
“Memahami dan Mengenal Tuhan”
Yeremia 9 :23 – 24
Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, Janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya.
24 Tetapi siapa yang mau bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah yang menunjuk kasih setia, keadilan dan kebenaran dibumi; semuanya itu KUsukai, demikianlah firman TUHAN.”
>Tuhan senang kepada orang-orang yang memahami dan mengenal Dia, bahwa Tuhanlah yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran.
Tetapi lebih dari pada itu kita harus mampu melihat tanda-tanda akan kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kali, sesuai dengan 1 Tesalonika 5 :1-11 dikatakan : Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,
2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
Perenungan :
> Ini berlaku kepada orang-orang yang hidup dalam kegelapan, tetapi bagi kita yang hidup dalam terang Dia tidak datang tiba-tiba seperti pencuri.
> orang yang hidup dalam terang atau siang adalah orang yang berjaga-jaga dan sadar;tahu tentang tanda-tanda zaman.
Hari-hari ini Tuhan sedang bicara pada Gereja-Nya tentang tahun 2033, bahwa pada tahun 2033:
> Setiap orang akan berjumpa secara otentik dengan Tuhan Yesus melalui Kuasa dan Hadirat Roh Kudus.
> Sampai tahun 2033, setiap kita mendapat kesempatan untuk memperkenalkan Yesus pada setiap orang.
> Tahun 2033 merupakan goal penyelesaian Amanat Agung.
> Kalau benar tahun 2033
Amanat Agung selesai, tidak berarti bahwa Tuhan Yesus pasti datang pada tahun 2033. Ini tidak Alkitabiah. Tetapi kalau kita berkata: Tuhan Yesus bisa datang itu Alkitabiah.
Sesuai dengan Matius 24 : 14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Gembala Pembina mengatakan: “Saya bertanya pada Tuhan Yesus bagaimana untuk menyelesaikan Amanat Agung ini.” Tuhan memberi jawaban melalui Yeremia 33 : 3
Berserulah kepada-Ku maka Aku akan menjawab engkau dan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar, dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui. Beliau terus berseru kepada Tuhan, dan Tuhan kembali memberi pengertian bahwa hal-hal yang ada di depan ini, adalah sesuatu yang besar. Tuhan memberi Kata Kunci:
SEMBAHYANG.
> Kita tahu arti SEMBAHYANG adalah Berdoa. Tetapi Tuhan memberi pengertian kepada saya, arti dari pada Sembahyang itu sebagai berikut:
Sembahyang berasal dari kata: Sembah dan Hyang
Kata Hyang berasal dari bahasa Sansekerta Jawa kuno, Bali; yang berarti yang mahakuasa, Yang mahamulia, yang mahasuci. Dan bagi kita yang mahakuasa, yang mahamulia, yang mahasuci Itu adalah Allah kita,Tuhan Yesus Kristus. Kita harus menyembah Tuhan Yesus Kristus.
Definisi menyembah bisa dalam arti luas dan sempit.
Menyembah dalam arti sempit adalah kita masuk dalam hadirat-Nya, merasa dan menikmati hadirat-Nya.
Menyembah dalam arti luas adalah: taat akan firman Tuhan.
Kedepan ini kita akan mengalami mujizatNya yang luar biasa. Kalau kita mau mengalaminya
Kata Kuncinya adalah Sembahyang.
Sesuai yang terjadi di Asbury Revival, maka pola penuaian jiwa dan pemuridan kedepan ini adalah : Doa, Pujian, Penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam yaitu Sembahyang.
Pada tanggal 03 – 06 Oktober 2023 ada acara WPA atau World Prayer Assembly) di Perth, Australia. Bagi saya ini adalah WPA yang ketiga. WPA 1 dan 2 diadakan di SICC pada tahun 2012 dan 2022. Ayat Emas dari WPA sejak tahun 2012 adalah:
Habakuk 2 : 14
Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang Kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutup lautan.
Setiap acara WPA selesai, baik yang pertama maupun yang kedua terjadi hal-hal yang luar biasa yang mengakibatkan terjadinya kegerakan- kegerakan baru. Setelah WPA 2012 maka pada tahun 2013 terjadi 2 peristiwa penting.
Peristiwa Pertama :
Tahun 2013 Tuhan memberi nama kepada Pencurahan Roh Kudus yang terjadi hari-hari ini seperti yang dikatakan- Nya pada tahun 2009
kepada Gembala Pembina sebagai Pentakosta yang ketiga.
Peristiwa kedua tahun 2013 pada waktu Global Consul Empowered 21 meeting di Hawai Tuhan memberikan visi bahwa pada tahun 2033 setiap orang akan berjumpa secara otentik dengan Tuhan Yesus melalui kuasa dan hadirat Roh Kudus. Pada awalnya kami tidak mengerti dengan apa yang dimaksudkan Tuhan dengan visi ini tetapi kami percaya. Pada tahun 2018 Tuhan membukakan pengertian tentang Pentakosta yang kedua bulan Mei 2022 di SICC Tower Tuhan membukakan pengertian tentang tahun 2033 tadi.
