
“THE BEST IS YET TO COME”
Max De Pree, Top CEO dari Fortune 500 Company dan sekaligus Dewan Pengawas dari Fuller Seminary di Pasadena California pernah mendapat pertanyaan dari beberapa wartawan. “Selama karir Anda sebagai seorang CEO yang hebat bertahun-tahun, pengalaman apa yang paling sulit bagi Anda?”
Lalu Max De Pree menjawab bahwa yang paling sulit baginya yaitu: “Intercepting Entropy.”
Kata ini dulunya tidak terkenal tetapi menjadi terkenal, karena orang ini.
Entropy merupakan fakta atau kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa apa saja yang ada dalam kehidupan ini cenderung merosot.
Misalnya: mobil baru, rumah baru, dipakai atau tidak, bukan makin lama makin indah tetapi makin lama makin merosot. Kesehatan juga dapat merosot sebab itu perlu dijaga.
Intercepting adalah tindakan untuk mencegat agar segala sesuatu tidak lewat begitu saja. Dan hal ini tentu tidak mudah.
> Tetapi bagi orang percaya ada sesuatu hal yang tidak boleh merosot yang harus tetap dipertahankan dan dikembangkan yaitu Iman kita kepada Tuhan Yesus.
> Karena selama kita mampu mempertahankan iman serta hidup melekat dan bergantung pada Tuhan maka apapun tantangan yang kita hadapi kita akan baik-baik saja dan kita akan mengalami kemenangan, serta berkat Tuhan ditengah keadaan paling sulit sekalipun. Mengapa?
> Karena hidup kita sebagai orang percaya tidak tergantung pada keadaan, situasi ekonomi bahkan pada keterbatasan diri kita. Tidak!! Hidup kita sepenuhnya hanya tergantung pada Tuhan. Dan jika kita lakukan ini maka kita akan menjadi orang yang luar biasa serta mengalami kemenangan demi kemenangan ; dari satu kemuliaan pada kemuliaan yang lain.
Mengapa demikian ? Sebab Tuhan punya rencana yang terbaik atas kita “The best is yet to come” artinya “Yang terbaik itu pasti akan datang.”
> Kalau hidup kita saat ini sulit penuh tantangan tetap saja percaya pada Tuhan karena yang terbaik itu sedang menunggu didepan kita.
Yeremia 29 : 11, Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-KU mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh pengharapaan.
Perenungan:
> Setiap langkah membawa kita kepada pengharapan. Dan pengharapan di dalam Tuhan tidak pernah mengecewakan.
> Ayat ini ditujukan bagi orang Israel yang mengalami kejatuhan yang luar biasa.
Yeremia 29 : 10
Sebab beginilah Firman TUHAN apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu padamu dengan mengembalikan kamu ketempat ini.
> Tuhan berjanji akan mengembalikan mereka ke Yerusalem, sebab Tuhan mengetahui rancangan-Nya didalam kehidupan umat-Nya.
Mengetahui> Yadah(Ibr) artinya mengenal dan punya relasi.
Pelajaran :
> Tuhan mau menjalin relasi dengan kita supaya kita hidup dalam rencana-Nya yang the best is yet to come.
> Kita semakin mengalami kebaikan demi kebaikan Tuhan dan hidup dalam damai sejahtera.
> Alkitab melukiskan hubungan yang dekat itu seperti carang dengan pokok pohon.
Carang > menerima nutrisi dari pokok pohon.
Carang > akan menghasilkan buah.
Perenungan:
> Kehidupan kita sebagai orang percaya harus melekat dan membangun relasi dengan Tuhan supaya Tuhan sendiri yang akan menuntun kita sehingga dapat sampai pada rencana-Nya.
Hal ini yang dikatakan pada orang Israel ketika mereka ada dalam pembuangan di Babel.
Yeremia 29 : 10
> Kalau sudah 70 tahun maka Aku akan memulihkan keadaanmu dan mengembalikan kamu ke Yerusalem.
