THE KING’S SON

THE KING’S SON

Pelajaran kita minggu lalu, bagaimana kita memiliki karakter seorang raja, anak raja atau orang orang yang hidup dalam The Kingdom atau Kerajaan Allah.
Dikisahkan ada seorang putera raja yang hilang dalam hutan ketika keluarga kerajaan sedang berburu. Dan anak itu diketemukan oleh seorang petani yang kemudian memelihara dan mengasuh anak tersebut. Waktu berjalan dan anak ini bertumbuh menjadi seorang pemuda tampan.
Pada suatu hari ada seorang kerabat kerajaan yang melihat pemuda ini dan merasa bahwa pemuda ini mirip sekali dengan permaisuri raja, lalu orang ini melaporkan ke istana dan raja mengutus kepala pasukan untuk menyelidiki cerita ini. Singkat cerita setelah mereka bertemu dengan petani tersebut lalu bertanya tentang asal usul anak itu. Petani kemudian menceritakan bahwa anak itu sebenarnya bukan anaknya tetapi mereka temukan dihutan saat anak itu masih kecil. Akhirnya kepala pasukan menjelaskan bahwa anak itu adalah putera raja yang hilang beberapa tahun lalu. Lalu Petani diberi hadiah dan Kepala Pasukan membawa Pemuda itu ke istana. Di istana pemuda ini didandani layaknya seorang pangeran untuk bertemu dengan kedua orang tuanya, raja dan permaisuri.
Tetapi apa yang terjadi? Pemuda ini sekalipun penampilan luarnya telah berhasil dirubah tetapi ternyata innermannya atau manusia dalamnya tidak berubah. Penampilannya putera raja tetapi perilakunya anak petani.
Bukankah ilustrasi ini menggambarkan kehidupan kekristenan kita saat ini? Ada begitu banyak orang yang sudah berpindah dari kerajaan dunia masuk kedalam kerajaan Allah tetapi perilakunya masih perilaku duniawi? Tabiatnya masih tabiat duniawi. Apa yang dia lakukan sehari-sehari tidak lebih seperti orang-orang di luar sana padahal ketika kita dibawa masuk dalam Kerajaan Sorga maka kita harus berubah seluruh keadaan kehidupan kita.
Itulah sebabnya minggu lalu kita sudah belajar bahwa Perilaku Warga Kerajaan Sorga harus mengenal 4 SIAP yaitu :
A. Siap menjadi Ahli Waris Kerajaan Allah.
Galatia 4 : 7 Jadi kamu bukan lagi hamba melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris oleh Allah.
B. Siap menderita seperti Kristus.
Roma 8 : 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya adalah orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama- sama dengan Dia.
♡ Menderita disini bukan karena kita berbuat dosa.
1 Petrus 2 : 21 Sebab dapatkah disebut pujian jika kamu menderita pukulan karena berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
♡ Tetapi tak dapat dibantah bahwa sejak zaman dahulu kala banyak nabi yang menderita karena mengikuti Tuhan.
Contoh: Yusuf, Daud, Yeremia.
Tetapi orang yang menderita dalam Alkitab akhir hidup mereka mengalami kemenangan.
Tetapi ada pula yang tidak mau menderita seperti Yonathan, dia turning back tidak mengikuti Daud. Tetapi mengikuti ayahnya Saul dan dia mati dalam medan pertempuran menghadapi bangsa filistin.
Dalam PB murid-murid Yesus hampir semua menjadi martir kecuali Yohanes yang mati normal di Pulau Patmos tetapi dia menulis Kitab Wahyu.
Zaman sekarang, banyak hamba-hamba Tuhan yang teraniaya, yang tidak disalibkan secara fisik tetapi perlakuan dunia terhadap mereka sama seperti itu.
Pelajaran:
▪ Jangan takut menderita karena ikut Yesus.
1 Petrus 2 : 21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
—> Petrus mati disalibkan Terbalik.
> Petrus adalah orang yang menulis surat ini tetapi dia adalah orang yang gagal mengiring Tuhan. Dia gagal karena menyangkal Tuhan.
Mat 26 : 69 – 74.
> Tetapi diakhir perjalanan kehidupannya ketika dia ditangkap dan disalibkan Petrus minta supaya dia disalibkan terbalik, karena merasa tidak layak mati seperti Yesus.
2. Jangan berduka dalam penderitaan karena Yesus.
Kisah 5 : 40 – 42.
40 Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.
41 Rasul-rasul itu meninggaljan sidang agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.
42 Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan injil tentang Yesus yang adalah Mesias.
> Mereka dilarang dan disesah. Disesah artinya mereka dicambuk dan diperlakukan sangat buruk tetapi anehnya ketika mereka keluar dari Mahkamah Agama mereka bergembira.
> Mari saudara-saudara kita kilas balik hidup kita, adakah salib yang kita pikul karena mengikuti Yesus? Karena ada banyak orang yang punya alasan sepele untuk tidak beribadah alasan karena hujan, karena pakaian dsb. Atau ketika kita mendapat perlakuan buruk dari orang lain apakah kita langsung membalas? Tidakkah kita ingat penderitaan Tuhan atau hamba-hamba-Nya dalam Alkitab yang jauh lebih menderita. Lihatlah contoh pada murid-murid ini sekalipun mereka disesah tetapi mereka bergembira dan melanjutkan pelayanan mereka.
☆Dewasa Rohani adalah melihat SALIB sebagai BERKAT.
☆ Setiap Ujian adalah kesempatan bagi kita untuk naik kelas. Kita harus jadi orang yang dewasa dalam Tuhan.
▪ Kanak-kanak rohani melihat salib sebagai kutuk. Kita harus menjadi orang yang tangguh.
3. Jangan kecewa karena penderitaan oleh Nama Yesus.
Yoh 16 : 1 – 3
1 “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.
3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.
> Kalau kita lihat Rasul Paulus dia mulai melayani dia ditolak oleh murid-
murid karena mereka tidak percaya kepadanya sebab dulunya ia suka menangkap, memenjarakan dan menganiaya orang percaya.
> Rasul Paulus mengalami banyak penderitaan karena Nama Yesus. Ia dipenjara, dianiaya, dicambuk dsb tetapi dari penjara dia mengirim Surat-Surat bahkan dari penjara muncul jemaat yang ada di Roma.
Tetapi bagaimana akhir perjalanan Paulus?
2 Timotius 4 : 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
Ini merupakan target kita bahwa setiap orang dalam gereja akan mengakhiri pertandingan dengan baik.
Target kita sampai kepada garis akhir.
4. Jangan malu memulai segala sesuatu secara sederhana.
> Memulai segala sesuatu dari bawah bukan sebuah kehinaan tetapi adalah kebanggaan.
Prinsipnya tidak ada angka sejuta tanpa angka satu. Percayalah Tuhan akan membawa kita dari satu Kemuliaan kepada Kemuliaan yang lain. Oleh sebab itu berjuanglah, miliki daya tahan untuk menderita bagi Tuhan. Pacu dirimu dan saling mengingatkan satu dengan yang lain agar kita semua.mencapai garis akhir dan Tuhan akan membawa kita.masuk dalam Kerajaan Kekal. Amin, Tuhan memberkati.

Khotbah by : Pdt. Honny Supit Sirapanji,M.Th.
Ibadah Raya GBI Menorah, 09 Februari 2025

error: Content is protected !!