
Seed of Jesus Christ. part 5 : PERSONAL COUNSELING
Seed of Jesus Christ adalah benih yang Tuhan Yesus ajarkan ketika Dia berada 3½ tahun di bumi. Hari ini kita memasuki pada episode yang kelima yaitu bagaimana Yesus memberi Konseling Pribadi atau Personal Counseling.
•Arti Konseling menurut KBBI adalah : Pemberian bimbingan oleh yang ahli kepada seseorang yang menggunakan metode psikologis dsb.
•Menurut terjemahan bebas, Konseling adalah: Pertemuan antara konselor dengan kliennya yang menyebabkan terjadinya dialog, bukan pemberian terapi atau perawatan.
Yohanes 3 : 1 – 2,
1. Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi
Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata:” Rabi, kami tahu , bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”
Alkitab menjelaskan pada suatu malam Nikodemus datang bertamu kepada Tuhan Yesus. Sebenarnya wajar saja tetapi karena Nikodemus adalah orang farisi dan punya jabatan sebagai Pemimpin agama Yahudi maka hal ini terasa janggal. Karena orang farisi banyak yang tidak suka bahkan membenci kepada Tuhan Yesus, Karena mereka menganggap Tuhan Yesus tidak memelihara Hari Sabat.(Yoh 9 : 16a).
Mungkin itu juga yang menjadi alasan sehingga Nikodemus harus datang menjumpai Yesus pada waktu malam. Tetapi Yesus menerima Nikodemus, sekalipun secara fisik mungkin Dia lelah dan perlu istirahat. Tetapi Tuhan begitu mengasihi orang-orang yang mau datang kepada-Nya, sekalipun Dia tahu apa sebenarnya yang ada dihati Nikodemus, Dia tahu Nikodemus datang untuk curhat, untuk membagi rasa “penasarannya” kepada-Nya atas mujizat-mujizat yang Tuhan lakukan juga karena Nikodemus melihat bahwa Yesus mengajar penuh kuasa tidak seperti ahli Taurat mereka(Yoh 7:29).
Didalam hidup ini kita tidak sendirian, karena manusia pada kodratnya adalah mahluk sosial.
•Menurut KBBI, Mahluk sosial adalah: Manusia yang mempunyai hubungan timbal balik dengan manusia lain.
•Menurut ahli Sosiologi Elly. M. Setiadi, Mahluk sosial adalah mahluk yang didalam hidupnya tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh orang lain.
•Menurut Aristoteles Mahluk Sosial adalah Zoon Politicon yaitu manusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain.
•Menurut Firman Tuhan Kejadian 2:17, Tuhan berfirman: “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan Penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
Tetapi kenyataannya banyak orang yang merasa hidupnya sendirian. Merasa seolah tidak dibutuhkan.
Dan hal ini menyebabkan
banyak orang kehilangan dirinya ditengah kerumunan orang banyak. Orang ini mengalami yang disebut “Lonely atau Kesepian”. Mengapa ini terjadi? Karena orang itu belum mengenal siapa dirinya, dia belum menyadari bahwa hidupnya berharga dimata Tuhan,dan tidak yakin bahwa masih ada orang lain yang mengasihinya.
Contoh: Yoh 4 : 1 – 26.Yesus dan Perempuan Samaria.
Disini dijelaskan keadaan perempuan ini yang mempunyai banyak pria selingkuhan, sehingga dia dikucilkan oleh orang-orang sekotanya. Akibatnya dia mengambil air saja nanti Jam 12.00 siang disaat keadaan sepi. Ini adalah masalah bagi Perempuan ini dan Yesus peduli dengan dia, bahkan Yesus rela menempuh perjalanan yang sangat jauh untuk menemui perempuan ini. Oleh karena kasih-Nya yang begitu besar. Yesus tahu jika Perempuan ini tidak ditolong maka dia akan binasa. Untuk itu Yesus datang memberikan kepadanya “Air Hidup”.
