
OBEDIENCE
Ulangan 11 : 13 – 15.
Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu
14 maka Ia akan memberi hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu anggurmu dan minyakmu,
15 Dan Dia akan memberimu rumput di padang untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.
Tahun ini adalah Tahun Penuaian. Tentunya kita berharap bahwa pada tahun ini kita akan menuai. Bukan hanya Penuaian jiwa tetapi kita juga percaya bahwa Tuhan akan menyediakan banyak tuaian lain untuk kita. Entah itu tuaian didalam keluarga, di kantor, di sekolah, dimanapun kita berada. Kita akan menuai dari apa yang telah kita tabur sebelumnya;
Sebab itu mari kita sungguh-sungguh mengerti kehendak Tuhan di dalam hidup ini.
Bagaimana kita memperoleh Tuaian?
Ulangan 11 : 13, Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengar perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini.
Kata sungguh-sungguh dalam bahasa Inggris disebut diligently yang artinya: Keharusan, Kewajiban, Ketekunan, berbicara tentang bagaimana kita harus taat dalam melakukan segala sesuatu.
Jadi Kuncinya kita harus taat. Tetapi ada orang yang hidupnya nyaman, semua ada dan tercukupi, ketika dia dihadapkan dengan masalah atau tantangan maka hidupnya susah bertumbuh dan sukar untuk melakukan sesuatu menurut kehendak Tuhan.
Padahal kita tahu, Tuhan Yesus selama 3½ tahun dalam pelayanan-Nya dimuka bumi Dia memiliki ketaatan yang besar kepada Bapa. Dia melakukan dengan sungguh-sungguh apa yang menjadi tujuan hidup-Nya.
Nah, pertanyaannya bagaimana dengan saya dan saudara? Apakah kita telah melakukan segala sesuatu dengan kesungguhan hati dan dengan ketaatan yang benar?
Matius 6 : 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
▪︎ Dalam menjalani hidup ini ada orang yang fokus pada bagian kedua yaitu BERKAT, dia beranggapan asal percaya pada Tuhan maka dia akan memperoleh banyak uang, banyak proyek dsb. Itu memang benar tetapi ada bagian awal yang harus kita lakukan yaitu: Mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.
Membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Di dalam Ibadah, Berdoa, Memuji dan Menyembah Tuhan.
▪︎ Kalau kita mencari Allah, dan mengutamakan Allah, serta memberikan Allah tempat yang didepan maka berkat yang Tuhan sediakan akan mengikuti hidup kita.
▪︎ Dan jika kita tahu tujuan hidup kita; bagaimana kasih Tuhan dan pemeliharaan-Nya atas kita, jangan terlalu pusing dengan
berkat-berkat-Nya.
Jangan kita fokus pada hal-hal di dunia ini tetapi fokuslah mencari Tuhan dan firman-Nya; fokuslah untuk menyenangkan hati Tuhan. Maka hal-hal yang tidak kita lihat dengan mata, tidak difengar telinga, timbul dalam hati Tuhan akan sediakan bagi kita.
Berbicara tentang berkat bukan hanya pada hal jasmani saja tetapi ada pula berkat rohani yang Tuhan mau kita menerimanya yaitu keselamatan untuk masuk dalam Kerajaan Sorga.
▪︎ Tetapi sebaliknya jika kita sudah puas dengan apa yang kita miliki maka kita tidak lagi memprioritaskan hidup untuk Tuhan. Kita lupa untuk mencari Tuhan dan firman-Nya, padahal ironinya tak ada satupun yang kita bawa ketika Tuhan memanggil kita.
Karena itu mari kita kejar hadirat Tuhan. Kita kejar kehendak Tuhan sehingga kita tahu apa yang paling utama yang harus kita kerjakan dalam hidup ini..
Kita akan punya tekad yang kuat dalam melakukan segala sesuatu sebagai wujud kasih kita kepada Tuhan.
Mazmur 1 : 1 – 3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.
2 Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan.Taurat itu siang dan malam.
3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
> Orang yang merenungkan firman Tuhan akan berbuah pada waktunya.
