
“JESUS ON BOAT”
Setelah beberapa minggu kita banyak membahas tentang
“Family atau Keluarga” dan tentang Cool atau Komsel yang diadakan di rumah-rumah, maka hari ini kita akan berbicara mengenai Kedatangan Tuhan kedalam dunia. “Untuk Mencari dan Menyelamatkan yang hilang”
> Agar supaya jiwa-jiwa dapat dituai dan dimenangkan, untuk dibawa masuk kedalam Kerajaan Sorga.
Tema Khotbah kita hari ini “Jesus on Boat” Tuhan Yesus ada di atas perahu.
> Yesus memulai pelayanan-Nya dari tepi danau Galilea. Mengapa harus dari Galilea, itu adalah kedaulatan atau otoritas Tuhan.
Begitu pula dengan Mujizat yang pertama diadakan di Kota Kana didaerah Galilea. Yesus Mengubah Air menjadi Anggur.
>Kekristenan itu harus mencari pengikut atau istilah kerennya Kristenisasi. Tujuannya:
• Supaya orang-orang menjadi orang percaya dan mengenal Keselamatan yang sejati.
• Supaya kehidupan
di dunia ini bisa menjadi lebih baik.
> Menjadi Kristen adalah sebuah keputusan. Sebab itu orang Kristen harus memiliki kesungguhan atau ketetapan hati.
> Jika hidup kita benar dan melakukan firman maka kita pasti akan masuk dalam Kerajaan sorga.
> Kekristenan adalah bentuk tanggung jawab pribadi untuk menempatkan Kristus menjadi Tuan, Pemimpin, dan Nahkoda atas seluruh aspek kehidupan kita.
> Kekristenan itu harus menjadikan Kristus sebagai “Decision maker” Pembuat keputusan dalam hidup ini.
Bagaimana caranya?
• Harus rela menanggalkan segala atribut yang ada. Kuasa, jabatan, kekayaan dibawah salib Kristus. Karena tak ada satupun yang dapat kita banggakan selain daripada iman kita kepada Tuhan Yesus.
• Sehebat apapun kita semua manusia takluk kepada maut.
> Tetapi bersyukur karena dalam kekristenan kita percaya ada kebangkitan atas orang mati.
1 Tesalonika 4 : 16 – 17,
16 Sebab pada waktu tanda diberi,yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit,
17 Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.Demikianlah kita
akan selama-lamanya bersama dengan Tuhan.
> Orang benar akan bangkit pada kebangkitan yang pertama dan menerima hidup yang kekal, tetapi orang jahat akan bangkit pada kebangkitan yang kedua dan menerima hukuman yang kekal.
Yohanes 5 : 28 -29.
> Itulah sebabnya kita harus menaklukkan hidup ini pada Tuhan.
> Ketika kita terjebak dalam satu kondisi yang tidak baik dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi maka kita harus berserah
total pada Tuhan dan menantikan pertolongan – Nya.
Lukas 5 : 1 -11.
1. Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
2. Ia melihat dua perahu ditepi pantai. Nelayan – nelayannya telah turun sedang membasuh jalanya.
3. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai.
Lalu ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
4. Setelah selesai berbicara, Ia memanggil Simon katanya: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
5. Simon menjawab:”Guru telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga ”
6. Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan sehingga jala mereka hampir koyak.
10. Demikian juga Yakobus dan Yohanes anak-anak Zebedeus yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut mulai sekarang engkau akan menjala manusia.”
11. Dan sesudah mereka menghela perahu-perahu- nya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.
> Injil Lukas mengatakan ada tiga orang, yaitu Simon, Yakobus dan Yohanes.
> Injil Markus Yesus bertemu empat orang nelayan, yaitu Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes.
Markus 1 : 11- 16.
> Simon berasal dari Betsaida dan temannya mungkin juga dari sana atau kota-kota lain disekitar tempat itu seperti Kapernaum, Khorazim, Betsaida, dinamakan
” The house of fisherman”
Perenungan :
• Danau Galilea adalah dunia yang luas.
• Ikan yang banyak adalah nubuatan untuk jiwa-jiwa yang harus di tuai.
• Banyak yang sedang tenggelam
• Nelayan adalah Gereja – Penjala Manusia.
Apa yang Yesus lakukan di atas perahu?
1. Lukas 5: 3a, Tuhan memberi Perintah.
>Kekristenan adalah anugerah. Ketika kita dipanggil dan dipilih Tuhan itu adalah anugerah.
> Kekristenan artinya dikuasai Kristus. Sehingga jika kita dikuasai Kristus maka Tuhan yang jadi pemilik, atas kita. Dia tidak akan meminta-minta, tetapi Dia memerintah: Ikutlah Aku! ; Taatilah Aku!
Contoh : Perumpamaan Ketika Tuhan mengetok Pintu. Dia tidak pernah memaksa, tetapi orang yang mendengar suara-Nya yang akan membuka pintu bagi Tuhan.
> Dia melihat ada 2 perahu. Dan Dia naik keatas perahu Simon.
Tetapi kalau Simon tidak mengijinkan maka Tuhan akan pakai punyanya orang lain.
Warning bagi kita, jika kita tidak mengusahakan talenta yang Dia berikan maka Tuhan akan mengambil dan memberikannya pada orang lain.
> Diatas perahu Tuhan memberi Perintah. Bukan lagi Simon yang berkuasa disana tetapi Tuhan Yesus.
Perenungan bagi kita:
•Jangan menjadikan Tuhan sebagai tamu dalam kehidupan kita, tetapi jadikan Tuan. Dan kewajiban kita mencari Dan menanyakan apa yang Tuhan mau kita lakukan. Taatlah pada Tuhan.
Ay 4: Yesus naik perahu.
Ay.5: Yesus memerintah.
Lukas 5 : 4 – 6,…..tetapi karena Engkau yang menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”
Artinya Simon tidak berdalih-dalih adu argumentasi tetapi dia menanggalkan segala yang dimiliki dan hanya mau taat pada Tuhan. Kitapun juga harus demikian, taatlah sekalipun tidak mengerti.
Perenungan :
A. Kekristenan > Yesus – Pemilik.
B Kekristenan-taat – akan Perintah.
C. Bagi Nelayan – Boat (perahu) – sarana cari ikan.
D. Bagi Yesus – Boat(Simon) – sarana cari jiwa.
2. Ay 3b, Dia mengajar. Kekristenan harus penuh firman.
> Jika Yesus ada dalam hidup kita maka yang keluar dari mulut kita adalah perkataan rohani, rasuli yang mengajar orang lain.
Mikha 4 : 1 – 2.
…..Sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem.”
Perlu untuk direnungkan:
Jika hidup kita seperti supermarket apa isinya?
A.Barang berharga.
B. Barang kurang berharga.
C. Barang tidak berharga
> Ketika ada pengunjung, barang apa yang dia bawa pulang.
CATATAN:
~ Jika hati kita penuh firman,orang akan diberkati dengan hal yang baik.
~ Jika hati penuh firman jendela hati kita akan bersih sehingga apa yang kita lihat adalah hal-hal yang baik,hal-hal yang indah.
Mari kita berdoa supaya kebangunan rohani terus terjadi dalam hidup kita, karena terlalu banyak hal-hal jahat dari luar yang mempengaruhi kita, sehingga membuat kita jadi lemah, putus asa. Perbanyak waktu dalam hadirat Tuhan dan merenungkan firman-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.