I’M IN IT TO WIN IT

I’M IN IT TO WIN IT
“AKU DISINI UNTUK MEMENANGKANNYA.”
Judul khotbah kita hari ini.
Marcell Jacobs Lamont menjadi orang Italia pertama yang memenangkan lari cepat 100m di Olimpiade Tokyo 2020 dengan waktu 9,80 detik. Dia berhasil menjadi juara pertama dan mendapatkan medali emas. Sedangkan rivalnya Fred Kerley dari USA dengan waktu 9,84 detik terpaut hanya 0,04 detik dari padanya sehingga harus puas diurutan ke dua mendapatkan medali perak dan Andre de Grasse dari Kanada mendapatkan juara ke tiga dengan waktu 9,89 detik.
Mengapa orang-orang ini menjadi pemenang? Karena mereka ada dalam lintasan perlombaan.
Begitu pula dengan kita, jika kita mau menjadi Pemenang maka kitapun wajib ada dalam lintasan pertandingan. Kita berada dalam suatu momen untuk memenangkan “sesuatu.” Misalnya: Mau menang atas ketakutan maka konsekuensinya kita harus menghadapi ketakutan itu.
Sebab tanpa ada dalam pertandingan kita tidak bisa mengeklem bahwa kita telah menjadi pemenang.
Roma 8 : 37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Ayat ini memberi kepastian bahwa hanya oleh kasih Allah kita dapat menjadi orang-orang yang menang bahkan lebih dari pemenang. Syaratnya Tuhan ada dalam hidup kita. Karena setiap orang percaya dipanggil bukan hanya bertahan dalam pergumulan tetapi harus menang dalam segala keadaan.Rasul Paulus menulis dalam hidup ini akan banyak penderitaan aniaya, kesesakan, kekurangan bahkan kematian. Tetapi Alkitab menegaskan bahwa kita lebih dari pemenang karena ada Kristus dalam hidup kita. Artinya kita tidak hanya menang dalam satu momen tetapi kita menang dalam segala keadaan. TETAPI ada kalanya manusia itu sendiri yang membatasi kemampuannya karena alasan klise manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan.
Contoh: Petrus, ketika Yesus menampakkan diri-Nya berjalan di atas air maka Petrus menang. Dengan imannya dia berani berjalan keluar dari perahu dan berjalan di atas air untuk bertemu dengan Tuhan Yesus.Tetapi Alkitab mengatakan; “Ketika dirasanya tiupan angin maka takutlah ia dan ia mulai tenggelam.”
Kemenangan Petrus hanya singkat saja.
♡Kalau hari ini kita punya kelemahan atau kekurangan tetapi ada satu momen kita menang, apakah kita mau jatuh lagi?
Hari ini kita tobat..kumat.. tobat., minta ampun…
Apakah kita tidak capek dengan keadaan ini. Kita selalu kalah dan jatuh pada lobang yang sama?!
Jawabannya:Karena kita mengandalkan diri sendiri. Mengandalkan pengetahuan kita, dan tidak mengundang Tuhan masuk dalam hidup kita yang seyogyanya akan memberi kita kekuatan dan pemulihan.
UNTUK MENJADI LEBIH DARI PEMENANG:
●Kita tidak dikuasai oleh keadaan, tetapi menguasai keadaan melalui Iman.
●Kita tidak hanya melewati ujian, tapi keluar dengan kemenangan.
●Kemenangan tidak bergantung pada kekuatan sendiri, melainkan pada Kasih Kristus yang tinggal dalam kita.
BAGIAN MANA KITA HARUS MENAN̈G?
1.Menang dalam hati.
Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan.
Contoh: Orang yang menjaga hatinya.
Yusuf: Kej 37.
♡Diceritakan tentang Yusuf anak muda yang manja kesayangan dari ayahnya Israel, mendapatkan jubah maha indah.Ketika diutus ayahnya pergi melihat kakak-kakaknya dia tetap memakai jubah tersebut sehingga kakak-kakaknya menjadi benci dan merencanakan untuk membunuhnya.
23 Baru saja Yusuf sampai kepada saudara – saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya.
24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong dan tidak berair.
28 Ketika ada saudagar- saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu dan dijual kepada orang Ismael itu…..
36 Adapun Yusuf, ia dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar. Seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja.
♡Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok rupanya.
