
“CIRI-CIRI KELUARGA YANG KUAT”
Apakah keluarga Anda sudah termasuk pada kategori “Ciri Keluarga Yang Kuat?”
Sebab banyak orang beranggapan bahwa Ciri keluarga yang kuat yaitu ketika mereka hidup berlimpah-limpah, punya jabatan yang tinggi, rumah yang megah, punya kendaraan dan mereka mengira itulah Ciri Keluarga Yang Kuat. Jika mereka beranggapan demikian mereka salah, sebab Ciri Keluarga yang Kuat tidak ditentukan dari hal tersebut.
Tetapi Ciri Keluarga Yang Kuat yaitu jika mereka memiliki relasi atau hubungan dengan Tuhan. Dan diatas pondasi yang kokoh ini Keluarga itu akan menjadi Keluarga yang penuh sukacita dan dapat menyukakan hati Tuhan.
Ada 5 Ciri Keluarga yang kuat:
1.Keluarga yang mengasihi Tuhan.
yaitu keluarga yang menempatkan Tuhan di tempat yang utama, menjadi satu-satunya dasar atau pondasi didalam keluarga.
Yosua 24 : 15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu hendak beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!
Mengapa Yosua mengingatkan bagi Israel untuk tetap mengasihi TUHAN? Karena Yosua telah memiliki pengalaman hidup dengan Tuhan. Ketika dia menjadi Abdi Musa dia mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan dia menyaksikan mujizat demi mujizat dari Tuhan.
Dia mengalami bagaimana Allah yang dia layani adalah Allah yang luar biasa.Dan itu yang membuat dia berkata: Aku dan seisi rumahku akan beribadah kepada Tuhan dan akan mengasihi Tuhan.
> Pada ayat ini kata TUHAN ditulis huruf besar yaitu penekanan kepada bangsa Israel supaya mereka beribadah kepada TUHAN sebab Dialah yang menyelamatkan bangsa itu dari Fir’aun di Mesir dan membawa mereka masuk ke tanah Kanaan negeri yang berlimpah susu dan madu. Ingatlah kepada TUHAN yang memelihara kamu selama 40 tahun di Padang gurun yang memberi kamu makan MANNA dan memerintahkan bukit batu untuk mengeluarkan air supaya kamu minum; TUHAN yang membuat pakaian dan kasutmu tidak usang.Yosua
mengingatkan pengalaman-pengalaman itu bagi bangsa Israel agar mereka tidak menyembah kepada allah diseberang sungai Efrat; dan mengingatkan supaya bangsa itu harus beribadah kepada TUHAN yang telah menyertai mereka dengan Tiang Awan diwaktu siang agar ada tempat perteduhan bagi mereka dari teriknya matahari dan memberi mereka Tiang Api diwaktu malam supaya menghangatkan dan menjauhkan mereka dari serangan binatang buas.
> itu semua yang diingatkan oleh Yosua kepada Israel agar menempatkan Tuhan yang paling utama.
Perenungan bagi kita:
• TUHAN adalah satu-satu dasar yang menjamin hidup kita, pernikahan kita, keluarga kita, harta benda kita terhadap gelombang pasang yang tidak terelakkan.
• Firman Tuhan mengingatkan bagi kita bahwa TUHAN sangat mengasihi kita, maka untuk membalas kasih-Nya kita harus beribadah kepada TUHAN.
> Kedekatan kita dengan Tuhan melalui ibadah dan mengasihi Tuhan itu akan membentuk kepribadian kita sehingga kita memperoleh ketenangan jiwa, ketenangan emosi, cinta dan kasih sayang. Kondisi rohani yang baik yang memberi kita kemampuan untuk kita diberkati Tuhan dan dapat menjalani kehidupan kita setiap hari.
> Yosua mengingatkan supaya Para Suami yang menjadi Imam harus membawa keluarga, isteri, anak-anak,kerabatnya untuk membangun hubungan dengan Tuhan melalui ibadah.
> Itu juga yang menjadi pesan bagi kita agar para suami dapat membawa isteri, anak- anak, pembantu, sopir dan seisi rumah datang beribadah pada Tuhan.
> Gunakan sarana yang disediakan Gereja misalnya Cool, Doa Malam, Doa Puasa dan Ibadah Raya, untuk meningkatkan hubungan kita dengan Tuhan seperti yang dilakukan Yosua.
2. Keluarga yang saling mengasihi.
Ef 4 : 32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra
dan saling mengampuni sebagaimana Allah didalam Kristus telah mengampuni kamu.
> Kasih memberi energi positif dalam keluarga. Ketika suami isteri saling mengasihi.Seberat apapun persoalan dapat mereka lewati bersama.
> Kasih menjadi kekuatan bagi kita dalam keluarga. Kasih dapat memahami kelemahan satu dengan yang lain.
