I’M IN IT TO WIN IT – part 2

I’M IN IT TO WIN IT
Roma 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Ini merupakan kerinduan Tuhan bagi setiap kita anak- anak-Nya agar kita dapat menjadi pribadi yang lebih dari pemenang.
Dua minggu yang lalu kita sudah belajar bagaimana kita dapat menang di dalam hati dan bagaimana kita dapat menang dalam pikiran. Kuncinya terletak pada apa yang kita masukkan (input) didalam hati dan pikiran.
Oleh sebab itu kita harus pastikan semua yang masuk adalah hal yang benar sesuai Firman Tuhan.
Ada sebuah ilustrasi menarik dari permainan anak-anak, yang mungkin dapat menginspirasi
kita. Yaitu analogi tentang air dan busa.
Ambil sebuah botol kosong lalu isi dengan air dan sampo.
Air menganalogikan hal yang baik, dan sampo tentang hal yang tidak baik yang mungkin masuk dalam hidup kita. Nah ketika hal yang tidak baik itu masuk, akan terjadi kemelut. Hidup kita tergoncang dan bermasalah. Ada dua hal sekarang dalam hidup: Busa(masalah) ada di bagian atas dan air (hal yang baik) ada dibagian bawah. Kalau kita merasa hidup kita kuat, dan bisa melakukan segala hal maka kita akan memaksa apa yang akan kita keluarkan. Kita akan berusaha sekuat tenaga berbuat hal yang terbaik untuk mengeluarkan hal yang buruk.Tetapi apa yang terjadi, yang buruk itu tetap ada dan masalah tambah kompleks karena terkadang kitapun menerima dari orang lain yang punya masalah serupa sehingga membuat kita begitu stres. Mengapa? Karena kita mengandalkan kekuatan sendiri.
Pelajaran:
Masalah akan tetap ada dalam hidup jika kita mengandalkan kekuatan
sendiri. Tetapi akan berbeda kalau kita mengisi hidup dengan Firman Tuhan secara kontinu. Roh Kudus akan memberi kita damai sejahtera dan sukacita serta hikmat sehingga kita mampu menyelesaikan masalah kita.
Kesimpulannya: Kalau kita isi hidup dengan kebaikan maka yang keluar adalah kebaikan dan jika kita isi dengan keburukan maka yang buruk yang keluar. Sebab itu pastikan kita mengisi hidup dengan hal yang benar supaya hal yang benar itu yang akan melindungi kita dari segala pengaruh buruk dunia ini. Dan harus diingat: Kita tidak bisa membendung perkataan maupun tindakan orang tetapi kita harus tahu bahwa Tuhan ada dalam hidup kita maka apapun kata orang dan tindakan orang kita punya Tuhan yang menjadi Kekuatan dan Pembela bagi kita. Karena itu tetap jaga hati dan pikiran.
3. Menang dalam perkataan.
Amsal 18:21
Hidup dan mati dikuasai LIDAH. Siapa suka menggemakannya, akan memakan BUAHNYA.
♡Lidah menguasai hidup dan mati seseorang.
Ketika kita bisa menjaga lidah maka kita dianggap hidup tetapi pula sebaliknya ketika kita tidak bisa menjaga lidah maka kita dianggap mati.
♡Karena ketika kita salah berucap maka orang sakit hati. Dan akibatnya banyak kita saksikan lewat medsos pembunuhan yang sadis akibat ketersinggungan, sakit hati, dan dendam yang disebabkan karena tidak dapat menjaga lidah.
Ayub 2:9 Maka berkatalah isterinya kepadanya: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu?
” Kutukilah Allahmu dan matilah!”
♡Alkitab menceritakan Ayub mengalami hal yang sangat buruk dalam hidupnya. Dia mengalami kehilangan seluruh miliknya, anak, harta benda, ternak bahkan tubuhnya di tumbuhi borok-borok yang menjijikkan. Seharusnya Ayub punya pilihan untuk tidak mempercayai Tuhan karena persoalannya ini.
10Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.
♡ Ayub menguatkan imannya dan menerima dengan pasrah kehendak Tuhan atasnya.Tetapi dibagian akhir tulisannya Ayub mengatakan:
“Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang engkau.
Ayub 42: 5.
Pelajaran:
♡Dalam hidup ini kita memandang Tuhan dan masalah kita.
♡Jika diakhir masalah kita melihat pertolonganTuhan maka akibatnya kita tidak akan takut lagi menghadapi persoalan karena kita tahu jalan keluar yang Tuhan sudah siapkan bagi kita.