> Merenungkan firman Tuhan artinya kita punya kesungguhan hati untuk belajar, membaca, mengerti dan memahami firman Tuhan sehingga ada Rhema yang Tuhan berikan bagi kita. Rhema yang kita terima dari Tuhan kadang-kadang berbeda satu dengan yang lain tergantung kebutuhan kita masing-masing. Karena itu, ayo kita punya ketaatan, kita punya kesungguhan hati untuk menjadi Pribadi yang menyenangkan hati Tuhan.
Apa makna Ketaatan yang sesungguhnya?
Ketaatan bukan sekedar mendengar, tetapi mendengarkan dengan hati yang siap melaksana-kan.
Yakobus 1 : 22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu dirimu sendiri.
>Tuhan tidak mencari ketaatan setengah-tengah atau formalitas tetapi yang lahir dari kasih kepada Tuhan.
1 Samuel 15 : 22 Tetapi jawab Samuel: Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan, sama seperti mendengarkan suara TUHAN?
Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan
>Ketaatan lebih baik dari pada korban.
Yohanes 14 : 15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”
>Ketaatan harus jadi respons kasih kita pada Tuhan.
Mazmur 40 : 9 Aku suka melakukan Kehendak-Mu, ya ya AllahKu; Taurat-Mu ada di dalam dada.”
>Ini berbicara tentang ketaatan yang sejati atau ketaatan yang tulus bukan didasari karena ketakutan tetapi karena mengasihi Tuhan.
>Bedakan antara ketakutan dan takut akan Tuhan.
Takut akan Tuhan adalah rasa hormat dan kagum pada Tuhan. Memiliki sikap hati yang benar kepada Tuhan artinya kita menjaga hati dan pikiran kita dan memberi yang terbaik bagi Tuhan. Sedang ketakutan kepada Tuhan bersifat negatif.
Contoh: Seseorang yang lupa berdoa maka dia merasa berkatnya akan berkurang sepanjang hari, pekerjaannya tidak akan baik, dsb.
BERKAT KETAATAN:
Janji Tuhan kepada kita ketika kita taat pada Tuhan bukan hanya diberkati secara jasmani: kesehatan, keuangan,dst. Tetapi Tuhan juga juga memberi Perlindungan, Pembelaan dan Meluputkan kita dari hal-hal yang tidak baik.
Oleh Sebab itu mari kita terus mengejar Tuhan, Kasih dan Kuasa-Nya.
Ketika kita mau jadi pribadi yang setia, taat dan sungguh-sungguh dihadapan Tuhan, maka kita percaya berkat itu akan mengikuti kita.
Mazmur 128 : 1
Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang di tunjukkan-Nya.
Ulangan 28: 1 – 2 Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa.
2 Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:
♡ AYAT 3 – 13 berbicara tentang BERKAT TUHAN.
DAN KUNCINYA ADALAH KETAATAN.
Bagaimana kita baik-baik mendengar suara Tuhan dan melakukan dengan sungguh-sungguh Perintah-Nya maka kita akan menerima semua Janji berkat Tuhan dalam hidup kita.
Contoh: NUH. Kej. 6: 9 – 22.
Ketaatan di tengah ketidak pastian.
* Ketika Tuhan memerintahkan Nuh membuat bahtera dengan ukuran-ukuran yang ditetapkan Tuhan.
* Nuh melakukan persis seperti apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya.
Pelajaran bagi kita:
♡ Ketaatan tidak selalu masuk akal menurut logika manusia. TETAPI itu adalah jalan untuk menyelamatkan diri dan orang lain.
♡ Ketika kita mendengar suara Tuhan entah itu secara audible atau di dalam hati. Hal-hal yang mendatangkan damai sejahtera. Ayo kita lakukan dengan segenap hati.
♡ Ketaatan harus dilakukan sepenuhnya tidak memandang kompromi. Nuh tidak berdalih-dalih sekalipun mungkin perintah Tuhan itu
tidak masuk akal.
Dan karena ketaatan Nuh seisi keluarganya yang berjumlah delapan orang diselamatkan dari air bah.
Mari kita punya kesungguhan hati yang besar untuk Tuhan, maka kita akan melihat bagaimana Mujizat yang besar, hal-hal yang indah akan terjadi dalam hidup kita. Amin. Tuhan.Yesus memberkati.
Khotbah by : Ps Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 19 Januari 2025