Seed of Jesus Christ. part 6

Seed of Jesus Christ. part 6 : I AM A STUDENT

SEED of Jesus Christ adalah benih yang Tuhan Yesus ajarkan selama 3½
tahun Pelayanan-Nya dimuka bumi.
Hari ini kita memasuki pada serial khotbah yang keenam, dimana selain
Dia datang membawa tentang Kerajaan sorga, tentang Kasih, Hidup yang kekal, Pengampunan, dan Memberi konseling secara Pribadi juga Dia Mengajar dan memilih murid-murid.
Tema kita hari ini yaitu : I am a student, saya adalah murid.

Baca : Lukas 11 :1- 13 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.”2. Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu: datanglah Kerajaan-Mu. 3. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya. 4. Dan ampunilah kami akan dosa kami; sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.” 13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus, kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Didalam hidup ini kita punya banyak pilihan:
• Jujur/ Bohong.
• Setia/ Selingkuh.
• Rajin/ Malas.
Pilihan-pilihan itu ada dalam kehidupan kita sehingga siklus kehidupan kita bermacam-macam. Seandainya kita robot tentunya Tuhan sudah mengatur langkah demi langkah tujuan kita tetapi masalahnya Tuhan memberi kita kehendak bebas yang bisa memilih apa saja dalam hidup ini.
Namun kita perlu ingat ada konsekuensi dalam hidup ini, makanya kita jangan salah pilih.
Ayub 5 : 2, Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati dan orang bebal dimatikan oleh iri hati.
Bd : Amsal 1:7; Pengkhotbah 10 : 12,
Amsal 10 : 14.
> Kita harus menjaga perkataan-perkataan kita karena setiap kali perkataan itu diucapkan
kita tidak bisa menarik kembali.
Jika kita berbicara tentang pemuridan itupun merupakan pilihan karena tidak semua orang ingin belajar dan diajar.
Apa itu pemuridan?
Pemuridan adalah suatu proses untuk mendewasakan kehidupan orang percaya untuk menjadi serupa dengan Kristus. Kehidupan kita sebagai manusia mengalami banyak proses. Semenjak kita lahir sampai kita dewasa berbagai proses kita alami baik secara jasmani, jiwani dan rohani.
Mengapa Pemuridan itu penting?
Penting! Karena Allah mencari pribadi yang dewasa bukan kanak-kanak untuk menjadi mempelainya.
Seperti : Efesus 4 :13-17. Didalam hidup ini kita perlu kedewasaan untuk melihat dunia yang sudah semakin kacau untuk dapat menghadapi kondisi yang tidak baik ini. Kita semua murid dan kita perlu belajar. Didalam keluarga orang tua adalah guru kita, yang mengajari kita sejak dini Sampai dewasa kita terus belajar dari orang-orang yang ada disekitar kita baik keluarga, guru, gembala dan teman2 kita.
Prinsipnya: Amsal 27 : 17, Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Gereja kita sudah menerapkan pemuridan yang sudah dilakukan di Cool.
Apakah murid adalah Pribadi yang diajar atau dihajar?
Karena pengalaman ini adalah pengalaman kita semua.
Dijaman kita dulu orang tua atau guru menghajar anak itu hal yang biasa. Tetapi dijaman now dengan adanya undang-undang perlindungan hak perempuan dan anak mungkin perlu dipertimbangkan. Sebab tidak jarang ada anak yang balik melapor polisi karena tindakan disiplin yang dilakukan oleh orang tua/guru. Setiap anak perlu diajar tetapi apakah perlu untuk dihajar? Belum tentu.
Amsal 23 : 14, Engkau memukulnya dengan rotan tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati. Mungkin ada orang tua yang keras merasa tepat dengan cara ini, tetapi pertanyaannya bagaimana sikap hati kita ketika melakukan hal ini. Jangan sampai anak dijadikan pelampiasan akibat persoalan kita ditempat lain.
