
HOLINESS LIFE
1Petrus 2 : 9
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus,
umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
Prinsip Hidup sebagai Anak Tuhan:
4. MENJAGA KEKUDUSAN.
Perlakuan Tuhan atas Umat-Nya :
A. Mendiami Kita – 1 Kor 3: 16 bait Allah.
Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam dalam kamu?
B. Menuntut untuk Hidup Benar.
> 1 Kor 3 : 17 Jangan dibinasakan.
> 1Kor 6 : 20 Muliakan Allah dengan tubuhmu.
> Roma 12 :1 Persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah.
Oleh sebab itu KEPUTUSAN ada di dalam kita, MANUSIA:
Mencakup 3 Hal :
Roh – Iman – Bait Allah – “The Real You“
♡ Jangan memberi peluang kepada ilah-ilah lain.
♡ Jangan berdialog dengan roh orang mati.
♡ Kita harus menjaga baik-baik batasan antara budaya dengan hal-hal yang dilarang oleh Firman Allah.
Jiwa – Pikiran – Kehendak – Emosi.
> Jangan memikirkan sesuatu yang sia-sia.
> karena Pikiran adalah medan peperangan; disitu ada pikiran kotor, pornografi, kemarahan, kebencian, rancangan jahat. Dan hal ini paling sukar dilawan.
Tubuh-5 Indra – Dengar – Raba – Lihat – Rasa – Cium.
Jadi Tuhan menuntut kita setelah kita dijadikan umat yang kudus, Imamat yang rajani, Umat kepunyaan Allah supaya kita menjaga kekudusan di dalam roh, jiwa dan tubuh kita.
Contoh: Kisah kehidupan Kain.
Kejadian 4 : 1 – 8
1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa isterinya itu, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.”
2 Selanjutnya dilahirkannya Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
5 Tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas,dan mukanya muram.
6 Firman Tuhan kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”
8 Kata Kain kepada Habel : “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
Perenungan:
▪ Dosa bisa merasuki siapa saja; pada siapa saja; dan dimana saja.
Contoh: Yudas Iskariot.
Yoh 12 : 27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: ” Apa yang hendak kau perbuat, perbuatlah dengan segera.”
> Tuhan Yesus ada disana, dimalam perjamuan Paskah Yudas kerasukan.
▪ Miliki sikap berjaga- jaga.
> Oleh sebab itu kita harus memiliki sikap berjaga-jaga, jangan menganggap diri kita kuat. Alangkah baiknya kita ada dalam Komunitas yang saling memperhatikan, saling mendoakan, saling menopang dan menghibur satu dengan yang lain. seperti Cool.
▪ Miliki daya tahan menghadapi dosa.
> Berani berkata tidak kepada tawaran-tawaran yang tidak sesuai dengan firman.
Perilaku KAIN:
A. Dia tahu Membawa Persembahan.
Inilah Kehendak Tuhan.
Keluaran 23 : 15b Tetapi janganlah orang menghadap ke hadirat-Ku dengan tangan hampa.
>Banyak orang yang tidak paham hal ini. Ketika kita datang dalam persekutuan kita wajib membawa persembahan sebab itu sangat alkitabiah.”Jangan menghadap hadirat Tuhan dengan tangan hampa.”
Apakah Arti sebuah Persembahan:
• Tanda Penaklukan diri.
seperti seorang yang membawa upeti kepada raja yang menaklukkan dia.
• Tanda ucapan syukur kepada Tuhan, atas pemeliharaan dan perkenanan-Nya.
• Tanda mengasihi Tuhan.
Lebih mencintai Tuhan dari pada berkat-Nya.
B. Dia tahu Persembahannya Ditolak
Apakah yang membuat Tuhan Menolak sebuah Persembahan?
– Tidak dengan tulus hati.
Matius 23 : 23 Celakalah kamu, hai ahli-ahi Taurat, orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis, dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dari hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
> Itulah sebabnya ketika engkau membawa persembahan bawalah dengan hati yang bersukacita maka percayalah Tuhan akan memberkati.
-T idak dengan sungguh hati.
Yesaya 1 : 13a Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagiku.
16 Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah dirimu dari perbuatan-perbuatan yang jahat dari depan mataku. Berhentilah berbuat jahat;
Artinya: Bertobatlah dan bawalah persembahan kita pada Tuhan dengan hormat, gembira, dan bersukacita karena kita tahu ketika kita memberi sesuatu kepada Tuhan maka Dia tidak akan tinggal diam.
C. Dia tidak mau memperbaiki diri.
Kedewasaan Rohani adalah kesadaran akan diri sendiri.
Who am I, oh LORD..!
Sadarlah akan diri sendiri, posisi saya dimana?
♡ Potensi, Rajin, Tangguh,
Setia atau ?
◇ Penakut, Dendam, Emosi, Angkuh, Arogan, Malas.
~ Karena tak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Dia mengetahui segala pelanggaran dan dosa kita. Datanglah kepada-Nya dengan jujur dan pertobatan sehingga Tuhan akan memperbaiki kehidupan kita. “Prepare to be like Jesus.“
D. Dia Bertindak Menurut Dosa.
Yakobus 1 : 14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!
Perenungan:
▪ Kita harus sadar diri, ketika kita dicobai jangan sampai kita terpikat pada dosa. KITA menuruti dosa dan kita TERSESAT artinya KITA TERTIPU dan kita akan MENANGGUNG AKIBATNYA.
▪ Kain mengikuti dosa sehingga dia celaka. Dia diusir dari hadapan Tuhan dan jika membaca serial Alkitab tentang Kain maka keturunan Kain kebanyakan dikenal karena kejahatan dan kekerasan mereka.
Contoh ; Lamekh
Kej 4 : 23 – 24.
Lamekh membunuh seorang pemuda yang telah melukainya dan mengambil 2 orang isteri Ada dan Zila.
Dialah orang pertama yang melakukan poligami.
Renungan kita hari ini, mari kita menjaga hidup, supaya benar dihadapan Tuhan, dan dapat berkenan kepada-Nya. KIta percaya yang terbaik dari Tuhan akan diberikan-Nya pada kita. Amin.Tuhan Yesus memberkati.
Khotbah by : Pdt. Honny Supit Sirapanji,M.Th.
Ibadah Raya GBI Menorah, 16 Maret 2025