♡isteri Potifar jatuh hati pada Yusuf dan mengajak Yusuf tidur dengannya tetapi Yusuf menolak. Akibatnya Yusuf difitnah oleh isteri Potifar dan dia masuk penjara.
♡Yusuf tetap disertai TUHAN dan pada akhirnya dia diangkat menjadi Mangkubumi di Mesir.
♡Lalu terjadi bahaya kelaparan dan kakak-kakak nya diutus oleh ayah mereka membeli gandum di Mesir.Mereka bertemu dengan Yusuf.
Kej 45:4 > Yusuf memperkenalkan diri.
“Akulah.Yusuf, saudaramu yang kamu jual ke Mesir.”
♡Kakak-kakaknya memohon ampun kepada Yusuf, tetapi yang luar biasa di Kej 50:20.
20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.
Perenungan:
♡Mungkin kita pernah disakiti karena satu perkataan atau dikecewakan karena satu momen. Kita dapat membayangkan bagaimana keadaan Yusuf, dia ada dalam rumah yang nyaman, mendapatkan perlakuan yang baik tetapi kemudian dia menjadi budak.
♡Kita tidak tahu bagaimana penderitaan Yusuf ketika berjalan dari padang gurun sampai ke rumah Potifar,berapa lama ia di rumah Potifar, berapa lama ia dipenjara, berapa lama ia dilupakan oleh Juru minum, tetapi ada masa
dimana seharusnya kecewa atau sakit hati itu melekat dalam hatinya kepada kakaknya yang telah menjualnya, tetapi tidak demikian dengan Yusuf.Hatinya melekat pada Tuhan, dia berkata: “Bukan karena engkau yang mengutus aku, tetapi karena Tuhan yang menempatkan aku untuk memelihara engkau.”
♡Yusuf menaruh hatinya pada posisi yang benar bahwa aku ada di tempat ini karena “maksud “Tuhan untuk memelihara suatu bangsa.
♡Apakah kita punya hati yang besar seperti Yusuf sekalipun diperlakukan tidak baik dapat berkata: “Aku mengampunimu; Aku melupakan semua kesalahanmu, karena Tuhan sudah memulihkan hatiku”
APA ARTINYA MENANG DALAM HATI?
A. Menyerahkan hati kepada Tuhan.
Amsal 23:26 Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku.
♡Kalau kita anak Tuhan artinya kita menempatkan Tuhan dalam hidup kita.
KRISTUS menjadi RAJA DI HATI.
Bukan ego,bukan emosi dan bukan kepahitan yang ada di hati.
♡Kita menempatkan Yesus di tempat paling baik dalam hati kita.
Langkah Praktisnya:
1. Berdoa: “Tuhan, ambil alih hatiku.Tuhan ambil alih hidupku, supaya Engkau yang membersihkan segala sesuatu.
2. Jangan biarkan perasaan yang menuntun arah hidupmu. TETAPI biarkan firman yang memimpin.
♡Apakah Yusuf tidak punya kekecewaan, sakit hati dan kepahitan kepada kakak- kakaknya? Pasti dulu ada!
Tetapi ketika Tuhan sudah menolongnya, maka pada akhirnya dia berkata: “Aku sudah melepaskan semuanya.”
B. Menjaga hati dari racun dosa dan kepahitan.
Efesus 4 :31-32.
Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu menjelang hari penyelamatan.
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni , sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
HATI ADALAH SUMBER KEHIDUPAN ROHANI.
♡Bila hati terkontaminasi dengan iri, dendam, kepahitan, maka hidup kita rusak.
♡Yang harus kita lakukan kita membersihkan hidup pribadi kita.
Menang dalam hati yaitu:
▪Tidak membiarkan KEPAHITAN tinggal di dalamnya, melainkan memilih untuk mengampuni seperti Kristus.
♡Apa yang Tuhan katakan diatas kayu salib?
“Ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Langkah Praktisnya:
1. Ampuni lebih cepat dari pada kamu menyalahkan.
2. Jangan simpan luka. Bawa dihadapan Tuhan dalam doa.
3. Berlatih bersyukur meskipun keadaan belum sempurna.
C. Memiliki hati yang dipenuhi kasih dan damai sejahtera.
Kolose 3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
Langkah Praktisnya:
1. Berdoa dengan syukur, bukan keluhan.
2. Ucapkan Firman Tuhan.
3. Biarkan Roh Kudus menenangkan dan menuntun hatimu.
D. Tetap taat dan percaya meski dalam tekanan.
Mazmur 112:7 Ia tidak takut kepada kabar celaka,hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.
