak membalas jahat dengan jahat.
– Menghormati Pemakaian Tuhan atas Saul.
– Menghormati Saul sebagai raja.
– Hatinya bersih dari Kejahatan dan pengkhianatan.
1 Sam 4: 12
Perenungan :
– Milikilah Kesetiaan – Itu harta yang mahal.
– Jangan berkhianat – Tidak ada kehormatan.
– Jangan memberontak – Sekalipun kecewa – Tuhan bela.
Pengkhotbah 10 : 4,
Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan – kesalahan besar.
B. Kepada Mikhal- isterinya . 2 Sam 3:14.
Daud menginginkan Mikhal sebab :
– Mikhal adalah isteri masa mudanya.
– Meloloskan dia dari Saul. 1 Sam 19: 12.
C.Kepada Yonathan – Sahabatnya.
2 Sam 9 : 3 – 13.
Pelajaran tentang Persahabatan :
– Harus dipelihara. Ibrani 13 : 1.
– Bukan karena uang. Amsal 14 :20.
– Tidak mencelakakan. Amsal 18 : 24.
– Persahabatan adalah. mengasihi. Amsal 17:17
D.Kepada Keluarga – Ayah, Ibu, Saudara.
1 Samuel 22 : 1.
• Ada berapa jenis keluarga :
• Karena keturunan (Darah dan Daging)
• Karena Iman kepada Kristus.
•Karena senasib – sependeritaan.
(1bangsa; 1 tanah air – NKRI.)
E.Kepada Tugasnya.
– Sebagai Gembala Domba. 1 Sam 17 : 20.
F.Kepada Persekutuan. Daud membagi jarahan.
• yang tidak ikut perang 1 Sam 30: 24
• Bangsa Israel 1 Sam 30 : 26.
• Daud menganggap Israel adalah Rumah Besarnya ; Ziglag adalah rumah kecilnya.
> Rumah besar kita adalah:
GBI. MENORAH “HOME” House Of Menorah.
> COOL : Rumah kecil kita.
Mari kita menjadi orang yang setia menjalani kehidupan ini, sekalipun terkadang berada pada titik terendah, mari tetap setia sehingga Tuhan akan mengangkat kita naik dan memberkati kita. Amin.
Khotbah by : Ps. Honny Supit Sirapanji, M.Th.
Ibadah Raya GBI Menorah, 18 Juni 2023