Waktu WPA yang kedua ada 3 Hamba Tuhan yang berbicara tentang hal yang sama tentang tahun 2033.
1. Billy Wilson yang mewakili aliran Pentakosta.
2. Rick Warren yang mewakili gereja Baptis.
3. Nicky Gumble yang mewakili Anglikan.
Ketika saya mendengar mereka berbicara maka Tuhan memberi pengertian kepada saya maka saya berkata: “I got it! I got it!” Setelah itu ada konfrensi Empowered 21 di Amsterdam yang temanya: Everyone
Ini dapat diartikan bahwa setiap orang akan mendapat kesempatan untuk berjumpa secara otentik dengan Tuhan Yesus melalui Kuasa dan Hadirat Roh Kudus pada tahun 2033.
Pada tanggal 3 – 5 Juli 2024 di SICC akan diadakan Empower 2021 Every One Asia 2024 Preaching Every Person On Earth.
Saya percaya ini akan merupakan trigger untuk kegerakan Next Gen secara Global. Hal-hal itulah yang terjadi setelah WPA pertama dan kedua.
WPA ke 3 di Perth telah berakhir dengan lawatan Tuhan yang luar biasa untuk Next Gen. Saya percaya akan terjadi gerakan-gerakan yang dahsyat yang merupakan. Kelanjutan dari gerakan-
gerakan yang terjadi sampai saat ini tahun 2033. Pesan yang Tuhan berikan pada kita adalah supaya kita menjaga Doa, Pujian dan Penyembahan kepada Tuhan tidak berhenti. Kita harus menjaga api doa itu terus naik kehadapan Tuhan. Hal-hal yang harus kita lakukan agar api doa pujian dan penyembahan tetap menyala adalah sebagai berikut :
Imamat 6 : 12-13
> Tuhan mau agar Umat Kepunyaan-Nya yang Imamat Rajani yaitu kita semua menjaga api doa tetap menyala. Ayat ini yang menjadi kekuatan pendorong bagi kaum Moravian di Herrinhut yang mempertahankan api doa, pujian, dan penyembahan 24 jam selama 100 tahun. Wow!
Bagaimana supaya api doa tetap menyala?
1. Senantiasa mempersembahkan kurban bagi Tuhan.
Baca Imamat 6 : 9
> “KURBAN” yang dimaksud saat ini adalah doa,pujian,penyembahan, talenta bahkan seluruh hidup kita.
Roma 12 : 1 Karena itu saudara- saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang Kudus dan yang berkenan kepada Allah: Itu adalah ibadahmu yang sejati.
2. Wahyu 5 : 9 >Mengasihi jiwa-jiwa yang ditebus dengan darah Tuhan.
Baca ;Wahyu 5 :12 – 13
Sebagai Penuai di akhir zaman kita harus bergairah dengan ladang tuaian yang telah menguning sesuai dengan pola sorgawi.
>Api doa kita akan selalu menyala setiap kali mengingat Darah Anak Domba yang telah disembelih menebus tuaian dari setiap suku, kaum, dan bangsa.
3. Hanya mengandalkan Api Tuhan.
Baca : Imamat 9 : 24,
> Api yang melahap kurban datang dari Tuhan bukan dibuat oleh manusia. Jangan coba-coba menyalakan api asing yaitu lewat kedagingan atau kekuatan sendiri.
4. Menyingkirkan abu
dari Mezbah.
Baca :Imamat 6 : 10b
>Menyingkirkan abu dari mezbah berarti kita menjaga hati tetap murni dan hidup berintegritas.
5. Menaruh kayu di atas mezbah.
Baca:Imamat 6 : 12
>Kayu berbicara tentang bahan bakar yang menyalakan api rohani dalam hidup kita seperti bertekun dalam sehati dalam doa bersama – sama, bersekutu, membaca Alkitab.
6. Mengatur kurban.
Baca: Imamat 6 : 12b
> Kurban tidak boleh sembarangan dipersembahkan melainkankan harus melalui pengaturan Ilahi setiap pagi atau polanya Tuhan bagi gereja lewat tuntunan Roh Kudus, pelayanan 5 jawatan, dan teladan Bapak Rohani. Kita juga tidak boleh mengatur-ngatur gerakan Roh Kudus.
7. Membangun NexGen.
Baca: Imamat 6: 9
> Perintah menjaga api harus diteruskan dan diimpartasikan kepada generasi berikutnya. Pola ini juga terlihat di pondok Daud dimana Heman, seorang pemimpin pujian yang ditunjuk Daud memimpin dan menyertakan anak-anaknya dalam pelayanan pujian.
1 Tawarikh 25 : 6
Mari kita tetap menjaga api doa, pujian dan penyembahan dalam unity siang dan malam, jangan sampai padam. Dan kita akan melihat, memahami dan mengenal hal-hal besar yang Tuhan sediakan bagi kita. Amin. Tuhan Yesus Memberkati.
Khotbah by : Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo
Ibadah Raya GBI Menorah, 10 Desember 2023