
Seed of Jesus Christ. part 8 : GO HIGHER
Matius 12 : 34.
Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan
hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.
Pelajaran
> Perkataan dapat menunjukkan kualitas seseorang. Mulut orang baik mengeluarkan kata-kata yang baik yaitu perkataan positif dan membangun.
Tetapi mulut orang jahat mengeluarkan perkataan yang sia-sia, perkataan kotor dan perkataan sembrono.
> Tuhan Yesus mengecam dan menegur Ahli Taurat dan Orang Farisi karena perkataan mereka adalah perkataan menuduh, menjatuhkan dan merendahkan orang lain.
Siapakah Orang Farisi dan Ahli Taurat ?
•Orang farisi adalah pemimpin spiritual
Yahudi yang berkembang pada masa bait Allah ke 2 sekitar abad ke 2 SM.
• Menurut para ahli, kaum farisi adalah perkembangan dari kelompok Hasidim.
• Kelompok Hasidim adalah kelompok yang menganggap diri mereka
sebagai orang yang saleh.
• Kelompok Hasidim memisahkan diri dari orang biasa dan menciptakan kelompok sendiri.
• Mereka menetapkan bahwa mereka adalah pribadi yang lebih beragama dari orang lain.
• Mereka menetapkan
status mereka lebih tinggi dari orang lain.
> Perenungan bagi kita: Hati- hati jika kita mulai menetapkan diri lebih
tinggi dari orang lain, karena jangan sampai kitapun menjadi sama seperti Orang Farisi dan Ahli Taurat ini.
• Ahli Taurat adalah Pakar dalam hukum Taurat.
> Hukum Taurat adalah Ilham dari Tuhan dan Ahli Taurat menulis Talmut untuk menjelaskan apa isi Hukum Taurat itu.
Bagaimana sikap Orang Farisi?
Lukas 18 : 11- 12, Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: ” Ya Allah aku mengucap syukur kepada-Mu karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini: aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari seluruh penghasilanku.
Pelajaran:
> Orang Farisi, gambaran dari orang rohani yang luar biasa tetapi menjalankan hukum
Taurat secara lahiriah.
> Orang Farisi menganggap diri mereka lebih hebat; lebih rohani dan menganggap semua orang lebih rendah dari mereka. Padahal kita semua sama, setara dihadapan Tuhan.
> Orang Farisi dan Ahli Taurat disebut:
• Orang sombong dan angkuh.
Perenungan: Hati-hati jika kita mulai sombong dan angkuh, karena Alkitab mengatakan:’ Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.
Matius 6 : 1- 2, Mereka disebut Orang Munafik. > Disebut munafik karena lain dibibir lain dihati > Hanya mencari pujian bagi diri sendiri.
Matius 6:5,
> Mereka Ingin dikenal suci dan Kudus.
> Ingin dikenal taat beribadah
> Pastikan diri kita datang beribadah untuk berjumpa Tuhan secara pribadi, supaya kita dapat merasakan Hadirat-Nya.
Delapan celaka yang Tuhan Yesus katakan pada Ahli Taurat dan Orang Farisi:
1. Matius 23 : 13, Hidup Orang Farisi ini seolah –
olah rohani, tetapi sebenarnya tidak! Malah mereka jadi batu sandungan sehingga menghalangi orang lain untuk bisa masuk dalam kerajaan sorga.
2.Matius 23 : 14, Mereka mengelabui orang dengan doa yang panjang-panjang tetapi hidup mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan.
3. Matius 23 : 15.
Contoh : Saulus sebagai orang farisi yang menganiaya pengikut Tuhan di jalan lurus. Selanjutnya dapat kita pelajari dalam Matius 23 : 16 – 30.
Bagaimana reaksi Orang Farisi dan Ahli Taurat ini?
> Sekalipun Tuhan menegur mereka dengan keras tetapi orang farisi dan ahi taurat ini tidak sadar.
> Malah merencanakan penangkapan dan penyaliban Tuhan Yesus.
Perenungan bagi kita :
> Mari menjadi pribadi yang rendah hati yang siap menerima teguran Tuhan dengan sikap yang benar dan mau bertobat.
Why Go Higher?
Matius 5 : 20, Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan Ahli-ahli Taurat dan Orang Farisi , sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga.
> Orang- orang Farisi sangat giat belajar Taurat tetapi mereka tidak melakukan firman.
> Peringatan bagi kita jangan melakukan ibadah hanya sekedarnya tanpa keseriusan sebab kita tidak akan masuk dalam kerajaan sorga.
> Pastikan kita bukan hanya pendengar tetapi pelaku firman.
> Standar kerohanian kita harus ditingkatkan.
Apa standar Pengikut Kristus?
1.Mengasihi Tuhan dengan segenap hati,segenap jiwa dan segenap kekuatan.
Matius 22 : 37 Artinya :
– Mau bayar harga.
– Taat mengikuti perintah
Tuhan.
– All out untuk Tuhan.
• Jika kita berasumsi mengasihi Tuhan karena sudah rajin kegereja, menjadi anggota gereja, membayar persepuluhan ataupun melayani tetapi jika kita melakukan segalanya hanya secara rutinitas maka semua
pasti sia-sia. Karena Tuhan mencari hati yang menyembah kepada-Nya dengan penuh gairah dan cinta kepada-Nya.
Masihkah kita rasakan kasih mula-mula untuk Tuhan?
2. Mengasihi sesama.
Matius 22 : 39, mengasihi seperti diri kita sendiri.
1. Melakukan yang baik bagi orang lain. 1 Tesalonika 5:15.
2.Memberkati mereka. Lukas 6 : 28.
3. Mendoakan mereka. Matius 5 : 44.
Pelajaran bagi kita:
Jadilah pribadi yang sadar akan kesalahan, dan mengakuinya dihadapan Tuhan, serta belajar untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
> Saya bisa salah, tetapi tidak takut melangkah.
>Saya orang biasa tetapi tidak hidup biasa-biasa.
Tuhan Memberkati, Amin.
Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji, S. Kom
Ibadah Raya GBI Menorah, 16 Oktober 2022