> Israel dibuang ke Babel karena mereka memberontak kepada Tuhan, menyembah berhala bahkan sekalipun Tuhan mengirimkan nabi-nabi-Nya tetapi mereka tidak juga bertobat sehingga murka Tuhan turun atas mereka dan Yerusalem diserbu dan dijarah habis-habisan. Bait Allah dihancurkan dan perkakas – perkakas dalam rumah TUHAN diangkut dan bangsa Israel di tawan serta dijadikan budak di Babel.
> Dari umat Tuhan yang mengalami kemenangan dan berkat mereka menjadi budak.
> Tetapi kepada bangsa yang seperti ini Tuhan berjanji kalau sudah 70 tahun Dia akan memulihkan keadaan mereka.
> Sebab Tuhan tahu rancangan-rancangan apa yang ada pada- Nya tentang mereka dan itu bukan kecelakaan tetapi damai sejahtera.
> Tuhan mampu mewujudkan semua janji-Nya karena Dia Allah yang pegang kendali dan berkuasa penuh atas alam semesta.
Ezra 1: 1
Pada tahun pertama zaman Koresh raja negeri Persia TUHAN menggerakkan hati Koresh raja negeri Persia untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan diseluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:
2 “Beginilah perintah Koresh raja Persia
Segala kerajaan dibumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda.
3 Siapa diantara kamu termasuk umat-Nya, Allah menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN, Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem.
4 Dan setiap orang yang tertinggal, dan dimanapun ia ada sebagai pendatang harus disokong oleh penduduk setempat dengan emas, perak, harta benda dan ternak, disamping persembahan sukarela bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem.
> Tuhan mewujudkan janji-Nya kepada umat Israel yang sebenarnya telah melukai hati Tuhan dengan pelanggaran dan kedegilan hati mereka tetapi yang luar biasa karena semua itu tidak mampu mengalahkan kasih Allah pada mereka.
> Itulah kasih Allah yang tidak terbatas.
Who Is Koresh?
• Koresh adalah raja Persia.
• Persia –> dulunya Babel rajanya Nebudkanezar.
• Koresh bukan orang percaya tetapi dipakai Tuhan dalam rencana untuk mengembalikan umat Israel ke
Yerusalem.
•Koresh menyediakan segala kebutuhan untuk membangun Rumah Tuhan.
Kesimpulan :
1. Tuhan mampu mengendalikan keadaan.
Amsal 21 : 1, Hati raja seperti batang air di tangan TUHAN, dialirkannya kemana Ia ingini.
2. Tuhan sanggup menggenapi janji-Nya.
Ditemukan Artefak kuno Silinder Cyrus yang berisi dekrit Koresh Ezra 1: 2-3 merupakan bukti sejarah tentang kepulangan orang Israel dari Babel.
Tindakan Raja Koresh :
– Mengijinkan orang Israel pulang.ke negeri mereka.
– Menyokong mereka dengan emas, perak, harta benda dan ternak supaya mereka mampu membangun Rumah Tuhan di Yerusalem.
– Mengembalikan segala perkakas Rumah Tuhan yang telah dirampas
– Koresh memerintahkan semua jarahan yang dibawa oleh Nebudkanezar dikembalikan ke Rumah Tuhan di Yerusalem.
Sungguh kita bangga dan bersyukur sebab Tuhan kita hebat dan Dia sanggup melakukan segala perkara. Apa yang mustahil bagi kita tetapi tidak bagi-Nya. Jika Dia berjanji, maka Dia akan menggenapinya. Rancangan-Nya adalah damai sejahtera untuk memberikan kita hari depan yang penuh pengharapan. “The Best is Yet to Come.”
Amin, Tuhan Yesus memberkati.
Khotbah by : Pdt. Petrus Nawawi (Bandung)
Ibadah Raya GBI Menorah, 13 Agustus 2023