Kolose 3:21, Hai bapa-bapa janganlah sakiti hati anakmu supaya jangan tawar hatinya.
Ajar dan hajar bisa dilakukan tetapi ingat harus punya nilai didalamnya.
Karena jika kita mengajar dan tidak ada nilai didalamnya itu sangat berbahaya. Karena bisa berpotensi menimbulkan luka bathin pada anak dan hal ini akan menjadi siklus berulang pada generasi berikutnya. Anak akan menjadi seorang pendendam
Bagaimana sikap kita menjadi seorang murid?
1. A Learner/sikap mau belajar.
Amsal 23 :12,
> Murid itu harus selalu belajar agar semakin banyak pengetahuan.
Begitu juga dengan kehidupan rohani kita perlu belajar untuk mendapatkan janji-janji Tuhan dalam hidup ini.
2. Mindset focus on the goal/Pikiran yang fokus kepada tujuan.
>Tuhan Yesus datang mencari mempelai yang dewasa. Kita harus belajar untuk menjadi pelaku firman. Yesaya 50 : 4.
>Tuhan mau mengajar dan memberi pengetahuan tentang kasih-Nya dalam hidup kita. Tetapi jika kita tidak fokus untuk belajar maka pasti kita tidak akan dapat apa-apa.
3.Built relationships with teachers/Membangun relasi dengan pengajar.
Yesaya 55:6, carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, Berserulah kepadanya selama ia dekat.
Ingat: Matius 7:21-23
>Jadi ada waktunya seolah-olah Tuhan tidak mau mendengar kita, makanya selama kita hiidup, mari cari Tuhan dengan sungguh- sungguh Karena jangan sampai dihari terakhir itu Tuhan berkata: “Aku tidak mengenal engkau, enyahlah kamu sipembuat kejahatan. ”
>Mari kita memeriksa kehidupan kita, apakah yang kita lakukan itu sudah menyenangkan hati Tuhan? Jangan sampai yang kita tonjolkan hanya diri kita sendiri, karena jika hal itu kita lakukan maka kita tidak punya nilai dihadapan Tuhan.
4. Have a responsibility/Punya tanggung jawab.
Mazmur 119:73. sebagai murid Yesus kita harus punya tanggung jawab. Jika kita diberi banyak maka kitapun akan dituntut banyak.. Pakailah semua talenta untuk memuliakan namaTuhan.
Apa makna kita menjadi murid?
• Merupakan suatu proses untuk menjadikan diri lebih baik.
• Suatu hal yang sangat indah karena masuk dalam kerajaan Allah.
•Merupakan suatu kebahagiaan yang tak terlihat oleh kasat mata.
•Memiliki sikap yang penuh positif dan disiplin.
•Menjadi murid Kristus adalah serupa dengan Kristus.
•Kita harus menyangkal diri kita dihadapan Tuhan.
•Mau memikul salib dihadapan Tuhan.
•Siap untuk menyerahkan hidup kita sepenuhnya dihadapan Tuhan.
•Kita harus siap meninggalkan semuanya dan mengikut Kristus.
•Kita harus mengasihi orang lain tanpa membeda-bedakan.
•Kita harus mempertahankan iman dan berani bersaksi.
•Mau diajar dan belajar bersama-sama dengan Kristus
> Ketika kita mau diajar dan belajar biarlah semuanya untuk kemuliaan Tuhan Yesus bukan untuk diri kita supaya kita dikenal dan ditinggikan sebab orang yang meninggikan dirinya akan direndahkan oleh Tuhan, orang yang merendahkan diriny akan ditinggikan oleh Tuhan.
Siklus Pemuridan:
> Matius 28 :19 – 20.
4 siklus Pemuridan ;
1. Pergilah. 2. Jadikanlah. 3. Baptislah. 4. Ajarlah.
Mari kita terus belajar menjadi murid yang baik, menyenangkan hati Tuhan dan kita dapat menjadi guru yang baik, menjadi Pemberita firman bagi orang yang belum mengenal Tuhan.
Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji
Ibadah Raya GBI Menorah, 24 Juli 2022

error: Content is protected !!