LIDAH ADALAH KEMUDI KEMANA ARAH HIDUP KITA.
▪Ketika kita mendapati orang mengecewakan dan menyakiti maka perkataan yang keluar dari kita adalah ucapan syukur dan berterima kasih kepada Tuhan maka Tuhan akan memulihkan kieadaan kita.
Pelajaran bagi kita:
■Kemenangan hidup dimulai dari ucapan yang benar.
■Orang yang menang tidak asal bicara tetapi berbicara dengan iman.
Langkah Praktis:
1.Perhatikan apa yang kamu katakan saat lelah kecewa atau marah.
▪Jangan sampai yang kita ucapkan adalah kata kutuk, dan kata sia-sia .
Mat 12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang akan dipertanggung jawabkannya pada hari penghakiman
2.Latih diri untuk berkata sesuai janji Tuhan dan bukan emosi.
KAPAL HIDUPMU BERGERAK KEARAH YANG SAMA DENGAN PERKATAANMU.
▪Kalau perkataan kita tidak baik maka hidup kita tidak baik.Kalau perkataan kita benar.demikian pula sebaliknya.
▪Karena apa yang kita katakan punya kuasa dihadapan Tuhan. Oleh karena itu perkataan kita harus perkataan positif yang membangun.
PERKATAAN YANG BERIMAN MENCIPTAKAN PERUBAHAN.
Markus 11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini “Beranjaklah dan tercampaklah kedalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya,bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi maka hal itu akan terjadi baginya.
▪Misalnya: Kita sakit perkatakankah:” Dalam nama Yesus aku sembuh oleh Bilur-bilur-Mu.
Maka hal itu akan terjadi jika kita percaya.
Langkah Praktis:
1.Deklarasikan janji Tuhan setiap hari: “Aku lebih dari Pemenang ”
▪Hal itu akan terjadi jika hati kita benar dan perkataan kita benar.
2. Gantikan keluhan dengan pujian dan ucapan syukur.
▪Ketika mengalami masalah perbanyak ucapan syukur keluar dari bibir dari pada sungut-sungut.
PERKATAAN IMAN BUKAN SEKEDAR HARAPAN. KARENA ITU ADALAH KUASA YANG MENGGERAKKAN SORGA.
▪Perkataan kita adalah perkatakan powerfull dihadapan Tuhan karena itu perkatakanlah hal-hal yang benar dan baik.
Apa arti menang dalam perkataan:
A. Menjaga lidah dari hal yang jahat
Maz 34:14-15
Jagalah lidahmu terhadap hal yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;
Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
▪Menjaga perkataan.
BUKAN HANYA BERBICARA IMAN TETAPI JUGA MENAHAN DIRI DARI PERKATAAN YANG MENYAKITKAN.
▪Karena perkataan yang buruk dapat menimbulkan sakit hati.
Langkah Praktis:
1. jika pikiran negatif muncul:
THINK BEFORE TALK. Berpikirlah sebelum berkata.
▪Pikirkan apa yang hendak kita katakan akan merusak atau memberkati orang lain.
2. Belajar diam ketika marah.
Dalam pelajaran psikologi diajarkan ketika lagi emosi tariklah nafas 10 detik supaya lebih tenang.
Amsal 17:27-28
Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin.
Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.
▪Kalau kita bisa menjaga bibir kita adalah orang yang berpengetahuan.
KARENA ITU LIDAH YANG TERKENDALI ADALAH TANDA KEDEWASAAN ROHANI.
B. Memberkati bukan mengutuk
Efesus 4 : 29 Janganlah ada perkataan kotor yang keluar dari mulutmu, tapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
▪Orang yang menang dalam perkataan memilih menyebarkan berkat lewat ucapannya.
Apa yang kita keluarkan lewat perkataan?
ORANG YANG MENANG TIDAK HANYA BERPIKIR BENAR TETAPI JUGA BERBICARA BENAR KARENA PERKATAANNYA SEJALAN DENGAN JANJI TUHAN.
▪Kalau kita isi pikiran dan hati kita sesuai dengan firman Tuhan, perkataan yang membangun maka mulut kita tidak akan mengeluarkan kutuk kepada orang lain sekalipun kita disakiti.
Maka Firman Tuhan katakan:”Pembalasan adalah hak Tuhan.”
