
“Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir kedaerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru : “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” Matius 15 : 21 – 28
Diceritakan ada seorang perempuan dari daerah Tirus dan Sidon.Daerah ini terletak disebelah utara, lebih utara diisrael dan perempuan kanaan yang disebut juga perempuan Sirofenisia anaknya kerasukan setan karena didaerah itu banyak orang yang hidup paganisme atau penyembahan berhala. Mungkin saja anak ini sudah dibawa kesana kemari untuk berobat tetapi tidak kunjung sembuh. Ketika dia mendengar kabar tentang Yesus yang melakukan mujizat, yang buta melihat, yang lumpuh berjalan sehingga ketika dia melihat Yesus dia terus berteriak karena penderitaan anaknya.
Matius 15 :23, Yesus sama sekali tidak menjawab. Yesus DIAM, kenapa?
1. Dosa – Yeremia 5: 25
2. Tidak Percaya (distrust). Matius 17 : 14-18
3. Ujian Ketekunan – Ayat 24, jawab Yesus: ” Aku diutus hanya kepada domba – domba yang hilang dari umat Israel”
Perenungan :
1. Siapakah domba- domba yang terhilang itu?
2. Adakah orang Israel yang tidak akan selamat? Ada yaitu : Mereka yang menolak Injil. Kisah Para Rasul 13 : 46, Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: ” Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa- bangsa yang lain.”
Perenungan: Jika mereka merasa tidak layak beroleh hidup kekal maka mereka akan menerima kematian yang kekal. Roma 11 : 17, “Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan diantaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah.”
Perenungan: Beberapa cabang yang telah dipatahkan yaitu Israel. Pokok zaitun yang penuh getah berbicara tentang salvation yaitu Keselamatan (Hidup Kekal). Semua yang tercacak pada pokok ini akan mendapat getah kehidupan, tapi jika dipatahkan maka akan mati. Nah karena Israel menolak keselamatan yang disampaikan oleh Alkitab maka mereka akan dipatahkan supaya kita ini cabang
pohon liar yang dicangkokkan kesana kita memperoleh hidup yang kekal.
3.Kita Telah Menerima Kasih Karunia . Roma 11 : 20, “Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidak percayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!”
Perenungan: Kita telah menerima anugerah keselamatan luar biasa, keselamatan datang pada kita di Indonesia kita harus sungguh-sungguh mengucap syukur karena Tuhan Yesus sangat baik bagi kita. Nah, apa yang harus kita lakukan? Alkitab menyatakan janganlah kamu sombong tetapi takutlah.
Perenungan: Sikap sombong itu adalah
1. Merasa diri paling benar
Alkitab mengatakan bahwa semua orang telah berdosa, itulah sebabnya kita perlu Juruselamat untuk menghapus dosa kita.Titus 3:5. Pada waktu itu Ia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmatNya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.Artinya kita perlu restorasi, pemulihan,pengampunan dan pertobatan setiap hari.
2. Menganggap rendah kerohanian orang lain
Seperti ahli taurat, orang farisi yang memandang rendah pemungut cukai. Pelajaran: Ketika kita melihat saudara yang kurang rohani janganlah menghakimi tetapi mengajak dia untuk beribadah supaya dia bisa hidup dengan rohani yang lebih baik.
3. Merasa yakin masuk sorga dan hidup semaunya
4. Mengabaikan Nasihat – Teguran
Sikap yang tidak sombong :
1. Suka berdamai dan suka mengampuni kesalahan orang lain.
2. Suka mendamaikan orang
3. Menghargai kelebihan orang lain
4. Memberi dukungan dan berkorban – Matius 15 : 25 “Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: ” Tuhan, tolonglah aku.” Sikap perempuan itu :
A. Mendekatkan diri – Respons benar:
– Melawan rintangan bertemu Yesus
– Menyerahkan diri ketangan Tuhan
B. Menyembah artinya merendahkan diri serendah- rendahnya Demi anaknya dia tak lagi bicara tentang kehormatan dan harga diri
Ayat 26, Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
Perenungan : Yesus menolak memakai cara pandang Yahudi bahwa orang non Yahudi rendah dan najis. Uang Romawi ditolak di Bait Allah. Bait Allah eksklusif, Dilarang masuk orang: – yang cacat, timpang – Orang asing – Gentiles (Ayat 27) Kata Perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing makan remah- remah yang jatuh dari meja tuannya.”
A. Benar Tuhan, artinya dia menerima perkataan Yesus, dia tidak menyangkal, dia tidak berdebat sekalipun perkataan Yesus itu tajam dan pedas. Perenungan: Bila saudara menerima khotbah yang keras tajam menembus sampai ke hati terima dengan tulus, katakan itu untuk saya sehingga Roh Kudus akan membaharui dan mengubahkan.
B. Anjing Pun Makan Remah-Remah, artinya Dia menghormati hal yang sepeleh – asal datangnya -sumbernya dari Tuhan. Seperti Perempuan lelehan darah: Mencoba menjamah jumbai jubah Yesus. Bagian yang paling rendah, sepeleh tetapi dapat menyembuhkan, itulah Iman. Perwira di Kapernaum – “Katakan saja sepatah kata maka Hambaku itu akan sembuh.”
Hal yang kecil dari Tuhan dapat menyembuhkan, sebab seringkali Tuhan melakukan hal besar dimulai dari hal yang kecil. Tuhan tidak Bombastis: – Memulai pelayanan dari 12 orang yang sederhana – Memenangkan kota Sikhar dari 1 perempuan Samaria – Memberi makan 5000 orang dari 5 roti dan 2 ikan.
Perenungan: Hormati hal- hal yang kecil dari Tuhan seperti talenta, tanggung jawab dalam perkara kecil. Misalnya dengan sedikit tepung dalam tempayan, sedikit minyak dalam buli- buli dapat memberi makan Elia dan janda di Sarfat selama musim kemarau. Ayat 28, Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya “Hai Ibu besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Perenungan: Tuhan memuji Imannya. Tujuan Tuhan terbuka sekarang atas perempan itu, lewat ujian : – Ketekunan – Kesungguhan hati -Kerendahan. Dan pada akhirnya dia berhasil dan anaknya disembuhkan Tuhan.
Amin…Tuhan Yesus memberkati
Khotbah by : Ps. Honny Supit Sirapanji, M.Th.
Ibadah Raya GBI Menorah, 18 April 2021