> Tetapi tidak dapat disangkal seiring waktu kasih itu dapat memudar. Oleh karena itu kita harus memupuk kasih itu sehingga kita dapat mampu menerima kekurangan satu dengan lain.
> Kita harus membangun kasih itu dalam keluarga supaya kita memiliki hubungan yang harmonis; karena hubungan tanpa kasih tidak akan membawa Keluarga kita menjadi keluarga yang kuat.
Kasih dari anggota keluarga kita:
a. Kata-kata yang menguatkan.
> Yaitu kata-kata yang membangun. Bukan kata-kata yang menghakimi,menghujat, mengecewakan dan melukai. Tuhan rindu suasana Rumah Tangga kita menjadi suasana surga melalui bahasa kasih yang diucapkan lewat kata-kata.
b. Waktu yang berkualitas.
> Bapak-bapak jangan hanya sibuk bekerja; ibu- ibu jangan hanya sibuk jadi wanita karir harus ada waktu yang berkualitas buat keluarga.Waktu berkualitas misalnya pergi makan bersama di luar, acara piknik keluarga. Kita harus menyediakan waktu untuk membawa keluarga bersama-sama supaya kita dapat memberi kenangan yang indah bagi anak kita.
c. Pemberian/ Hadiah.
Kadang-kadang kita perlu memberi surprise bagi pasangan kita, misalnya saat hari ulang tahun, wedding anniversay dll.
3. Keluarga yang saling berkomunikasi.
Kolose 4 : 6 Hendaklah kata-katanu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.
> Komunikasi merupakan pilar utama membina hubungan berkeluarga.
> Keluarga yang kuat mengedepankan komunikasi didalam mengatasi permasalahan bahkan juga dalam pengambilan keputusan-
keputusan, sehingga kita harus membangun komunikasi yang positif.
> Komunikasi yang tidak lancar sering menyebabkan prasangka satu dengan yang lain.Dan hal itu harus kita hindari
4.Keluarga yang saling menghormati.
Roma 12 : 10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.
> Saling mendahului memberi hormat artinya harus saling menyapa.
> Supaya kita menjadi keluarga yang kuat kita harus saling menghormati satu dengan lain, saling menyapa.
> Kita harus menghormati anggota keluarga kita karena mereka adalah pribadi yang berharga dan mulia di mataTuhan.
5. Keluarga yang saling memegang komitmen.
Matius 19: 5 – 6 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia.
> Pernikahan adalah sebuah perjanjian
(Covenant) dan satu-satunya landasan agar bisa bertahan.
> Ingatkah bahwa kita pada waktu membangun sebuah keluarga kita dipersatukan dari dua karakter yang berbeda, berasal dari latar belakang yang berbeda. Mungkin berbeda suku, budaya, pendidikan dst tetapi ketika kita dipersatukan Tuhan kita harus memegang Komitmen Pernikahan kita.
> Karena janji itu telah kita ikrarkan dihadapan keluarga besar dua belah pihak, dihadapan Pelayan dan Jemaat, dihadapan Pendeta dan dihadapan Tuhan, bahwa kita akan tetap setia dan mengasihi pasangan kita sekalipun dalam keadaan suka atau duka, didalam keadaan sehat dan sakit, didalam keadaan berkelimpahan atau berkekurangan.
Itu merupakan janji kita dihadapan Tuhan dan dihadapan keluarga besar kita. Tetapi terkadang dengan berbagai alasan kita berdalih dan melanggar komitmen kita sehingga perceraian itu dapat terjadi.
> Keluarga Yang Kuat adalah keluarga yang benar-benar saling memegang komitmen.
> Kita harus mengerti Perjalanan rumah tangga ibarat kapal yang sedang berlayar di samudera lepas yang terkadang harus mengalami angin badai dan topan dan terkadang hampir mengkaramkan kapal kita, tetapi ketika kapal ini dikendalikan oleh Nahkoda yang handal maka kapal itu bisa selamat. Hari ini kita memiliki Nahkoda di bahtera Rumah Tangga kita yaitu Yesus Kristus. Berserulah kepada Yesus dan katakan isi hatimu bahwa engkau mau memegang komitmenmu di Altar dan Dia yang akan menolongmu.
> Jika kita memegang komitmen maka angka perceraian akan semakin berkurang dan tidak akan ada lagi, sebab Alkitab dengan jelas mengatakan Allah membenci perceraian.Mal 2 : 16a.
Serahkan Keluargamu, Pernikahanmu kepada Tuhan dan percayalah Yesus adalah Jurumudi kita yang akan menuntun bahtera rumah tangga kita sehingga kita terus aman didalam Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Khotbah by : Pdt. Yonathan Lamron Sitinjak
Ibadah Raya GBI Menorah, 21 Januari 2024