Tetap PERCAYA dan MENYEMBAH TUHAN ditengah Badai.
♡Kemenangan hati terlihat saat kita tetap percaya dan menyembah TUHAN di tengah badai.
Langkah Praktisnya:
1. Nyanyikan Pujian Syukur.
2. Ingat janjiTuhan.
3. Pegang Iman dan bukan emosi.
Saat hatimu tetap melekat pada Kristus tidak ada badai yang dapat menggoyahkanmu.
2. Menang dalam Pikiran:
Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Contoh: Salomo
1Raja-raja 3 : 9 Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?”
♡Salomo minta Hikmat untuk dapat menghakimi secara adil bagi umat Israel dan itu terbukti dalam
1 Raja-raja 3 : 16 -26.
♡ Diceritakan dua orang perempuan sundal yang memperebutkan seorang bayi.Yang satu berkata: “Itu anakku, yang lain juga berkata bahwa itu anaknya.”
Akhirnya raja Salomo mendapat pikiran yang baik, hikmat dari Tuhan. Dan Salomo berkata: “Ambil pedang bagi dua anak itu. Berikan setengah kepada ibu yang satu dan setengah kepada ibu yang satu. Tetapi salah satu ibu itu mencegah raja sambil memohon agar anak itu diberikan saja kepada ibu yang satunya. Disitu raja tahu bahwa dia adalah ibu kandung dari anak itu.
♡Karena hikmat dari Tuhan Salomo dapat menimbang mana yang benar dan tidak benar.
♡Pikiran adalah medan pertempuran rohani.
2 Kor 10:4-5 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang yang diperlengkapi dengan kuasa Allah untuk meruntuhkan benteng- benteng.
5 Kami mematahkan setiap saat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukannya kepada Kristus.
♡Karena itu isilah pikiran dengan hal-hal yang benar dan hal-hal yang membangun.
Filipi 4:8 Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
♡Apa yang kamu pikirkan terus menerus, itulah yang kamu tuai dalam hidupmu.
Menang dalam pikiran adalah:
A. Memperbarui cara pandang sesuai firman Tuhan.
Efesus 4:23-24
Supaya kamu dibaharui di di dalam roh dan pikiranmu.
Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah didalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Bagaimana kita hendak memperbaharui roh dan pikiran kita supaya menjadi pikiran yang baru?
♡Orang yang lahir baru pola pikirnya baru.
Bukan lagi melihat dari sudut pandang dunia tetapi dari sudut pandang Allah.
Kita harus punya pikiran baru. Fil 4:13
Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Langkah Praktis:
1. Sadari setiap pikiran negatif yang muncul. Katakan aku memiliki pikiran Kristus.
2. Ucapkan:” Aku lebih dari Pemenang.”
Saat pikiranmu diperbaharui oleh firman cara pandangmu terhadap hiduppun berubah total.
B. Menjaga ketenangan di tengah keadaan.
Yes 26:3 Yang hatinya teguh kau jagai dengan damai sejahtera sebab kepada-Mulah ia percaya.
Saat Pikiran mulai cemas INGATLAH masalahmu besar, tetapi Tuhanmu jauh lebih besar.
●Pikiran yang selalu dikuasai DAMAI TUHAN akan selalu menang di tengah badai.
♡Ketika pikiran kita tenang, kita tahu ada Tuhan dalam hidup kita, pikiran dan hati kita.Apapun badai yang datang kita dapat menghadapinya.
Ada quotes yang mengatakan demikian:
Kamu tidak bisa mencegah burung terbang di atas kepala, tetapi kamu bisa mencegahnya membuat sarang di kepalamu.
Artinya: Kita tidak bisa mencegah perkataan orang, pikiran orang atau tingkah laku orang pada kita. TETAPI kita bisa mencegah masalah itu masuk dan merusak hati dan pikiran kita. Kita percaya Tuhan adalah Perisai dan Pelindung bagi kita.Dan bersama dengan-Nya kita pasti bisa. Kita akan menjadi pemenang bahkan lebih dari pemenang. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 16 November 2025

error: Content is protected !!