Akibatnya : Hidup Perempuan ini berubah 180⁰ lalu dia dipakai menjadi Pemberita Firman bagi orang-orang Samaria.
Kenapa Yesus mau menerima Nikodemus?
1.Yesus mengerti bahwa setiap orang punya masalah. Demikian pula dengan Nikodemus. Yoh 3:2.
>Yesus memahami apa yang tersirat dibalik pernyataan Nikodemus itu, bahwa Nikodemus sebenarnya ingin memperoleh jawaban siapa “Yesus sesungguhnya”, apakah benar Yesus itu adalah
utusan Allah, Penyelamat hidup mereka?”
Setiap orang punya masalah dalam hidupnya.
Bayi: tidak bisa mengurus diri sendiri; Remaja/Pemuda, masalah hubungan pertemanan, asmara,pendidikan, Dewasa,masalah ekonomi, Keluarga. Orang tua: masalah ekonomi dan kebutuhan Rumah Tangga Masalah disekitar kita begitu kompleks.Tetapi terkadang kita berpikir bahwa masalah kita yang paling besar dan hal itu yang membuat kita stres.
1 Korintus 10 : 13, Masalah kita tidak melebihi kekuatan kita, karena Yesus akan memberi kita jalan keluar. Menurut United Nations Foundation :
• Respons dan Pemulihan Covid 19 tetap utama.
• Pengentasan kemiskinan; Janji tidak meninggalkan siapapun dan SDGS (Sustainable Development Goals)
• Krisis dan konflik kemanusiaan yang berkembang.
Langkah-langkah yang harus dilakukan ketika punya masalah :
1. Sadar dan pahami akan masalah
2. Ketahui dan sederhanakan masalah.
3. Kenali dan strategikan penyelesaian masalah.
4. Segera ambil tindakan.
Apa tujuan dari konseling?
•Secara umum: Adalah memecahkan masalah dari klien.
•Secara khusus : adalah memahami seluk beluk masalah yang dialami secara mendalam dan menyeluruh dengan cara yang positif dan dinamis. Didalam menghadapi masalah sebenarnya kita sudah tahu jalan keluarnya, hanya kita tidak bisa melihatnya. Oleh sebab itu kita butuh orang lain, yang tentunya dapat dipercaya untuk memberi konseling sehingga pada akhirnya kita dapat menemukan solusinya. Tetapi terkadang masalah kita bersumber dari diri kita sendiri karena kita salah berpikir, salah berucap dan salah bertindak tetapi jeleknya kita malah sering menyalahkan orang lain. Ada beberapa jenis konseling: Konseling anak; remaja; pranikah; keluarga; kelompok; kedukaan, dst.
Ketika menghadapi masalah terutama kita harus lakukan menurut cara Alkitabiah Amsal 3:6
Kenapa Yesus mau menerima Nikodemus?
2. Karena kasihnya kepada Nikodemus.
Yohanes 3:16.
>Begitupun kepada kita, Yesus sangat mengasihi kita dan Dia mau menerima kita apa adanya sehingga kitapun wajib untuk mau berkorban bagi saudara-saudara kita. Terutama dalam menolong kesulitan orang lain. Memberi dukungan doa, tenaga, pikiran, dan finansial.(1 Yoh 3 : 16).
Sadari hidup ini sementara, jangan terlalu fokus kepada dunia ini. Tetapi bagaimana kita menjadi berkat bagi orang lain.
Rangkuman Pelajaran:
~ Kita harus menyadari bahwa hidup kita berharga.
~ Kita harus menyadari bahwa setiap orang punya masalah.
~ Kita harus mengerti bahwa masalah harus dikeluarkan, jangan dipendam.
~ Tuhan mau kita terbuka dan mengisinya dengan kasih Tuhan (1 Yoh 1:9).
~ Kitapun mau melakukan apa yang Yesus lakukan, yaitu membantu orang lain Wahyu 1: 19.
Tuhan Memberkati, Amin.
Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji
Ibadah Raya GBI Menorah, 19 Juni 2022