Contoh:
▪Kita analogikan hati
dengan kertas kosong. Lalu kita remas-remas sampai tidak berbentuk dan kita berkata: “apakah dapat mengembalikan bentuk kertas ini lagi? Tidak! Karena setiap perkataan yang keluar akan membekas pada orang itu.
▪Begitu juga dengan kertas yang dirobek-robek adalah analogi dari perkataan yang menyakiti, fitnah lalu kita sebarkan. Kemudian kita sadar dan minta maaf apakah hati dan pikiran orang itu dapat utuh kembali?
Tidak mungkin karena itu akan tetap tersimpan dalam jiwa.
♡Dalam hidup ini sering perkataan yang tidak baik dapat membunuh orang lain.Entah orang sadar atau bercanda tetapi ketika hati sudah tersakiti dan mengalami kekecewaan maka keadaan tidak bisa mengubah apapun.
4. Menang dalam Perbuatan
Yak 1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja: sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
▪Kita semua adalah pelaku firman.
KEMENANGAN SEJATI DIBUKTIKAN LEWAT TINDAKAN.
Yak 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai dengan perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
IMAN YANG SEJATI SELALU MELAHIRKAN TINDAKAN.YANG NYATA.
▪Kalau kita punya iman tindakan kita pasti tindakan yang benar dihadapan Tuhan. Kita tidak akan gampang menjadi seorang pemukul, bertindak kasar atau seseorang yang gampang melakukan kekerasan karena ada Tuhan dalam hidup kita. Akan ada kasih, sukacita dan damai sejahtera dalam hidup kita.
Apa artinya menang dalam perbuatan:
A. Melakukan kebaikan tanpa pamrih.
Galatia 6:9-10
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik karena apabila sudah datang waktunya,kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik bagi semua orang terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
Langkah Praktisnya:
♡Lakukan kebaikan secara konsisten sekalipun kecil. ♡Jadilah berkat bagi orang lain terutama bagi kawan-kawan seiman tanpa mengharapkan imbalan.
ORANG YANG TERUS MENABUR KEBAIKAN SUATU HARI AKAN MENUAI KEMENANGAN.
▪Hal ini tentu tidak mudah ketika orang lain melakukan kejahatan dan kita menabur kebaikan. Tetapi ingatlah pada suatu hari nanti kita akan menuai kemenangan dari Tuhan.
B. Taat pada kehendak Tuhan.
Yoh 14:23 Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi Dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
♡Menuruti Firman yaitu. mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama kita sehingga hidup kita dapat BERBUAH.
TANDA ORANG MENGASIHI TUHAN BUKAN HANYA DARI PERKATAAN TETAPI KETAATAN DALAM PERBUATAN.
Langkah Praktisnya:
♡Belajar taat pada Firman sekalipun tidak nyaman.
♡Dan ketika Tuhan berbicara lakukan segera tanpa menunda.
▪Ketika kita mengasihi Tuhan kita akan taat melakukan firman.
KETAATAN HARI INI ADALAH KEMENANGAN DIHARI ESOK.
C. Menjadi terang dan teladan.
Mat 5:16 Demikianlah hendaklah terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
PERBUATAN ORANG PERCAYA ADALAH KESAKSIAN HIDUP BAGI DUNIA.
▪Karena itu lakukan yang terbaik bagi Tuhan.
DUNIA TIDAK MEMBACA ALKITAB TAPI MEMBACA KEHIDUPAN ORANG PERCAYA.
Langkah Praktisnya:
♡Jadilah teladan dalam integritas pelayanan dan kasih.
♡Lakukan semua hal seperti untuk Tuhan.
Kol 3:23.
▪Hidupmu adalah Alkitab yang dibaca dunia biarlah orang melihat Kristus melalui Perbuatanmu
KEMENANGAN BUKAN DIUCAPKAN TAPI DIJALANKAN.
Ketika hidupmu selaras dengan Firman, hidupmu menjadi kesaksian nyata, bahwa Kristus hidup di dalammu.
RANGKUMAN:
■ Menang dalam hati. Amsal 4:23
■ Menang dalam Pikiran. Roma 12:2
■ Menang dalam Perkataan. Amsal 18:21
■ Menang dalam Perbuatan. Kolose 3:23
Biarlah Tuhan Yesus yang menyempurnakan hidup kita sehingga kita menjadi Surat Kristus yang terbuka yang dapat dibaca oleh setiap orang.
Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 30 November 2025

error: Content is protected !!